Pengertian Strategi

Posted on

Pengertian Strategi – Kita semua pasti memiliki rencana atau strategi berskala besar dengan arah masa depan untuk berinteraksi dengan lapangan dunia kerja guna untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan kata lain, strategi merupakan proses perencanaan tindakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, dengan hal-hal yang dilakukan secara terus menerus sesuai dengan keputusan bersama dan dari sudut pandang kebutuhan pelanggan.

Pengertian Strategi

Strategi adalah suatu pendekatan yang semuanya berhubungan dengan implementasi, perencanaan dan pelaksanaan ide dalam kegiatan dengan jangka waktu tertentu. Strategi adalah media umum dengan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.

Strategi yang baik dikoordinasikan dalam tim kerja, mempunyai topik dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung sesuai dengan prinsip-prinsip penerapan ide rasional, efisien dalam pendanaan dan memiliki kemampuan untuk mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien.

Strategi memiliki perbedaan taktik, ruang lingkup yang lebih sempit, dan waktu, meskipun pada umumnya orang sering mencampurkan kedua kata tersebut. Strategi ini merupakan tindakan inkremental (terus berkembang) dan berkelanjutan serta dilakukan dari sudut pandang apa yang diharapkan pelanggan di masa depan.

Oleh karena itu, strategi hampir selalu dimulai dengan apa yang bisa terjadi, bukan apa yang terjadi. Laju inovasi pasar baru dan pola konsumsi yang berubah membutuhkan keterampilan dasar. Perusahaan perlu mencari kompetensi kunci dalam bisnis yang mereka operasikan.

Pengertian Strategi Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi strategi menurut beberapa para ahli:

1. Robinson

Menurut Robinson, strategi adalah rencana bisnis yang mencerminkan kesadaran perusahaan tentang kapan, di mana, dan bagaimana bersaing melawan lawan dengan tujuan tertentu.

2. Pearce

Menurut Pearce, strategi adalah rencana bisnis yang mencerminkan kesadaran perusahaan tentang kapan, di mana, dan bagaimana bersaing dengan lawan dengan tujuan dan sasaran tertentu.

3. A.Halim

R. Halim mengemukakan strategi, yaitu bagaimana suatu organisasi atau lembaga akan mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan peluang dan risiko lingkungan eksternal serta keterampilan dan sumber daya internal.

4. Morrisey

Strategi menurut Morrisey adalah proses menentukan arah dimana perusahaan harus menjalankan semua tugasnya untuk mencapai tujuan tertentu.

5. Norton dan Kaplan

Menurut Norton dan Kaplan, strategi adalah sekumpulan hipotesis dalam model hubungan sebab-akibat, yaitu hubungan yang dapat diekspresikan oleh hubungan antara if dan then.

6. Carl Von Clausewitz

Strategi menurut Carl Von Clausewitz adalah mengetahui bagaimana menggunakan pertarungan untuk memenangkan perang. Dan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.

7. Johnson dan Scholes

Menurut Johnson dan Scholes strategi adalah arah dan ruang lingkup jangka panjang dari organisasi atau lembaga. Ini menguntungkan bila sumber daya di lingkungan dikonfigurasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

8. Syafrizal

Menurut Syafrizal strategi merupakan cara mencapai tujuan berdasarkan analisis faktor internal dan eksternal.

9. Siagaan

Menurut Siagaan strategi adalah peringatan yang terdiri dari serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang diambil oleh manajemen puncak dan dilaksanakan oleh semua tingkatan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

Baca juga: Arti Kata Media Dan Perlu Diketahui Jenis-jenisnya

Jenis-jenis Strategi

Banyak organisasi menjalankan dua atau lebih strategi pada saat yang sama, tetapi strategi gabungan bisa sangat berisiko jika dilakukan terlalu jauh. Di perusahaan besar dan beragam, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika departemen yang berbeda melaksanakan strategi yang berbeda.

Selain itu, perusahaan yang berjuang untuk bertahan hidup dapat menggunakan sejumlah strategi pertahanan yang berbeda pada saat bersamaan, seperti penjualan, likuidasi dan rasionalisasi biaya. Berikut adalah jenis-jenis strategi:

1. Strategi Integrasi

Integrasi maju, integrasi mundur, dan integrasi horizontal terkadang disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan untuk mengontrol dealer, pemasok atau pesaingnya.

2. Strategi Intensif

Penetrasi pasar dan pengembangan produk terkadang disebut sebagai strategi intensif karena semuanya membutuhkan upaya yang intens jika perusahaan ingin meningkatkan posisi kompetitifnya atas produk yang ada.

3. Strategi Diversifikasi

Ada tiga jenis strategi diversifikasi: diversifikasi konsentris, horizontal dan konglomerat. Menambahkan produk atau layanan baru tetapi masih terkait biasanya disebut diversifikasi konsentris. Menambahkan produk atau layanan baru yang tidak terkait ke pelanggan yang ada dikenal sebagai diversifikasi horizontal. Menambah produk atau layanan baru yang tidak disebut sebagai diversifikasi konglomerat.

4. Strategi Defensif

Selain strategi integrasi, intensif dan diversifikasi, perusahaan juga dapat menerapkan strategi rasionalisasi biaya, penjualan atau likuidasi. Rasionalisasi biaya terjadi ketika perusahaan mengatur ulang dirinya sendiri melalui penghematan biaya dan sumber daya untuk meningkatkan laba atas penjualan dan menurunkan laba.

Rasionalisasi biaya kadang-kadang disebut sebagai strategi kebalikan atau reorganisasi dan dimaksudkan untuk memperkuat keterampilan diferensiasi dasar perusahaan. Selama proses rasionalisasi biaya, perencana strategis bekerja dengan sumber daya yang terbatas dan berada di bawah tekanan dari pemegang saham, karyawan dan media.

Divestasi berarti penjualan suatu departemen atau bagian dari suatu organisasi. Pelepasan sering digunakan untuk menambah modal, yang kemudian digunakan untuk akuisisi lebih lanjut atau investasi strategis.

Pembuangan dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya total untuk membebaskan organisasi dari aktivitas yang tidak menguntungkan, memerlukan terlalu banyak modal, atau tidak sesuai dengan aktivitas lain dalam perusahaan.

Likuidasi adalah penjualan bertahap semua aset perusahaan berdasarkan nilai riil aset tersebut. Likuidasi adalah pengakuan kekalahan, jadi ini bisa menjadi strategi yang sulit secara emosional. Tapi mungkin lebih baik menghentikan perdagangan daripada terus menderita kerugian besar.

5. Strategi Umum Michael Porter

Menurut Michael Porter, ada tiga fundamental strategis yang dapat membantu perusahaan memperoleh keunggulan bersaing, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menyebutkan tiga strategi umum ini.

Keunggulan biaya menekankan produksi produk standar dengan biaya per unit yang sangat rendah untuk konsumen yang sensitif terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi yang ditujukan untuk menciptakan produk dan layanan yang dianggap unik di semua sektor dan ditujukan untuk konsumen yang relatif cuek terhadap perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan sekelompok kecil konsumen.

Baca juga: Begini Cara Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Kepada Masyarakat Luas

Tingkat-tingkat Strategi

Dengan mengacu pada pandangan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan empat tingkatan strategi. Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu:

1. Enterprise Strategy

Strategi ini terkait dengan respon dari masyarakat. Setiap organisasi memiliki hubungan dengan komunitas. Perusahaan adalah grup di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali ini terdapat pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok kepentingan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya.

Oleh karena itu, strategi bisnis memeriksa hubungan antara organisasi dan komunitas eksternal sejauh interaksi terjadi dengan cara yang menguntungkan organisasi. Strategi tersebut juga menunjukkan bahwa organisasi benar-benar bekerja dan berusaha memberikan pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan perusahaan.

2. Corporate Strategy

Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut juga sebagai grand strategy yang mencakup bidang-bidang di mana suatu organisasi beroperasi. Pertanyaan tentang apa bisnis atau bisnis kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu perlu dijawab tidak hanya oleh organisasi korporat.

Tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintah dan organisasi nirlaba. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu? Apakah misi utamadirektorat jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu seterusnya.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting dan jika dijawab dengan salah, bisa jadi fatal. Misalnya, jika misi universitas adalah masuk ke dunia bisnis untuk menjadi kaya, akibatnya bisa negatif bagi pelajar dan pemerintah, serta bangsa dan negara. Penting juga bagaimana misi ini dijalankan. Ini membutuhkan keputusan strategis dan perencanaan strategis, yang harus disiapkan oleh setiap organisasi.

3. Business Strategy

Strategi pada level ini menggambarkan bagaimana pasar dalam masyarakat dapat ditangkap. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, pebisnis, investor, dll. Semua ini ditujukan untuk mencapai keunggulan strategis yang juga dapat mendukung perkembangan organisasi ke tingkat yang lebih baik.

4. Functional Strategy.

Strategi ini merupakan strategi pendukung dan dimaksudkan untuk mendukung keberhasilan strategi lainnya. Ada tiga jenis strategi fungsional, yaitu:

  • Strategi functional ekonomi, mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi untuk hidup sebagai entitas ekonomi yang sehat, termasuk yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.
  • Strategi functional manajemen, yang meliputi fungsi manajemen, seperti perencanaan, organisasi, implementasi, pengendalian, personel, bimbingan, motivasi, komunikasi, pengambilan keputusan, representasi dan integrasi.
  • Strategi isu stratejik, yang fungsi utamanya adalah mengendalikan lingkungan, baik situasi lingkungan yang dikenal maupun situasi yang tidak diketahui atau atau yang selalu berubah.

Tingkatan strategis ini merupakan kesatuan unit dan merupakan sinyal bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa pengelolaan organisasi tidak hanya harus dilihat dari sudut pandang kebersihan administrasi, tetapi juga harus mempertimbangkan masalah “kesehatan” organisasi dari segi ekonomi.

Baca juga: Apa Arti Hotel Sebenarnya? Berikut Definisi Hotel Lengkap Dengan Sejarahnya

Strategi Bisnis

Strategi bisnis harus mencakup pengambilan keputusan di tingkat perusahaan. Pada level strategi ini, pemilihannya sesuai dengan taktik atau modalitas kompetisi. Berikut adalah tiga strategi bisnis:

1. Ancaman Pendatang Baru

Dalam bidang industri, perusahaan yang ingin menghadirkan keterampilan baru dan memperoleh pangsa pasar yang menguntungkan dan baik, itu semua tergantung pada rintangan atau kendala yang mengelilinginya.

2. Daya Tawar Menawar Pemasok

Dalam suatu industri, pemasok juga dapat menimbulkan ancaman karena pemasok dapat menaikkan harga produk yang dijual atau menurunkan kualitas produk. Ketika harga produk pemasok bagus maka harga pokok barang perusahaan juga meningkat sehingga meningkatkan harga jual produk.

Jika harga jual produk naik menurut hukum permintaan, maka permintaan turun. Ketika pemasok menurunkan kualitas produk, kualitas produk yang dihasilkan juga menurun sehingga mengurangi kepuasan pelanggan atau konsumen.

3. Daya Tawar Menawar Pembeli

Pembeli akan selalu berusaha mendapatkan produk dengan kualitas prima dengan harga murah. Sikap pembeli ini bersifat universal dan memainkan peran penting bagi perusahaan. Jika harga produk jauh lebih tinggi dari kualitasnya (harga tidak mencerminkan apa yang seharusnya), pembeli tidak akan membeli produk perusahaan.

4. Daya Tawar Produk Pengganti

Produk pengganti memiliki keunggulan fungsional yang sama dengan produk utama (produk asli), tetapi memiliki kualitas produk yang lebih rendah dan harga yang lebih rendah. Secara umum, produk substitusi lebih disukai oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah tetapi menginginkan status yang lebih tinggi dari yang sebenarnya.

5. Persaingan Antar Pesaing

Secara tradisional, ketika bersaing, perusahaan lain dapat melakukan yang terbaik untuk wajan di pasar. Konsumen bersaing dengan taksi dari perusahaan sejenis yang bermain di pasar. Yang bisa menarik hati pembeli (konsumen) bisa memenangkan persaingan.

Untuk menarik konsumen, perusahaan bertindak dalam berbagai cara, menawarkan pinjaman dengan penerangan, konsesi khusus, dan harga diskon dan terjangkau untuk menarik pembeli.

Konsep strategi

Berikut adalah konsep dari strategi:

  • Perspektif yang menyangkut visi yang terintegrasi antara organisasi dan lingkungannya yang menjadi batas aktivitasnya.
  • Rincian langkah taktis yang diambil oleh organisasi, yang isinya adalah informasi, untuk mengelabui pesaing.
  • Referensi yang dapat diterima adalah penilaian terhadap konsistensi, atau bahkan inkonsistensi, dari perilaku dan tindakan yang dilakukan oleh suatu organisasi.
  • Sudut lokasi organisasi mengarah ke bisnisnya.
  • Rencana untuk lebih memperjelas arah organisasi dengan cara yang rasional untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Hakikat Penerapan Strategi

Menerapkan strategi ini membutuhkan tindakan seperti merekrut karyawan baru, merelokasi wilayah penjualan, menutup fasilitas, menambahkan departemen baru, mengembangkan anggaran keuangan, mengembangkan tunjangan karyawan baru, mentransfer manajer antar departemen, mengubah strategi penetapan harga dalam organisasi dan definisi prosedur pengendalian biaya, pembentukan struktur baru, pelatihan karyawan baru, pembuatan sistem informasi manajemen yang lebih baik dan perubahan strategi periklanan.

Demikianlah artikel tentang Strategi ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.