Pengertian Tasawuf

Posted on

Pengertian Tasawuf – Di dalam agama Islam, ada tiga ilmu fundamental yang harus diketahui umatnya, yakni fikih, tauhid, dan tasawuf. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, menolong membentuk individu muslim yang sempurna. Ilmu fikih membicarakan tentang ibadah dan aturannya.

Ilmu tauhid membicarakan mengenai keesaan Allah, Tuhan semua alam. Sementara ilmu tasawuf sehubungan dengan akhlak, kepribadian, dan budi pekerti. Simak lebih lanjut informasi tentang ilmu yang terakhir yaitu tasawuf, mulai dari pengertian, sejarah, sampai cirinya.

Pengertian Tasawuf

Dikutip dari kitab “Ilmu Tasawuf” karya Amin (2012:4), secara bahasa, tasawuf berasal dari istilah Arab, shafa – tashawwafa – yatashawwafu, yang berarti jernih, bersih, atau suci. Sifat-sifat ini dilekatkan pada mereka sebagai hasil dari pelajaran spiritual yang amat dalam (tasawuf), dengan menjauhi sekian banyak nafsu keduniaan dan sifat-sifat kotor.

Bila meniliknya secara istilah, Syaikh Ibnu Ajibah menyatakan tasawuf sebagai ilmu yang dapat membawa seseorang guna dekat dengan Tuhannya melewati penyucian rohani dan melengkapinya dengan amal-amal shaleh. Lebih lanjut beliau menuliskan bahwa komponen tasawuf terdapat tiga, yang kesatu ilmu, kedua amal, dan yang terakhir ialah karunia Allah.

Tasawuf juga diterangkan Al-Junaidi sebagai pekerjaan yang bertujuan untuk mencuci hati, menjauhi hawa nafsu, mendekatkan diri untuk hal yang disukai Allah, mendekatkan diri dengan ilmu, menyebarkan nasihat, melaksanakan sunnah Rasul, dan mencengkeram janji dan firman Allah.

Berdasarkan keterangan dari Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat dari Jurusan Tafsi Hadis dan Akidah Filsafat IAIN Surakarta, dalam TASAWUF: Sejarah, Madzhab, dan Inti Ajarannya, ada sebanyak versi bertolak belakang dalam menafsirkan apa tersebut sufi atau tasawuf. Setidaknya terdapat ada enam pendapat dalam urusan itu, yakni:

  • Kata Suffah yang berarti emperan masjid Nabawi yang didiami oleh sebagian kawan Anshar. Hal ini sebab amaliah berpengalaman tasawuf nyaris sama dengan apa yang dilaksanakan oleh semua sahabat tersebut, yaitu mendekatkan diri untuk Allah Swt., dan hidup dalam kesederhanaan.
  • Kata Shaf yang berarti barisan. Istilah ini dirasakan oleh sebagian berpengalaman sebagai akar kata tasawuf karena berpengalaman tasawuf ialah seorang atau sekelompok orang yang mencuci hati, sampai-sampai mereka diinginkan berada pada deretan (shaf) kesatu di sisi Allah Swt.
  • Kata Shafa yang berarti bersih, karena berpengalaman tasawuf berjuang untuk mencuci jiwa mereka untuk mendekatkan diri untuk Allah Swt.
  • Kata Shufanah, nama suatu kayu yang bertahan tumbuh di padang pasir. Hal ini karena doktrin tasawuf dapat bertahan dalam kondisi yang sarat pergolakan saat itu, saat umat muslim terayun oleh materialisme dan kekuasaan, sebagaimana kayu shufanah yang tahan hidup ditengah-tengah padang pasir yang tandus.
  • Kata Teoshofi, bahasa Yunani yang berarti ilmu ketuhanan, sebab tasawuf tidak sedikit membahas mengenai ketuhanan.
  • Kata Shuf yang berarti bulu domba, sebab para berpengalaman tasawuf pada masa mula memakai pakaian simpel yang tercipta dari kulit atau bulu kambing (wol).

Meski punya pengertian beragam, tasawuf punya makna yang satu yakni upaya guna mendekatkan diri pada Tuhan dan menjauhi hal-hal yang mempunyai sifat duniawi. Masih dalam sumber yang sama, tasawuf dapat ditafsirkan sebagai cara untuk menjangkau kedekatan atau penyatuan antara hamba dan Tuhan dan pun untuk menjangkau kebenaran atau pengetahuan hakiki (mak‟rifat) dan atau inti rasa agama.

Baca juga: Pengertian Seni Lukis

Sejarah Ilmu Tasawuf

Ada sejumlah versi timbulnya ilmu tasawuf. Ada yang percaya bahwa tasawuf sudah ada sebelum Nabi Muhammad SAW menjadi rasul. Ada pula yang mempercayai tasawuf hadir setelah kerasulan Nabi.

1. Tasawuf Hadir Sebelum Nabi Muhammad SAW Menjadi Rasul

Sebagian pendapat menuliskan bahwa paham tasawuf adalah paham yang telah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah. Ini berasal dari orang-orang dari wilayah Irak dan Iran yang baru masuk Islam (sekitar abad ke-8 M). Meski telah masuk Islam, hidupnya tetap merawat kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesukaan keduniaan.

2. Tasawuf Berasal dari Zaman Nabi Muhammad SAW

Sebagian pendapat lagi menuliskan bahwa asal usul doktrin tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad SAW. Berasal dari kata “beranda” (suffa), dan pelakunya dinamakan dengan ahl al-suffa, laksana telah dilafalkan diatas. Mereka dirasakan sebagai penanam embrio paham tasawuf yang berasal dari pengetahuan Nabi Muhammad.

3. Tasawuf Hadir Setelah Zaman Nabi Muhammad SAW

Pendapat lain melafalkan tasawuf muncul saat pertikaian antar umat Islam pada zaman Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, terutama karena hal politik. Pertikaian antar umat Islam sebab karena hal politik dan perebutan dominasi ini terus dilangsungkan dimasa khalifah-khalifah setelah Utsman dan Ali. Munculah masyarakat yang bereaksi terhadap urusan ini. Mereka memandang bahwa politik dan dominasi adalahwilayah yang kotor dan busuk.

Mereka mengerjakan gerakan ‘uzlah, yaitu unik diri dari hingar-bingar masalah duniawi. Lalu munculah gerakan tasawuf yang di pelopori oleh Hasan Al-Bashiri pada abad kedua Hijriyah.

Baca juga: Pengertian Startup

Dasar Ilmu Tasawuf

Sama seperti doktrin dalam agama Islam lainnya, ilmu tasawuf pun dilarang membias dari Alquran. Berikut dasar-dasar ilmu tasawuf, yakni:

1. Surat Al-Baqarah Ayat 115

“Dan milik Allah-lah unsur timur dan barat, maka kemanapun anda menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

2. Surat Al-Baqarah Ayat 186

“Dan bilamana hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu mengenai Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku ialah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a bilamana ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka tersebut memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, supaya mereka tidak jarang kali berada dalam kebenaran.”

3. Surat Qof Ayat 16

“Dan bahwasannya Kami sudah menciptakan insan dan memahami apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

4. Surat Al-Kahfi Ayat 65

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba salah satu hamba-hamba Kami, yang sudah Kami berikan kepadanya rahmat dari segi Kami, dan yang sudah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari segi Kami.”

Aliran Ilmu Tasawuf yang Dibenarkan Islam

Ternyata tidak seluruh aliran tasawuf yang ada cocok dengan syariat Islam. Beberapa malah berisi amalan yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Setidaknya terdapat lima ciri aliran tasawuf yang dibetulkan oleh Islam, yaitu:

  • Tidak terdapat amalan yang berisi sikap menyekutukan Allah.
  • Tidak mempunyai ritual mengherankan yang tidak diperintahkan.
  • Tidak mempraktikkan hal-hal kanuragan, gaib, dan sejenisnya.
  • Tidak menyentuh benda atau hal-hal yang dilarang syariat.
  • Di dalamnya ajarannya terdapat muatan nilai moral dan spiritual.

Prinsip-prinsip Ilmu Tasawuf

Tasawuf menolong seseorang guna tetap sedang di jalan Allah SWT. Dengan tasawuf seseorang tidak berlebihan dalam hal keduniaan dan tetap konsentrasi pada iman dan takwa. Ada sejumlah prinsip yang dapat dilakukan dalam ber-tasawuf.

Menurut ahli sufi, Profesor Angha dalam The Hidden Angels of Life, prinsip tasawuf yang dapat dilakukan merupakan:

1. Zikir

Zikir ialah proses pemurnian hati, pembersihan dan pelepasan. Orang-orang yang mengerjakan zikir bertujuan mendekatkan diri pada Tuhan melewati doa dan melantunkan lafaz zikir.

2. Fikr (Meditasi)

Saat benak bingung atau bertanya-tanya, pusatkan perhatian ke dalam diri dengan berkonsesntrasi di satu titik. Meditasi yakni perjalanan pekerjaan mental dari dunia eksternal menuju hakikat diri.

3. Sahr (Bangkit)

Membangkitkan jiwa dan tubuh sebagai proses mengembangkan kesadaran maata dan telinga. Selain tersebut juga sebagai proses memperhatikan hati, dan proses meraih akses mengarah ke potensi diri yang tersembunyi.

4. Ju’i (Merasa Lapar)

Merasakan lapar hati dan benak untuk bertahan menggali dan mendapatkan sebuah kebenaran. Proses ini melibatkan hasrat dan kemauan yang mendalam guna tetap tabah dan sabar menggali jati diri.

5. Shumt (Menikmati Keheningan)

Berhenti beranggapan dan menuliskan hal yang tidak perlu. Kedua ini adalahproses mendinginkan lidah dan benak serta memindahkan dari godaan eksternal mengarah ke Tuhan.

6. Shawm (Puasa)

Tidak melulu tubuh yang berpuasa tetapi pikiran juga. Proses ini tergolong puasa fisik, berfungsi untuk mencungkil diri dari hasrat dan kemauan otak serta pandangan atau persepsi indera eskternal.

7. Khalwat (Bersunyi Sendiri)

Berdoa dalam kesunyian, baik secara eksternal maupun internal dan mencungkil diri. Bersunyi sendiri tetap dapat juga dekat dengan orang beda atau di tengah orang banyak.

8. Khidmat (Melayani)

Menyatu dengan kebenaran Tuhan. Seseorang mengejar jalan jiwa guna pelayanan dan perkembangan diri.

Baca juga: Pengertian Lingkungan Hidup

Macam-macam Ilmu Tasawuf

Adapun macam-macam ilmu tasawuf, di antaranya adalah:

1. Tasawuf Akhlaki (Sunni)

Tasawuf akhlak merupakan tasawuf yang berkonsentrasi pada teori-teori perilaku akhlak atau budi pekerti. Dengan cara tertentu yang sudah dirumuskan, tasawuf laksana ini berupaya guna menghindari akhlak mazmumah (perilaku buruk) dan mewujudkan akhlak mahmudah (perilaku baik).

Dalam pandangan semua sufi berasumsi bahwa guna merehabilitasi sikap mental yang tidak baik dibutuhkan terapi yang tidak melulu dari aspek lahiriyah. Oleh sebab itu, dalam tasawuf akhlaki memiliki sistem pembinaan akhlak di bentuk sebagai berikut:

  • Takhalli merupakan tahapan kesatu yang yang mesti dilaksanakan oleh seorang sufi. Takhalli ialah usaha mengosongkan diri dari perilaku tercela.
  • Tahalli yaitu upaya memenuhi dan menghiasi diri dengan jalan membudayakan diri dengan sikap, perilaku, dan akhlak terpuji. Tahapan tahalli dilaksanakan kaum sufi sesudah mengosongkan jiwa dari akhlak-akhlak tercela.
  • Tajalli, guna pemantapan dan pendalaman pelajaran yang telah dilewati fase tahalli, maka rangkaian edukasi akhlak selanjutnya ialah fase tajalli. Kata tajalli bermakna terbukanya hijab sampai-sampai tampak jelas nur ilahi. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT yang artinya, “Tatkala Tuhannya Menampakkan diri untuk gunung tersebut dijadikannya gunung tersebut hancur luluh dan Musa juga jatuh pingsan…” (QS. Al-A’raf: 143).

2. Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi yakni tasawuf yang didasarkan pada campuran teori-teori tasawuf dan filsafat atau yang bermakna mistik dan metafisis. Tasawuf ini dikembangkan oleh ahli-ahli sufi sekaligus filosof.

3. Tasawuf Syi’i

Tasawuf syi’i berpikir bahwa insan dapat meninggal dengan Tuhannya sebab kesamaan hakikat dengan Tuhannya. Karena terdapat kesamaan hakikat kedunya.

Berdasarkan keterangan dari Ibnu Khaldun yang dikutif oleh Taftazani menyaksikan kedekatan antara tasawuf falsafi dan tasawuf Syi’i mempunyai pandangan hulul atau ketuhanan iman-iman mereka. Kedua kelompok tersebut mempunyai dua kesamaan. Dari ketiga pembagian ilmu tasawuf itu, dua diantara tasawuf (falsafi dan syi]i) tidak dibetulkan dalam Islam sebab tidak sejalan dengan fitrah Islam.

Akan namun diluar tasawuf falsafi dan syi’i, terdapat salah satunya yang tumbuh dari asuhan iman, Islam, dan ihsan, yaitu tasawuf akhlaki. Tasawuf ini ingin berjalan menurut ilmu dan amal yang benar sampai-sampai dapat memperkaya perasaan insan dengan pengabdian seikhlas-ikhlasnya untuk Allah SWT, serta mendorong insan untuk rela mengorbankan hidup dan matinya demi menemukan keridhaan Allah SWT.

Demikianlah penjelasan tentang Tasawuf dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.