Pengertian Senyawa Kimia, Jenis, Sifat, Ciri & Tata Nama

Posted on

Pengertian Senyawa Kimia, Jenis, Sifat, Ciri & Tata Nama – Senyawa Kimia merupakan zat kimia murni yang penyusunnya dari dua atau lebih elemen yang dapat dipecah menjadi unsur-unsur kimianya. Senyawa kimia dapat dibedakan dengan formula kimia berdasarkan jumlah atom. Senyawa kimia terjadi dalam berbagai bentuk, misalnya dalam padatan, cairan atau gas.

Umumnya, perbandingan ini harus tetap karena sifat fisikanya, bukan perbandingan oleh manusia. Oleh karena itu, bahan-bahan seperti kuningan, superkonduktor YBCO, semikonduktor “aluminium gallium arsenide”, atau cokelat dianggap sebagai campuran atau paduan daripada sebagai senyawa.

Senyawa kimia adalah zat kimia murni yang terdiri dari dua atau lebih dan dapat dipecah menjadi konstituennya dengan reaksi kimia. Misalnya, dihidrogen monoksida (air, H 2 O) adalah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen.

Jenis-Jenis Senyawa Kimia

Adapun klasifikasi macam-macam jenis senyawa kimia, yaitu sebagai berikut:

1. Senyawa Kimia Ionik

Senyawa ionik merupakan suatu senyawa kimia yang terbuat dari unsur-unsur ion. Unsur ion tersebut dijadikan satu dengan memakai gaya elaktrostatik. Ikatan pada senyawa ini disebut dengan ikatan ionik.

Senyawa ion adalah salah satu jenis senyawa yang netral secara keseluruhan. Tetapi ion yang membuatnya memiliki ion positif dan ion negatif. Ion positif disebut kation dan ion negatif disebut anion. Contoh senyawa ionik termasuk natrium klorida dengan (Na +) dan (Cl-). Kalium klorida dengan (K +) dan (CL-) dan lainnya.

2. Senyawa Kimia Oksida

Senyawa kimia oksida adalah senyawa kimia yang komponennya terdiri dari oksigen dan unsur lainnya. Biasanya, senyawa ini terbentuk karena oksigen di udara menyebabkan oksidasi unsur-unsur tersebut.

3. Senyawa Kimia Organik

Senyawa kimia organik adalah senyawa kimia yang terutama terdiri dari karbon dan hidrogen. Namun dalam senyawa ini ada juga unsur lain seperti oksigen, halogen, belerang dan fosfor.

4. Senyawa Kimia Asam

Senyawa kimia asam adalah senyawa kimia dari formula umum HA. Namun, senyawa ini dilarutkan dalam air sehingga pH di bawah 7. Senyawa asam memberikan ion H + dalam senyawa lain (basa).

5. Senyawa Kimia Basa

Senyawa kimia basa adalah jenis senyawa kimia yang menyerap atau menyerap ion H +. Senyawa ini memiliki pH lebih dari 7 dan melepaskan ion OH +.

Sifat Senyawa Kimia

Senyawa kimia terdiri dari beberapa elemen kimia, tetapi sifat senyawa kimia dan unsur penyusunnya berbeda. Berikut ini adalah sifat-sifat senyawa kimia:

  • Senyawa terdiri dari reaksi kimia dari beberapa unsur kimia.
  • Sifat yang ada pada suatu senyawa berbeda elemen yang membuatnya. Ini disebabkan oleh perbedaan komposisi unsur-unsur yang digunakan dalam senyawa kimia.
  • Senyawa dapat dipecah menjadi unsur tertentu.
  • Tidak dapat dipisahkan secara fisik.

Ciri-Ciri Senyawa Kimia

Terdapat ciri-ciri dari senyawa kimia, antara lain:

  • Senyawa kimia adalah bentuk zat tunggal
  • Bisa diuraikan kembali menjadi beberapa unsur sesuai dengan jumlah elemen yang membentuknya atau dibentuk oleh proses kimia atau reaksi kimia.
  • Komposisi atau jumlah elemen yang digunakan untuk membentuk senyawa berbeda. Akibatnya, sifat-sifat senyawa kimia berbeda dari sifat-sifat konstituennya.
  • Senyawa kimia berupa kombinasi unsur kimia dengan rasio tertentu.

Tata Nama Senyawa Kimia

Menurut unsur pembentuknya, tata nama senyawa atau penamaan senyawa dapat dilihat dibawah ini:

1. Senyawa Kimia Yang Terbentuk Dari Unsur Logam Dan Non Logam

Senyawa yang terbentuk dari dua jenis unsur logam ini mempunyai nomenklatur dengan aturan tertentu. Nama elemen logam adalah nama depan, lalu nama elemen non-logam digunakan sebagai nama belakang. Contoh senyawa dari unsur logam dan non-logam adalah:

  • Kalsium Brom ditulis CaBr
  • Magnesium Oksigen ditulis MgO

2. Senyawa Kimia Yang Terbentuk Dari Unsur Non Logam Dan Non Logam

Penulisan nama senyawa yang terdiri dari unsur non-logam dan non-logam, memiliki aturan tertentu yaitu: Jika terdiri dari dua unsur non logam maka pada nama belakangnya diberi akhiran da. Jika terdiri dari lebih dari dua elemen, penunjukan dapat dilakukan dengan menyebutkan nomor indeks dalam bahasa Yunani. Di bawah ini adalah nama nomor indeks elemen komposit.

1 = Mono
2 = Di
3 = Tri
4 = Tetra
5 = Penta
6 = Heksa
7 = Hepta
8 = Okta
9 = Nona
10 = Deka

Berikut adalah contoh dari penamaan senyawa yang terbentuk dari unsur non logam saja, antara lain:

  • CO adalah karbon monoksida
  • CO2 adalah karbon dioksida
  • CO3 disebut karbon Trioksida
  • CO5 adalah karbon pentaoksida

3. Senyawa Kimia Yang Terbentuk Dari Unsur Hidrogen Dan Non Logam

Aturan penulisan atau penamaan senyawa yang terdiri dari unsur hidrogen dan unsur non-logam, yaitu:

  • Kata hidrogen sebagai nama depan selanjutnya diikuti oleh nama elemen non-logam sebagai nama keluarga. Kemudian ending -ida ditambahkan. Contohnya adalah senyawa HF bernama Hydrogen Flourida.
  • Kata asam dipakai sebagai kata depan dan sebagai pengganti nama hydrogues. Kemudian ikuti nama elemen non-logam dan akhiran ida. Sebagai contoh, senyawa HF hidrogen fluorida dikenal dengan nama Asam Flourida menjadi HF.

4. Senyawa Kimia Yang Terbentuk Dari Unsur Logam, Oksigen Dan Hidrogen

Aturan untuk koneksi menulis yang terdiri dari tiga jenis ini adalah sebagai berikut:

  • Jika unsur oksigen merupakan unsur kedua kemudian dibelakangnya maka ketika memberi nama atau menulis koneksi nama unsur logam dapat digunakan sebagai nama depan.
  • Gabungan nama unsur hidrogen dan unsur oksigen dipakai nama hidroksida.

Contoh senyawa nama yang terdiri dari unsur logam, oksigen dan hidrogen meliputi:

  • NaOH dibaca dengan natrium hidroksida
  • MgOH dibaca dengan magnesium hidroksida
  • KOH dibaca dengan kalium hidroksida.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Senyawa Kimia, Jenis, Sifat, Ciri & Tata Nama ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Pengertian Kimia Analisis, Jenis Berikut Metodenya

Pengertian Jaringan Parenkim, Latak, Sifat, Fungsi dan Jenisnya

Pengertian Otak Kiri, Fungsi, Cara Kerja dan Strukturnya