Pengertian Seni Pertunjukan, Unsur, Fungsi, Konsep dan Macam-macamnya

Posted on

Pengertian Seni Pertunjukan, Unsur, Fungsi, Konsep dan Macam-macamnya – Seni pertunjukan adalah sebuah karya yang melibatkan kelompok ataupun individu di waktu dan tempat tertentu. Tentunya banyak di antara kita yang sudah menyaksikan sebuah seni pertunjukan, entah itu pertunjukan puisi, drama, teater dan lain sebagainya. Sudah banyak yang menyaksikan seni pertunjukan itu sendiri namun masih banyak juga yang belum mengetahui tentang hakikat sebenarnya dari seni pertunjukan itu sendiri.

Nah, maka dari itu kita akan membahas tentang seni pertunjukan secara detail dan lengkap agar kita benar-benar tau dan paham mengenai seni pertunjukan.

Seni pertunjukan merupakan salah satu karya seni yang kompleks karena pada dasar nya seni pertunjukan tidak hanya melibatkan satu jenis komponen namun melibatkan berbagai jenis karya seni. Seperti pada pertunjukan drama, seni yang ditampilkan bukan hanya sebuah seni peran saja melainkan gabungan dari beberapa seni peran, seni rias, seni musik, make up dan kostum yang di pakai oleh pemeran drama tersebut. Seni pertunjukan tidak dapat berdiri sendiri maka dari itu seni pertunjukan disebut sebagai karya seni yang kompleks.

Seni pertunjukan merupakan sebuah karya seni yang melibatkan aksi perorangan maupun kelompok di waktu dan tempat tertentu. Kinerja dari seni pertunjukan itu sendiri biasanya melibatkan empat unsur: ruang, waktu, tubuh pemeran dan hubungan pemeran dengan penonton. Meskipun karya seni kinerja bisa juga seni ini di katakan sebagai seni yang mainstream seperti seni sirkus, musik, dan teater, tapi biasanya seni-seni tersebut biasa di kenal dengan “seni pertunjukan” seni kinerja atau biasa di sebut performance adalah seni yang biasa mengacu pada seni konseptual yang berasal dari seni rupa dan beralih ke seni kontemporer. Berikut adalah istilah-istilah dalam sebuah seni pertunjukan:

Ruang: tempat untuk sebuah pertunjukan

Waktu: kesempatan yang digunakan oleh pemeran

Pemain: pertunjukan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih

Penonton: penikmat yang menyaksikan sebuah pertunjukan.

Selain hal-hal tersebut sebuah seni pertunjukan harus meliputi beberapa hal di antara nya adalah:

1. Cerita/alur: Isi alur cerita yang harus ditampilkan merupakan sebuah konflik antara pelaku satu dengan pelaku lainnya, biasanya sebuah cerita nya berupa dialog yang disusun dalam sebuah script atau naskah.

2. Pemain: Pemeran seni pertunjukan harus memiliki dua cara untuk menyampaikan cerita kepada para penonton yaitu perbuatan dan ucapan.

3. Tempat: Tempat sangat penting dalam sebuah seni pertunjukan, tempat juga untuk mengekspresikan sifat dan watak tokoh sesuai dengan isi cerita.

4. Penonton: Penonton harus ada untuk mendukung kelangsungan hidup seni pertunjukan, misalnya seni sirkus mendapat kelangsungan hidupnya dari hasil bayaran penonton tersebut.

5. Sutradara: Bertugas menciptakan isi cerita kepada seluruh para penonton melalui perbuatan dan ucapan para pemeran di panggung.

Di indonesia bukan hanya memiliki berbagai macam kuliner yang lezat dan keindahan alam nya. Tetapi indonesia memiliki banyak karya seni yang begitu menakjubkan! Ada beberapa hasil kesenian asli indonesia bahkan sudah dikenal oleh banyak mancanegara dan menjadi daya pikat para wisatawan asing untuk menonton seni tersebut. Mari kita simak beberapa seni pertunjukan yang sudah terkenal ini.

Macam-macam Seni Pertunjukan:

1. Tari Pendet

Pada awalnya tari pendet ini merupakan tarian pemujaan yang dipentaskan di pura. Tari pendat ini menggambarkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Seiring dengan perubahan zaman tari pendet ini berubah nama menjadi “ucapan selamat datang” namun tanpa menghilangkan unsur-unsur religius dan sakral. Tari pendet ini merupakan tari yang berasal dari bali.

2. Tari Klasik Keraton Surakarta

Tari klasik keraton surakarta ini merupakan salah satu tari yang terkenal hingga ke mancanegara. Tari ini sudah ada sejak zaman kerajaan majapahit. Semua yang terkandung dalam tarian ini merupakan tradisi dari budaya lingkungan keraton. Baik dari segi gerakan tari nya maupun aturan-aturan tersendiri. Di dalam setiap gerakanya pun memiliki makna dan pesan yang tersirat, begitu juga dengan iringan musik dan pakaiannya.

3. Angklung

Angklung merupakan alat musik yang berkembang di jawa barat sejak desember 1966. Angklung merupakan alat musik yang bernada ganda. Dari desember 2010 angklung terdaftar sebagai karya seni warisan budaya nonbendawi dan lisan manusia dari UNESCO. Asal usul angklung di ciptakan dan dimainkan untuk memanggil dewi sri agar turung ke bumi agar padi milik masyarakat tumbuh dengan subur dan lebat.

4. Reog

Reog merupakan seni pertunjukan sejak tahun 1920 dari jawa timur kota ponorogo. Dalam seni reog ponorogo ini tampak yang di tampilkan berbentuk kepala singa atau biasa di sebut singa barong yang dihiasi banyak bulu-bulu hingga tampak seperti kipas raksasa. Reog ini dikenal dengan berat nya sekitar 50 kg yang di bawakan oleh pemerannya menggunakan gigi. Selain latihan fisik pemerannya juga latihan spiritual seperti bertapa dan puasa. Reog ponorogo ini memang di kenal dengan ilmu gaib nya.

5. Tari Barong Bali

Tari barong ini di kenal dari kebudayaan pra-hindu dan merupakan tarian khas bali. Tari ini menggambarkan perkelahian antara kebaikan dan kebatilan. Barong sendiri melambangkan kebaikan sedangkan rangda melambangkan kejahatan. Pertarungan dan perkelahian ini tidak akan pernah selesai hingga dunia berakhir. Anda bisa menyaksikan seni pertunjukan ini di bali tepatnya di denpasar.

6. Wayang

Seni pertunjukan wayang ini berkembang dan sudah ada sejak berabad-abad yang lalu yang dikenal di daerah jawa dan bali. Wayang ini merupakan media awal masuk agama hindu ke indonesia, awal cerita wayang ini yaitu di prasasti balitung pada abad ke IV dengan bunyi  “si galigi mawayang” cerita wayang ini sendiri memakai cerita ramayana dan mahabharata. Adapun jenis-jenis wayang yaitu wayang kulit, wayang golek, wayang orang, wayang motekar dan wayang rumput.

7. Sendratari Ramayana

Sendratari ramayana ini merupakan seni gabungan antara drama dan tarian tanpa dialog. Sendratari ramayana ini di angkat dari kisah ramayana dan asal usul seni sendratari ramayana ini dari GPH Djatikoesoemo untuk mengangkat wisata indonesia kepada dunia internasional. Sendratari ramayana pertama kali di pertunjukan pada tahun 1961, biasanya sendratari ramayana ini di pentaskan di candi prambanan pada musim kemarau pada hari selasa, kamis dan sabtu.

8. Tari Saman

Tari saman yang berasal Dari suku gayo ini merupakan tarian yang terkenal juga hingga ke mancanegara, tari saman ini menggambarkan tentang sopan santun, pendidikan, keagamaan, kepahlawanan dan kekompakan. Tari saman ini tidak menggunakan alat musik sama sekali tetapi menggunakan anggota badan untuk iringan musik dan nada nya seperti tepuk tangan, memukul dada, paha dan sebagainya untuk sinkronisasi gerakan penarinya tersebut.

9. Tari Kecak

Tari Kecak ini merupakan tari yang berasal dari bali dengan beranggotakan puluhan laki-laki dengan berbaris melingkar kemudian menyerukan “cak” dengan irama tertentu dan lengan di angkat. Tari ini Menceritakan kisah ramayana ketika pasukan kera Membantu rama melawan rahwana. Tari kecak ini di ciptakan pada tahun 1930an oleh wayan limbak. Tarian ini di ciptakan menurut ritual sanghyang yaitu ketika penarinya dalam kondisi tidak sadar. Tari kecak menjadi terkenal dan populer ketika wayan limbak dan para penarinya keliling dunia. Anda bisa menyaksikan tari kecak atau seni pertunjukan ini di uluwatu.

Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam seni pertunjukan yaitu:

1. Tema

Tema adalah pokok dari pemikiran yang mendasari suatu kisah cerita. Tema bisa diperkecil menjadi topik kemudian topik bisa dikembangkan menjadi kisah dalam seni pertunjukan dengan dialognya tersebut.

2. Plot

Plot yaitu jalan cerita suatu kisah, plot memiliki perkembangan konflik yang bertahap. Adapun rangkaian plot sebagai berikut:

a. eksposisi: pengenalan tokoh baik nama, watak maupun karakter kepada penonton melalui sikap bermain tokoh tersebut.

b. konflik: tahap ini adalah tahap yang mulai terjadi perselisihan dan konflik antar tokoh

c. klimaks: pada tahap ini yaitu suasana semakin memanas dan puncaknya masalah

d. penyelesaian: tahap ini merupakan tahap terakhir dari konflik dimana akan menayangkan sifat-sifat dari tokoh tersebut dan menimbulkan suasana tragis, mengharukan dan sebagainya.

3. Penokohan

Dalam penokohan mencakup berbagai hal diantaranya yaitu:

a.aspek psikologis: aspek ini merupakan aspek pameran tokoh pengenalan dan penamaan tokoh, seperti tinggi badan tubuh, warna kulit, rambut gemuk/kurus.

b.aspek sosiologis: aspek ini seperti menceritakan keadaan tokoh dan interaksi tokoh tersebut dengan tokoh yang lain

4.Dialog

Diaolog yaitu percakan tokoh satu dengan tokoh yang lain dimana percakapan atau interaksi tersebut harus sesuai apa yang dimiliki oleh karakter tokoh tersebut misalnya tokoh satu memiliki sifat yang lemah lembut dan ketika berdialog pun harus bersifat lemah lembut. Didalam dialog ini para pemeran menyampaikan makna yang tersirat di dalam sebuah cerita tersebut.

5. Bahasa

Bahasa merupakan bahan awal dari sebuah skenario ketika di buat dan berbentuk kalimat. Kalimat tersebut harus bersifat efektif dan komunikatif.

6. Ide dan Pesan

Pesan disini di buat oleh penulis dan di pentaskan oleh pemeran ketika di panggung. Pesan bisa dimodifikasi agar penonton tidak bosan dan mudah diterima misalnya di sela-selakan lelucon, pendidikan dan sebagainya.

7. Latar

Latar yaitu suasana tempat terjadinya adegan tersebut dipanggung, latar ini ada dua yaitu tata lampu dan tata panggung.

Konsep seni pertujukan:

1.Seni rupa terbagi atas: seni rias, seni lukis, seni relief, seni bangunan, seni patung

2.seni suara terbagi atas: seni instrumental, seni vokal, seni sastra(prosa dan puisi)

3.seni drama yaitu gabungan antara seni rupa dan seni suara(seni film).

Fungsi Seni Pertunjukan:

1. Fungsi Kesehatan

seni pertunjukan berfungsi untuk kesehatan contohnya penderita penyakit psikologis dan semacamnya, pasien tersebut akan disuguhkan terapi musik yang sesuai masalah yang dialami pasien tersebut.

2. Fungsi Hiburan

Tentu saja fungsi seni pertunjukan yaitu salah satu nya untuk hiburan semata ketika seseorang jenuh dengan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari nya.

3. Fungsi Ekonomi

Dikatakan fungsi ekonomi yaitu ketika  seni pertunjukan mendatangkan keuntungan, biasanya seni-seni yang diundang ke masyarakat luas dan telah memenuhi syarat sehingga pertunjukan tersebut bernilai dan hihargai dengan sejumlah uang.

4. Fungsi Estetik

Fungsi estetik ini biasanya untuk media ekspresi seniman dalam menunjukan karya nya, misalnya seni tari, seni musik, seni teater, seni drama dan sebagainya.

5. Fungsi Pendidikan

Ya tentu saja fungsi pendidikan ini ada di dalam seni pertunjukan misalnya seni musik angklung ketika seseorang memainkanya secara tidak langsung orang tersebut telah melakukan nilai sosial, pembelajaran, edukasi, dan kerjasama.

6. Fungsi Sosial

Seni pertunjukan sangat hangat di dalam fungsi sosial karena di dalam nya mengandung pesan-pesan moral seperti contohnya seni wayang yang di dalam nya tersirat pesan pendidikan, moral, agama dan sebagainya.

7. Fungsi Religius

Fungsi religius sendiri tumbuh karena awal mula seni pertunjukan yaitu untuk media ritual. Dikatakan sebagai media ritual yaitu menggunakan gerak tertentu suara dan tindakan untuk upacara dan hari kebesaran suatu agama tertentu yang masih menggunakan nya maka bisa dikatakan sebagai fungsi religius.

Sekian artikel tentang Pengertian Seni Pertunjukan, Unsur, Fungsi, Konsep dan Macam-macamnya ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Mengenal Obat Paracetamol, Efek Samping dan Cara Mengkonsumsinya

Mengenal Obat Amoxicillin, Aturan Pakai dan Cara Menyimpannya

Pengertian Puisi, Unsur dan Jenis Puisi