Pengertian Senam Lantai

Posted on

Pengertian Senam Lantai – Untuk mengawali tubuh tetap fit dan prima pasti perlu mengerjakan olahraga yang berkala. Berbagai macam olahraga bisa Anda kerjakan dalam kegiatan sehari-hari. Variasi olahraga bisa Anda kerjakan untuk mengajar tubuh supaya tetap sehat.

Salah satu olahraga yang bisa Anda coba ialah senam lantai. Untuk dapat mengerjakan senam lantai dengan baik dan benar, kita dapat mengetahui pengertian senam lantai dan macamnya dalam artikel berikut ini.

Pengertian Senam Lantai

Senam lantai adalah kegiatan olahraga yang teknik gerakan dan format latihannya dilaksanakan di lantai, cocok dengan namanya. Senam lantai adalah salah satu jenis cabang olahraga senam yang lumayan populer di dunia. Olahraga tersebut dapat dilakukan siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan.

Sesuai namanya, senam lantai dilaksanakan di atas permukaan lantai dengan memakai alas. Adapun alas yang biasa dipakai ialah berupa matras. Adanya matras itu sebagai alat tolong utama yang bermanfaat untuk meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan. Hal tersebut dikarenakan saat mengerjakan gerakan senam tidak jarang bersentuhan dengan lantai.

Dalam praktiknya, senam lantai tidak sedikit menggunakan gerakan, laksana berguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan atau kaki untuk menjaga sikap sebanding atau guna melompat ke depan atau belakang.

Gerakan senam lantai tersebut dapat dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan. Pada umumnya, di dalam pertandingan resmi, senam lantai dilaksanakan di atas lantai yang mempunyai ukuran 12×12. Untuk mengetahui lebih dalam perihal senam lantai, kamu dapat membaca sejarah adanya olahraga tersebut, khususnya di Indonesia.

Sejarah Senam Lantai

Senam mulai dikenal di negara Indonesia selama tahun 1912, teaptnya masa-masa masa penjajahan Belanda sedang berlangsung. Masuknya olahraga senam ini bersamaan dengan penetapan edukasi jasmani sebagai di antara mata latihan wajib yang terdapat di sekolah.

Sebab, senam ialah salah unsur dari penjaskes, sampai-sampai dengan sendirinya senam pun otomatis ikut diajarkan di dalam sekolah. Senam yang pertama kali diluncurkan pada masa-masa itu merupakan senam versi Jerman. Senam yang satu ini menekankan untuk kemungkinan sekian banyak gerakan yang kaya bakal alat pendidikan.

Kemudian pada tahun 1916, sistem tersebut digantikan dengan sistem Swedia yang lebih menekankan untuk manfaat gerak. Sistem ini dibuat dan diangkut oleh seorang perwira kesehatan yang berasal dari angkatan laut kerajaan Belanda yang mempunyai nama Dr. H. F. Minkema.

Melalui Minkema berikut senam di Indonesia mulai menyebar hingga sekian banyak daerah. Ketika tahun 1918 Minkema kemudian membuka kursus senam Swedia yang berlokasi di kota Malang yang diperuntukan untuk para tentara dan guru.

Walaupun demikian, mula mula penyebaran senam ini dipercayai berasal dari Bandung. Sebab, sekolah kesatu yang bersangkutan dengan senam didirikan di kota Bandung di tahun 1922 pada ketika dibukanya MGSS (Militaire Gymnastiek en Sporschool).

Mereka yang sudah lulus dari sekolah itu nantinya bakal menjadi instruktur senam Swedia di sejumlah sekolah. Melihat pesatnya perkembangan senam yang baik. Kemudian MGSS mulai membuka cabang di sejumlah daerah kota lainnya, seperti:

  • Bogor
  • Malang
  • Surakarta
  • Medan
  • Probolinggo.

Masuknya negara Jepang ke Indonesia di tahun 1942, ialah akhir dari olahraga senam ini. Karena Jepang tidak mengizinkan semua format senam yang di sekolah serta di lingkungan masyarakat dan menggantinya dengan “Taiso”.

Taiso ialah sejenis senam pagi yang berbentuk kalestenik dan pada waktu tersebut wajib dilaksanakan di sekolah-sekolah sebelum latihan dimulai. Taiso ini diiringi dengan musik radio yang disiarkan secara serentak. Sebelum mengerjakan gerakan taiso, semua murid diharuskan untuk memberi hormat untuk sang Kaisar Jepang.

Dengan teknik mengikuti aba-aba yang dikumandangkan, yang dimana berbunyi “sei kei rei”, dan otomatis seluruh murid mesti menunduk dalam-dalam. Dan menghadap ke unsur utara (Tokyo) sebagai lokasi Kaisar Tenno Heika berada.

Sesudah mengerjakan senam, semua murid juga diwajibkan untuk mengerjakan penghormatan untuk sang kaisar Jepang. Waktu kepopuleran “Taiso” tidak dilangsungkan lama. Karena rakyat Indonesia tidak sedikit yang membangkang soal eksistensi Taiso.

Dengan banyaknya penolakan tersebut, kesudahannya senam yang diajarkan di sejumlah sekolah pun berpulang pada senam yang dahulu digunakan pada masa penjajahan Belanda. Dengan semakin populernya olahraga senam, maka didirikanlah suatu organisasi dengan destinasi guna membangun para atlet senam yang berbakat.

Organisasi tersebut disusun pada tanggal 14 Juli tahun 1963 dan diberi nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia). Atas inisiatif dari sejumlah tokoh olahragawan se-Indonesia yang pun menangani serta memiliki kemahiran dalam cabang olahraga senam. Dengan organisasi itu pertama kali diketuai oleh R. Suhadi.

Kemudian, baru pada tahun 1964, Indonesia kesatu kali ikut serta dalam kompetisi senam lantai yang bertaraf Internasional di GANEFO I (Games of the New Emerging Forces). Dan masa-masa itu, Indonesia menjadi tuan rumahnya.

Negara yang turut berpartisipasi dalam cabang senam itu diantaranya yakni Cina, Rusia, Korea, Mesir, dan Indonesia. Adapun cabang senam lainnya yang pun iktu dipertandingkan, merupakan senam artistik. Begitulah sejarah mula dari pertumbuhan senam di Indonesia samapi sekarang.

Dan sejak peristiwa Ganefo itulah, senam artistik pun mulai dikenal luas di nusantara. Sehingga pada tahun 1969, senam itu dipertandingkan guna kesatu kalinya di PON VII di Surabaya.

Baca juga: Router : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Macam-macam Gerakan Senam Lantai

Ada banyak macam dari senam lantai, yaitu:

  • Guling ke depan (forward roll)
  • Guling ke belakang (backward roll)
  • Lompat harimau (tiger sprong)
  • Lenting tangan (hands stand overslag)
  • Meroda
  • Lompat jongkok
  • Lenting tangan putar (round off)
  • Lenting tangan ke belakang (flik flak)
  • Keseimbangan lutut berguling (squat roll)
  • Lompat kangkang
  • Berdiri dengan kepala (kopstand)
  • Kayang (brug)
  • Sikap lilin
  • Salto ke depan (Summer vault)
  • Salto ke belakang (Back Summer vault)
  • Guling lenting (roll kiep)
  • Lompat ikan (snuck).

Baca juga: Surat : Pengertian, Fungsi, Jenis, Tujuan, Syarat dan Bentuknya

Peraturan Dalam Senam Lantai

Dalam pertandingan senam lantai, aturan yang berlaku sangatlah sederhana, yaitu sang atlet tidak boleh terbit arena pertandingan sebelum penampilannya selesai. Dengan kata lain, performanya melulu dapat diperlihatkan dan diabsahkan di dalam arena cocok dengan batas masa-masa yang sudah ditentukan.

Apabila, terdapat bagian tubuh dari sang atlet (contoh: kaki dan tangan) yang terbit sedikit saja dari arena. Maka sang wasit akan menyerahkan bendera merah dan skor bakal dikurangi. Tak melulu itu, skor pun akan berkurang. Jika sang atlet tidak cukup atau tidak dapat mengerjakan gerakan tertentu di dalam koreografi geraknya.

Tak melulu itu saja, bahkan bilamana sang atlet tidak banyak saja merasakan ketidakseimbangan. Contoh sedikit miring setelah mengerjakan rangkaian flip, maka urusan tersebut akan bisa mengurani nilai atau skronya.

Dari seluruh aspek gerak yang dihadirkan sang atlet senam lantai dalam kompetisi, nantinya sang juri bakal memberi nilai ataupun skor. Atlet yang menemukan skor tertinggi merupakan atlet yang berhak menemukan gelar juara atau menang.

Matras yang Dipakai dalam Senam Lantai

Matras ini kegunaannya untuk mengayomi para atlet dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya pada masa-masa sang atlet terlempar sampai keluar arena. Sewaktu mengerjakan gerakan akrobatik salto dengan sejumlah kali flip (putaran) diudara.

Lapangan guna senam lantai sendiri ialah arena dengan permukaan datar yang tercipta dari bahan kayu. Dengan permukaan yang halus tetapi tidak licin dan mempunyai ukuran 12×12 meter. Matras nantinya bakal ditempatkan di sekeliling lapangan dengan lebar setiap 1 meter.

Matras tersebut sudah didesain sedemikian rupa, sampai-sampai permukannya akan paling datar dan seolah bakal menyatu pada lapangan tersebut sendiri. Walaupun begitu, matras yang dipasang sebagai pengaman lapangan senam lantai pun tidak setebal. Serta seempuk matras untuk pelajaran senam lantai pada umumnya.

Lantas, bagaimana guna matras yang dipakai untuk latihan? Berikut penjelasnnya:

Matras yang dipakai terdapat sejumlah jenis. Tetapi banyak sekali latihan senam lantai melulu menggunakan matras tipis yang memiliki ketebalan selama 3-5 cm. Matras yang terlampau tebal malah akan mengganggu masa-masa latihan. Sebab atlet akan susah dalam mengatur ekuilibrium tubuhnya saat latihan di atas matras yang tebal.

Matras alami yang direkomendasikan untuk pelajaran senam lantai justru merupakan matras yang permukaan berpasir. Seperti pantai, atau taman berumput yang gembur.

Baca juga: Visi dan Misi : Pengertian, Tujuan, Perbedaan, Manfaat dan Contohnya

Tujuan Senam Lantai

Menjadi juara ataupun mempunyai tubuh yang atletis dan sexy tampaknya menjadi di antara tujuan seseorang berlatih senam lantai. Namun, terdapat hal beda yang pun menjadi destinasi dari senam lantai ini. Yaitu rasa hidup yang melulu dapat didapatkan saat seorang atlet senam lantai berhasil dalam mendahului batasan-batasan tubuhnya.

Seperti rasa takutnya, serta rasa tidak percaya bahwa tubuh dapat melakukan urusan yang sangat riskan sekalipun. Pada umumnya, destinasi dari sang atlet senam lantai terus mengerjakan latihan merupakan untuk terus menerus berjuang memperlebar cakupan dari tubuhnya sendiri.

Sehingga ia bukan lagi sanggup melakukannya. Atau tidak terdapat seorang juga yang dapat mengerjakan gerakan tubuh laksana yang sudah ia capai.

Unsur-unsur Gerakan Senam Lantai

Ada enam bagian dari gerakan senam lantai yang sudah RuangPengetahuan.Co.Id rangkum untuk kalian semua, yuk perhatikan keterangan di bawah:

1. Unsur Keindahan

Keindahan ditumbuhkan dengan teknik membuat berbagai variasi gerakan yang dipakai dari disiplin tari serta akrobat. Contohnya dengan sekian banyak gestur dalam tari balet dan pun gerakan-gerakan kecil yang berisi bagian tari.

2. Unsur Kekuatan

Kekuatan pasti saja bakal menjadi bagian terpenting dalam senam lantai. Sebab sejumlah gerakan yang ekstrim melulu dapat dilakukan bilamana sang atlet inginkan dan pun melebarkan cakupan energi tubuhnya. Melalui latihan-latihan dasar senam lantai.

3. Unsur Keberanian

Senam lantai dan senam artistik lainnya akan membutuhkan keberanian tersendiri guna melakukannya. Sebab dalam olah raga ini sang atlet dituntut supaya dapat mengungguli rasa takutnya sendiri. Sehingga ia dapat dan berani mengerjakan gerakan ekstrim. Serta tetap dapat menjaga keseimbangan, keluwesan dan pun keindahan geraknya.

4. Unsur Kelenturan

Tubuh yang elastis mempunyai flesibilitas tinggi guna melakukan sekian banyak jenis gerakan sulit, misalnya kayang, salto, meroda, roll dan beda sebagainya. Kelenturan pun menjadi urusan yang urgen guna membuat gerakan-gerakan yang estetis.

5. Unsur Keluwesan

Keluwesan gerak pada waktu mengerjakan performativitas tubuh bakal menandakan ketekunan dan pun kedalaman pelajaran yang telah dilaksanakan oleh sang atlet. Dalam sekali penampilan, biasanya sang atlet telah mengerjakan gerakan itu berulangkali agar pada ketika melakukannya lagi, ia bukan lagi canggung dan juga bingung.

6. Unsur Keseimbangan

Tanpa ekuilibrium yang baik, rasanya akan paling mustahil untuk sang atlet guna dapat mengerjakan performa terbaiknya. Alih-alih ia bakal jatuh duluan sebelum melompat andai keseimbangan sang atlet tidak bisa dikelola dengan baik.

Manfaat Senam Lantai

Adapun sejumlah manfaat senam lantai yang mesti kalian ketahui di samping untuk mengawal kesehatan, diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Kesehatan tubuh lebih terjaga
  • Memperbaiki format tubuh yang tidak cukup proposional (membentuk tubuh yang proposional)
  • Mengurangi berat badan
  • Tubuh bakal menjadi lebih lentur
  • Sebagai proses dalam pembentukan tubuh (proposional)
  • Tinggi badan menjadi lebih bertambah
  • Membantu dalam penguatan dan perkembangan tulang
  • Proses dalam melentukan bahu
  • Sebagai detoksifikasi
  • Meningkatkan keyakinan diri
  • Membantu memicu sel-sel pertumbuhan
  • Melatih badan guna bergerak lebih lincah
  • Melatih kesehatan jantung guna berdetak dengan tertata dan pun kuat
  • Memelihara kebugaran dan kesegaran tubuh.

Demikianlah penjelasan tentang Senam Lantai dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..