Pengertian Tauhid

Posted on

Pengertian Tauhid – Seperti yang kita diketahui, dalam agama Islam terdapat sejumlah ilmu yang butuh dipelajari oleh masing-masing umatnya. Baik ilmu yang sehubungan dengan tata cara beribadah untuk Allah, ilmu yang bersangkutan dengan aqidah atau keimanan, serta ilmu yang menjadikan hati bersih.

Dari sejumlah ilmu tersebut, ilmu aqidah yaitu salah satu ilmu penting yang mesti dicerna oleh masing-masing umat Muslim. Dengan mempelajari ilmu aqidah, dapat membuka wawasan untuk setiap umat Muslim bagaimana cara meningkatkan keimanan dalam beragama.

Salah satu ilmu aqidah yang penting untuk dipelajari yakni tauhid. Arti tauhid diketahui sebagai ilmu yang mempelajari mengenai sifat keesaan Allah. Di mana Allah itu satu, Dzat yang mempunyai segala kesempurnaan dan tidak terdapat satu juga yang dapat menggantikannya.

Pengertian Tauhid

Tauhid merupakan sikap muslim dalam mempercayai Allah Maha Suci yang tidak punya kelemahan sedikit pun, layaknya makhluk ciptaan-Nya. Tak melulu itu, andai kita mempelajari makna tauhid pun termasuk dalam mempercayai kebenaran semua doktrin Allah SWT yang diturunkan dan diajarkan oleh semua Rasul.

Di samping itu, orang yang dapat menerapkan makna tauhid dengan baik dalam kehidupan, maka bakal menjadi pribadi yang ikhlas dalam menerima setiap peraturan Allah.

Dalam doktrin Islam, urusan ini sehubungan dengan sifat keesaan Allah, bahwa Allah tersebut satu. Di sini, masing-masing umat Muslim meyakini bahwa tiada Tuhan di samping Allah, Sang Pencipta semesta alam dan segala isinya yang mempunyai semua sifat kesempurnaan.

Selain mempercayai sifat keesaan dan kesempurnaan Allah, orang yang mempelajari dan menerapkan makna tauhid pun meyakini kebenaran setiap doktrin Rasul. Bahwa Rasul merupakan insan utusan Allah yang diserahkan pengetahuan dan pelajaran supaya dapat disebarluaskan untuk seluruh umat. Dengan begitu, mempercayai kebenaran pengetahuan yang diajarkan Rasul, berarti telah meyakini eksistensi Allah dan doktrin yang berasal dari-Nya.

Perlu diketahui, Ilmu tauhid pun disebut sebagai ilmu ushul (dasar agama) atau ilmu aqidah. Artinya, ilmu ini menjadi bekal pedoman untuk seluruh umat Islam dalam mengerjakan kewajibannya sebagai umat beragama. Bukan melulu itu, ilmu tauhid pun membantu umat Islam dalam merealisasikan aqidah-aqidah keagamaan yang didapatkan dari alasan atau aturan yang sah. Baik dari buku suci Al-Quran maupun Hadist.

Tauhid yaitu aqidah bawaan manusia. Allah sudah menciptakan insan mempunyai fitrah beriman kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya. Manusia itu dicetuskan dalam suasana mengimani eksistensi Allah bahwa tidak terdapat yang berhak diibadahi di samping Dia, dan tidak terdapat Tuhan di samping Dia.

Dengan mempelajari ilmu aqidah, membuka wawasan umat Muslim tentang teknik meningkatkan keimanan dalam beragama. Salah satu ilmu aqidah yang urgen untuk dipelajari ialah tauhid. Arti tauhid diketahui sebagai ilmu yang mempelajari mengenai sifat keesaan Allah. Dengan arti Allah tersebut satu, Dzat yang mempunyai segala kesempurnaan dan tidak terdapat satu juga yang dapat menggantikannya.

Di samping itu, makna tauhid juga dicerna sebagai sikap mempercayai bahwa Allah Maha Suci yang tidak memiliki kelemahan sedikit pun, laksana yang dipunyai oleh makhluk hidup ciptaannya. Bukan melulu itu, mempelajari makna tauhid pun termasuk mempercayai kebenaran seluruh doktrin Allah yang diturunkan dan disebarkan oleh semua Rasul-Nya.

Baca juga: Pengertian Media Massa

Tujuan Mempelajari Tauhid

Setelah memahami makna tauhid, selanjutnya butuh diketahui pula destinasi mempelajari ilmu tauhid. Tujuan mempelajari ilmu tauhid ini tidak lain ialah upaya mengenal Allah dan Rasul-Nya melewati dalil-dali yang pasti. Dalam urusan ini, mempelajari ilmu tauhid pun berarti mempercayai segala sifat kesempurnaan yang dipunyai Allah serta membetulkan setiap risalah atau doktrin Rasul-Nya.

Bukan melulu itu, mempelajari dan menerapkan makna tauhid dalam kehidupan keseharian dapat menghindarkan umat Muslim dari pengaruh aqidah-aqidah beda yang menyeleweng dari kebenaran. Hal berikut yang menciptakan ilmu tauhid memiliki status istimewa dikomparasikan ilmu-ilmu lainnya. Sebab, mempercayai keesaan Allah dan kebenaran setiap doktrin Rasul menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, destinasi mempelajari ilmu tauhid pun dapat menjadikan masing-masing umat muslim sebagai individu yang ikhlas dalam menerima setiap peraturan Allah. Bahkan mempelajari ilmu tauhid pun mampu menyerahkan jiwa yang tenang dan tentram untuk setiap orang yang melakukannya.

Keutamaan Mempelajari Tauhid

Dikatakan, bahwa mempelajari ilmu tauhid urgen untuk memahami status makhluk hidup dan pengaruhnya pada dunia. Seperti mengetahui mukjizat semua nabi, doktrin yang arif dan bermakna dari semua wali, serta kesukaan yang Allah berikan untuk umat yang auh dari-nya sebagai format ujian atau cobaan. Sehingga melewati ilmu tauhid, dapat dipakai sebagai pedoman untuk memisahkan hal yang tergolong aqidah dan mana yang bukan.

Di samping itu, keutamaan mempelajari dan menerapkan makna tauhid dalam kehidupan sehari-hari pun dapat menjauhkan diri dari kemusyrikan, mendudukan soal wasilah, mendudukan soal khilafah atau politik dalam agama Islam. Dengan begitu, ilmu tauhid bisa menjadi pedoman untuk setiap umat muslim dalam menjalankan kehidupan supaya terhindari dari benak buruk atau su’uzhan terhadap Allah.

Baca juga: Pengertian Desentralisasi

Manfaat Mempelajari Tauhid

Setelah memahami makna tauhid, selanjutnya butuh diketahui pula guna destinasi mempelajari ilmu tauhid. Tujuan mempelajari ilmu tauhid ialah upaya mengenal Allah dan Rasul-Nya melewati dalil-dali yang pasti. Dalam urusan ini, mempelajari ilmu tauhid ialah meyakini segala sifat kesempurnaan yang dipunyai Allah serta membetulkan setiap risalah atau doktrin Rasul-Nya.

Bukan melulu itu, mempelajari dan menerapkan makna tauhid dalam kehidupan keseharian dapat menghindarkan umat Muslim dari pengaruh aqidah-aqidah beda yang menyeleweng dari kebenaran. Hal berikut yang menciptakan ilmu tauhid memiliki status istimewa dikomparasikan ilmu-ilmu lainnya. Sebab, mempercayai keesaan Allah dan kebenaran setiap doktrin Rasul menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, destinasi mempelajari ilmu tauhid ialah dapat menjadikan masing-masing umat muslim sebagai individu yang ikhlas dalam menerima setiap peraturan Allah. Bahkan mempelajari ilmu tauhid pun mampu menyerahkan jiwa yang tenang dan tentram untuk setiap orang yang melakukannya.

Jenis-jenis Tauhid

Tauhid terbagi menjadi tiga, yakni tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan al asma was shifat. Berikut penjelasannya.

1. Tauhid Rububiyyah

Tauhid rububiyyah yaitu kepercayaan bahwa Allah SWT sebagai satu-satunya yang dapat membuat bumi dan langit beserta dengan isinya. Hanya Allah yang dapat memberikan rezeki, menggerakkan matahari dan bulan, menyebabkan badai dan hujan, serta apa juga yang terjadi di alam semesta ini cocok dengan kehendak-Nya. Hal ini juga ada dalam ayat Al-Qur’an :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ

Artinya:

“Segala puji untuk Allah yang telah membuat langit dan bumi dan menyelenggarakan gelap dan terang.” (QS. Al An’am: 1)

2. Tauhid Uluhiyyah

Tauhid uluhiyyah dapat ditafsirkan sebagai tauhid ibadah. Maksudnya, mengesakan Allah dalam urusan ibadah dan melulu Allah satu-satunya yang berhak guna diibadahi. Hal ini juga ada dalam ayat Al-Qur’an :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya:

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan melulu kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (Al Fatihah: 5)

3. Tauhid Al Aswa was Sifat

Dalam buku Syarh Tsalatsatil Ushul, tauhid Al aswa was sifat ialah tauhid dengan teknik menetapkan nama dan sifat Allah cocok dengan yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya, dan menafikan nama dan sifat yang Allah nafikan dari diri-Nya dengan tanpa tahrif, tanpa ta’thil, dan tanpa takyif. Hal ini juga ada dalam ayat Al-Quran :

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا

Artinya:

“Hanya kepunyaan Allah nama yang husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyinggung nama-nama-Nya.” (QS. Al A’raf: 180).

Baca juga: Pengertian Teks Deskripsi

Aspek yang Perlu Dipenuhi dalam Tauhid

Sebagai umat Muslim, salah satu teknik untuk menerapkan makna tauhid di dalam diri merupakan dengan menyampaikan kalimat La ilaha illallah, serta mempercayai bahwa tiada Tuhan di samping Allah. Bukan melulu itu, menanamkan makna tauhid dalam diri pun harus diisi dengan sejumlah aspek, yakni sebagai berikut:

  • Meyakini eksistensi Allah sebagai Sang Maha Pencipta, supaya terlepas dari sikap ateisme atau pendiadaan Tuhan.
  • Menetapkan keesaan Allah, supaya terhindar dari perilaku syirik.
  • Menetapkan bahwa Allah bukan jauhar (substansi atau materi) atau ‘aradh (atribut materi), agar terhindar dari sikap penyerupaan Allah dengan mahkluk lain.
  • Meyakini bahwa segala sesuatu tidak ada, sebelum Allah membuat dan membuatnya ada. Hal ini supaya terhindar dari sikap atau pendapat yang meyakini hukum sebab dampak dalam pembuatan alam semesta dan isinya atau yang lainnya
  • Menetapkan abhwa Allah Maha Pengatur, bahwa apapun yang terjadi sudah cocok kehendak AllaH. Hal ini agar terhindar dari pendapat yang mengaku adanya thaba’i (hukum alam yang berlaku dengan sendirinya).

Demikianlah penjelasan tentang Tauhid dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.