Pengertian Kalimat

Posted on

Pengertian Kalimat – Perangakaian kalimat yang baik menjadi indikator keberhasilan berkomunikasi, baik itu komunikasi langsung maupun komunikasi tidak langsung. Setiap orang yang tinggal di belahan bumi yang berbeda, mempunyai kalimat yang bertolak belakang pula. Hal ini sebab setiap komunitas insan mempunyai bahasa dan kebiasaan yang berbeda.

Dimensi ruang, waktu, dan suasana pun memengaruhi seseorang dalam menyusun suatu kalimat dalam sebuah pembicaraan sehari-hari. Pembentukan kalimat dalam keadaan formal dan tidak formal akan bertolak belakang. Pembentukan kalimat pada pagi atau senja juga akan bertolak belakang karena situasi mental yang berbeda. Berikut ialah uraian tentang kalimat dalam bahasa Indonesia menyeluruh yang bisa menjadi referensi belajar Anda.

Pengertian Kalimat

Kalimat merupakan kumpulan kata yang minimal terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat pun bisa terbentuk dari satu klausa maupun sejumlah klausa. Kalimat menurut keterangan dari Soelistyowati (2015) ialah bagian terkecil ujaran atau teks yang mengungkapkan benak yang utuh secara kebahasaan.

Dalam wujud lisan kalimat diiringi oleh buaian titinada, disela oleh jeda, diselesaikan oleh intonasi selesai, dan dibuntuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau amilasi bunyi. Dalam wujud artikel huruf latin, suatu kalimat ditandai dengan adanya sekian banyak tanda baca yang menunjukan laksana apa kalimat mesti laksana apa dibaca.

Berdasarkan keterangan dari Kridalaksana (2001), kalimat yaitu satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa, klausa bebas yang menjadi unsur kognitif percakapan, satuan proposisi yang merupakan campuran klausa atau adalah satu klausa, yang menyusun satuan bebas, jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.

Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli

Berikut ini ialah pengertian kalimat menurut keterangan dari para ahli, antara lain:

1. Kridalaksana (2001:92)

Kalimat menurut keterangan dari Kridalaksana (2001:92) adalah sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi unsur kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan campuran klausa atau adalahsatu klausa, yang menyusun satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan sebagainya.

2. Keraf ( 1984:156)

Kalimat menurut keterangan dari Keraf ( 1984:156) mengaku bahwa kalimat sebagai satu unsur dari ujaran yang didahului dan dibuntuti oleh kesenyapan, sedang intonasinya mengindikasikan bagian ujaran tersebut sudah lengkap.

3. Alwi dkk., (2000:311)

Pengertian kalimat menurut keterangan dari Alwi dkk, yakni dalam wujud tulisan, pada kalimat dalam format ucapan seringkali ada naik-turun dan keras lembut di sela pula dengan jeda, serta diselesaikan dengan intonasi oleh kesenyapan yang menangkal terjadinya perpaduan, baik dalam asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya.”

4. Dardjowidojo (1988: 254)

Kalimat menurut keterangan dari Dardjowidojo (1988: 254) yaitu bagian terkecil dari sebuah ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan benak yang utuh secara ketatabahasaan.

5. Slametmuljana (1969)

Definisi kalimat dari Slametmuljana merupakan kalimat yang keselurahannya memakai kata yang bernada, dibentuk dalam sistem bahasa yang bersangkutan; barangkali kata yang dipakai hanya satu atau lebih.

Baca juga: Pengertian Pendidikan Karakter

Ciri-ciri Kalimat

Berikut ini ialah ciri-ciri kalimat, antara lain:

  • Kalimat dalam wujud lisan seringkali menggunakan nada yang naik-turun, dan keras lembutnya suara serta di selangi dengan jeda dan dan diselesaikan dengan kesenyapan.
  • Kalimat pada wujud artikel yang berhuruf latin cirinya yaitu dibuka dengan huruh kapital serta diselesaikan dengan tanda titik(.) tanda tanya(?) dan juga dapat menggunakan tanda seru(!).
  • Kalimat dalam wujud lisan seringkali diucapkan dengan nada naik-turn serta keras lembutnya suara, disela dengan jeda, lalu diselesaikan dengan intonasi akhir.
  • Pada suatu kalimat minimal berisi satu objek dan predikat.
  • Kalimat adalah bahasa dengan memilki satu kesatuan yang memiliki fonem dan morfem. Fonem merupakan bunyi dari suatu bahasa yang dapat memisahkan makna dan suatu kata, sementara morfem adalahsebuah bahasa yang berisi makna pada suatu kata.
  • Bisa berdiri sendiri walau tidak diperbanyak dengan kalimat lengkap.
  • Mempunyai pola intonasi akhir.
  • Terdapat huruf kapital dan tanda baca dalam suatu kalimat.

Jenis-jenis Kalimat

Kalimat memiliki berrbagai jenis, antara lain:

1. Kalimat Tunggal

Pengertian dari kalimat tunggal merupakan suatu kalimat yang melulu mempunyai satu pola pada kalimat, yaitu memiliki satu subjek dan prediket.

2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk yaitu suatu kalimat yang memiliki dua pola kalimat atau lebih. Dalam sebuh kalimat majemuk terdapat sebuah induk kalimat dan anak kalimat. Untuk teknik membedakan antara induk kalimat dan anak kalimat yakni dengan teknik melihat letak konjongsinya. Dalam induk kalimat tidak ada konjungsi pada kalimat didalamnya, konjungsi sendiri melulu ada pada anak kalimat.

Dalam suatu kalimat majemuk terdapat suatu kata penghubung yang berbeda, sampai-sampai kalimat jenis inidapat anda ketahui dengan teknik melihat kata penghubung yang digunakan. Terdapat sejumlah jenis dari kalimat majemuk yaitu:

Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara ialah sebuah penggabungan antara dua buah kalimat atau lebih kalimat tungga yang mempunyai status sejajar atau sederajat. Contoh : Maya berangkat ke sekolah sementara sindi berangkat ke kampus. (kalimat majemuk)

Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan merupakan sebuah gabunagan antara sejumlah kalimat tunggal yang disebabkan subjek, objek dan prediketnya sama, jadi pada bagian itu hal yang sama hanya dilafalkan sekali. Contoh: Setiap hari kegiatan rio melulu makan, tidur, merokok. (kalimat majemuk rapatan).

Baca juga: Pengertian Latar Belakang

3. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat yakni sebuah pengenbangan antara dua buah kalimat tunggal atau lebih yang mempunyai status yang berbeda. Pada kalimat majemuk bertingkat terdapat suatu induk kalimat dan anak kalimat. Dalam klausa muncul dampak perluasan pola yang ada pada kalimat utama. Contoh : Ayah mecuci mobil pada ketika matahari berada pada ufuk timur. (kalimat majemuk bertingkat teknik 2)

4. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk gabungan adalah sebuah gabuangan kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat, minimal terdiri atas tiga buah kalimat. Contoh: Iskandar bermain game dengan Kiki, Maya sedang bermain boneka dikamar, saat saya datang kerumahnya. (kalimat majemuk campuran).

Unsur-unsur Kalimat

Gabungan kata dapat dirasakan sebagai kalimat bilamana mempunyai unsur-unsur pembetuk kalimat. Berikut ini unsur-unsur yang tidak jarang kali ada pada suatu kalimat, diantaranya:

1. S (Subjek)

Subjek tidak jarang disebut sebagai bagian inti atau bagian pokok pada suatu kalimat, seringkali berupa ucapan-ucapan benda dan seringkali terletak sebelum bagian Predikat. Subjek ialah bagian yang bermanfaat untuk mengindikasikan pelaku dalam kalimat. Pada lazimnya subjek terbentuk dari kata benda (nomina) serta ditaruh di mula kalimat. Tidak melulu kata, subjek juga dapat diisi dengan frasa ataupun klausa.

2. P (Predikat)

Predikat yaitu bagian yang kegunaannya menerangkan yang sedang dilaksanakan subjek pada kalimat. Predikat seringkali menggunakan kata kerja ataupun kata sifat. Namun, tidak melulu itu saja loh, predikat pun dapat dipenuhi dengan kata sifat dan kata benda. Letak predikat, yakni berada salah satu subjek dan objek. Nah, teknik untuk memahami predikat dalam kalimat, anda dapat menyerahkan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” pada kalimat tersebut.

Baca juga: Pengertian Akulturasi

3. O (Objek)

Objek bisanya terletak setelah predikat, dapat disampaikan objek merupakan penjelasan yang sehubungan dengan predikat atau sesuatu yang menderita. Tapi pada kalimat pasif objek menjadi subjek. Posisi objek mesti tidak jarang kali berada di belakang predikat. Dengan posisinya yang sedang di belakang predikat, maka objek tidak didahului oleh preposisi. Pada umumnya, objek itu dipenuhi oleh ruang belajar kata nomina, frasa nomina, atau klausa.

4. K (Keterangan)

Keterangan pada sebuah kalimat terletak di unsur akhir. Unsur keterangan seringkali di jadikan pelengkap kalimat. Keterangan dapat diisi oleh frasa, kata, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa frasa bakal ditandai dengan preposisi ke, di, dari, pada, dalam, kepada, terhadap, untuk, oleh, dan tentang. Sedangkan penjelasan yang berupa anak kalimat ditandai dengan preposisi karena, ketika, bila, meskipun, supaya, dan sehingga.

5. Pelengkap

Meskipun bermanfaat hanya melengkapi kalimat, pelengkap ialah unsur yang melengkapi predikat. Hal berikut yang mengindikasikan bahwa pelengkap posisinya sedang di belakang predikat. Namun, posisinya yang sedang di belakang predikat terkadang agak menyulitkan guna membedakannya dengan objek. Ada satu teknik yang dapat anda lakukan guna mengidentifikasinya.

Demikianlah penjelasan tentang Kalimat dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.