Pengertian Printer

Posted on

Pengertian Printer – Printer sudah mempermudah dan menolong kita dalam keseharian, printer sudah biasa anda lihat di sekian banyak toko photocopy, kantor sekolah, kantor desa, dan kantor-kantor lainnya.

Bahkan printer ini menjadi perangkat percetakan yang harus ada disetiap perkantoran. Pada artikel ini Ruang Pengetahuan akan membicarakan tentang pengertian, sejarah, fungsi, jenis-jenis, serta merk printer.

Pengertian Printer

Printer merupakan alat yang memperlihatkan data dalam format cetakan, baik berupa teks maupun gambar atau grafik, di atas kertas.

Printer seringkali terbagi atas sejumlah bagian, yakni penggetil (picker) sebagai alat memungut kertas dari baki (tray). Baki merupakan tempat membubuhkan kertas.

Tinta atau tinta bubuk (toner) yaitu alat pencetak sesungguhnya, sebab tinta atau tinta bubuk dipakai untuk menulis atau mencetak pada kertas.

Perbedaan tinta bubuk dan tinta merupakan perbedaan system, tinta bubuk atau laser perlu pemanasan, sementara tinta atau sembur tinta tak perlu pemanasan, melulu pembersihan pada hulu pencetak (print-head) tersebut. mencetak di atas kertas, mencetak di kain, kaca, film putih, dan ebonit.

Ada pula kabel elastis untuk ekspedisi sinyal dari pengolah pencetak ke tinta atau tinta bubuk. Kabel ini tipis dan lentur, tetapi kuat.

Pada unsur belakang pencetak seringkali ada colokan sejajar atau USB guna penghubung ke komputer. Pencetak modem adalahalat canggih.

Perkakasan elektronik yang ada dalam suatu pencetak sama dengan perkakasan elektronik yang ada dalam komputer tersebut sendiri.

Pencetak memiliki enam jenis yakni jenis Dot-Matrix, jenis Daisy Wheel, jenis Ink-Jet / jenis Bubble Jet, jenis Chain, jenis Drum dan jenis Laser.

Sejarah Printer

Printer pertama kali diperkenalkan untuk publik selama abad 19. Pada masa itu, desain printer yang diciptakan berwujud mekanik dan hanya dapat menghasilkan cetakan hitam putih.

Selanjutnya pada 1968 barulah kesatu kali dipublikasikan printer elektrik kesatu kali oleh Perusahaan Jepang mempunyai nama Epson. Model printer elektrik kesatu ini diberi naka EP-101.

Karena di masa tersebut data yang dicetak masih didapatkan dari ketikan mesin ketik, pengembangan terus dilakukan. Hasil cetakan dari mesin ketik terbilang lama, sehingga tidak cukup efektif dan efisien dipakai mencetak dalam jumlah banyak.

Oleh sebab itu, banyak perusahaan teknologi berlomba-lomba memodifikasi dan membuat inovasi baru berbasis model EP-101.

1. Munculnya Model Daisy Wheel

Sekitar tahun 1980-an, printer telah ditambahkan kecepatan pencetakannya. Setelah itu, diluncurkan model printer baru yang diberi nama Daisy Wheel.

Prototipe printer ini serupa dengan mesin ketik di era sebelumnya tetapi telah disempurnakan. Jadi saat mengetik sudah dapat sekaligus dicetak hasilnya.

2. Generasi Printer Dot Matrix

Setelah kemunculan printer daisy wheel, lantas dipublikasikan model dot matrix. Model ini sudah dapat mendukung pencetakan artikel dan grafis yang dikombinasikan.

Oleh karena itu dokumen yang tercetak juga sudah dapat berwujud tulisan/gambar dalam satu halaman. Namun output cetakannya masih termasuk rendah.

Baca juga: Pengertian Magang

3. Mulai Diperkenalkan Printer Laser

Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1984 diperkenalkan model pengembangan printer teranyar yang disebut printer laser.

Model ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi HP yang diberi nama HP LaserJet. Harga pasaran printer ini lebih tercapai dan menawarkan hasil output lebih baik daripada Dot Matrix.

4. Kehadiran Printer Desktop Publishing

Pengertian printer Dekstop Publishing yakni hasil pengembangan Laser Jet yang telah ditambahkan PostScript. Model ini dipatenkan oleh Apple LaserWriter dan dapat mencetak hasil output lebih baik dari model-model sebelumnya. Era ini pun disinggung sebagai revolusi dalam pertumbuhan dunia percetakan.

5. Printer Model Mutakhir

Model printer sangat mutakhir telah jauh lebih canggih. Sejak tahun 1990-an inovasi terus dibuat guna menghasilkan cetakan dokumen yang kualitasnya lebih baik.

Printer laser banyak dipasarkan, lantas memasuki tahun 2000-an mulai banyak diciptakan prinser dengan kualitas tinggi yang mengadopsi sistem inkjet.

Cara Kerja Printer

Untuk teknik kerjanya, printer bisa bekerja dengan memakai listrik guna mencetak dokumen. Di samping itu, untuk dapat mencetak dokumen, maka data elektronik mesti diantarkan dari komputer ke printer yang kita miliki.

Untuk mengantarkan data elektronik ini diperlukan software laksana software pemrosesan teks, aplikasi pemrosesan gambar dan aplikasi lainnya yang menyerahkan fitur untuk mengerjakan pencetakan. Dari aplikasi ini, seringkali Anda dapat menemukan fitur print untuk mengawali pencetakan.

Ketika Anda mengurangi tombol print ini, maka akan terbit dialog box untuk mengerjakan pengaturan mengenai pekerjaan printing yang bakal Anda lakukan, mulai dari banyaknya jumlah copy, jenis print apakah hitam putih ataupun warna, setting margin dan lain-lainnya.

Begitu kita sudah mengerjakan seting, maka tahapan terakhir ialah dengan mengerjakan pencetakan. Tekan tombol Print yang terdapat pada dialog box yang telah di setting tadi dan dokumen elektronik yang kita inginkan dapat keluar dari print yang kita miliki.

Baca juga: Pengertian Syair

Fungsi Printer

Fungsi utama printer yaitu untuk mencetak dokumen menurut data yang sudah diinput pada perlengkapan komputer atau laptop.

Data yang masih sedang di komputer sifatnya masih digital atau maya. Agar dapat dijadikan format fisik, butuh dicetak terlebih dahulu. Data ini dapat berupa artikel atau grafis.

Berikut sejumlah fungsi printer lainnya yang perlu kalian diketahui.

1. Menampilkan Data Secara Fisik

Ketika seseorang mengetikkan artikel atau menciptakan gambar di komputer, data yang didapatkan bentuknya digital. Data digital ini mempunyai sejumlah keterbatasan, salah satunya tidak dapat dibawa secara ‘nyata’ jika tidak terhubung dengan perlengkapan gadget. Oleh sebab itu supaya bisa dijadikan format fisik butuh dicetak terlebih dahulu.

Printer dilengkapi dengan penataan dan perintah yang dapat mencetak data dari format digital menjadi format fiisk, dengan dituangkan pada media kertas, kain, dan lain-lain.

Pertumbuhan mutakhir, printer pun sudah dapat mencetak pada media yang lebih bervariasi sampai-sampai memunculkan pekerjaan percetakan yang lebih beragam.

2. Mencetak Grafis Berkualitas

Perbedaan sangat signifikan antara printer generasi mula-mula dengan model mutakhir ialah kemampuannya dalam mencetak grafis.

Jika printer dahulu melulu mampu mencetak grafis dalam warna monokrom, printer ketika ini sudah dapat menghasilkan sekian banyak warna dalam pelbagai gradien.

3. Mencetak Data dalam Ukuran Lebih Besar

Jika dulu definisi printer terbatas pada pencetakan data digital menjadi format fisik cocok media kertas, ketika ini definisi ini telah meluas. Printer dapat mencetak ukuran jasmani yang bahkan bisa sejumlah kali lebih banyak dari data aslinya.

Printer semacam ini banyak dipakai pada percetakan berskala besar yang meluangkan media akrilik, banner, dan lain-lain.

4. Melakukan Fungsi Tambahan Scanning

Meskipun pada dasarnya printer dipakai untuk kegiatan percetakan, di era mutakhir pinter sudah dapat mendukung fungsi lain laksana scanning atau fotocopy.

Adapun perlengkapan printer yang menyokong scanning dan fotocopy sudah dilengkapi scanner canggih, sehingga dapat menjalankan perintah multitasking.

Baca juga: Pengertian NPWP

Jenis-jenis Printer

Perkembangan teknologi yang semakin modern mendorong inovasi di sekian banyak bidang, termasuk dominan pada bidang percetakan.

Munculnya model teranyar printer yang makin canggih ialah keniscayaan, sebab kebutuhan manusia dalam dunia percetakan pun semakin berkembang. Berikut jenis-jenis printer yang saat ini banyak dipakai.

1. Printer Laser Jet

Printer Laser Jet memakai model pencetakan dengan memakai tinta bubuk, atau tidak jarang disebut pula toner. Perangkat printer ini dioperasikan melewati komponen infrared yang menghubungkan printer dengan komputer.

Hasil cetakan yang diperoleh dari printer laser jet mempunyai kualitas lebih baik daripada cetakan dot matrix yang masih konvensional.

Printer ini bekerja dengan teknik menarik kertas ke luar lantas mencetak data dengan toner. Yang menjadi persoalan klasik pada proses pencetakan dengan printer laser jet ialah hasilnya cepat kering, sampai-sampai lebih seperti produksi mesin fotocopy. Hanya saja laser jet sudah menyokong cetak warna pada data grafis sederhana.

2. Printer Dot Matrix

Pengertian printer dot matrix yaitu perlengkapan keras yang dapat mencetak dokumen dengan memakai pita sebagai alatnya. Hasil cetakan dengan printer model ini terlihat kasar dan pada sejumlah kasus ditemukan hasil yang tidak cukup bagus. Oleh sebab itu, tidak lagi tidak sedikit yang masih memakai printer ini.

Yang paling gampang ditemukan, printer dot matrix digunakan pada lokasi perbelanjaan laksana minimarket atau supermarket.

Printer ini bekerja dengan teknik menarik pita di unsur dalamnya supaya bergerak ke sekarang dan ke kanan guna menghasilkan cetakan dokumen pada media yang disiapkan (umumnya kertas).

3. Printer Ink Jet

Sesuai namanya, printer ini memakai tinta sebagai bahan pencetak. Jika dikomparasikan dengan printer dot matrix atau laser jet, hasil cetakan printer ini lebih bagus.

Waktu yang diperlukan untuk proses pencetakan juga lebih cepat, sampai-sampai relatif lebih efektif dan efisien. Printer ini pun tergolong jenis yang paling tidak sedikit dipakai.

Printer ink jet dilengkapi dengan tabung lokasi tinta. Ketika printer diaktifkan, tinta ini bakal bergerak melewati saluran kecil yang sedang di dalam printer.

Setelah tersebut kartij bakal bergerak dan mencetak cocok input data. Saat ini sudah tidak sedikit printer ink jet yang dilengkapi multifungsi guna scanning atau fotocopy.

4. Printer Label

Printer label memiliki ukuran yang lebih kecil daripada printer pada umumnya. Fungsi utama printer ini diutamakan untuk mencetak label yang ukurannya mini.

Printer label terdapat yang memakai model ink jet, terdapat yang melulu cetakan mini biasa. Printer label yang modelnya ink jet sering digunakan untuk cetakan label produk jualan, dan lain-lain.

5. Printer Thermal

Printer thermal yang sangat sering dijumpai ialah di pusat perbelanjaan. Printer ini bentuknya kecil, hanya lumayan untuk ukuran suatu kertas thermal.

Gulungan kertas terebut bisa pulang menjadi lebih gelap saat dipanaskan oleh printer thermal. Setelah itu, barulah dapat dicetak tulisannya. Perawatan printer ini lumayan mudah sebab tak butuh tinta atau toner.

6. Printer 3D

Pengertian printer 3D merupakan perangkat cetak generasi teranyar yang memungkinkan pencetakan dalam wujud tiga dimensi.

Bahan untuk mencetak bukanlah kertas, tetapi polimer, plastik, bahkan bahan logam. Printer ini seringkali dipakai pada percetakan besar yang melayani cetak objek grafis 3D.

Bagian-bagian Printer

Perangkat Printer terdiri atas sejumlah komponen atau unsur kecil penyusun sehingga dapat bekerja secara optimal. Adapun bagian-bagian printer itu adalah:

1. Catridge

Bagian ini bermanfaat untuk mengatur, menyimpan dan sebagai lokasi keluarnya tinta pada ketika proses pencetakan berlangsung.

2. Rumah Catridge

Bagian ini bermanfaat sebagai lokasi dudukan catridge sehingga dapat melekat pada printer.

3. Head

Head merupakan bagian dari catridge yang bermanfaat sebagai lokasi keluarnya tinta.

4. Chip

Bagian yang menghubungkan catridge dengan mainboard printer.

5. Ink Tank

Merupakan wadah seperti tabung yang bermanfaat sebagai lokasi penyimpanan tinta sementara.

6. Selang Tinta

Seperti namanya, pada printer yang telah dilaksanakan injeksi unsur ini bakal berperan seperti tabung infus untuk mengalirkan tinta ke catridge.

7. Roll

Bagian ini bermanfaat untuk mengenalkan kertas saat proses mencetak.

8. Timming Belt

Berfungsi untuk unik catridge ke kanan dan kiri ketika proses mencetak.

9. Sensor Roll

Bagian yang bertugas untuk mendeteksi adanya kertas pada printer.

10. Tinta

Bagian terpenting pada printer berupa zat cair untuk mencetakkan artikel pada kertas. Tinta ini terdiri atas 4 kombinasi warna yakni C,M,Y dan K.

Rekomendasi Merk Printer Terbaik

Perangkat percetakan (printer) sudah banyak diproduksi oleh sekian banyak perusahaan dengan merk mereka masing-masing.

  • Merk EPSON, dengan printer terbaiknya yaitu EPSON L4160
  • Merk HP, dengan printer terbaiknnya yakni HP Deskjet 2676
  • Merk Canon, dengan printer terbaiknya ialah Canon PIXMA MP287
  • Merk Kodak, dengan printer terbaiknnya merupakan Kodak Photo Printer 305
  • Merk Samsung, dengan printer terbaiknya yakni Samsung M2885FW
  • Merk Panasonic, dengan printer terbaiknya yaitu Panasonic KX-MB2545
  • Merk Brother, dengan printer terbaiknya yakni Brother seri DCP T300
  • Merk Fuji Xerox, dengan printer terbaiknya ialah Fuji Xerox Docuprint seri M205F
  • Merk Lexmark, dengan printer terbaiknya merupakan Lexmark MS415dn
  • Merk Kyocera, dengan printer terbaiknya yakni Kyocera ECOSYS M2540DN.

Demikianlah penjelasan tentang Printer dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.