Pengertian Mobilitas Sosial

Posted on

Pengertian Mobilitas Sosial – Salah satu sifat dasar manusia ialah tidak pernah puas. Walaupun tersiar negatif, desakan tersebut adalah salah satu hal yang menciptakan kehidupan anda semakin baik. Bagaimana tidak, andai kita tidak puas dengan nilai ujian yang anda peroleh, anda akan berjuang lebih giat guna mendapatkan nilai yang lebih besar.

Jika anda tidak puas dengan kegiatan yang anda miliki, anda akan berjuang mencari kegiatan yang lebih baik. Dalam ilmu sosial, evolusi yang terjadi dalam masyarakat bisa disebut sebagai mobilitas sosial. Untuk lebih jelasnya mari simak artikelnya dibawah ini.

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial merupakan perpindahan posisi atau status seseorang atau kumpulan orang dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Mobilitas sendiri berasal dari kata dalam bahasa Latin, yakni mobilis, yang berarti gampang untuk dialihkan atau tidak sedikit bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain. Kata sosial dalam mobilitas sosial berisi makna pribadi atau kumpulan masyarakat dalam kumpulan sosial.

Untuk memahaminya, ayo kita lihat kondisi Pak Budi. Pak Budi awalnya ialah pegawai kantoran. Penat dengan kesehariannya, Pak Budi lantas mengumpulkan modal dari gajinya. Setelah cukup, ia lantas menjadi pengusaha dengan membuka usaha lokasi tinggal makan. Singkat kata, Pak Budi mengolah posisinya dari pegawai biasa menjadi empunya usaha alias pengusaha.

Mobilitas sosial dapat mempunyai sifat vertikal maupun horizontal.

Mobilitas sosial vertikal yaitu perpindahan suatu pribadi atau kumpulan dari suatu status sosial ke status sosial yang beda yang memunyai perbedaan derajat. Mobilitas vertikal ke atas merujuk pada penambahan status dan status menjadi lebih baik. Sementara itu, mobilitas vertikal ke bawah ialah penurunan kedudukan dan status menjadi lebih rendah.

Mobilitas sosial horizontal yakni perpindahan suatu pribadi atau kumpulan di lapisan sosial yang sama. Contohnya dapat anda lihat di kondisi Pak Dahlan. Pak Dahlan ialah pegawai negeri sipil yang dialihkan tempat kerjanya ke wilayah lain, namun masih tetap di jabatan yang sama.

Pengertian Mobilitas Sosial Menurut Para Ahli

Di samping dari definisi mobilitas sosial diatas, terdapat sejumlah pendapat para ahli mengenai definisi mobilitas sosial antara lain sebagai berikut :

1. Soerjono Soekanto

Definisi mobilitas sosial menurut keterangan dari Soerjono Soekanto merupakan suatu gerak dalam struktur sosial yakni pola tertentu yang menata organisasi suatu kumpulan sosial.

2. Robert M.Z. Lawang

Pengertian mobilitas sosial yaitu perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang beda atau dari satu dimensi ke dimensi yang lainnya.

3. H. Edward Ransford

Definisi mobilitas sosial menurut keterangan dari H. Edward Ransford yakni perpindahan ke atas atau kebawah dalam lingkungan sosial secara hirarki.

4. Kimball Young Dan Raymond W. Mack

Pengertian mobilitas sosial merupakan suatu mobilitas dalam struktur sosial ialah pola-pola tertentu yang menata organisasi suatu kumpulan sosial.

5. Horton Dan Hunt

Definisi mobilitas sosial adalah suatu gerak eksodus dari suatu ruang belajar sosial ke ruang belajar sosial lainnya.

6. Wiliam Kornblum

Pengertian mobilitas sosial menurut keterangan dari William Kornblum merupakan perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga dan kumpulan sosialnya dan satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.

Baca juga: Pengertian Abstrak

Dampak Mobilitas Sosial

Berikut dampak adanya mobilitas sosial.

1. Terjadinya Peningkatkan Integritas dan Tata Kerja

Melalui mobilitas sosial tidak jarang kali memunculkan gairah kerja yang baru sampai-sampai dapat menambah kesejahteraan pekerja. Roling jabatan yang terdapat di bawahnya yang bisa memberi angin baru dalam lingkungan kerja juga dapat memunculkan peningkatan integritas dan tata kerja.

Mobilitas sosial berarti memunculkan perubahan kedudukan baik meningkat, menurun, atau bergeser secara sejajar. Perubahan kedudukan ini memungkinkan terjadinya penyesuaian- penyesuaian dari kedua belah pihak yakni yang mengunjungi maupun yang ditemui dalam lingkungan sosial tertentu.

2. Timbulnya Disorganisasi Sosial

Salah satu pengaruh yang negatif dari mobilitas sosial ialah mobilitas sosial malah merusak keharmonisan yang sudah ada. Mobilitas sosial akan memunculkan disintegrasi sosial manakala kebijakan-kebijakan yang baru tidak disepakati oleh kalangan masyarakat luas yang berhubungan sehingga memunculkan gejolak protes dan rasa tidak puas terhadap evolusi itu.

Kondisi ini disebut disintegrasi sosial. Apabila urusan ini dilangsungkan secara terus-menerus dapat menyebabkan suasana masyarakat menjadi lebih buruk dan memunculkan perpecahan. Kondisi berikut yang disebut disorganisasi sosial.

3. Timbulnya Konflik

Mobilitas sosial adalah pola-pola tertentu yang menata organisasi suatu kumpulan sosial. Kelompok sosial dalam sebuah masyarakat memungkinkan terjadi konflik, laksana konflik antarkelas sosial, kumpulan sosial, dan bisa jadi terjadinya penyesuaian.

Konflik ialah suatu proses sosial yang terjadi sebab orang perorangan atau kumpulan manusia berjuang memenuhi destinasi hidup dengan jalan membangkang pihak lawan disertai ancaman/kekerasan. Penyebab terjadinya pertentangan, antara beda perbedaan pendirian atau perasaan, kebudayaan, kepentingan, dan sosial.

  • Konflik antar individu
  • Konflik antar ruang belajar sosial
  • Konflik antar kumpulan sosial
  • Konflik antar generasi.

Baca juga: Pengertian Hukum Pidana

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Faktor-faktor pendorongnya yaitu:

1. Faktor Perubahan Situasi Politik

Situasi politik pada dasarnya ialah kondisi stabilitas pemerintahan tergolong bagaimana sokongan rakyat pada lazimnya terhadap struktur pemerintahan yang baru dalam masyarakat tersebut. Melalui dorongandorongan politik seorang pribadi ingin menempati posisi-posisi tertentu dalam rangka mengembangkan organisasi politik mereka, biasanya kegiatan ini didukung oleh orang-orang yang mempunyai keserupaan kepentingan politik.

Dalam struktur pemerintahan seringkali didukung oleh orang-orang parpol yang duduk di dewan perwakilan rakyat misalnya status sebagai gubernur, bupati atau walikota, camat, lurah, dan lain-lain. Inilah misal faktor- hal yang mendorong terjadinya mobilitas sosial secara vertikal dari segi politik.

2. Faktor Perubahan Sosial Budaya

Dalam masyarakat senantiasa terjadi evolusi baik dalam struktur sosial, interaksi sosial, maupun dalam sistem tata nilai. Perubahanperubahan ini bisa memberikan desakan kepada pribadi dalam masyarakat untuk mengerjakan penyesuaian terhadap tuntutan perubahan, sampai-sampai mengakibatkan kemauan yang kuat untuk seorang pribadi untuk mengerjakan social climbing. Kemajuan teknologi misalnya, bisa membuka bisa jadi timbulnya mobilitas ke atas dan evolusi ideologi dapat memunculkan stratifikasi baru.

3. Faktor Perubahan Ekonomi

Situasi ekonomi dalam masyarakat dapat menyerahkan dorongan untuk individu ataupun kelompok pribadi untuk meningkatkan status mereka masing-masing. Kondisi ekonomi yang membaik bisa memberikan desakan untuk melakukan perluasan dalam sekian banyak macam usaha. Kondisi ekonomi yang buruk pun dapat memengaruhi orang guna melakukan sekian banyak macam perbuatan antisipatif dalam menangkal kejadian-kejadian yang tidak mereka inginkan.

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Faktor penghambat mobilitas sosial diantaranya yaitu:

  • Adanya perbedaan ideologi
  • Adanya perbedaan kepentingan
  • Adanya perbedaan suku dan asal daerah
  • Adanya diskriminasi jenis kelamin
  • Adanya perbedaan ras
  • Adanya perbedaan destinasi politik
  • Pengaruh sosialisasi yang paling kuat
  • Kemiskinan.

Baca juga: Pengertian Jasa

Jenis-jenis Mobilitas Sosial

1. Berdasarkan Tipe

  • Mobilitas Sosial Vertikal

Merupakan perpindahan pribadi atau obyek dari suatu status sosial ke status sosial lainnya yang tidak sederajad.

  • Mobilitas Sosial Horizontal

Yaitu perpindahan pribadi atau obyek dari suatu status sosial ke status sosial lainnya yang sederajad.

  • Mobilitas Sosial Lateral

yakni perpindahan pribadi atau obyek dari sebuah tempat ke lokasi lain yang dominan pada status sosialnya.

  • Mobilitas Sosial Struktural

Meliputi kesatuan yang luas dan perumahan yang diakibatkan oleh hal-hal yang positif maupun negatif.

2. Berdasarkan Ruang Lingkup

  • Mobilitas Sosial Intragenerasi

Mobilitas sosial intragenerasi merupakan perpindahan status sosial seseorang atau anggota masyarakat yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Mobilitas intragenerasi terbagi menjadi dua format umum, yakni mobilitas intragenerasi naik dan intragenerasi turun.

  • Mobilitas Sosial Antar generasi

Mobilitas sosial intergenerasi yaitu perpindahan status sosial yang terjadi di antara sejumlah generasi dalam satu garis keturunan. Mobilitas ini dipisahkan menjadi dua, yakni mobilitas sosial intergenerasi naik dan mobilitas sosial intergenerasi turun.

Demikianlah penjelasan tentang Mobilitas Sosial dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.