Pengertian Akhlak

Posted on

Pengertian Akhlak – Membahas tentang akhlak tidak lepas dari sosok nabi, karena beliau adalah seorang hamba yang dipuji oleh Allah SWT atas keunggulan moralnya.

Nabi diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak dan moralitas manusia. Ia bersabda, “Tidaklah aku diutus ke dunia kecuali untuk menyempurnakan akhlak mulia.” (H.R. A Bazzar).

Pengertian Akhlak

Akhlak adalah suatu sistem yang mengatur tindakan dan pola sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, sistem akhlak ini merupakan sumber ijtihad sebagai metode pemikiran Islam. Akhlak memicu tindakan dan hubungan antara Tuhan, manusia dan alam semesta.

Menurut Imam Al-Ghazali, akhlak merupakan salah satu kualitas yang tertanam dalam jiwa manusia dan dapat mengarah pada perbuatan yang mudah dilakukan tanpa pertimbangan lebih lanjut. Sementara itu, Nurdin Muslim menyampaikan bahwa akhlak merupakan sistem nilai yang mengatur aktivitas manusia di muka bumi.

Makna akhlak menurut Nurdin Muslim terbagi dalam dua aspek, yaitu Suluq Azzahriah dan Bataniah. Suluq Azzhariah adalah sudut pandang yang menunjukkan hal-hal yang muncul dalam dirinya seperti bahasa, tingkah laku, dan karakter. Sedangkan Bataniah, akhlak adalah ilmu yang mempelajari berbagai masalah yang dihadapi masyarakat terkait dengan masalah psikologis.

Manfaat Akhlakul Karimah

Berikut adalah manfaat dari sifat akhlakul karimah :

1. Berat Timbangannya di Hari Kiamat

Seorang Muslim yang memiliki sikap akhlakul karimah dalam beberapa hari terakhir akan diselamatkan oleh Allah SWT. Selain itu, setiap muslim yang memiliki akhlak yang baik juga pahala nya seperti orang yang puasa dan shalat. Ini seperti dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlaq mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR. Tirmidzi).

Baca Juga : Pengertian Kepemimpinan

2. Dicintai Nabi Muhammad SAW

Keutamaan memiliki akhlak yang baik yaitu dicintai oleh Rasulullah SAW. Disebutkan dalam sebuah hadits, seorang muslim yang memiliki akhlak terpuji menjadi orang yang dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Seperti dalam hadits berikut, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang paling saya cintai dan paling dekat dengan tempat saya kelak di hari kiamat adalah mereka yang memiliki akhlak mulia. Sementara orang yang paling saya benci dan tempatnya paling jauh dari saya kelak di hari kiamat adalah mereka yang keras dan rakus, suka menghina dan sombong.” (HR. Tirmizi).

Macam Akhlak Menurut Islam

Pada umumnya akhlak dibagi menjadi dua menurut islam, yaitu :

1. Akhlakul Mazmumah

Akhlakul mazmumah atau akhlak tercela merupakan perbuatan buruk yang harus dihindari setiap orang. Ini harus dihindari karena akhlak para Mazmumah dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Contoh jenis akhlak mazmumah adalah takabur, iri hati, kecemburuan, kesombongan, penganiayaan, overbite, dan sebagainya. Sebagai Muslim, kita harus menghindari akhlak mazmumah atau akhlak tercela.

2. Akhlakul Karimah

Akhlakul Karimah atau yang dikenal dengan akhlak terpuji merupakan salah satu jenis akhlak yang wajib dimiliki setiap muslim. Contoh akhlak jenis ini adalah pengorbanan, kejujuran, kesopanan, santun, tawakal, kesetiaan, kesabaran, dan sebagainya. Sebagai Muslim, kita harus selalu menjaga akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Pengertian Musik

Tujuan Akhlak

Akhlak bertujuan agar manusia menjadi makhluk yang unggul dan sempurna serta membedakannya dari makhluk lain. Hal itu menjadi sesuatu yang harus dimiliki manusia agar dapat memiliki hubungan yang lebih baik dengan sesama, terutama Tuhan sebagai Pencipta.

Sedangkan kajian tentang moralitas atau ilmu moral bertujuan untuk menemukan perbedaan antara kualitas baik dan buruk manusia sehingga manusia dapat berpegang pada kualitas baik dan menjauhi kualitas buruk sehingga terjalin keteraturan dalam pergaulan.

Yang ingin dikendalikan oleh akhlak adalah tindakan fisik manusia, tetapi karena tindakan fisik ini tidak akan terjadi jika tidak didahului oleh tindakan mental, yaitu tindakan hati, tindakan mental dan tindakan hati juga merupakan bidang yang diatur oleh akhlak manusia.

Jika setiap orang bisa mengendalikan tindakan batinnya, mereka bisa menjadi orang yang berkarakter baik. Nyatanya, baik dan buruknya tergantung dari perbuatan hatinya. Dalam Hadits Arba’in An Nawawi tertulis bahwa Rasulullah SAW bersabda artinya:

“Dan ketahuilah bahwasannya, didalam tubuh itu ada segumpal daging yang apabila baik, maka baik pula amalnya, dan apabila buruk, maka buruk pula amalnya, dan ketahuilah bahwa ia adalah hati”.

Hadits ini dengan jelas menyatakan bahwa hati adalah bagian terpenting dari tubuh manusia, jadi apapun yang direncanakan oleh hati sangat mempengaruhi tindakan pemiliknya. Dalam hal ini dapat disamakan bahwa tubuh itu seperti pemerintahan di dalam diri kita, sedangkan hati adalah pusat pemerintahan.

Seseorang yang memiliki hati dan iman yang kuat, meskipun tubuhnya tidak sekuat hatinya, lebih diharapkan mendapatkan hasil dari pekerjaannya daripada seseorang yang kuat tetapi memiliki hati yang lemah.

Ruang Lingkup Akhlak

Ruang lingkup akhlak umumnya ada lima, yaitu :

1. Akhlak Beragama

Akhlak ini merupakan kewajiban manusia kepada tuhannya, oleh karena itu ruang lingkup akhlaknya sangat luas dan mencakup semua aspek kehidupan, baik secara vertikal dengan Tuhan maupun secara horizontal dengan makhluk lainnya.

2. Akhlak Bernegara

Mereka yang ada di negaramu adalah warga masyarakat yang berbicara bahasa yang sama, jangan ragu untuk mengorbankan diri sendiri demi kejayaan tanah air dan hidup bersama mereka dengan nasib dan penutup yang sama. Dan ketahuilah bahwa Anda adalah salah satunya dan Anda bangun dan tenggelam bersama mereka.

3. Akhlak Bermasyarakat

Tetangga Anda juga akan bersyukur ketika orang tua Anda senang dan merasa tidak enak ketika orang tua Anda ada masalah, mereka membantu dan mencari kegunaan bersama dan menolak kejahatan. Orangtuanya mencintai dan menghormatinya. Kamu wajib mengikuti ayah dan ibumu, yaitu mencintai dan menghormati orang lain.

Pendidikan akhlak tidak lepas dari pendidikan sosial, kesusilaan muncul dalam masyarakat. Kesopanan atau akhlak selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat.

Sudah lama orang tidak bisa hidup mandiri dan terpisah satu sama lain, tetapi dalam kelompok yang saling membantu, saling membutuhkan dan saling mempengaruhi.

Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat berjalan lancar dan tertib jika setiap individu bertindak sebagai anggota masyarakat sesuai dengan aturan sesuai dengan norma kesusilaan yang berlaku.

4. Akhlak Berkeluarga

Adat istiadat tersebut meliputi kewajiban orang tua, anak, dan kerabat dekat. Kewajiban orang tua kepada anak dalam Islam menginstruksikan orang tua dan pendidik untuk memberikan perhatian yang sempurna kepada anak dengan ajaran yang arif.

Setiap agama telah menetapkan setiap orang yang memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mendidik, terutama bapak dan ibu untuk memiliki nilai moral, kebaikan, dan kasih sayang yang tinggi.

Agar anak-anak dengan sabar tumbuh dan membesarkan diri untuk berdiri sendiri, mereka akan merasa bermartabat, terhormat, dan mulia. Seorang anak harus mencintai kedua orang tuanya karena mereka memiliki lebih banyak hak daripada orang lain untuk mencintai, mematuhi, dan menghormati.

Karena sama-sama peduli, membesarkan, menyekolahkan kalian, dengan tulus cinta agar kalian bisa menjadi seseorang yang baik, berguna di masyarakat, bahagia di dunia dan di akhirat.

Dan cobalah untuk mengetahui bahwa kakak dan adikmu adalah anak dari ayah dan ibumu yang kamu cintai juga. Mereka membantu ayah dan ibumu membesarkanmu. Mereka senang saat Anda bahagia dan mereka akan membela Anda saat diperlukan.

Paman, bibi, dan anak-anak mereka menyayangi Anda dan ingin agar Anda aman dan bahagia karena mereka mencintai ayah dan ibu Anda serta membantu mereka berdua dalam setiap kebutuhan.

Baca Juga : Pengertian Agama

5. Akhlak Pribadi

Manusia paling dekat dengan dirinya sendiri, oleh karena itu seseorang harus mengenal dirinya sendiri dan sadar akan dirinya sendiri, karena hanya menyadari dirinya dan dirinya sendiri adalah akar dari kesempurnaan moral yang paling penting, kecerdasan yang tinggi.

Manusia terdiri dari tubuh dan pikiran, selain itu manusia sudah memiliki sifatnya sendiri, dengan segala sesuatu yang memiliki kelebihan dan dimanapun orang memiliki tindakan.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Akhlak

Ada tiga faktor yang mempengaruhi akhlak, yaitu :

1. Aliran Empirisme

Mengingat faktor yang paling mempengaruhi pendidikan seseorang adalah faktor eksternal yaitu lingkungan sosial termasuk penyuluhan dan pendidikan. Jika pengasuhan dan bimbingan anak baik, maka anak itu akan baik.

Begitu juga sebaliknya. Sekolah ini sangat percaya pada peran yang dimainkan oleh dunia pendidikan dan pengajaran. Mengikuti aliran ini, orang dapat dibesarkan menjadi segalanya (ke arah yang baik atau buruk).

Tergantung pada kemauan orang-orang di sekitar mereka atau pendidikan mereka. Dalam dunia pendidikan, pendapat ini dikenal oleh para empiris sebagai optimisme pendidikan.

2. Aliran Nativisme

Perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dengannya orang dilahirkan. Sifat yang ada saat lahirlah yang menentukan hasil perkembangannya.

Menurut aliran ini, faktor yang paling mempengaruhi pendidikan seseorang adalah faktor bawaan dari mana kecenderungan, bakat, kecerdasan dan lain-lain dapat muncul. Jika seseorang sudah memiliki tendensi yang baik atau kecenderungan untuk menjadi baik, otomatis orang tersebut menjadi baik.

3. Aliran Konvergensier

Menimbang bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh faktor internal yaitu perlindungan anak, dan faktor eksternal yaitu pendidikan dan bimbingan yang dirancang khusus atau oleh interaksi dalam lingkungan sosial. Fitrah dan kecendrungan manusia terhadap kebaikan dipupuk secara intensif dengan berbagai cara.

Demikianlah artikel singkat tentang Akhlak, semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan baru bagi anda, terimakasih.