Pengertian Variabel Penelitian

Posted on

Pengertian Variabel Penelitian – Menyusun karya ilmiah dalam format penelitian memang bukan perkara mudah. Penyusunan yang mesti dilaksanakan secara sistematis dan metodologis menuntut kita untuk selalu seksama dan teliti dalam mengerjakan penulisannya.

Terlebih tentang unsur-unsur dalam suatu riset yang laksana kita tahu, bukanlah urusan yang tidak banyak dan bisa dengan gampang kita abaikan. Dalam riset unsur-unsur yang dikenal ialah seperti rumusan masalah, hipotesis, kajian teori, dan variabel.

Mengenali unsur-unsur dalam riset tersebut juga menjadi hal penting yang mesti dikhususkan oleh peneliti sebelum mengerjakan penelitian supaya kita dapat memahami teknik kerja riset yang bakal dilakukan.

Dalam artikel kali ini kita akan membicarakan salah satu bagian dalam riset tersebut yaitu variabel. Variabel penelitian adalah salah satu unsur penting dalam penelitian.

Variabel penelitian dapat ditafsirkan sebagai suatu konsep dalam sebuah penelitian. Konsep ini lantas menjadi urusan yang mesti dicermati atau dianalisis oleh seorang peneliti. Lebih jelasnya tentang pengertian variabel penelitian, mari simak artikel lengkapnya dibawah ini.. enjoy.

Pengertian Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan segala sesuatu yang bakal menjadi objek pemantauan penelitian. Pengertian yang dapat dipungut dari pengertian tersebut merupakan bahwa dalam riset ada sesuatu yang menjadi sasaran, yakni variabel, sampai-sampai variabel merupakan gejala yang menjadi pusat perhatian riset untuk diobservasi atau diukur.

Variabel dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai makna dapat berubah-ubah, bermacam-macam, berbeda-beda (tentang harga, mutu, dan sebagainya).

Sebagian besar berpengalaman mendefinisikan variabel riset sebagai kondisi-kondisi yang sudah dimanipulasi, dikontrol, atau diobservasi oleh seorang peneliti dalam suatu penelitiannya.

Sebagian berpengalaman juga mendefiniskan bahwa yang disebut variabel ialah segala sesuatu yang bakal menjadi objek pemantauan dalam suatu penelitian. Dari dua definisi di atas, dapat diartikan bahwa variabel penelitian mencakup faktor-faktor yang berperan saat proses penelitian tersebut sendiri.

Variabel riset ini paling ditentukan oleh landasan teoritis dan kejelasannya yang ditegaskan oleh hipotesis penelitian. Oleh sebab itu, andai landasan teori dalam suatu riset berbeda, maka akan bertolak belakang pula hasil variabelnya.

Kemudian variabel-variabel yang hendak dipakai perlu penetapan, klasifikasi dan identifikasi. Luas dan sempitnya variabel penelitian pun dapat menilai jumlah variabel yang bakal digunakan.

Terdapat perbedaan variabel antara ilmu ekstrak dan ilmu sosial. Pada ilmu ekstrak variabel yang dipakai seringkali mudah diketahui karena dapat dilihat dan divisualisasikan.

Sedangkan variabel dalam ilmu sosial itu mempunyai sifat abstrak sampai-sampai susah dijamah secara realita. Variabel-variabel ilmu sosial bermunculan dari sebuah konsep yang perlu diterangkan dan diolah bentuknya sehingga dapat diukur dan dipergunakan secara operasional.

Pengertian Variabel Penelitian Menurut Para Ahli

Berikut merupakan definisi variabel penelitian menurut beberapa para ahli.

  • Kerlinger (2006 : 49) – Variabel Penelitian merupakan konstruk atau sifat yang bakal dipelajari yang mempunyai nilai yang bervariasi. Variabel pun sebuah emblem atau nilai yang padanya anda letakkan sembarang nilai atau bilangan.
  • Sugiyono (2009 : 60) – Variabel Penelitian yaitu sesuatu yang berbentuk apasaja yang diputuskan oleh seorang peneliti guna dipelajari sehingga didapatkan informasi tentang hal tersebut, lantas ditarik kesimpulannya.
  • Suharsimi Arikunto (1988: 99) – Variabel Penelitian yakni objek riset atau apa yang menjadi titik perhatian sebuah penelitian.
  • Freddy Rangkuti – Variabel Penelitian ialah sebuah konsep yang memiliki nilai yang bervariasi. Dari nilai variabel itu dapat dipisahkan menjadi empat tingkatan skala yakni rasio, ordinal, nominal dan internal.
  • Sutrisno Hadi – Variabel Penelitian adalah variasi dari objek riset seperti ukuran tinggi insan yang divariasikan menjadi tingkatan umur, kelamin bahkan tempat tinggal insan tersebut.
  • Eddy Soeryanto – Variabel Penelitian merupakan objek urgen dalam penelitian pemasaran.
  • Robbin Pearson – Variabel Penelitian yaitu semua ciri khas umum yang bisa diukur dan bisa berubah dalam intensitas, keleluasaan atau keduanya.
  • Bagja Waluya – Variabel Penelitian yakni konsep yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap percobaan atau penelitian.
  • Tia Mutiara – Variabel Penelitian ialah sesuatu yang menjadi konsentrasi perhatian atau pusat yang menyerahkan pengaruh dan memiliki nilai.

Baca juga: Pengertian Pameran

Jenis-jenis Variabel Penelitian

Terdapat berbagai jenis variabel penelitian. Jenis variabel penelitian dapat tergantung dengan penelitian yang anda lakukan. Dasar pembedanya juga bermacam-macam mulai dari sifatnya, hubungan antar variabelnya, tipe skala pengukuran, dan lain sebagainya.

1. Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Hubungan antar Variabel

Berdasarkan sifat hubungan antar variabelnya, variabel penelitian dipisahkan menjadi dua yaitu:

A. Variabel Bebas (independent variable)

Variabel bebas berarti variabel yang mempunyai pengaruh atas evolusi yang terjadi pada variabel lainnya. Suatu evolusi yang terjadi pada sebuah variabel dirasakan disebabkan oleh variabel bebas ini.

Contohnya riset dengan judul “pengaruh minat baca terhadap prestasi belajar siswa” variabel bebasnya ialah minat baca sebab variabel itu berdiri sendiri dan dirasakan mempengaruhi evolusi yang terjadi pada variabel lainnya yakni prestasi belajar siswa. Variabel jenis ini pun biasa dinamakan dengan istilah variabel stimulus atau pengaruh.

B. Variabel Terbelenggu (dependent variable)

Berkebalikan dengan variabel bebas, variabel terbelenggu berarti variabel yang diprovokasi oleh variabel lainnya. Variabel ini keberadaannya dirasakan adalahsuatu dampak dari adanya variabel bebas. Contoh masih dengan judul riset yang sama dengan sebelumnya, berarti variabel terikatnya ialah “prestasi belajar siswa” sebab hasil prestasi siswa dirasakan dipengaruhi oleh minat baca siswanya.

Dalam menyatakan hubungan antar variabel bebas dan terbelenggu ada tiga istilah yang dikenal yakni hubungan simetris, timbal balik, dan asimetris. Hubungan simetris berarti sebuah variabel tidak mempunyai hubungan pengaruh atau dipengaruhi oleh variabel lain.

Dua variabel dalam hubungan simetris memiliki kecenderungan arah yang sama. Contohnya terdapat riset dengan judul “pengaruh pola santap pada tinggi badan dan berat badan anak”.

Hubungan simetris dari variabel yang terdapat pada riset ini ialah pada tinggi badan dan berat badan. Keduanya saling bersangkutan tetapi tidak saling mempengaruhi.

Hubungan timbal balik berarti sebuah variabel bisa menjadi penyebab sekaligus dampak bagi variabel lainnya. Contohnya variabel kualitas edukasi dengan tingkat ekonomi nasional. Kedua variabel itu mempunyai pengaruh satu sama lain.

Semakin tinggi kualitas edukasi maka semakin tinggi pula ekonomi sebuah negara. Berlaku pun sebaliknya, bilamana ekonomi sebuah negara tinggi maka kualitas pendidikannya bakal tinggi pula.

Hubungan asimetris berkebalikan dengan hubungan simetris yang berarti satu variabel mempunyai pengaruh atas variabel lainnya. Contohnya laksana yang sudah diterangkan sebelumnya tentang variabel minat baca dan variabel prestasi belajar siswa.

Baca juga: Pengertian Kompensasi

2. Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Sifat

Berdasarkan keterangan dari sifatnya ada dua jenis variabel penelitian, yaitu:

A. Variabel Dinamis

Sesuai dengan namanya, variabel penelitian ini berarti jenis variabel yang sifatnya bisa berubah-ubah—naik/turun sampai karakteristiknya. Contoh variabel ini ialah minat belajar, prestasi belajar siswa, minat baca, kinerja pegawai, dan beda sebagainya.

B. Variabel Statis

Berkebalikan dengan variabel dinamis, variabel statis berarti variabel yang sifatnya tetap dan tidak dapat diolah atau dalam situasi normal sifat dalam variabel tersebut susah untuk diubah. Contohnya laksana jenis kelamin, kedudukan sosial, asal daerah, dan beda sebagainya.

3. Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Urgensi

Jenis variabel selanjutnya ialah menurut urgensi atau penting tidaknya suatu instrumen dalam pendataan data penelitian. Jenis variabel penelitiannya yaitu:

A. Variabel Konseptual

Konseptual berarti variabel dalam jenis ini tersembunyi dan tidak tampak melalui kenyataan yang ada. Meski begitu, variabel konseptual bisa terlihat melewati indikator yang ada. Contoh dari variabel konseptual ialah minat baca, semangat belajar, bakat,

B. Variabel Faktual

Variabel faktual adalah variabel yang bisa terlihat melalui kenyataan yang ada. Contohnya laksana suku daerah, umur, gender, pendidikan, agama dan beda sebagainya.

Mengingat sifatnya yang faktual, kekeliruan variabel dalam jenis ini adalahhal yang jarang terjadi. Apabila pada kesudahannya ditemukan kesalahan seringkali penyebabnya ialah responden yang tidak jujur.

Baca juga: Pengertian Motivasi Belajar

4. Jenis Variabel Penelitian Berdasarkan Tipe Skala Pengukur

Berdasarkan keterangan dari tipe skala pengukurnya ada tiga jenis variabel penelitian, yaitu:

A. Variabel Nominal

Terdapat sejumlah nama dalam menyinggung variabel nominal laksana variabel kelompok atau variabel diskrit. Variabel nominal berarti variabel yang melulu dapat dikelompokkan menjadi sejumlah kategori saja.

Karena melulu dapat dikelompokkan ke dalam kelompok yang relatif sedikit, variabel nominal menjadi variabel dengan variasi yang sangat sedikit. Contoh variabel ini merupakan: gender, agama, suku wilayah dan beda sebagainya.

B. Variabel Kontinum

Variabel kontinum berarti variabel yang mempunyai jenjang atau tingkatan. Terdapat sejumlah jenis variabel lainnya dalam variabel kontinum, yaitu: variabel ordinal, variabel interval, dan variabel rasio. Variabel ordinal berarti variabel dengan tingkatan atau urutan tertentu misalnya variabel peringkat atau skor dari sebuah kejuaraan. Sementara variabel interval adalah variabel dengan jarak atau skala tertentu Contohnya ialah variabel skala evaluasi siswa.

C. Variabel Rasio

Ketiga ialah adalah variabel rasio yakni variabel yang mengindikasikan adanya komparasi contoh ialah variabel berat badan laksana berat badan dua orang setiap yaitu 40 dan 80kg yang dengan kata lain orang kesatu mempunyai berat badan separuh dari orang kedua.

Contoh Variabel Penelitian

Contoh variabel penelitian adalah Jika kita merundingkan mengenai mahasiswa, urusan tersebut belum dapat disebutkan variabel. Sebab mahasiswa saja adalah sebuah konsep. Tetapi jika kita sudah merundingkan mengenai Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi, itu dengan kata lain kita sudah dapat dikatakan merundingkan variabel, sebab Mahasiswa Fakultas Teknik, Mahasiswa Fakultas Ekonomi tersebut termasuk kategori. Contoh lain dari variabel penelitian yaitu:

  • Usia : variabel yg mempunyai nilai numerik
  • Tingkat pendidikan : variabel numerik atau kategori
  • Bidang Pekerjaan : variabel kategori.

Demikianlah penjelasan tentang Variabel Penelitian dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.