Pengertian Teks Eksplanasi

Posted on

Pengertian Teks Eksplanasi – Teks eksplanasi belum banyak ditemukan pada buku teks yang mengacu pada kurikulum sebelumnya. Selain itu ketersediaan referensi materi ini di Internet juga masih minim.

Keadaan ini berbanding terbalik dengan fakta bahwa mesin pencari Google menemukan bahwa permintaan informasi dengan kata kunci “teks eksplanasi” cukup tinggi. Artinya masih banyak orang yang membutuhkan pembahasan tentang teks ini.

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi proses mengapa dan bagaimana peristiwa alam, ilmiah, sosial, budaya dan lainnya dapat terjadi. Peristiwa alam dan sosial yang terjadi di sekitar kita selalu memiliki hubungan sebab dan akibat.

Hal tersebut untuk mengetahui mengapa kejadian ini dapat terjadi. Oleh karena itu, tujuan teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dan menjelaskan sebab dan akibat suatu peristiwa.

Teks eksplanasi berisi fakta-fakta yang saling terkait satu demi satu dan hubungan sebab akibat. Oleh karena itu, teks penjelasan dapat membantu memperkuat kebenaran yang sudah ada.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki tiga ciri yang memudahkan kita dalam membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya. Tiga ciri teks eksplanasi tersebut adalah.

  • Strukturnya terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab dan akibat serta interpretasi seperti yang dijelaskan di atas.
  • Berisi informasi berdasarkan fakta “faktual”.
  • Faktanya adalah mengandung informasi ilmiah atau keilmuan seperti sains dan lain-lain.

Baca juga: Pengertian Wirausaha

Skematik Teks Eksplanasi

  1. General Statement, berisi pernyataan umum tentang suatu hal yang menjelaskan proses keberadaannya, proses kemunculannya, proses penciptaannya, dll. Ini harus tepat, menarik, dan jelas, dan perlu membuat pembaca tertarik untuk membaca detailnya.
  2. Sequence of explanations, memberikan penjelasan rinci tentang proses keberadaan, proses terjadinya. Sangat relatif untuk menjawab pertanyaan bagaimana, dimana jawabannya berupa pernyataan atau kalimat yang bermakna. Penggunaan sequence mark sangat dimungkinkan mengingat prosesnya harus dijelaskan secara bertahap, pertama, kedua, ketiga, dst. atau pertama, selanjutnya, terakhir.
  3. Closing, Berisi kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.

Menulis teks eksplanasi merupakan salah satu komponen yang dipelajari dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Kegiatan menulis teks ini didasarkan pada hasil observasi siswa terhadap teks tersebut. Hasil akhir pembelajaran adalah menuliskan hasil observasi siswa pada teks ini, baik isi, struktur maupun bahasa yang terdapat pada teks eksplanasi.

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi terdiri dari pernyataan umum, diikuti dengan urutan sebab dan akibat dan diakhiri dengan interpretasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang strukturnya, mari simak penjelasanya dibawah ini.

1. Pernyataan Umum

Berisi penjelasan umum tentang fenomena yang sedang dibahas, bisa berupa pengantar fenomena atau penjelasan. Penjelasan umum dalam teks ini merupakan gambaran umum tentang apa, mengapa dan bagaimana peristiwa alam tersebut terjadi.

2. Deretan Penjelas

Deretan penjelas memberikan penjelasan tentang proses di mana fenomena ini dapat terjadi atau dihasilkan dan dapat terdiri dari lebih dari satu paragraf. Sederet penjelasan menjelaskan dan merinci penyebab dan akibat dari suatu bencana alam.

3. Interpretasi (Opsional)

Teks terakhir, yang bersifat opsional tidak ada persyaratan. Teks terakhir yang dimaksud adalah teks yang menyajikan intisari atau kesimpulan dari suatu pernyataan umum dan rangkaian penjelasan. Secara opsional, ini bisa menjadi jawaban atau untuk menarik kesimpulan tentang pernyataan dalam teks.

Baca juga: Pengertian Norma

Tujuan Teks Eksplanasi

Tujuan penulisan teks eksplanasi adalah untuk menjelaskan proses penciptaan sesuatu yang terjadi secara alami atau proses bagaimana fenomena alam atau sosial bekerja.

Contoh Teks Eksplanasi

Berikut adalah contoh bencana alam beserta strukturnya

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.

Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Selain itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat.

Oleh karena itu, akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan.

Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju.

Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi.

Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.

Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.

Baca juga: Pengertian Teks Eksposisi

1. Struktur Teks Eksplanasi

Setelah membaca teks “Gempa Bumi” itu, kamu tentu menemukan bagian-bagian yang berupa pernyataan umum (pembukaan), deretan penjelasan (isi), dan interpretasi/penutup (tidak harus ada). Bagian-bagian itu menjadi bangunan teks, eksplanasi seperti yang tampak pada bagan berikut.

2. Pernyataan Umum

  • Berisi satu statemen umum tentang suatu topik, yang akan dijelaskan proses keberadaannya, proses terjadinya, proses keberadaannya, proses terjadinya, proses terbentuknya, dsb.
  • Harus bersifat ringkas, menarik, dan jelas, yang mampu membangkitkan minat pembaca untuk membaca detailnya.

Deret Penjelas

  • Berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan, proses terjadinya.
  • Sangat relatif untuk menjawab pertanyaan ‘bagaimana’, yang jawabannya berupa statemen atau yang jawabannya berupa pernyataan
  • Dimungkinkan mengingat proses perlu dijelaskan bertahap, pertama, kedua, ketiga, dsb. atau pertama, berikutnya, terakhir.

3. Penutup/ Interpretasi

Berisikan kesimpulan atau pernyataan tentang topik/proses yang dijelaskan dari contoh teks eksplanasi diatas.

Demikianlah artikel tentang Teks Eksplanasi ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.