Pengertian Seni Lukis

Posted on

Pengertian Seni Lukis – Tentu dari kita pernah melihat lukisan, yang di dalamnya ada makna dan arti tersendiri. Hasil gambar atau lukisan tersebut tergolong ke dalam jenis seni tepatnya seni lukis.

Ada banyak jenis, objek dan fokus pada suatu seni laksana pada seni lukis. Pengertian seni lukis ini yakni salah satu format turunan dari seni rupa murni, yang dikelola dari bentuk, warna serta tekniknya.

Salah satu jenis seni yang terkenal, dan mempunyai nilai yang lumayan tinggi secara ekonomisnya ialah seni lukis. Agar dapat lebih jelas, kita dapat membaca artikelnya dibawah ini hingga selesai.

Pengertian Seni Lukis

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar definisi yang sama, seni lukis yaitu sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis ialah kegiatan mengubah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi guna mendapat kesan tertentu.

Medium lukisan dapat berbentuk apa saja, laksana kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi dapat dianggap sebagai media lukisan. Alat yang dipakai juga dapat bermacam-macam, dengan kriteria dapat memberikan imaji tertentu untuk media yang digunakan.

Seni lukis yakni salah satu cabang dari seni rupa, dengan dasar definisi yang sama, seni lukis merupakan sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis merupakan kegiatan mengubah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi guna mendapat kesan tertentu.

Beberapa definisi kata seni: definisi kata seni dapat diambil dari bahasa inggris art, yang berakar pada kata latinars, yang mempunyai arti: “Keterampilan yang didapatkan melalui pengalaman, pemantauan atau proses belajar.” Dari kata ini, lantas berkembang definisi Webster yaitu,“Penggunaan kemampuan dan khayalan secara kreatif dalam menghasilkan benda-benda estetis. (Webster’s Collegiate Dictionary 1973, Hlm.63).

Pengertian lain diambil dari bahasa belanda ‘kunst’ yang memiliki arti: “Suatu kesatuan secara structural dari elemen-elemen estetis, kualitas-kualitas teknis dan ekspresi simbolis yang mempunyai makna tersendiri dan tidak memerlukan lagi pengabsahan oleh unsur-unsur ular untuk pengakuan dirinya.” (Winkler Prins, Hlm.427).

Definisi seni lukis dari kamus bahasa indonsia: “Kecakapan menciptakan atau membuat sesuatu yang elok-elok atau indah.” Seni lukis ialah di antara cabang dari seni rupa, yang mengapresiasikan empiris artistik seorang seniman melewati bidang dua dimensi, sekaligus suatu pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Seni lukis mengubah unsur titik, garis, bidang, tekstur, warna, gelap terang melewati pertimbangan yang estetik. Melukis ialah kegiatan menaruh cat (kental maupun cair) diatas bidang datar. Lukisan ialah suatu format ungkapan batin seseorang dari hasil sebuah pengolahan gagasan berbakat empiris indrawi maupun empiris jiwa melewati susunan unsur-unsur indah dengan ukuran dwi marta (dua dimensi).

Ungkapan atau pengakuan batin yang pun disebut ekspresi dalam sebuah karya seni, mestilah mempunyai nilai kemerdekaan dan berisi bagian keindahan. Tampilnya keindahan tidak tidak jarang kali dalam pewujudan jasmani dan visual semata-mata, namun dapat pula secara moral (perasaan) atau secara kedua-duanya. (M. Affandi, Ekspresi Simbolik, Religius dan Estetika dalam Karya Lukis Kaligrafi.

Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Berikut ini definisi seni lukis yang lebih luas yang diungkapkan oleh para ahli di bidangnya :

1. Galeria Fasya Art Studio

Seni lukis merupakan suatu unsur dari seni rupa atau cabang dari seni rupa dengan wujud atau rupa yang berbentuk sebuah karya 2 dimensi, atau yang dikenal dengan nama dwi matra. Pada dasarnya, definisi dari seni rupa pun sama saja dengan seni lukis ini. Namun arti dari lukis tersebut sendiri jauh lebih luas sebab lukisan berasal dari sebuah gambar yang dikembangkan.

2. Herbert Read

Seni lukis yaitu sebuah fisik yang direfleksikan dari suatu pekerjaan rohani, dengan sebuah daya yang memiliki keterampilan dalam membangunkan jiwa atau perasaan dari seni tersebut sendiri.

3. Soedarso SP (Mike Susanto, 2002:101)

Seni lukis yakni sebuah karya yang didapatkan oleh insan yang dimana karya tersebut mengisahkan kembali pengalamannya secara batin, yang diperlihatkan dengan teknik yang estetis sehingga memunculkan pengalaman secara batin lainnya untuk orang-orang yang menyaksikan lukisan tersebut, sekaligus menghayati arti lukisannya dengan rasa.

Baca juga: Pengertian Akuntabilitas

Jenis-jenis Seni Lukis

Seni Lukis memiliki ciri khas bermacam-macam. Jenis-jenis seni lukis tertuang dalam sekian banyak aliran seni musik yang setiap mempunyai gaya seni lukis yang khas. Berikut aliran-aliran seni lukis yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda :

1. Klasisme

Aliran Klasisme ini ialah bercorak klasik Yunani dan Romawi dengan wujud gambar yang realistis. Bumbu-bumbu realistis ini ialah wujud tampilan lukisan yang diciptakan seserupa-serupanya dengan wujud aslinya di dunia nyata.

2. Romantisme

Aliran romantisme memiliki karakteristik nilai-nilai suatu peristiwa yang menarik, istimewa, dan indah. Hal ini bisa berupa kejadian-kejadian yang menyenangkan, hubungan percintaan, dan lukisan-lukisan insan berparas anggun.

3. Realisme

Jenis aliran ini lebih menghasilkan sebuah karya yang menangkap gejala yang nyata terjadi dan dirasakan dalam kehidupan secara obyektif.. Bila diperhatikan, realisme ini adalahsanggahan terhadap aliran berjenis klasisme yang statis serta romantisme yang berlebihan.

4. Naturalisme

Naturalisme adalah aliran yang ingin mengindikasikan suatu suasana malam. Semua tema yang ingin diciptakan untuk melukis dihubungkan dengan suasana alam yang lebih dominan.

5. Ekspresionisme

Ekspresionisme merupakan jenis seni lukis yang memandang bahwa ekspresi adalahelemen urgen yang dipakai untuk membuat karya lukis yang unik dan berkesan. Seni ini tercetus dari suatu emosi yang murni dari dalam hati dan dituangkan dalam warna dan format gambar.

6. Surealisme

Aliran ini memproyeksikan obyek-obyek yang dilihatnya secara natural menjadi obyek-obyek yang terdapat dalam suatu mimpi. Hasil karya yang diciptakan ialah obyek-obyek yang imajinatif dan unik.

7. Abstrak

Jenis aliran abstrak yaitu lukisan dengan format penyampaian arti secara tidak langsung. Aliran ini tidak mencerminkan obyek dalam format aslinya, namun gambar yang samar dan menciptakan pengunjung beranggapan apa lukisan itu.

8. Gotik

Aliran seni lukis ini menekankan obyek berupa tokoh-tokoh suci, raja, ratu, lokasi ibadah, istana, atau obyek-obyek beda yang bersangkutan dengan dinasti. Ciri khas penggambarannya ialah berupa garis tebal dan warna yang dipertegas.

9. Futurisme

Aliran ini ingin menekankan pada gerak yang estetis dan menunjukkan obyek lukisan yang digambar seolah-olah bergerak. Unsur yang kuat ialah kedinamisan, ekspresi kecepatan, dan ekspresi keserupaan waktu yang kuat.

10. Konstruktivisme

Jenis aliran konstruktivisme yakni aliran yang melukiskan wujud konstruksi bangunan disertai dengan penekanan konsentrasi pada suatu bangunan. Obyek yang digambar bisa berupa bangunan model klasik, modern, atau bangunan yang lain.

Teknik Seni Lukis

Ada sejumlah teknik yang dipakai dalam seni lukis. Masing-masing kiat memiliki ciri khas yang bertolak belakang dan dapat kamu pilih cocok dengan selera anda. Berikut teknik-teknik lukis yang perlu kamu ketahui :

1. Teknik Aquarel

Teknik Aquarel merupakan jenis kiat lukis yang memanfaatkan cat air sebagai bahan lukis dengan teknik mengoleskan warna secara tipis. Hal ini dilakukan supaya memperoleh hasil suatu cerminan yang tampak transparan.

2. Teknik Plakat

Teknik lukis Plakat memakai bahan cat air, cat akrilik, dan cat minyak dengan mengoleskan warna secara tebal dengan komposisi cat yang lebih kental. Terdapat perbedaan dengan Teknik Aquarel bersangkutan teknik mengoles dan komposisi catnya. Kelebihan memakai teknik aquarel, warna yang didapatkan lebih powerful dan colorfull pada karya lukisannya.

3. Teknik Pointillis

Teknik lukis ini adalah teknik yang memerlukan suatu kesabaran yang lebih dikomparasikan teknik lukisnya. Hal ini disebabkan Pointillis memakai titik-titik supaya menghasilkan tampilan lukisan yang estetis dan menawan. Biasanya pelukis memanfaatkan gradasi warna untuk menata unsur gelap dan cerah pada lukisannya.

4. Teknik Spray

Teknik jenis ini yaitu teknik lukis gaya baru dengan menyemprotkan cat ke papan/media lukis. Tujuan digunakannnya kiat lukisan ini ialah agar lukisan terlihat lebih halus dan lebih visual guna dilihat. Teknik spray ini sering dipakai untuk melukis grafitti di dinding-dinding.

5. Teknik Basah

Melukis dengan kiat basah dilaksanakan dengan teknik mengencerkan cat minyak memakai bahan-bahan tertentu laksana linseed oil. Bila cat minyak sudah diencerkan dengan kekentalan tertentu, barulah cat itu dioleskan pada media lukis. Kuas yang digunakan untuk melukis dengan kiat ini ialah kuas dengan bulu panjang.

6. Teknik Kering

Melukis dengan kiat kering dilaksanakan tanpa memakai cat minyak. Teknik ini biasanya kita pakai dengan melulu menggunakan perangkat pensil, crayon atau spidol. Namun dalam melukis yang lebih khusus, dipakai kuas yang kering dan tidak berminyak.

7. Teknik Campuran

Melukis dengan kiat campuran yakni mengkombinasikan dua kiat atau lebih guna menghasilkan sebuah karya yang lebih elegan. Sebagai contoh, kamu dapat menggabungkan teknik kering dan kiat basah dengan teknik memanfaatkan kiat kering terlebih dahulu lantas melapisinya dengan kiat basah. Hal ini menciptakan pemakai lebih kreatif dalam menciptakan lukisan baru.

Itulah hal-hal penting yang dapat kamu ketahui tentang seni lukis mencakup jenis-jenis, fungsi, dan kiat seni lukis. Jenis-jenis seni lukis adalahsuatu konsep dengan hasil lukisan yang khas. Sementara kiat lukisan merupakan teknik untuk melukis supaya menghasilkan gambar dengan karakteristik tertentu. Fungsi dari seni lukis begitu besar dan bisa bermanfaat untuk pelukis maupun pengunjung yang melihatnya.

Di samping untuk menciptakan tertarik seseorang, lukisan bisa difungsikan sebagai dekorasi atau bisnis yang menguntungkan. Informasi-informasi yang kamu dapat tentang seni lukis ini semoga bisa membantu kamu untuk melukis cocok dengan selera.

Baca juga: Pengertian PT

Tujuan Seni Lukis

Jika sudah mengenal bahwa seni lukis ialah karya seni dua dimensi yang berbentuk lukisan, pahami juga tujuan keberadaannya. Berikut ini deskripsi tentang destinasi seni lukis dari Jurnal Institut Seni Indonesia Yogyakarta:

  • Religius, yaitu sebagai format pengabdian yang ditujukan untuk Tuhan.
  • Simbolis, yaitu menjadikan lukisan itu menjadi simbol tertentu laksana simbol kekuatan, simbol kepahlawanan, dan sebagainya.
  • Estetis, yaitu menekankan pada segi keindahan dan nilai estetika dalam menciptakan sebuah lukisan guna dijadikan pajangan atau dekorasi.
  • Komersial, yaknimengutamakan selera pembeli guna mendapat deviden komersial.
  • Ekspresi, yaitu untuk mengindikasikan ekspresi atau emosi dalam diri pelukis.
  • Kritik Sosial, yaitu untuk mengindikasikan kritik atau ketidakpuasan terhadap pemerintah maupun penguasa setempat.

Komponen Seni Lukis

Melukis yang baik terdapat sejumlah komponen seni lukis laksana di bawah ini:

1. Komposisi

Komposisi merupakan teknik menyusun bagian yang bakal memberikan format pada suatu karya seni laksana garis, warna, bidang, ruang, gelap terang.

2. Balance

Balance yaitu ekuilibrium yang dengan kata lain cara menata objek supaya serasi saat disaksikan oleh mata dan tampak jelas. Keseimbangan yang simetris sendiri menggabungkan dua objek dengan membagi dua bidang secara sama sedangkan ekuilibrium asimetris menggabungkan bagian yang bertolak belakang seperti jarak, ukuran supaya terlihat cocok.

3. Proporsi

Proporsi yakni perbandingan format antara benda yang satu dengan benda yang lainnya. Hal ini ditujukan supaya lukisan tampak padu.

4. Irama

Irama ialah kesan gerak yang didapatkan oleh garis, warna, bentuk, tekstur secara berulang dan gerakan.

5. Unity

Unity atau kesatuan adalah perpaduan unsur-unsur dari sekian banyak elemen yang terdapat dan saling bersangkutan serta melengkapi sehingga memunculkan kesan terbentuk dengan baik.

6. Aksentuasi

Aksentuasi merupakan bagian pembeda pada gambar supaya tidak kelihatan monoton dan membosankan. Dalam menggambar atau melukis diperlukan sejumlah alat dan bahan pendukung supaya terjadi suatu gaya lukisan yang kuat.

Alat dan Bahan Seni Lukis

Alat lukis utama ialah peralatan guna mengaplikasikan atau menaruh cat pada media lukis, seperti: kuas, pisau palet, dan sebagainya. Penggunaan perangkat lukis paling bergantung pada media, teknik, aliran dan tema yang bakal dibuat. Beberapa contoh alat-alat lukis antara lain:

1. Alat Seni Lukis

  • Fungsinya guna mengaplikasikan cat pada media lukis/kanvas.
  • Pisau Lukis. Pisau lukis ialah alternatif beda dari kuas untuk menaruh cat. Cat yang ditaruh menggunakan ini seringkali dalam kuantitas besar dan untuk kebutuhan menciptakan efek timbul/muncul 3d.
  • Pisau Palet. Pisau palet seringkali terbuat dari plastik dan dipakai untuk mencampurkan cat.
  • Palet ialah tempat anda untuk membaur dan menyiapkan cat sebelum digunakan.
  • Pensil dapat dipakai sebagai perangkat lukis guna menggambar sketsa. Perlu diketahui bahwa bekas pensil bisa tidak tertutupi oleh cat, sampai-sampai usahakan pakai dengan hati-hati dalam guratan yang tipis.
  • Terdapat cat yang berbasis minyak dan air. Cat minyak biasa dipakai untuk melukis jangka panjang, supaya cat tidak gampang kering dan bisa dengan mudah dibetulkan dengan mengelap cat yang belum kering. Cat berbasis air laksana cat akrilik atau cat air lebih cepat kering, sampai-sampai lebih susah untuk diperbaiki.
  • Tinta Bak. Tinta adalahcat pilihan yang cukup tidak sedikit digunakan pada seni lukis.
  • Alat pembubuh cat khas/alternatif. Sikat gigi bekas, tongkat kayu guna mengucurkan cat enamel, dan sebagainya. Terdapat tidak sedikit alat lukis pilihan lain yang dapat dipakai untuk membuat efek khusus.
  • Cat khas/alternative. Cat pilihan lain pun dapat digunakan, tergantung keperluan lukisan yang diciptakan.

2. Bahan (Media) Seni Lukis

  • Media utama yang sering dipakai dalam melukis sebab kanvas terhitung tahan lama dan tahan lama.
  • Jangan memakai cat minyak pada media kertas, sebab kertas bakal tergerus oleh zat yang terdapat pada cat minyak. Gunakan cat air dan lapisi dengan pelapis cat supaya kertas bertahan lama.
  • Media kahs/alternatif. Kaca, Lempengan kayu, lempengan lobam, lempengan plastik, atau benda data 2d apapun bisa menjadi media lukis bila dipakai dengan tepat.

Baca juga: Pengertian Ekspor Impor

Teknik dan Cara Melukis

Melukis membutuhkan teknik dan kiat yang tepat untuk menciptakan karya yang baik. Teknik lukis pun sebetulnya paling tergantung pada tema atau aliran lukis yang bakal digunakan. Kita bisa mulai dengan menilai tema, menilai objek atau subjek yang di lukis, kemudian menyiapkan kiat yang dibutuhkan.

1. Menentukan Tema (Memunculkan Gagasan)

Memunculkan usulan kreatif bisa ditempuh dengan cara:

  • Mengembangkan khayalan dari apa yang sedang anda pikirkan atau dari pemikiran/pengalaman orang lain.
  • Melihat subjek atau objek yang bakal dilukis, contohnya pemandangan pantai, keadaan pasar, dan lain-lain.
  • Mencari ilham dari kitab dan majalah.
  • Mencari ilham dari internet atau sosial media.
  • Mengunjungi galeri atau museum seni.

2. Teknik Melukis

Teknik melukis terdiri dari kerangka kerja dan kiat khusus yang dipakai untuk cat tertentu, seperti:

  • Membuat sketsa, lalu menuntaskan detailnya.
  • Membuat lukisan underpainting kemudian mewarnainya dengan cat tipis (teknik lukis cat minyak).
  • Menggunakan kuas kering dan kuas basah. Kuas kering (kuas dipakai tanpa pelarut cat) sesuai untuk menciptakan detail kecil, sedangkan kuas basah (kuas diberi pelarut cat) bisa menutupi permukaan luas dengan cepat.

Demikianlah penjelasan tentang Seni Lukis dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.