Pengertian Zakat

Posted on

Pengertian Zakat – Salah satu kewajiban umat Islam saat bulan Ramadhan adalah membayar Zakat Fitrah. Tapi tahukah Anda bahwa zakat ada banyak jenisnya. Intinya, tujuan zakat tidak hanya untuk memenuhi kewajiban, tetapi juga untuk menyucikan diri, menyucikan harta dan berbagi harta dengan orang yang membutuhkan.

Bagi kalian yang menganut agama islam jangan meremehkan zakat, karena zakat merupakan bagian dari rukun islam yang ke-4 yang artinya wajib kalian tunaikan.

Pengertian Zakat

Zakat dalam Islam adalah harta yang dikeluarkan oleh seseorang untuk disumbangkan kepada kelompok yang berhak menerimanya. Mereka yang menerima zakat adalah yang membutuhkan dukungan finansial.

Biasanya ada pihak ketiga yang mengelola dan menyalurkan zakat yaitu Amil Zakat. Ketentuan pemberian zakat diatur oleh Islam dalam rukun Islam keempat. Jadi zakat juga merupakan bagian dari ibadah seorang Muslim.

Baca juga: Pengertian Flowchart

Zakat fitrah artinya menyucikan harta, karena dalam setiap kebaikan manusia terdapat hak orang lain. Oleh karena itu tidak ada alasan bagi hamba Allah yang beriman untuk tidak membayar zakat fitrah, karena wajib bagi setiap muslim, baik pria atau wanita, orang merdeka atau budak, anak atau orang dewasa.

Hukum Menunaikan Zakat

Setelah memahami pengertian zakat di atas, Anda perlu memahami hukum zakat juga. Zakat termasuk dalam rukun Islam keempat dan wajib bagi setiap muslim yang memenuhi persyaratan zakat.

Mengenai hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Nabi Muhammad Ibn Umar, “Rasulullah meminta para hamba dan orang merdeka, pria dan wanita, dan anak-anak dan orang dewasa Muslim untuk zakat fitrah sedekah kurma atau sedekah gandum dan memerintahkan mereka untuk menunjukkan zakat fitrah sebelum orang pergi shalat.”

Macam-macam Zakat

Ada 2 macam zakat, yaitu:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah Zakat yang wajib dikeluarkan umat Islam sebelum Idul Fitri atau di bulan Ramadhan. Zakat fitrah bisa dibayar setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) sembako dari daerah bersangkutan. Makanan pokok di Indonesia adalah nasi. Jadi yang bisa dijadikan zakat adalah beras.

2. Zakat Maal

Zakat maal (harta) adalah zakat dari pendapatan seperti hasil pertanian, hasil tambang, hasil laut, hasil perdagangan, hasil ternak, invensi, emas dan perak. Setiap jenis pendapatan memiliki perhitungannya sendiri.

Dalam Undang-undang Pengelolaan Zakat (UU) Nomor 38 Tahun 1998, pengertian Zakat Maal adalah bagian dari harta benda yang dimiliki oleh seorang muslim atau setiap badan hukum yang dimiliki oleh seorang muslim, sesuai dengan ketentuan agama yang dimaksudkan untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Undang-undang tersebut juga menjelaskan Zakat Fitrah, serangkaian artikel dasar yang diterbitkan setiap Muslim selama bulan Ramadhan untuk dirinya sendiri dan untuk mereka yang menjadi tanggung jawabnya yang memiliki kewajiban makan pokok untuk sehari pada hari raya Idul Fitri.

Baca juga: Pengertian Observasi

Syarat Membayar Zakat

Berikut adalah syarat-syarat membayar zakat:

1. Islam

Syarat pertama untuk menunaikan zakat adalah menjadi seorang muslim. Non-Muslim tidak diharuskan membayar zakat. Sebagai Muslim, mereka harus membayar Zakat Fitrah di bulan Ramadhan, sedangkan Zakat Maal disesuaikan dengan nilai properti masing-masing individu.

2. Merdeka

Seseorang yang berzakat harus merdeka. Merdeka dalam arti tidak dijajah dan tidak menjadi budak. Selain kemandirian dalam arti kemampuan finansial yang cukup. Mereka yang tidak bebas dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, maka dia tidak diwajibkan untuk membayar zakat.

3. Berakal

Saat membayar zakat, diperlukan akal sehat untuk memahami ibadah dan menghitung kewajiban zakat yang harus dibayarkan secara adil. Orang dengan akal sehat yang tidak terganggu mentalnya secara sadar memenuhi persyaratan ibadah zakat.

4. Baligh

Definisi Baligh adalah laki-laki atau perempuan yang telah memasuki usia Baligh. Laki-laki ditandai dengan mimpi basah, sedangkan wanita ditandai dengan haid/ menstruasi. Begitu memasuki era Baligh, umat Islam bisa membayar zakat. Baligh adalah salah satu syarat kepuasan zakat. Seseorang yang belum dewasa atau anak-anak tidak diharuskan membayar zakat.

5. Harta Mencapai Nisab

Nisab dalam zakat adalah batas minimal kekayaan yang dibutuhkan seseorang untuk membayar zakat. Jika seseorang sudah memiliki harta dan jumlahnya mencapai jumlah minimum yang ditentukan, maka ia wajib membayar zakat.

Nisab memiliki tipe yang berbeda tergantung dari jenis zakatnya. Nisab memiliki nilai zakat yang berbeda untuk barang peniagaan, pertanian, peternakan atau pertambangan emas dan perak.

6. Harta Mencapai Haul

Haul dalam zakat adalah harta milik seseorang yang telah berusia satu tahun. Seseorang yang memiliki harta mencapai satu tahun berarti wajib membayar zakat. Umur satu tahun disesuaikan dengan penanggalan Hijriyah. Harta yang belum mencapai satu tahun tidak diwajibkan membayar zakat.

Baca juga: Pengertian Iklan

Golongan Penerima Zakat

Siapa yang berhak mendapatkan zakat? Mereka yang berhak menerima zakat menurut Islam dibagi menjadi 8 kelompok. Kelompok-kelompok tersebut adalah:

1. Fakir

Fakir adakah sekelompok orang yang hampir tidak memiliki apa-apa dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Miskin

Miskin adalah sekelompok orang yang memiliki sedikit sumber daya tetapi tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

3. Amil

Amil adalah sekelompok orang yang mengumpulkan dan membagikan Zakat.

4. Mu’alaf

Mu’alaf adalah orang yang baru saja masuk atau memeluk agama Islam dan membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dengan keadaan baru.

5. Hamba Sahaya

Hamba sahaya adalah orang yang memerdekakan atau membebaskan dirinya.

6. Gharimin

Gharimin adalah orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan mereka, dengan catatan kebutuhan yang halal namun tidak mampu membayar hutangnya.

7. Fisabilillah

Fisabilillah adalah sekelompok orang yang berjuang di jalan Allah.

8. Ibnus Sabil

Ibnus sabil adalah orang yang kehabisan uang dalam perjalanannya karena ketaatan kepada Allah.

Keutamaan Menunaikan Zakat

Berikut adalah keutaman dari membayar zakat:

  1. Orang yang membayar zakat bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan keimanan dan ketaatannya kepada Allah SWT.
  2. Menghapus semua dosa yang dimiliki.
  3. Orang yang membayar zakat akan selalu berbahagia di dunia dan di akhirat.
  4. Orang yang membayar zakat menerima hidayah dan petunjuk dalam segala hal.

Demikianlah artikel tentang Zakat ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan kalian, terimakasih.