Pengertian Nada

Posted on

Pengertian Nada – Banyak nada yang dapat didengar dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari nada yang sederhana hingga nada yang rumit. Nada ini datang dari berbagai media yang didengar setiap hari.

Sehingga orang tidak asing lagi mendengarnya. Penemuan nada ini sejak tahun 1400 SM di Ugarit. Nah, untuk lebih jelasnya mari simak artikel tentang nada di bawah ini.

Pengertian Nada

Nada merupakan sebuah bunyi yang normal dan memiliki frekuensi tunggal. Dalam teori musik, setiap nada memiliki nada tala dan nada tinggi berdasarkan jarak relatif nada dan frekuensi dalam kaitannya dengan nada.

Frekuensi setiap nada dalam karya disebut keynote musikal. Nada dapat diatur dalam skala yang berbeda. Biasanya istilah “not” selalu tetap dengan “nada”, kedua istilah memiliki arti yang berbeda. Nada dalam nilai modul dapat dibagi menjadi 3, yaitu not angka, not huruf, dan not balok.

Jumlah nada dari 3 oktaf yaitu oktaf tinggi, oktaf rendah dan oktaf menengah. sedangkan notasi huruf dapat dibagi menjadi 5, yaitu garis-garis dengan 1 oktaf, oktaf kecil, oktaf besar, oktaf untuk sub-pesanan dan kerugian.

Tinggi Rendahnya Nada

  • 1 = do C
  • 2 = re D
  • 3 = mi E
  • 4 = fa F
  • 5 = sol G
  • 6 = la A
  • 7 = si B
  • i = do (tinggi) C.

Baca juga: Pengertian Reseller

Jenis-jenis Nada

Berikut ini adalah jenis-jenis dari nada:

1. Minor

Minor adalah 8 nada di mana salah satu skala diatonis diatur sehingga ada ruang antara 1 atau 1/2 catatan. Saat menggunakan nada minor, nada tidak berubah, tetapi nada lebih rendah. Unsurnya sedih, pembagian atau yang lain lebih cocok untuk nada yang menggunakan not-not kecil.

2. Mayor

Mayor hampir sama dengan minor, mayor dari skala diatonis memiliki jarak antara not 1 atau 1/2, not mayor sama dengan minor tanpa mengubah nada, tetapi not lebih tinggi anak di bawah umur. Catatan atas biasanya digunakan untuk lagu-lagu bahagia, bahagia atau lainnya.

3. Kromatik (krois/ #)

Kenaikan 1 atau 1/2 nada terjadi dalam nada dasar pada teknik krois, nada dasar C, D, E, F, A B, C

4. Mol (B)

Penurunan 1 atau 1/2 nada terjadi dalam nada dasar pada teknik mol, nada dasar C, D, E, F, A B, C terjadi. Setiap nada ke nada yang lain terdapat jarak atau tempo yang harus ditempuh, hukum nada dasar seperti berikut:

  • C ke D = 1
  • D ke E = 1
  • E ke F = 1/2
  • F ke G = 1
  • G ke A = 1
  • A ke B = 1
  • B ke C = 1/2.

Baca juga: Pengertian Compliance

Tangga Nada

1. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis adalah timbangan dengan skala satu setengah. Tangga nada diatonis yang dimaksud adalah:

Susunan yang berjarak 1 – 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½ disebut tangga nada diatonis
Ciri-ciri tangga nada diatonis mayor biasanya sebagai berikut.

  • Bersifat riang gembira.
  • Bersemangat.

Biasanya diawali dan diakhiri nada do. Namun, tidak menutup kemungkinan diawali dengan nada 6 (la) atau 4 (fa) dan diakhiri nada 2 (re).

Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor :

Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, dan Mars Pelajar.

2. Tangga Nada Diatonis Minor

Susunan berjarak 1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1–1 biasa disebut dengan nada diatonic minor

Ciri-ciri tangga nada diatonis minor sebagai berikut.

  • Lagu bersifat sedih.
  • Lagu kurang bersemangat.

Melodi lagu dimulai dan diakhiri dengan note 6 (la). Jadi itu tidak dapat mencakup nada 2 yang mungkin (kanan) dan nada akhir 6 (la). Contoh lagu dengan nada kecil: Syukur, Dewa, Bunga Jatuh, Ayat Cinta dan Bubuy Bulan.

Secara umum, lagu-lagu melodi diatonis kecil tenang, sedih, mengecewakan, kontemplatif dan sebagainya. Tapi ada juga nada senang atau senang, misalnya lagu “Ayam Den Lapeh” dan “Bungong Jeumpa”.

Tangga nada minor dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

  • Tangga nada Minor asli : Secara umum, tangga nada ini memiliki catatan dasar yang lebih kecil dan tidak digunakan.
  • Tangga nada Minor harmonis : Tangga nada ini terletak pada tanggal 7 ditingkatkan oleh setengah dari laras.
  • Tangga nada Minor melodis : Merupakan skala kecil nota 6a dan 7a, ketika naik, ia dinaikkan setengah barel dan kemudian diturunkan setengah barel ketika diturunkan.

3. Tangga Nada Pentatonis

Tangga nada pentatonik adalah catatan dengan hanya 5 nada utama. Jarak antara not tidak ditampilkan pada skala pentatonik dan dimainkan dalam urutan yang tersedia.

Tangga nada Pentatonis terbagi menjadi 2 bagian, yaitu;

  • Tangga nada Pelog : Lagu-lagu yang menggunakan skala ini umumnya tenang dan berkelas.
  • Tangga nada Salendro : Lagu-lagu yang menggunakan skala ini umumnya senang dan lincah.

Baca juga: Pengertian Patologi

Warna Nada

Warna nada adalah kualitas penerimaan suara melalui nada, musik dan suara yang membedakan jenisnya dan berbeda dari suara paduan suara, produksi suara dan instrumen.

Musik seperti alat musik tiup, perkusi dan alat musik dawai memungkinkan pendengar untuk mendengar alat musik lain, tetapi dengan jenis yang sama dan beberapa jenis yang berbeda seperti biola dan biola.

Warna nada biasanya disebut sebagai timbre, yaitu perbedaan antara dua suara, meskipun kedua suara memiliki nada yang sama dari jenisnya, sama kuat dan sama tinggi nadanya.

Warna nada ini tergantung pada :

  • Jenis sumber bunyi
  • Resonator atau ruang gema
  • Cara memainkan sumber bunyinya

Contoh Lagu Bertangga Nada Mayor dan minor

1. Contoh Lagu yang Bertangga Nada Mayor

  • Maju Tak Gentar
  • Indonesia Raya
  • Hari merdeka
  • Halo-halo Bandung
  • Indonesia Jaya
  • Gebyar-gebyar (Gomloh)
  • Burung Camar (Vina Pandiwinata).

2. Contoh Lagu yang Bertangga Nada Minor

  • Syukur
  • Tuhan (Bimbo)
  • Gugur Bunga
  • Bubuy Bulan (Sunda)
  • Cinta (Titik Puspa).

Demikianlah penjelasan tentang Nada dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.