Pengertian Uang

Posted on

Pengertian Uang – Dalam ilmu ekonomi, uang ialah suatu perangkat yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar-menukar ataupun perangkat pembayaran yang sah dalam suatu kegiatan ekonomi.

Namun, beberapa lainnya terdapat yang menuliskan bahwa uang merupakan suatu benda yang diterima oleh tidak sedikit masyarakat untuk dapat mengukur nilai, dijadikan sebagai perangkat tukar ataupun sebagai alat guna melakukan pekerjaan pembelian barang ataupun jasa yang mana format kehadirannya sudah disetujui oleh ketentuan.

Dalam suatu pekerjaan ekonomi modern, di samping dijadikan perangkat pembayaran dalam pekerjaan jual beli, uang juga dipakai sebagai sebuah alat untuk menunaikan utang. Namun, banyak sekali masyarakat masih banyak yang memahami perbedaan uang dan mata uang itu sendiri.

Pengertian Uang

Definisi umum dari uang ialah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai perangkat tukar. Alat tukar sendiri dalam ekonomi mempunyai makna segala sesuatu yang diterima oleh masyarakat secara luas sebagai perangkat pembayaran dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Uang didefinisikan secara bertolak belakang menurut keterangan dari ilmu ekonomi klasik atau tradisional dan modern. Pada ilmu ekonomi tradisional, uang ditafsirkan sebagai segala macam benda yang bisa dimanfaatkan menjadi perangkat tukar dengan kriteria benda itu diterima oleh masyarakat umum di sebuah wilayah.

Sementara uang dalam pandangan ilmu ekonomi canggih mempunyai makna yang lebih luas. Uang adalah segala sesuatu berwujud benda yang diterima secara umum sebagai perangkat pembayaran transaksi jual beli atas barang atau jasa serta kekayaan atau aset berharga lainnya, dan sekaligus sebagai perangkat pembayaran utang.

Dari sejumlah definisi tersebut, dapat dipungut suatu benang merah bahwa duit adalah suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat di sebuah wilayah untuk mengukur nilai, menukar, dan menunaikan setiap transaksi pembelian barang dan jasa, serta menimbun kekayaan.

Baca juga: Konstitusi : Pengertian, Sejarah, Tujuan, Unsur dan Kedudukannya

Sejarah Uang

Uang sebagai perangkat pembayaran merasakan proses perjalanan yang panjang dalam perkembangannya. Sebelum dikenal luas seperti kini ini, masyarakat dulunya tidak memakai uang untuk mengisi kebutuhannya. Segala keperluan hidupnya didapatkan dengan memanfaatkan alam sekitar.

Guna memenuhi keperluan pangan, insan berburu dan menggali buah-buahan. Kebutuhan sandang diisi dengan menciptakan sendiri pakaian simpel dari kulit binatang.

Sementara keperluan papan juga diciptakan sendiri dengan membina gubuk dari batang-batang atau akar-akar pohon besar dan jerami atau dedaunan sebagai atapnya.

Peradaban mulai berkembang yang membawa konsekuensi semakin tidak sedikit ragam keperluan manusia yang mesti dipenuhi. Hasil buatan sendiri baik buruan maupun bercocok tanam tak lagi dapat mencukupi semua kebutuhan.

Sebab itu, mereka berjuang mencari orang yang mau disuruh untuk mengerjakan pertukaran barang yang dipunyai dengan barang beda yang dibutuhkannya. Pertukaran barang ini lantas disebut dengan sistem barter.

Kegiatan ekonomi terus berkembang bahkan semakin kompleks. Orang semakin susah untuk mengejar rekanan barter yang mempunyai barang yang dibutuhkan. Di samping itu, orang pun semakin kendala untuk menemukan barang guna dipertukarkan dengan nilai pertukaran nyaris sama atau seimbang.

Kesulitan-kesulitan yang timbul dari sistem barter ini menimbulkan pemikiran untuk memakai benda-benda tertentu sebagai perangkat tukar. Benda-benda yang dipakai sebagai perangkat tukar adalah benda-benda yang diterima umum, bernilai tinggi, dan diperlukan sehari-hari. Pada masa itu, benda yang dipakai sebagai perangkat tukar ialah garam, kerang, dan cangkang hewan yang mempunyai keindahan lainnya.

Sayang, benda-benda itu tidaklah berdaya tahan lama sebab mudah rapuh. Hal ini memunculkan kesulitan-kesulitan baru. Di samping rapuh, benda-benda yang dipakai sebagai perangkat tukar tidak mempunyai pecahan sampai-sampai penentuan nilai duit pun susah dilakukan.

Selanjutnya muncullah uang logam laksana emas dan perak. Di samping bernilai tinggi, kedua benda itu mudah dibagi tanpa meminimalisir nilainya. Setiap orang berhak untuk menciptakan uang logam dengan melebur, menempa, dan memasarkan atau menggunakannya sendiri.

Seiring dengan berkembangnya perekonomian, duit logam dinilai susah untuk dipakai sebagai perangkat tukar dalam transaksi berjumlah besar. Sebab itu, lahirlah duit kertas yang pada permulaannya adalah alat bukti kepemilikan emas dan perak.

Artinya, uang kertas yang beredar merepresentasikan suatu garansi 100% pemilikan emas dan perak yang ditabung di pandai emas atau perak. Kini di era ekonomi modern, emas dan perak tak lagi dipakai sebagai perangkat tukar atau pembayaran, namun masyarakat telah berpindah pada duit kertas.

Baca juga: Paragraf : Pengertian, Unsur, Syarat, Fungsi, Ciri, Jenis dan Strukturnya

Fungsi Uang Selain Alat Transaksi

Dalam ilmu ekonomi modern diterangkan bahwa uang dipakai sebagai perangkat pembayaran yang mesti dapat diterima secara umum guna melakukan pekerjaan jual beli barang atau jasa, mengoleksi kekayaan, atau menunaikan utang. Di samping itu, ada faedah lain dari uang, yaitu:

1. Satuan Hitung

Salah satu faedah lain dari uang ialah sebagai satuan hitung. Apabila tidak ditemukan satuan hitung, maka akan susah untuk menilai harga barang atau jasa. Terlebih lagi, nilai pada sebuah barang dan jasa sangatlah beragam.

Dengan adanya satuan hitung yang jelas, maka akan mempermudah setiap orang guna menaksir estimasi barang atau jasa, sampai-sampai setiap orang dapat membayar sebanyak uang untuk melakukan pembelian barang atau jasa.

2. Menyatakan Harga

Sebagian besar dari kita tentu ada yang tidak jarang kali menanyakan harga pada sebuah barang atau jasa sebelum membelinya. Dalam urusan ini, uang dapat dijadikan sebagai perangkat untuk mengaku harga barang atau jasa. Karena memiliki faedah tersebut, maka Anda dapat melakukan pertimbangan yang matang sebelum melakukan pembelian sesuatu.

3. Alat Pembayaran

Fungsi uang berikutnya ialah sebagai perangkat pembayaran. Anda dapat membeli barang atau jasa apapun yang kita perlukan sekitar Anda mempunyai uang. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang berpikir bahwa uang ialah segalanya.

Dijaman yang serba canggih seperti ketika ini, kita akan kendala untuk memenuhi sekian banyak keperluan. Walaupun memang tidak seluruh hal dapat dibeli dengan uang, tetapi Anda tetap membutuhkan uang guna membiayai kebutuhan kehidupan Anda masing-masing setiap harinya.

3. Menunjang Kegiatan Ekonomi dan Sosial

Karena uang dinilai dapat menunjang setiap pekerjaan ekonomi dan pun sosial masing-masing individu, maka ketika ini tidak sedikit orang yang semakin termotivasi untuk dapat menghasilkan duit dengan teknik yang tepat, contohnya ialah dengan melakukan sekian banyak pekerjaan atau dengan berjualan.

Dalam urusan ini, dapat kita lihat bahwa duit menjadi keperluan utama dalam sebuah kehidupan manusia. Di dunia ini, untuk dapat tetap bertahan hidup dibutuhkan adanya uang, sehingga dibutuhkan kerja keras guna mendapatkannya.

Dengan mengerjakan pekerjaan dan mempunyai penghasilan, maka kebutuhan sehari-hari akan dapat terasa lebih gampang dan pun lebih ringan. Sebaliknya, bilamana seseorang tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mempunyai penghasilan, maka bakal timbul masalah keuangan dalam kehidupan pribadinya, tergolong dalam urusan menjalankan lokasi tinggal tangga.

4. Sebagai Alat Pembayar Utang

Fungsi urgen uang selanjutnya ialah berperan urgen sebagai perangkat pembayaran utang. Dalam urusan ini, duit memiliki faedah dalam menilai nilai keharusan yang mesti dibayarkan berhubungan utang.

Misalnya Anda membutuhkan uang untuk melakukan pembelian makanan, dan berutang untuk teman dan berjanji mengembalikannya secara kredit atau diangsur, maka cicilan atau kredit tersebut tergolong sebagai utang.

5. Sebagai Alat Penimbun Kekayaan

uang pun berperan urgen dalam urusan kekayaan sebuah perusahaan atau seseorang, terutama bersangkutan seberapa kuatkan keterampilan keuangan yang dimiliki. Bagi itu, dalam urusan ini duit memiliki faedah sebagai sebuah alat penimbun kekayaan.

Banyaknya dana yang Anda miliki dalam sebuah tabungan akan mencerminkan seberapa besar nilai kekayaan yang kita miliki ketika ini. Semakin tidak sedikit jumlah dana yang Anda miliki dalam sebuah tabungan, maka akan menciptakan Anda tampak semakin kaya. Nantinya, jumlah uang tersebut dapat dikonversi menjadi sebuah aset ataupun harta berharga lainnya.

6. Sebagai Alat Pemindah Kekayaan

Jika kita membicarakan tentang harta, maka uang mempunyai peranan yang urgen sebagai perangkat pemindah kekayaan. Dalam urusan ini, faedah uang merujuk pada sebuah benda yang berharga yang dipunyai oleh uang sebagai perangkat perantaranya.

Artinya, andai seseorang mempunyai uang dalam jumlah yang banyak, maka orang tersebut dapat memindahkan kekayaannya ke dalam format lain, laksana tanah, rumah, kendaraan, hewan ternak, dan yang nilainya berharga.

Lantas Apa Bedanya Dengan Mata Uang?

Mata uang ialah satuan nilai dana yang sudah disetujui oleh pemerintah dalam sebuah negara. Suatu negara mempunyai mata dananya tersendiri. Walaupun ada sejumlah negara yang mempunyai jenis mata dana yang sama, seperti contohnya Amerika, Ekuador, Kamboja, Panama, dan Kawasan Samudera Hindia Britania. Sedangkan misal negara yang mempunyai mata uang berbeda ialah Rupiah untuk Indonesia dan Yen untuk Jepang.

Baca juga: Algoritma : Pengertian, Sejarah, Kriteria, Fungsi dan Klasifikasinya

Fungsi Mata Uang

Pada umumnya, faedah mata uang sendiri sama dengan duit pada umumnya, yakni sebagai perangkat tukar. Perbedaannya terletak pada nilainya. Setiap mata duit mempunyai nilai tukar nya tersendiri. Sebagai contoh, andai 1 US Dollar memiliki nilai sejumlah Rp14.000 dalam mata duit rupiah.

Perbedaan ini diakibatkan oleh sekian banyak faktor. Perbedaan nilai mata duit ini seringkali disebut dengan kurs. Jadi, masing-masing mata uang mempunyai kurs nya masing-masing, dan nilainya terus berubah masing-masing hari.

Faktor-faktor yang Menentukan Nilai Tukar

  • Tingkat Inflasi. Suatu negara yang mempunyai tingkat kemakmuran tinggi lazimnya mempunyai tingkat inflasi yang rendah. Sehingga, nilai tukar dana yang ada di dalamnya juga menjadi lebih kuat.
  • Tingkat Suku Bunga. Tingkat suku bunga juga akan berhubungan dengan adanya inflasi. Pihak pemerintah pada sebuah negara akan menambah suku bunga ketika ada inflasi, sehingga semua investor akan banyak sekali akan tertarik untuk mengerjakan investasi pada negara tersebut. Sehingga, nilai tukar mata uang tetap stabil.
  • Neraca Perdagangan. Neraca ini diciptakan menurut hasil ekspor-impor pada suatu negara. Suatu negara yang mempunyai pendapatan lebih banyak dari partner negaranya akan menciptakan mata uangnya kuat.
  • Utang Publik. Utang yang dipunyai oleh publik juga dapat menilai nilai mata duit negara. Suatu negara yang memiliki tingkat utang yang tinggi maka bakal melemah pun mata uangnya.
  • Ekspor – Impor. Jika pekerjaan ekspor pada sebuah negara lebih banyak daripada pekerjaan impornya, maka dapat dipastikan nilai mata duit dari negara itu akan kuat.
  • Kondisi Ekonomi dan Politik. Situasi atau kondisi politik dan ekonomi pada suatu negara akan memprovokasi nilai tukar mata duit negaranya. Hal itu akan sehubungan dengan investor yang hendak melakukan investasi. Setiap investor asing lazimnya akan lebih memilih negara yang memiliki situasi ekonomi dan politik yang stabil.
  • Kebijakan Pemerintah. Kebijakan yang diciptakan oleh pemerintah juga dapat menilai nilai tukar mata uang negaranya.

Kesimpulan

Berdasarkan keterangan di atas, dapat kita simpulkan bahwa uang ialah suatu perangkat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar ini dapat berbentuk benda atau apapun yang dapat diterima oleh setiap pribadi di dalam lapisan masyarakat guna memproses adanya pertukaran barang ataupun jasa.

Sedangkan mata uang ialah satuan nilai duit kertas atau koin yang sudah disetujui oleh pemerintah dalam sebuah negara dan cetak serta diedarkan oleh bank sentral di dalamnya.

Secara fungsi, dua-duanya memiliki tidak sedikit perbedaan, salah satunya ialah uang tidak hanya harus kertas atau koin yang diamini dan edarkan oleh pemerintah, sementara mata uang ialah kebalikannya.

Dalam pekerjaan ekonomi modern, uang dapat membantu pekerjaan transaksi pribadi dan perusahaan dalam mengisi kehidupannya. Namun guna perusahaan, uang harus dapat dikelola dengan baik supaya tujuan dan kesuksesan perusahaan dapat dicapai dengan baik.

Demikianlah penjelasan tentang Uang dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..