Pengertian Tata Surya

Posted on

Pengertian Tata Surya – Dalam alam semesta dimana sistem bintang, Tata Surya, planet, dan eksoplanet yang terbelenggu di dalamnya, tanpa diragukan lagi, Tata Surya adalah sistem yang sangat kita ketahui. Siapa yang tidak memahami apa itu Matahari, planet, komet, dan asteroid.

Tetapi apakah pengetahuan yang didapatkan benar adanya? Untuk memahami jenis objek itu menurut sudut pandang ilmiah, maka butuh ditinjau pula aturan atau pola yang bekerja pada sistem tersebut. Berikut penjelasan lengkap mengenai tata surya.

Pengertian Tata Surya

Tata surya merupakan sistem angkasa yang saling terbelenggu gravitasi dimana ada matahari dan benda-benda langit yang mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian tidak sedikit benda langit yang mengitari matahari secara langsung, ada benda langit yang sangat besar yang disebut dengan planet.

Bulan adalah benda langit yang mengitari matahari secara tidak langsung, bulan adalahsatelit alami planet yang mengitari planet.

Ada delapan planet besar yang mengitari matahari dengan lebih dari 160 buah bulan yang telah diketahui, 5 atau lebih planet katai (dwarf planet), serta jutaan asteroid dan komet.

Secara bersama-sama, seluruh benda langit tersebut menyusun tata surya yang menduduki ruang antariksa dengan diameter 15 triliun kilometer.

Bagian yang terdekat dengan matahari ialah bagian sistem yang berbentuk piringan dimana semua planet berada pada unsur ini. Pada wilayah yang lainnya yang jauh dari matahari, ada awan Oort, yakni wilayah berbentuk bola yang menjadi tempat status komet.

Definisi Terbentuknya Tata Surya Menurut Para Ahli

1. Teori Planetesimal oleh Ahli Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) dan Astronom Forest R. Moulton (1872-1952)

Menurut keterangan dari hasil riset para berpengalaman ini tata surya terbentuk sebab adanya benda langit beda yang lewat lumayan dekat dengan matahari pada saat mula pembentukan matahari. Akibat dari kedekatan benda langit itu dengan matahari menyebabkan adanya tonjolan pada permukaan matahari.

Dengan adanya pertolongan bintang yang dekat dengan matahari akan menyerahkan efek gravitasi sampai-sampai terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang pada matahari.

Setelah tersebut sebagian besar materi bakal tertarik kembali, dan beberapa benda langit lainnya bakal tetap di orbit bakal mendingin dan memadat dan bakal menjadi benda-benda berukuran kecil yang dinamakan dengan planetisimal dan sejumlah benda planet lainnya yang berukuran besar dinamakan dengan proto planet.

Dan objek-objek itu akan bertabrakan dari masa-masa ke masa-masa dan akan menyusun bulan dan planet dan saldo dari pelajaran lainnya menjadi komet dan asteroid.

2. Teori Awan Debu oleh Carl Von Weizsaeker (1940) dan Gerard P Kuiper (1950)

Berdasarkan keterangan dari hasil riset para berpengalaman ini tata surya terbentuk dari gumpalan gas dan debu lantas gumpalan awan merasakan penyumbatan dan pada proses penyumbatan itu partikel-partikel debu bakal tertarik masuk ke unsur pusat awan menyusun gumpalan bola dan lantas mulai terbelenggu yang akan menyusun cakram yang tebal di unsur tengah dan unsur tepi nya yang tipis.

Lalu partikel-partikel di unsur tengah cakram bakal saling mengurangi dan lantas menimbulkan panas dan berpijar , dan unsur inilah yang bakal menjadi matahari.

Sementara tersebut bagian yang luar bakal berputar paling cepat sampai-sampai akan terpecah-pecah menyusun gumpalan yang lebih kecil dan gumpalan kecil ini akan terbelenggu dan lantas membeku yang bakal menjadi planet-planet.

3. Teori Nebule (Teori Kabut) oleh Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon de Laplace (1796)

Berdasarkan keterangan dari hasil riset para berpengalaman ini tata surya melewati proses yakni matahari dan planet berasal dari kabut yang berpijar yang terbelenggu di dalam jagat raya.

Karena berupa kabut yang berbentuk bulat laksana bola yang besar dan andai semakin bola tersebut mengecil bakal semakin cepat putarannya.

Lalu akibatnya format bola tersebut menghampiri pada kutubnya kemudian melebar di unsur equatornya sampai-sampai bagian massa dari kabut gas menjauh dari gumpalan intinya dan akan menyusun gelang-gelang pada

Sekeliling unsur utama kabut lantas gelang-gelang itu akan menyusun gumpalan yang bakal menjadi planet-planet dan satelit. Sedangkan unsur tengah yang masih berpijar bakal selalu menyusun gas pijar yang dinamakan dengan matahari.

Baca juga: Pengertian Kualitas Pelayanan

Asal Usul Tata Surya

Banyak hipotesis mengenai asal usul tata surya sudah diusulkan oleh semua ahli, sejumlah di antaranya merupakan penyokong Hipotesis Nebula yakni Pierre-Simon Laplace.

1. Hipotesis Nebula

Nebula Hipotesis pertama kali diusulkan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) pada 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) di 1775. Sebuah hipotesis serupa dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796.

Gaya gravitasi yang mengakibatkan kabut tersebut menyusut dan berputar dalam arah tertentu, suhu kabut memanas, dan kesudahannya menjadi bintang raksasa (matahari).

2. Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali diajukan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal menuliskan bahwa tata surya anda terbentuk sebagai hasil dari bintang beda lewat lumayan dekat dengan Matahari, pada mula pembentukan matahari.

3. Hipotesis Pasang Surut

Hipotesis pasang surut pertama kali diusulkan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dirasakan terbentuk oleh pendekatan bintang beda ke matahari.

4. Kondensasi Hipotesis

Kondensasi hipotesis tadinya dikemukakan oleh astronom Belanda yang mempunyai nama GP Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. The kondensasi hipotesis menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar menyusun cakram raksasa.

5. Hipotesis Twin Star

Twin bintang hipotesis tadinya diusulkan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis kesatu mengindikasikan bahwa tata surya anda berupa dua bintang ukuran yang sama dan berdampingan dengan di antara dari mereka meledak meninggalkan fragmen kecil.

6. Hipotesis Protoplanet

Teori ini diusulkan oleh Carl Van Weizsaecker, GP Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Teori protoplanet, mengelilingi matahari ialah awan gas yang menyusun gumpalan yang evolusioner secara bertahap menjadi gumpalan padat.

Sejarah Penemuan Tata Surya

Lima planet terdekat dengan Matahari dari Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus) sudah dikenal semenjak zaman dahulu sebab mereka semua dapat dilihat dengan mata telanjang. Banyak negara di dunia mempunyai nama sendiri untuk setiap planet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pemantauan pada lima abad yang kemudian membawa insan untuk mengetahui benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642)

Dengan teleskop refraktornya dapat membuat mata insan “lebih tajam” dalam meneliti benda langit yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang.

Karena teleskop Galileo dapat mengamati lebih tajam, ia dapat melihat sekian banyak perubahan dalam penampilan Venus, laksana Venus Crescent Moon atau Venus sebagai dampak dari evolusi posisi Venus terhadap matahari.

Penalaran Venus mengelilingi Matahari semakin memperkuat teori heliosentris, yakni bahwa matahari ialah pusat alam semesta, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). Sun setting heliosentris dikelilingi oleh Mercury ke Saturnus.

Pada 1781, William Herschel (1738-1822) mengejar Uranus. Perhitungan yang seksama dari orbit planet Uranus memutuskan bahwa terdapat yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada bulan Agustus 1846.

Penemuan Neptunus ternyata tidak lumayan untuk menyatakan orbit gangguan Uranus. Pluto ditemukan pada tahun 1930.

Ketika Pluto ditemukan, ia dikenal sebagai satu-satunya objek antariksa setelah Neptunus. Kemudian pada tahun 1978, Charon, Pluto satelit ditemukan, sebelumnya dikira suatu planet yang sebenarnya sebab tidak jauh bertolak belakang dari Pluto.

Para astronom lantas menemukan selama 1.000 objek kecil lainnya terbaring di luar Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang pun mengelilingi matahari. Mungkin ada selama 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Kuiper ialah bagian dari objek trans-Neptunus).

Puluhan benda langit tergolong Kuiper Belt Object Quaoar (1.250 km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 ( 1.500 km Mei 2004).

Penemuan 2003 EL61 menghebohkan sebab objek Sabuk Kuiper ini diketahui pun mempunyai satelit pada Januari 2005, meskipun lebih kecil dari Pluto.

Dan puncaknya ialah penemuan UB 313 (2700 km pada Oktober 2003), mempunyai nama Xena oleh penemunya. Selain lebih banyak dari Pluto, obyek ini pun mempunyai satelit.

Baca juga: Pengertian Manajemen Pemasaran

Susunan dan Anggota Tata Surya

Jika dicermati dari ruang angkasa, maka bumi tampak seperti suatu bola kecil yang bergerak mengelilingi suatu bintang yakni matahari. Di samping bumi, ada pun planet-planet beda yang bergerak mengelilingi matahari.

Tidak melulu planet saja yang memutari matahari, namun ada pun benda-banda langit lainnya yang mengerjakan hal yang sama. Objek langit tersebut ialah satelit alami, asteroid, meteor, dan komet.

Semua benda-benda astronomi itu tersusun menjadi satu kesatuan dan menciptakan sebuah sistem yang paling teratur. Sehingga antara planet satu dengan planet yang beda tidak merasakan tabrakan.

Sebuah sistem sempurna yang dinamakan sebagai tata surya. Berikut ialah penjelasan mengenai sekian banyak benda langit yang menjadi anggota tata surya.

1. Bintang di Tata Surya

Bintang merupakan salah satu anggota tata surya yang mempunyai sifat istimewa karena dapat memancarkan cahaya sendiri. Di dalam sistem tata surya terdapat tidak sedikit sekali bintang yang tidak bisa dihitung jumlahnya. Salah satu bintang yang sangat kita rasakan pengaruhnya ialah matahari.

Matahari adalah bintang yang paling bermanfaat untuk keberlangsungan kehidupan di bumi. Matahari bermanfaat sebagai sumber cahaya dan sumber panas yang berguna untuk seluruh makhluk hidup.

Cahaya matahari dimanfaatkan oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Sedangkan panas dari matahari bermanfaat untuk menghangatkan permukaan bumi.

Matahari mempunyai massa yang sangat besar dibanding bintang-bintang beda yang ada dalam sistem tata surya kita. Karena massanya yang inilah, gaya gravitasi matahari dapat membuat planet-planet dan benda-banda langit lainnya

Beredar pada lintasan tertentu. Peredaran objek-objek langit itu, terjadi pada garis edar berbentuk elips dengan matahari sebagai pusatnya.

2. Planet-planet

Sifat planet bertolak belakang dengan bintang. Planet adalahbenda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi melulu merefleksikan cahaya matahari.

Berdasarkan keterangan dari International Astronomical Audit (IAU), planet ialah benda langit yang memiliki orbit mengelilingi matahari.

Planet-planet di atur surya pun mempunyai massa dan gravitasi yang lumayan sehingga dapat membentuk struktur bulat, dan mempunyai lintasan orbit yang bersih (tidak mempunyai benda langit lainnya di dalam orbitnya).

Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturunus, Uranus, dan Neptunus ialah nama-nama planet yang ada di atur surya. Nama-nama planet tersebut juga sudah diurutkan menurut jaraknya dari matahari mulai dari yang sangat dekat sampai yang sangat jauh.

Dulu Pluto sempat dimasukkan sebagai di antara anggota planet dalam sistem tata surya. Namun, kini pluto telah tidak dirasakan lagi sebagai suatu planet sebab lintasan orbitnya tidak bersih dari benda langit lainnya.

Dimana urusan ini berlawanan dengan pengertian planet yang di ucapkan oleh IAU. Sehingga disepakati bahwa Pluto bukanlah suatu planet lagi.

Dikarenakan garis edar planet yang berbentuk elips, jarak antara matahari dengan planet menjadi berubah-ubah. Posisi planet pada ketika tertentu berada pada jarak terdekat (perihelium) dan pada ketika yang beda berada pada jarak terjauh (aphelium).

3. Satelit di Tata Surya

Satelit yaitu anggota tata surya yang tidak jarang kali mengitari planet. Semua satelit bakal bergerak mengelilingi matahari bareng dengan planet yang diputarinya. Selain mengerjakan itu, satelit pun berputar pada porosnya dan memutari planet yang diiringinya.

Satelit di atur surya dapat dipecah menjadi 2 jenis menurut keberadaannya yakni satelit alami dan satelit buatan. Satelit alami adalahsatelit yang dibuat oleh Tuhan dan dapat bergerak dengan sendirinya tanpa pertolongan tangan manusia.

A. Satelit Alami

Seperti yang diterangkan sebelumnya, satelit alami adalahbenda langit yang bergerak mengelilingi suatu planet. Hampir seluruh planet di atur surya mempunyai satelit alami.

Hanya Venus dan Merkurius sajalah planet yang tidak memiliki satelit alami. Berikut susunan nama-nama satelit alami masing-masing planet di atur surya.

B. Satelit Buatan

Satelit produksi adalahsatelit yang diciptakan oleh insan dan seluruh gerakannya telah ditata oleh manusia. Sehingga dapat bergerak di atur surya cocok dengan destinasi pembuatannya.

Sebagian besar satelit produksi dibuat dengan tujuan riset dan untuk meneliti objek-objek langit yang terdapat di ruang angkasa.

Salah satu satelit yang ibuat manusia ialah satelit palapa yang adalah satelit komunikasi dalam negeri Indonesia. Berikut keterangan mengenai sejumlah jenis satelit produksi beserta fungsinya.

  • Satelit komunikasi yang bermanfaat sebagai stasiun pemancar ruang angkasa. Sebagai contoh ialah Echostar 3 yang beroperasi di Amerika dan satelit Palapa yang terdapat di Indonesia.
  • Satelit cuaca yang bermanfaat untuk memonitor cuaca pada permukaan bumi. Sebagai contoh ialah satelit TIROS yang dioperasikan oleh NOAA.
  • Satelit pencitraan Sumber Daya Alam yang bermanfaat untuk memetakan permukaan bumi. Sebagai contoh ialah LANDSAT dan Vanguard kepunyaan Amerika.
  • Satelit global positioning System (GPS) yang bermanfaat untuk menilai posisi garis bujur, garis lintang, dan elevasi suatu lokasi di permukaan bumi secara akurat.
  • Satelit riset yang dikenalkan dan berada pada orbit yang cocok dengan objek penelitiannya. Sebagai contoh ialah satelit SOHO yang dikenalkan untuk menganalisis matahari.

4. Asteroid di Tata Surya

Asteroid ialah benda astronomi yang berbentuk pecahan kecil dan beredar pada lintasan yang terletak salah satu orbit planet Mars dan Yupiter. Proses terbentuknya asteroid terjadi secara bersamaan dengan proses terbentuknya planet yang cocok dengan susunannya.

Pada tahun 1801 seorang ilmuwan italia mengerjakan penelitian asteroid di atur surya guna kesatu kalinya. Nama ilmuwan itu ialah Guiseppa Piazzi dan asteroid yang dianalisis diberi nama ceres.

5. Komet (Bintang Berekor)

Komet yakni benda langit yang berukuran kecil. Material penyusun komet terdiri dari sebanyak partikel-partikel bebatuan, kristal, es, dan gas.

Komet seringkali sering tampak seperti suatu benda langit yang bersinar dan berbentuk memanjang serupa ekor. Olah karena tersebut orang-orang tidak jarang menyebutnya sebagai bintang berekor.

Tubuh komet terdiri dari 3 bagian yakni bagian inti, koma, dan ekor. Inti komet tercipta atas kristal es dan gas yang membeku dengan diameter kira-kira sebesar 10 km.

Bagian koma komet mempunyai diameter yang panjangnya dapat menjangkau 100.000 km, ukurannya jauh lebih banyak dibanding intinya.

Bagian ekor adalahbagian terbesar yang dapat mencapai panjang 100 juta km dan tersusun atas gas hasil penguapan kristal es pada unsur intinya.

Ekor komet tidak jarang kali menghadap ke arah yang bertentangan dengan arah matahari. Dikarenakan partikel-partikelnya terdorong oleh radiasi matahari.

Komet yang mempunyai lintasan sangat pendek ialah komet Enche. Panjang lintasannya melulu 3,3 km, sampai-sampai komet ini tidak jarang berada di sekitar matahari.

Periode kemunculan komet sangatlah bervariasi. Komet yang sangat terkenal ialah komet Halley yang hadir setiap 76 tahun sekali. Terakhir kali kemunculannya ialah pada tahun 1986.

Komet yang mempunyai periode kemunculan sangat lama ialah komet Kohoutek. Komet ini kesatu kali hadir pada tahun 1974 dan ditemukan oleh seorang berpengalaman astronomo dari Ceko mempunyai nama Lubos Kohoutek.

Diperkirakan komet ini sebelumnya terlihat pada 150.000 tahun yang kemudian dan kemunculan berikutnya selama 75.000 tahun lagi.

6. Meteor atau Meteorid

Meteor merupakan benda langit yang bergerak cepat dan mempunyai lintasan yang tidak teratur. Jika kita pernah mendengar istilah bintang jatuh, tersebut adalahsebuah meteor yang dapat dilihat oleh manusia.

Peristiwa sebetulnya yang terjadi ketika seseorang menyaksikan bintang jatuh ialah meteor yang bergerak bebas di atur surya tertarik oleh gaya gravitasi Bumi.

Saat jatuh mengarah ke permukaan bumi meteor bergesekan dengan atmosfer bumi dan memancarkan cahaya. Karena gesekan tersebut, suhu meteor semakin naik dan terbakar hingga akhirnya menguap.

Saat meteor terbakar dan memancarkan cahaya, pada ketika itulah manusia dapat melihatnya secara langsung.

Pemandangan ini lantas lenyap ketika meteor tersebut menguap. Secara umum, meteor yang menginjak atmosfer bumi bakal terbakar dan menguap.

Namun, ada pun meteor yang sukses bertahan sampai-sampai masuk ke dalam atmosfer dan menjangkau permukaan bumi sebelum berakhir terbakar. Benda berikut dikenal dengan nama meteorid.

Baca juga: Pengertian Video

Matahari Sebagai Pusat Tata Surya

Matahari merupakan bintang di atur surya dengan massa yang paling berat (300.000 kali massa bumi) dan jaraknya sangat dekat dengan bumi. Matahari bukanlah bintang sangat besar bila dikomparasikan dengan 100 miliar lebih bintang lainnya yang terdapat di galaksi bimasakti.

Meskipun begitu matahari ialah bintang menjadi bintang terbesar dalam sistem tata surya kita. Diameter matahari besarnya ialah 1.400.000 km yakni sekitar 110 kali ukuran bumi. Sedangkan jarak antara matahari dengan bumi ialah 149.000.000 km atau sering disatukan menjadi 150 juta km.

Planet-planet di atur surya tidak jarang kali bergerak mengelilingi matahari disebabkan ada gaya gravitasi matahari. Besarnya gaya gravitasi matahari 28 kali lebih powerful dibanding gaya gravitasi bumi, sebab massa matahari jauh lebih banyak dibanding massa bumi.

Panas dan cahaya yang didapatkan oleh matahari paling berguna untuk kehidupan di bumi. Energi yang dipancarkan matahari bermanfaat untuk menjaga supaya suhu di permukaan bumi tetap hangat, menolong proses sirkulasi air dan udara di bumi, dan beda sebagaianya.

Seperti bintang lainnya, matahari tersusun atas sekian banyak jenis gas dengan suhu yang paling panas. Suhu permukaan matahari berkisar antara 5000 ºC-6000 ºC sementara suhu intinya dapat mencapai 15 juta ºC. Unsur gas yang membentuknya ialah hidrogen, helium, karbon, nitrogen, dan unsur-unsur lainnya.

Lapisan-lapisan Matahari

Matahari adalah benda lanngit yang benetuknya laksana bola api raksasa yang suhunya paling panas sekali. Jika disaksikan dari bumi, permukaan matahari tampak halus dan rata.

Padahal faktanya tidaklah demikian. Pada permukaanya terjadi lompatan-lompatan lidah api masing-masing waktu. Matahari tersusun atas sejumlah bagian yang mempunyai ciri-ciri yang berbeda-beda.

1. Atmosfer Matahari

Atmosfer matahari yaitu lapisan terluar yang mempunyai kerapatan gas sangat kecil. Di wilayah yang dekat dengan permukaan matahari, temperaturnya lebih kecil daripada lapisan terluar yang dapat mencapai suhu sampai jutaan derajat celcius. Kondisi ini terlihat mengherankan dan sampai ketika ini masih belum diketahui apa penyebabnya.

Atmosfer matahari tersusun dari dua lapisan, yakni lapisan kromosfer dan korona.

  • Kromosfer yaitu lapisan yang dekat dengan permukaan matahari dan memiliki kerapatan yang rendah. Kromosfer dapat dilihat ketika terjadi gerhana matahari, yakni cincin atau mantel merah yang menutupi bola matahari. Berdasarkan warna ini, semua ilmuwan memperkirakan suhunya menjangkau 4.500 ºC.
  • Korona yakni apisan terluar pada matahari, yang berarti mahkota. Sebagai lapisan terluar matahari, suhu korona diduga mencapai 1.000.000 ºC. Tebal laipsan korona ialah 2.000 km. Bagian ini dapat dilihat sebagai lapisan yang mengelilingi matahari dan bentuknya laksana mahkota. Dimana bakal lebih jelas terlihat ketika gerhana matahari.

2. Fotosfer Matahari

Fotosfer atau permukaan matahari tersusun atas gas dengan suhu dan kerapatan yang paling tinggi. Lapisan ini ialah lapisan yang tidak tembus pandang sebab partikel-partikel gas penyusunnya paling tebal dan padat.

Fotosfer bermanfaat sebagai selimut supaya matahari tidak terlalu tidak sedikit mengeluarkan energi. Suhu di Fotosfer berkisar antara 5.000-6.000 ºC.

3. Inti Matahari

Inti matahari ukurannya 1/64 kali dari volume total matahari. Bagian ini tersusun dari partikel-partikel gas yang paling padat dengan densitas selama 150 kali lebih padat daripada densitas air.

Akibatnya, suhu dan tekanannya menjadi paling tinggi sampai-sampai memungkinkan terjadinya reaksi fusi hidrogen.

Adapun suhunya dapat mencapai 15.000.000 ºC. Pada unsur ini, reaksi fusi terjadi pada suhu yang paling tinggi sampai-sampai disebut reaksi fusi termonuklir.

Reaksi fusi ialah pengabungan dua inti atom menjadi inti atom yang lain. Pada matahari reaksi fusi mengakibatkan inti atom hidrogen pulang menjadi inti atom helium.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari adalah gelombang elektromagnetik yang diradiasikan oleh matahari. Terdapat sekian banyak macam spektrum cahaya atau panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh matahari.

Tersusun atas spektrum sinar gamma, sinar-X, sinar ultraviolet, sinar tampak, sinar infrared, gelombang TV, dan gelombang radio.

Manfaat Energi Matahari

Energi matahari dialirkan dalam format cahaya. Cahaya matahari yang masuk ke dalam atmosfer bumi beberapa dipantulkan pulang ke ruang antariksa dan beberapa yang beda ditransmisikan. Jadi melulu sebagian energi saja yang hingga ke permukaan bumi.

Fungsi utama dari cahaya matahari ialah untuk menjaga supaya suhu di bumi tetap hangat. Sehingga dapat insan dan makhluk hidup lainnya dapat bermukim di dalamnya.

Besarnya energi panas matahri yang dipancarkan ke bumi tidak jarang kali sama dan tidak berubah-rubah. Karena andai panasnya berkurang tidak banyak saja, maka bumi bakal membeku demikianpun sebaliknya.

Berikut sejumlah manfaat matahari untuk kehidupan semua makhluk hidup di bumi.

  • Panas matahari manjadikan udara dan air dapat melakukan perpuataran aliran atau sirkulasi. Panas dari matahari akan mengakibatkan ari laut menguap dan pulang menjadi awan. Karean perbedaan suhu dampak panas matahari mengakibatkan angin bertiup dan mendorong awan ke daratan. Awan tersebut lantas menurunkan air hujan.
  • Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari berfungsi untuk membunuh kuman, khususnya kuman penyebab penyakit kulit. Sehingga menciptakan kulit fauna dan insan selalu sehat.
  • Melalui cahaya matahari bisa diketahui waktu-waktu laksana pagi, siang, sore, dan malam. Caranya ialah dengan memperjatikan bayang-bayang tongkat yang terpapar sinar matahari.
  • Sinar ultraviolet juga bermanfaat sebagai provitamin D yang berfungsi unutk menolong pertumbuhan tulang pada insan dan hewan.
  • Sinar ultraviolet pun membantu tanaman dalm proses fotosintesis. Proses fotosintesis merupakan teknik tumbuhan guna menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri.

Masih banyak lagi manfaat energi matahari untuk kehidupan manusia. Contoh di atas hanyalah unsur kecil dari banyaknya guna yang diserahkan matahari untuk keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup.

Planet-planet di Tata Surya

1. Planet Merkurius

Planet yang posisinya sangat dekat dengan matahari ialah Merkurius. Atmosfer planet Merkurius paling tipis sampai-sampai pada siang hari suhu di permukaannya dapat mencapai 430 ºC. Permukaan planet Merkurius tidaklah rata namun berlubang-lubang.

Ukuran planet Merkurius jauh lebih kecil dari pada ukuran bumi dan planet ini menjadi planet terkecil di atur surya. Planet ini dapat Anda lihat di awang pada ketika matahari akan keluar dan bakal terbenam. Planet merkurius adalahplanet yang tidak memiliki satelit.

2. Planet Venus

Planet yang berada pada urutan kedua menurut jaraknya dari matahari ialah Venus. Ukuran Venus nyaris serupa dengan ukuran planet bumi sampai-sampai sering dinamakan sebagai kembaran bumi.

Planet dengan atmosfer tertebal ini mempunyai tekanan atmosfer yang 100 kali lebih powerful daripada atmosfer bumi.

Planet Venus terlihat paling terang, sampai-sampai dapat disaksikan kira-kira sekitar 4 jam sebelum matahari terbit. Sehingga planet Venus pun dijuluki sebagai bintang fajar.

Venus seringkali juga dikenal sebagai bintang senja sebab terlihat bercahaya terang di Barat ketika matahari bakal terbenam. Namun, Venus bukanlah bintang sebab tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Atmosfer Venus terdiri dari gas karbondioksida (sekitar 96%), gas nitrogen (3,5%), uap air dan gas-gas lainnya. Atmosfer Venus dapat menahan sinar matahari sampai-sampai Venus terlihat sangat terang tampak dari Bumi. Di samping itu, atmosfer tebal Venus pun membuat suhu permukaannya menjadi paling panas, yakni 477 ºC.

Arah rotasi planet Venus sehaluan jarum jam, jadi matahari di Venus keluar dari arah barat dan terbenam di arah timur. Rotasi planet Venus ini berkebalikan dengan arah rotasi pada planet-planet beda yang berputar bertentangan arah jarum jam. Gravitasi planet Venus sama dengan gravitasi palnet bumi dan planet ini pun tidak memiliki satelit.

3. Planet Bumi

Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Bumi ialah satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh makhluk hidup. Bumi mempunyai atmosfer yang terdiri dari nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Atmosfer mengayomi kita dari sinar ultraviolet yang berbahaya untuk kehidupan

Atmosfer pun melindungi bumi dari radiasi yang berasal dari benda-benda langit yang berada dekat dengan bumi. Di samping itu, atmosfer pun menjaga suhu Bumi supaya tetap cocok dengan keperluan makhluk hidup.

Bila disaksikan dari langit, bumi tampak biru dengan lapisan atmosfer putih melingkar. Bumi mempunyai satelit, yakni bulan. Bulan mengelilingi bumi dan secara bersamaan pun memutari matahari bareng dengan bumi.

4. Planet Mars

Mars yaitu planet keempat dari matahari. Mars pun sering dinamakan sebagai planet merah sebab terlihat berwarna merah. Warna merah planet ini ada dampak banyaknya debu angin yang bertebangan di permukaannya. Di permukaan Mars terdapat kawah dan gunung yang paling tinggi dan besar.

Seluruh permukaan Mars ialah padang pasir yang ditutupi oleh debu dan batuan padat yang berwarna oranye kemerahan. Lapisan atmosfer planet Mars tersusun atas karbon dioksida dan gas nitrogen. Di planet ini tidak terdapat air dan planet ini mempunyai 2 satelit alami yang mempunyai nama Phobos dan Deimos.

5. Planet Yupiter

Yupiter yakni planet terbesar di dalam sistem tata surya. Yupiter mempunyai ukuran 11 kali lebih banyak daripada ukuran bumi sehinga tidak jarang disebut planet raksasa.

Planet Yupiter berputar pada porosnyadengan gerakan yang lebih cepat dikomparasikan dengan rotasi pada planet-planet lain. Kecepatan rotasi ini menciptakan Yupiter menjadi lebih lebar ukurannya pada unsur ekuator.

Sebagian besar atmosfer Yupiter terdiri dari gas hidrogen dan sisanya ialah gas helium. Lapisan atmosfer di planet ini paling tebal sehingga menciptakan Yupiter terlihat laksana bola gas raksasa. Planet Jupiter mempunyai 16 satelit antara lain ialah satelit Ganymede, Callisto, Europa, dan Io (4 satelit terbesar Yupiter).

6. Planet Saturnus

Saturnus ialah planet terbesar kedua di atur surya sesudah Yupiter. Ukuran Saturnus ialah 9 kali ukuran bumi. Saturnus mempunyai lapisan atmosfer yang paling tebal, terdiri dari gas hidrogen dan gas helium dan sebanyak kecil gas metana dan amonia.

Saturnus ialah planet yang sangat estetis karena memiliki tiga cincin di unsur atmosfernya. Cincin ini diduga tersusun dari partikel-pertikel debu halus, kerikil kecil, dan es yang paling besar.

Planet ini terlihat kekuningan. Saturnus mempunyai 31 satelit dan salah satunya ialah Titan. Titan ialah satu-satunya satelit di atur surya yang mempunyai lapisan atmosfer.

7. Planet Uranus

Planet Uranus ditemukan oleh seorang astronom Inggris mempunyai nama Sir William Herschel pada tahun 1781. Uranus diselimuti oleh awan tebal yang mengakibatkan permukaannya sulit untuk dicermati dari bumi.

Planet dengan cinicn tipis ini tampak berwarna hijau kebiruan. Atmosfer di planet ini terdiri dari hidrogen, helium, dan metana.

Planet yang berada pada posisi ke-7 ini berputar dari arah unsur timur ke barat laksana Venus. Namun, arah rotasi tidak sehaluan jarum jam, tetapi dari atas ke bawah. Uranus berputar dengan cepat pada porosnya. Akibatnya, wilayah ekuator Uranus ukurannya lebih banyak daripada unsur lainnya.

Kecepatan rotasi yang cepat pun menyebabkan angin bertiup di atmosfer Uranus. Uranus pun termasuk planet yang memiliki cincin.

Namun cincin Uranus tidak dapat disaksikan dari bumi, meskipun dengan pertolongan teleskop. Planet ini memiliki 27 satelit. Terdapat lima satelit besar yang mempunyai nama Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.

8. Planet Neptunus

Neptunus pertama kali ditemukan oleh seorang astronom Jerman mempunyai nama Blueish J. G. pada tahun 1846. Planet yang berada pada urutan ke-8 di atur surya ini pun mempunyai cincin yang tercipta dari debu.

Bahkan, Neptunus pun mempunyai bintik hitam laksana halnya matahari. Pada unsur bintik hitam tersebut dipercayai terjadi badai besar.

Sama laksana planet Yupiter, Saturnus, dan Uranus, planet ini berbentuk bola gas raksasa dengan lapisan atmosfer tebal. Atmosfernya terdiri atas gas hidrogen dan gas helium. Neptunus mempunyai 4 cincin dan 11 satelit alami. Triton adalah satelit terbesar yang dipunyai planet Neptunus.

Demikianlah penjelasan tentang Tata Surya dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.