Pengertian Air

Posted on

Pengertian Air – Air merupakan bagian penting dan tidak bisa jauh dari kehidupan semua makhluk hidup. Tubuh manusia sendiri 60-70% terdiri dari air. Jadi, penting bagi kita untuk memiliki air setiap harinya.

Air juga merupakan sebagai kebutuhan sehari-hari manusia, seperti mengolah makanan, mencuci piring dan pakaian kotor, serta untuk membersihkan diri. Untuk lebih jelasnya mari simak artikelnya dibawah ini.

Pengertian Air

Air adalah zat cair, tidak memiliki rasa, bau atau warna dalam kondisi standar dan terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Tentu saja air memiliki tiga bentuk sekaligus, yaitu padat (es), cair (air) dan gas (uang air).

Air memiliki kemampuan untuk melarutkan bahan kimia seperti garam, asam, gas, dan molekul organik. Oleh karena itu, air sering disebut sebagai pelarut universal. Pada tekanan dan suhu normal, air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat.

Menurut PERMENKES NO. 416.MEN.KES/PER/IX/1990 tentang pengawasan dan syarat-syarat kualitas air yang disebut air minum adalah air yang telah diolah melalui pengolahan yang memenuhi syarat higienis dan dapat langsung diminum.

Air bersih merupakan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, asalkan kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum bilamana sudah dimasak.

Karakteristik Air

Air hadir dalam tiga bentuk berbeda di bumi, yaitu gas, padat dan cair. Bentuk air tergantung pada suhu. Air di planet kita mengalir sebagai cairan di sungai dan lautan dalam bentuk padat seperti es di Kutub Utara dan Selatan dan merupakan gas (uap) di atmosfer.

Air juga berada di bawah tanah, tumbuhan dan hewan. Semua makhluk hidup membutuhkan air dalam beberapa bentuk untuk bertahan hidup di bumi. Manusia bisa hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu, tapi mereka hanya bisa hidup tanpa air selama beberapa hari.

Molekul air terdiri dari dua atom hidrogen, masing-masing terikat pada atom oksigen melalui ikatan kimia tunggal. Kebanyakan atom hidrogen memiliki inti yang hanya terdiri dari proton. Dua bentuk isotop, deuterium dan tritium, di mana nukleusnya juga mengandung satu dan dua neutron, yang masing-masing ditemukan dalam jumlah kecil di air.

Meskipun rumus (H2O) tampak sederhana, air memiliki sifat kimia dan fisika yang sangat kompleks. Misalnya, titik leleh 0 ° C (32 ° F) dan titik didih 100 ° C (212 ° F) jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan jika dibandingkan dengan senyawa analog seperti hidrogen sulfida dan amonia.

Baca juga: Pengertian Teks Eksplanasi

Syarat-syarat Air Bersih

Menurut Kementerian Kesehatan, persyaratan pernyataan bahwa air bersih atau langsung bisa diminum adalah tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme dan tidak mengandung logam berat maupun logam ringan.

Meskipun air yang berasal dari alam dapat digunakan secara langsung tanpa diproses lebih lanjut, terdapat risiko bahwa air tersebut terkontaminasi bakteri seperti Esherichia coli atau zat berbahaya lainnya.

Bakteri yang terkandung dalam air dapat dihilangkan dengan cara direbus pada suhu 100 ° C. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa banyak zat berbahaya seperti logam tidak dapat dihilangkan dengan menggunakan teknik konvensional seperti ini.

Ada beberapa parameter agar air dapat dikatakan sebagai air bersih, yaitu:

1. Sifat Kimia

Air dapat dibedakan menjadi organik dan anorganik. Dalam standar air minum Indonesia, bahan kimia organik dapat berupa logam, zat reaktif, berbahaya, beracun, dan zat asam (pH).

Bahan kimia anorganik sekarang dapat berupa insektisida dan herbisida. Sumber logam di dalam air bisa berasal dari industri, pertambangan, atau pelapukan alam. Selain korosi pada pipa air minum, logam juga bisa muncul di air.

2. Sifat Fisik

Menurut PERMENKES No. 492/Menkes/Per/IV/2010, parameter fisik air meliputi bau, derajat kekeruhan, rasa, suhu, warna dan jumlah padatan terlarut (TDS). Alat yang digunakan untuk mengukur keadaan fisik air adalah spektrofotometer.

Idealnya air bersih tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan suhu ideal minimum ± 30 ° C, sedangkan kandungan padatan (TDS) <10-6 dan kadar kaloid (diameter 10-6-3 mm) berada di bawah bentuk senyawa kimia. dan bahan lainnya.

Baca juga: Pengertian Seni Rupa

Sumber-sumber Air

Dalam pemenuhan terhadap konsumsi air, harus memenuhi kriteria, kualitas dan jumlah yang layak untuk dikonsumsi manusia agar tidak berdampak pada kesehatan. Berikut 5 sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

1. Air Laut

Air Laut adalah air yang memiliki sifat asin karena mengandung garam NaCl. Kandungan garam NaCl yang terlarut dalam air laut mencapai 3%, sehingga air laut tidak bisa dikatakan sebagai air bersih yang bisa langsung diminum. Akan tetapi air laut melalui proses desalinasi atau menggunakan mesin RO sehingga bisa langsung diminum.

Seperti sumber air lainnya, air laut memiliki manfaat penting bagi manusia antara lain:

  • Sebagai bahan baku produksi garam meja, garam mengandung zat yang sangat dibutuhkan tubuh manusia
  • Sebagai sumber protein hewani (ikan laut) dan sebagai wadah atau tempat budidaya alga sebagai bahan dasar pembuatan gelatin dan kosmetik.

2. Air Hujan (Air Atmosfer)

Untuk meminumnya, sebaiknya air hujan yang turun hendaknya tidak menampungnya pada awal hujan turun karena air tersebut masih mengandung banyak kotoran. Yang terbaik adalah mengumpulkan air setelah beberapa saat setelah hujan. Perlu diingat juga bahwa air hujan bersifat agresif, terutama pada pipa distribusi dan tangki cadangan, yang mempercepat terjadinya korosi atau karat.

3. Air Permukaan

Air permukaan adalah air yang mengalir di atas permukaan bumi. Secara umum, air permukaan tercemar selama masa drainase, seperti lumpur dari kayu gelondongan, dedaunan, limbah industri, dll. Air permukaan terdiri dari air sungai dan air danau.

A. Air Sungai

Air sungai adalah air yang mengalir melalui suatu saluran alami yang kedua sisinya dibatasi oleh tanggul dan lainnya. Manfaat air sungai bagi manusia antara lain untuk irigasi pertanian di persawahan, cross fishing, pembangkit listrik atau sebagai tujuan wisata. Air sungai juga dibedakan menjadi dua jenis:

  • Sungai Hujan, merupakan sungai yang airnya berasal dari hujan dan mata air. Biasanya sungai seperti ini memiliki air yang tidak menentu. Saat musim hujan datang banyak air, bahkan terkadang banjir.
  • Sungai Gletser atau salju yang mencair. Sungai seperti ini biasanya memiliki air yang konstan bahkan pada musim kemarau.

B. Air Danau

Air danau adalah air yang berasal dari air hujan, air tanah atau mata air. Air danau dapat dikurangi melalui penguapan, infiltrasi ke dalam tanah atau drainase dari sungai. Proses penguapan dan kondensasi biasanya seimbang, kecuali di daerah yang sangat lembab dan kering.

4. Air Tanah

Air tanah adalah air yang terletak di permukaan tanah pada zona jenuh dimana tekanan hidrostatisnya sama atau lebih tinggi dari tekanan atmosfer. Air tanah dibedakan menjadi air tanah dangkal dan airtanah dalam.

Proses terbentuknya air tanah dangkal akibat infiltrasi air dari permukaan tanah. Lumpur biasanya bertahan, seperti halnya beberapa bakteri, sehingga memenuhi air tanah, tetapi lebih banyak yang mengandung unsur kimia tertentu untuk setiap lapisan tanah.

Setelah menemui lapisan rapat air, selanjutnya air akan terkumpul yang merupakan air tanah dangkal dimana air tanah dapat dimanfaatkan sebagai sumber air melalui sumur dangkal. Air tanah dangkal berada pada kedalaman 15.00 m.

Air tanah dalam adalah air yang ada setelah lapisan kedap air pertama. Menggunakan air tanah dalam tidak semudah menggunakan air tanah dangkal. Untuk mencapainya, perlu dilakukan operasi pemboran dan memasukkan pipa ke dalamnya sehingga kedalaman (umumnya antara 100 dan 300 m).

Ketika tekanan akuifer tinggi, maka air akan keluar, dalam situasi ini disebut sumur artesis. Jika air tidak bisa keluar dengan sendirinya, pompa digunakan untuk mengangkat air ke permukaan. Dari segi kualitas, air tanah dalam umumnya lebih baik daripada air tanah dangkal karena lebih tersaring dan bebas bakteri.

Berikut adalah kelebihan dari air tanah:

  • Lebih steril karena air tanah tidak terkontaminasi oleh organisme penyebab penyakit.
  • Tersimpan dalam lapisan batuan dengan kedalaman tertentu atau di bawah permukaan tanah.
  • Biasanya memiliki suhu yang relatif konstan.
  • Tersedia di banyak tempat walaupun dimusim kemarau panjang.

5. Mata Air

Mata air adalah air yang mengalir dengan sendirinya ke atas permukaan tanah. Biasanya mata air ini berasal dari air tanah dalam, hampir tidak tersentuh oleh musim, dan memiliki kualitas yang hampir sama dengan air tanah dalam. Berdasarkan munculnya air kepermukaan tanah, mata air dibedakan menjadi:

  • Rembesan, dimana air keluar dari lereng
  • Umbul, dimana air muncul ke permukaan di dataran.

Baca juga: Pengertian Pariwisata

Manfaat Air

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia. Air merupakan kebutuhan mutlak karena zat yang menyusun tubuh manusia sebagian besar adalah air, sekitar 73% tubuhnya tidak termasuk jaringan adiposa.

Fungsi air bagi tubuh manusia adalah sebagai proses pencernaan, metabolisme, pemecahan zat gizi yang terdapat di dalam tubuh, pengatur keseimbangan suhu tubuh dan dehidrasi tubuh.

Agar tetap sehat, masyarakat membutuhkan air yang memenuhi syarat kualitas dan kuantitas. Diperkirakan rata-rata kebutuhan air untuk kegiatan rumah tangga sederhana minimal 100 liter/ orang/ hari.

Demikianlah artikel tentang Air ini semoga memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.