Pengertian Limbah

Posted on

Pengertian Limbah – Kita tidak jarang mendengar kata limbah, utamanya pada hal-hal yang bersangkutan dengan perusakan lingkungan. Secara sederhana. Limbah ialah sisa-sisa dari suatu pekerjaan usaha.

Limbah lebih identik dangan hal-hal berbau Industri. Hasil dari proses industri yang telah tidak terpakai itulah yang dinamakan limbah industri. Limbah sebenarnya dapat dimanfaatkan khususnya untuk industri kreatif semacam kerajinan tangan dan sebagainya.

Namun, terdapat satu jenis limbah paling riskan yang dinamakan Limbah B3 yang kependekan dari limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Limbah jenis berikut yang turut berperan tidak sedikit dalam perusakan lingkungan. Utamanya perusakan di aliran-aliran sungai.

Pengertian Limbah

Pengertian Limbah adalah sisa sebuah kegiatan atau usaha. Dalam definisi lain limbah ialah buangan yang didapatkan dari aktivitas-aktivitas produksi, baik itu dalam dosmetik ataupun non-domestik.

  • Domestik meliputi: lokasi tempat tinggal, pasar, sekolah, pusat keramaian ataupun sebagainya. Contoh limbah yang berasal dari limbah dosmetik diantaranya merupakan: kaleng, plastik, kardus, botol bekas, makanan bekas, air sisa deterjen dsb
  • Non-Domestik meliputi: Pabrik, transportasi, industri, pertanian peternakan dsb. Sedangkan, contph limbah yang berasal dari sektor non-domestik diantaranya: bekas kain atau zat pewarna industri tekstil, zat pengawet, bekas olahan pabrik tempe tahu dan sebagainya.

Dalam jumlah tertentu limbah dominan negatif pada lingkungan utamanya pada kesehatan insan, ekosistem fauna dan tumbuh-tumbuhan.

Baca juga: Manfaat Yang Anda Dapatkan Ketika Melakukan Renang

Jenis-jenis Limbah

Limbah memiliki sejumlah macam jenis, penggolongan jenis limbah terbagi menurut sumber, wujud dan pun senyawa kandungannya. Berikut ialah jenis-jenis limbah tersebut.

1. Jenis Limbah Berdasarkan Sumbernya

  • Limbah Domestik, Yaitu limbah dosmetik yang didapatkan dari sisa pekerjaan rumah tangga, sekolah pasar dan tempat-tempat umum. Contohnya: botol plastik, bekas makanan, kaleng, air sabun bekas dll.
  • Limbah Non-Domestik, Yaitu limbah non-domestik mencakup limbah-limbah yang didapatkan dari industri, pabrik, perikanan, peternakan, pertanian, medis dan sabagainya.

2. Jenis Limbah Berdasarkan Wujudnya

  • Limbah Padat ialah limbah yang berwujud padat dan lazimnya kering. Contoh limbah jenis ini misalnya: sampah, botol bekas, botol kaca, kertas dll.
  • Limbah Cair ialah limbah yang berasal dari sisa pekerjaan yang berbentuk cair dan gampang larut kedalam air. Contoh limbah cair diantaranya: bekas detergen air cucian, limbah air tinja, bekas zat pewarna kain, limbah pabrik buatan tahu dll.
  • Limbah Gas ialah limbah yang terdiri dari sejumlah jenis senyawa kimia yang tercampur dalam gas. Contoh limbah gas: limbah nitrogen, limbah freon, limbah karbon monoksida dan limbah sulfur oksida.
  • Limbah Suara ialah suatu gelombang atau bunyi yang menganggu kenyamanan manusia, limbah jenis ini dapat berasal dari suara mesin pabrik, suara kendaraan dll.

3. Jenis Limbah Berdasarkan Senyawanya

  • Limbah Organik, ialah limbah yang berisi senyawa karbon yang berasal dari makhluk hidup, laksana kotoran hewan, buah-buahan yang busuk.
  • Limbah Non Organik, ialah limbah yang paling sulit guna terurai laksana kaca, plastik.
  • Limbah B3 (Bahan Bahaya Beracun), Yaitu limbah sisa sebuah kegiatan atau usaha yang berisi bahan riskan atau beracun yang sebab sifat, fokus ataupun jumlahnya bisa merusak dan mengotori sekaligus membahayakan kehidupan insan dan makhluk hidup lainnya.

Baca juga: Tujuan Diselenggarakannya Pemilu Di Indonesia

Pengelolaan Limbah

Pengurangan limbah ini pasti dapat dilakukan dengan sejumlah hal. Salah satunya yakni dengan teknik mengelola limbah tersebut. Beberapa teknik pengelolaan limbah yang dapat Anda kerjakan yaitu dengan teknik daur ulang, tetapi tentu saja tidak seluruh limbah dapat Anda daur ulang.

Anda dapat mendaur ulang laksana limbah berupa plastik, botol plastik, kaca, kain perca yang dapat dijadikan sebagai benda baru dan kerajinan tangan. Beberapa limbah ini mesti diubah dengan paling hati-hati karena andai tidak maka akan paling membahayakan untuk keselamatan jiwa.

Anda dapat mengolahnya dengan teknik penyaringan, filtrasi, atau pun dengan memakai teknologi membran yang canggih. Bahkan sejumlah limbah dapat diolah dengan memakai proses reduksi-oksidasi atau juga dapat dengan menggunakan teknik aerob dan anaerob.

Baca juga: Pembagian Ilmu Ekonomi Berdasarkan Tingkatannya

Dampak Limbah

Jika tidak dikelola dengan baik, maka limbah-limbah ini pasti saja akan dominan terhadap kehidupan kita dan pun lingkungan sekitar. Seperti akibat limbah terhadap manusia, mulai dari terserang dengan sekian banyak macam penyakit laksana diare, tifus, gangguan saraf, sesak nafas sampai juga dapat menyebabkan keracunan yang berujung pada kematian.

Adapun akibat limbah ini terhadap lingkungan mulai dari terganggunya ekosistem lingkungan selama dan bilamana limbah cairan yang berisi bahan kimia masuk kedalam tanah dan bercampur dengan air tanah maka bakal sangat dominan pada kesuburan tanah sampai air yang bakal dikonsumsi oleh manusia.

Demikianlah artikel tentang Limbah ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.