Pengertian Tanah

Posted on

Pengertian Tanah – Interaksi antara faktor-faktor pembentukan tanah bakal menghasilkan tanah dengan mempunyai sifat-sifat yang paling berbeda. Berdasarkan pada hal pembentuk dan sifat tanah berikut beberapa berpengalaman mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang berbeda.

Tanah begitu vital peranannya untuk semua kehidupan di bumi karena tanah menyokong kehidupan tanaman dengan adanya hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Bentuk tanah yang mempunyai rongga-rongga pun menjadi tempat yang baik guna akar guna bernafas serta tumbuhan.

Pengertian Tanah

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah paling vital peranannya untuk semua kehidupan di bumi sebab tanah menyokong kehidupan tanaman dengan meluangkan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.

Struktur tanah yang berongga-rongga pun menjadi lokasi yang baik untuk akar guna bernapas dan tumbuh. Tanah pun menjadi habitat hidup sekian banyak mikroorganisme. Bagi beberapa besar fauna darat, tanah menjadi lahan guna hidup dan bergerak.

Ilmu yang mempelajari sekian banyak aspek tentang tanah dikenal sebagai ilmu tanah. Dari segi klimatologi, tanah memegang peranan urgen sebagai penyimpan air dan mengurangi erosi, meskipun tanah sendiri pun dapat tererosi. Komposisi tanah berbeda-beda pada satu tempat dengan tempat yang lain, air dan udara adalah bagian dari tanah.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi tanah menurut beberapa para ahli:

1. Henry D. Foth

Tanah berarti unsur permukaan terpisah dari bumi dan bulan sebagaimana dipisahkan dari batuan yang padat.

2. Prof. Dr. Ir. H. Sarwono Hardjowigeno, M.Sc

Tanah ialah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horison-horison, terdiri dari gabungan bahan mineral, bahan organik, air dan udara dan adalah media guna tumbuhnya tanaman.

3. J.J. Berzelius

Tanah merupakan sebagai laboratorium kimia lokasi proses dekomposisi dan reaksi kimia yang dilangsungkan secara tersembunyi.“Swedia, 1803”.

4. Justus Von Liebig

Mengajukan teori ekuilibrium hara tumbuhan “theory balanchesheet of plan naturation” yang memandang tanah sebagai tabung reaksi dimana bisa diketahui jumlah dan jenis hara tanamannya.“Jerman, 1840”.

5. Friedrich Fallou

Tanah dirasakan sebagai hasil pelapukan oleh masa-masa yang menggerogoti batuan keras dan lambat laun menyelenggarakan dekomposisi. “1855”.

6. Dokuchaiev

Pengertian tanah mesti dihubungkan dengan iklim dan dapat dicerminkan sebagai zona-zona geografi yang luas, yang dalam skala peta dunia tidak melulu dihubungkan dengan iklim, tetapi pun dengan lingkungan tumbuhan. “Rusia, 1877”.

7. A.S. Thaer

Permukaan planet terdiri atas bahan remah dan lepas yang dinamakan tanah, yang adalahakumulasi dan campuran sekian banyak bahan, laksana unsur-unsur: Si, Al, Ca, Mg, Fe dan lain-lain. “1909”.

8. Humphry Davy

Tanah merupakan sebagai laboratorium alam yang meluangkan unsur hara untuk tanaman.“Inggris, 1913”.

9. C.F. Marbut

Tanah adalah lapisan sangat luar kulit bumi yang biasanya mempunyai sifat tak padu dan memiliki sifat tebal mulai dari selaput tipis hingga lebih dari 3 meter yang bertolak belakang dari bahan dibawahnya dalam hal: warna, sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologinya.“Rusia, 1914”.

10. Ramman

Tanah sebagai bahan batuan yang sudah dibongkar menjadi partikel-partikel kecil yang sudah berubah secara kimiawi bersama-sama dengan sisa-sisa tanaman dan fauna yang hidup di dalam dan diatasnya.“Jermana, 1917”.

Baca juga: Pengertian BUMN

Fungsi Tanah

Tanah berperan sebagai lokasi tumbuh tanaman. Tanah dapat menyediakan air dan sekian banyak unsur baik mikro maupun makro. Tanah pun mampu meluangkan oksigen (O2) untuk pertumbuhan tanaman.

Tanah menopang berdirinya tanaman. Akar mesti tumbuh dengan baik supaya dapat menyerap sekian banyak unsur yang terdapat di dalam tanah, serta supaya dapat menopang tumbuhan dengan baik.

Tanah berperan sebagai lokasi hidup organisme dan mikroorganisme, termasuk insan di dalamnya. Tanah pun sebagai lokasi hidup sekian banyak macam vegetasi yang hidup di atasnya.

Tanah bisa menjadi pengampu atau buffer system. Artinya, bilamana ada senyawa-senyawa yang sifatnya meracun atau zat pencemar di dalam tanah, maka tanah secara otomatis bakal menyaring atau menetralisir bahan atau senyawa tersebut. Berikut fungsi dari tanah:

  • Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran tanaman
  • Penyedia keperluan primer tumbuhan (air, udara, dan unsur-unsur hara)
  • Penyedia keperluan sekunder tumbuhan (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang bisa meningkatkan keikhlasan hara)
  • Sebagai habitat biota tanah, baik yang dominan positif sebab terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan keperluan primer dan sekunder tumbuhan tersebut, maupun yang dominan negatif sebab adalah hama dan penyakit tanaman
  • lokasi pembangunan sekian banyak infrastruktur, laksana bangunan rumah, kantor, supermarket, jalan, terminal, stasiun dan bandara
  • Sebagai lokasi berdiri tegak nya dan bertumpunya suatu tanaman
  • Fungsi yang selanjutnya yaitu guna penyediaan dan gudangnya air untuk suatu tanaman.

Jenis-jenis Tanah

Berikut ini adalah jenis-jenis dari tanah:

1. Tanah Aluvial

Tanah aluvial adalah jenis tanah yang terjadi sebab endapan lumpur seringkali yang terbawa sebab aliran sungai. Tanah ini seringkali ditemukan dibagian hilir sebab dibawa dari hulu. Tanah ini seringkali bewarna coklat sampai kelabu.

2. Tanah Andosol

Tanah andosol adalah salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk sebab adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini paling subur dan baik guna tanaman.

3. Tanah Entisol

Tanah entisol adalah saudara dari tanah andosol tetapi biasaya adalah pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi laksana debu, pasir, lahar, dan lapili.

4. Tanah Grumusol

Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah sebab dari batuan kapur jadi dapat diputuskan tanah ini tidak subur dan tidak sesuai untuk ditanami tanaman.

5. Tanah Humus

Tanah humus adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung tidak sedikit unsur hara dan mineral dan paling subur.

6. Tanah Inseptisol

Tanah Inseptisol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta gabungan yang agak keabu-abuan. Tanah ini pun dapat menopang pembentukan hutan yang asri.

7. Tanah Laterit

Tanah laterit mempunyai warna merah bata sebab berisi tidak sedikit zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya lumayan fimiliar di sekian banyak daerah, khususnya di wilayah desa dan perkampungan.

8. Tanah Latosol

Tanah Latosol merupakan Jenis tanah ini pun salah satu yang ada di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.

9. Tanah Litosol

Tanah litosol adalah tanah yang baru merasakan perkembangan dan adalah tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya evolusi iklim, topografi dan adanya vulkanisme.

10. Tanah Kapur

Tanah kapur adalah seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang berasal dari pelapukan.

11. Tanah Mergel

Tanah Mergel Hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini pun berasal dari kapur, namun dibaur dengan sekian banyak bahan lainnya yang membedakan ialah ia lebih serupa seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan merasakan pembentukan dengan pertolongan hujan tetapi tidak merata.

12. Tanah Organosol

Tanah Organosol adalah tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic laksana tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya ada di wilayah yang mempunyai iklim basah dan mempunyai curah hujan tinggi.

13. Tanah Oxisol

Tanah oxisol adalah tanah yang kaya bakal zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini pun sering anda temui di wilayah tropis di Indonesia dari wilayah desa sampai perkotaan.

14. Tanah Padas

Tanah padas sebetulnya tidak juga dapat dibilang sebagai tanah sebab sangat keras nyaris seperti dengan batuan.

15. Tanah Pasir

Tanah pasir Seperti dengan namanya tanah pasir adalah pelapukan dari batuan pasir. Tanah ini biasanya tidak sedikit di wilayah sekitar pantai atau wilayah kepulauan.

16. Tanah Podsol

Tanah podsol memiliki sekian banyak campuran tekstur mulai pasir sampai bebatuan kecil.

17. Tanah Podsolik Merah Kuning

Tanah Podsolik Tanah ini sangat gampang ditemukan di semua wilayah Indonesia sebab persebarannya yang nyaris rata.

18. Tanah Liat

Tanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari gabungan dari aluminium serta silikat yang mempunyai diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilaksanakan oleh asam karbonat dan beberapa diantaranya didapatkan dari kegiatan panas bumi.

Baca juga: Pengertian Debat

Karakteristik Tanah

1. Tanah Podzol

Ciri-cirinya adalah:

  • Mudah basah apabila terkena air
  • Tanah yang subur
  • Warnanya kuning dan kuning kelabu
  • Terdapat didaerah pegunungan tinggi beriklim basah dengan curah hujan tinggi.

2. Tanah Pasir

Ciri-cirinya yaitu:

  • Sedikit berisi bahan organik sehingga tidak cukup subur
  • Tidak berstruktur.

3. Tanah Padas

Ciri-cirinya ialah:

  • Padat
  • Kurang adanya mineral.

4. Tanah Humus

Ciri-cirinya adalah :

Humus seringkali berwarna gelap dan dijumpai khususnya pada lapisan tanah atas sampai-sampai tidak stabil terutama bilamana terjadi evolusi regim suhu, kelembapan dan aerasi.

Humus mempunyai sifat koloidal laksana liat namun amorfous, luas permukaan dan daya jerap jauh melebihi liat dengan kapasitas tukar kation 150-300 me/100 g, liat melulu 8-100 me/100 g.

Humus mempunyai keterampilan meningkatkan bagian hara tersedia laksana Ca, Mg, dan K, humus pun adalahsumber energi jasad mikro serta menyerahkan warna gelap pada tanah.

5. Tanah Mergel

Ciri-cirinya yaitu:

  • Terdapat didaerah pegunungan dan
  • Dataran rendah.

Permasalahan Tanah

1. Penurunan kesuburan tanah

  • Alih Guna Hutan Menjadi Tanaman Semusim

Alih untuk lahan dari hutan menjadi tumbuhan semusim menyebabkan perubahan sistem yang ada didalamnya. Sehingga tanah yang sebelumnya subur sebab sirklus hara yang tertutup, saat pemakaian lahan menjadi pertanian intensif bagian hara terserap terus menerus tanpa adanya masukan BO dari sekitarnya.

  • Pola Tanam Yang Salah

Pola tanam yang diterapkan petani salah dengan adanya satu jenis komoditas yag ditanam masing-masing musimnya tanpa adanya pergiliran tanaman, sampai-sampai unsur hara yang terdapat di tanah dipungut secara terus menerus cocok dengan kebutuhannya.

  • Penggunaan Pupuk Kimia Secara Terus Menerus

Penggunaan pupuk kimia yang diterapkan petani sekitar revolusi hijau menjadikan kehancuran tanah sebab residu yang diakibatkan bahan kimia. Tanah yang terpapar bahan kimia terus menerus akan merasakan degradasi kesuburan dan merasakan ketergantungan bakal bahan kimia.

  • Terjadinya Leaching Unsur Hara

Leaching atau pencucian akan menyebabkan kehilangan bagian hara sebab terbawa oleh air turun ketanah yang sangat bawah sampai-sampai slit dipungut akar bahkan tidak dapat dipungut akar tanaman.

  • Terjadinya Penguapan Unsur Hara

Penguapan bagian hara dapat mengakibatkan kesuburan tanah menurun disebabkan tanah tidak tertutup tanaman, sampai-sampai sinar matahari bisa langsung tentang tanah.

  • Bencana Alam

Bencana alam ini yang dapat mengakibatkan menurunnya kesuburan tanah ialah adanya tsunami, banjir dan longsor. Karena bisa mengikis tanah dan menghilangkan unsur yagn subur.

  • Bekas Pertambangan Yang Semakin Berkembang

Penurunan kesuburan tanah terjadi di wilayah pertambangan yang merusak ekosistem dan meninggalkan logam berat yang merusak tanah. Sehingga susah untuk ditanami.

  • Masukan Bo Yang Rendah

Akibat dari pertanian yang intensif dan pemakain tumbuhan semusim menyebabkan pemasukan bahan organik rendah laksana seresah.

  • Penggunaan Pestisida Kimia

Penggunaan pestisida kimia guna membunuh hama dan penyakit akan memprovokasi kesuburan tanah pun karena residu yang ditimbulkan. Saat pengaplikasian pestisida tentu mengenahi tanah.

  • Bahan Induk Sudah Resisten Terlapuk

Tanah yang sudah merasakan tingkat pelapukan lanjut akan ingin ketersediaan haranya rendah. Karena masukan dari bahan induk yang sudah resisten terlapuk.

  • Tanaman Penutup Tanah Sedikit

Penutup tanah yang tidak banyak atau tidak cukup sehingga tanah terbuka mengakibatkan leaching, penguapan dan erosi. Karena tersebut penutup tanah mengakibatkan penurunan kesuburan tanah. Selain tersebut penutup tanah dapat juga sebagai masukan BO.

  • Rendahnya Biodiversitas Dalam Tanah

Rendahnya biodiversitas dalam tanah mengakibatkan kesuburan menurun sebab organisme/ mikroorganisme merupakan hal dan indikator kesuburan tanah. Kehidupan organisme/ mikroorganisme yang menciptakan lubang untuk meningkatkan pori-pori tanah, mempercepat pelapukan BO dan menghasilkan kotoron yang dipakai tanaman untuk keperluan hara.

  • Sifat Irreversible Tanah

Sifat irreversible tanah andai telah merasakan kerusakan sebab salah pengolahan menyebabkan sifat tanah itu tidak bisa kembali laksana semula.

2. Erosi Tanah

Terjadinya erosi menyebabkan kesuburan tanah menurun karena bagian top soil yang subur tererosi. Semakin besar erosi yang terjadi kesuburan tanah pun akan menurun menyeluruh dan menyebabkan longsor yang justeru mengakibatkan kehilangan solum tanah.

3. Pencemaran Tanah

Limbah Pabrik Yang Mencemari Tanah. Pembuangan limbah-limbah pabrik bisa menurunkan kesuburan tanah sebab terjadi perusakan yang menyebabkan tanaman susah tumbuh.

Penanggulangannya:

  • Konservasi tanah secara fisik, kimiawi & biologis, misalnya dengan terasering, penanaman contour, penanaman dalam jalur (strip cropping).
  • Penggunaan pupuk organik & penanaman dengan rotasi.
  • Penghutanan kembali.
  • Pengurangan penggaraman & penggenangan (waterlogging).
  • Evaluasi tata untuk lahan.
  • Keputusan Pemerintah menurut penilaian lahan (potensi, kesesuaian, hal sosioekonomi) pengelolaan cocok dengan Tata Ruang Nasional RI
  • Informasi mengenai sumberdaya lahan yang dibutuhkan (misalnya guna pertanian: informasi iklim, tanah, hidrologi dsb)
  • Konservasi.

Baca juga: Pengertian Penelitian

Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah dampak masuknya benda asing (contohnya senyawa kimia produksi manusia) ke tanah serta mengolah suasana atau lingkungan pribumi tanah sampai-sampai terjadi penurunan kualitas tanah.

Pencemaran dapat terjadi diakibatkan adanya kebocoran limbah cair atau bahan kimia dari industri atau pemakaian pestiida; kemudahan kormesial; masuknya air permukaan tanah ternoda ke dalam lapisan sub-permukaan; zat kimia, atau limbah; air limbah dari lokasi penimbunan sampah dan limbah industri yang langsung dilemparkan ke tanah secara sembarangan.

Proses Pembentukan Tanah

1. Pelapukan Fisik (Mekanis)

Pelapukan fisik meliputi fragmentasi batuan (bedrock) menjadi butiran-butiran dan kesudahannya menjadi tanah. Contoh proses ini ialah disebabkan oleh pembekuan air diwaktu dini (malam hari atau ketika hujan) dan mencair nya air ketika panas siang hari. Pertumbuhan alar tanaman pun menyebabkan terjadinya fragmentasi batuan di bawah tanah.

2. Pelapuan Kimia

Pelapukan kimia mencakup penghancuran secara kimiawi bahan-bahan mineral dari batuan dampak fragmentasi batuan dampak reaksi air dan udara pada batuan. Larutnya batu kapau oleh air adalah salah satu misal pelapukan ini. Yang ,membentuk suatu stalaktit yang menggantung pada lubang gua, atau terbentuknya dolina (cekungan) dan sungai dabawah tanah.

3. Pelapukan Biologis

Pelapukan ini berupa penghancuran yang dilaksanakan binatang, laksana rayap, cacing dan tikus.

Komponen Penyusun Tanah

Komponen penyusun tanah ialah bahan yang dominan terhadap pembentukan tanah, sampai-sampai menjadi satu kesatuan unsur yang utuh dan menyusun bagian baru. Empat bahan utama penyusun tanah ialah bahan mineral, bahan organik, air dan udara.

1. Bahan Mineral

Bahan mineral berasal dari pelapukan batu-batuan rangkaian di dalam tanah berbeda-beda cocok dengan rangkaian mineral batuan yang di lapuk batuan : batuan beku/vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorfosa bahan mineral dapat dipisahkan

menjadi : – fraksi tanah halus (fine earth fraction) berukuran <2 mm (pasir, debu dan liat) – fragmen batuan (rock fragment) berukuran >2 mm (kerikil, kerakal dan batu) Pelapukan ialah proses alamiah dampak bekerjanya gaya-gaya alam, baik secara jasmani maupun kimiawi yang mengakibatkan terjadinya pemecahan-pemecahan, penghancur luluh lantakan, tranformasi bebatuan dan mineral-mineral penyusunnya menjadi material lepas (regolit) di permukaan bumi.

2. Bahan Organik

Bahan organik ialah kumpulan pelbagai senyawa-senyawa organik perumahan yang sedang atau telah merasakan proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk pun mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang tercebur dan sedang di dalamnya Sumber bahan organik tanah.

Sumber primer, yakni jaringan organik tumbuhan (flora) yang bisa berupa daun, ranting, cabang, batang, buah dan akar. Sumber sekunder, yakni jaringan organik hewan yang bisa berupa kotorannya dan mikrofauna. Sumber beda dari luar, yakni pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk bokasi (kompos) dan pupuk hayati.

3. Air

Air ada di dalam tanah sebab ditahan atau diserap oleh masa tanah, terbendung oleh lapisan kedap air, atau sebab keadaan saluran yang tidak cukup baik. Air bisa menyerap atau di tahan oleh tanah sebab adanya gaya-gaya adhesi, kohesi dan grafitasi.

4. Udara

Udara dan air memenuhi pori-pori tanah, banyaknya pori-pori didalam tanah tidak cukup lebih 50% dari volume tanah, jumlah air dan udara berubah-ubah tergantung situasi iklim.

Faktor dan Proses Pembentuk Tanah

Berikut adalah faktor pembentukan tanah.

1. Iklim

Iklim merupakan hal yang amat urgen dalam proses pembentukan tanah. Suhu dan curah hujan sangat dominan terhadap intensitas reaksi kimia dan fisika di dalam tanah. Setiap suhu naik 100 C maka kecepatan reaksi menjadi dua kali lipat.

2. Organisme

Pengaruh organisme dalam proses pembentukan tanah tidaklah kecil. Akumulasi bahan organik, siklus bagian hara, dan pembentukan stuktur tanah yang stabil sangat diprovokasi oleh pekerjaan organisme dalam tanah.

3. Bahan induk

Sifat-sifat dari bahan induk masih tetap terlihat, bahkan pada tanah humid yang telah merasakan pelapukan paling lanjut. Misalnya tanah-tanah bertekstur pasir ialah akibat dari kandungan pasir yang tinggi dari bahan induk.

4. Topografi

Topografi ialah perbedaan tinggi atau format wilayah suatu wilayah termasuk di dalamnya perbedaan kecuraman dan format lereng. Topografi memprovokasi proses pembentuk tanah dengan cara:

  • mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau disangga masa tanah,
  • mempengaruhi dalamnya air tanah,
  • mempengaruhi besarnya erosi, dan
  • mengarahkan gerakan air inilah bahan-bahan yang terlarut didalamnya.

5. Waktu

Banyaknya masa-masa yang dibutuhkan untuk pembentukan tanah berbeda-beda. Tanah yang berkembang dari batuan yang keras membutuhkan waktu yang lebih lama guna pembentukan tanah dibanding dengan yang berasal dari bahan induk yang empuk dari lepas.

Konsep Tanah

Berikut merupakan konsep dari tanah.

1. Tanah sebagai Pijakan Bumi

Tanah adalah landasan yang mendukung pekerjaan dan lokasi tinggal. Tanah adalah landasan guna melakukan kegiatan yang menyokong kehiduapan. Tanah mempengaruhi tempat jalan rintis dan lokasi berkemah.

2. Tanah sebagai Lokasi Bagi Pertumbuhan Tanaman

Tanah merupakan wilayah peralihan antara yang hidup dan yang mati lokasi tumbuh menggabungkan energi surya dan karbondioksida dari atmosfer dengan hara dan air dari tanah menjadi jaringan hidup. Kebudayaan insan sampai pada pandangan berburu tanah adalah lahan untuk perkembangan tanaman.

3. Tanah sebagai Mantel Batuan yang Lapuk

Ahli geologi menjadi tertarik pada tanah sebagai produk pelapukan. Tanah diklasifikasikan sebagai aluvial, residual, kapur, silikon, pasir, tanah liat, dan sebagainya.

4. Tanah sebagai Campuran Bahan

Tanah dirasakan sebagai satu salah satu 4 komponen dasar seluruh benda, di samping api, air, dan udara. Konsep tanah sebagai gabungan bahan bermanfaat dalam membicarakan tanah sebagai teknik, tanah sebagai sistem 3 fase, dan tanah sebagai produk produksi pabrik.

5. Konsep Tanah Teknik

Tanah sebagai bahan teknik ialah bahan yang tak terkonsolidasi (dikokohkan) yang tersusun dari partikel padat yang terpidah-pisah dengan cairan dan gas yang menempati ruangan-ruangan antarpertikel tersebut.

6. Tanah sebagai Sistem 3 Fase

Tanah bisa didefinisikan sebagai sistem 3 fase yang terdiri atas padatan, cairan, dan gas. Fase padat terdiri atas partikel mineral yang menyusun kerangka yang padatnya humus atau partikel organik terabsorpsi.

7. Tanah sebagai Tubuh yang Terorganisasi

Pengetahuan mengenai tanah menimbulkan kebutuhan akan konsep tanah yang bisa menampung kenyataan-kenyataan baru. Cara memandang tanah yang revolusioner dikembangkan Dokuchaev di Rusia selama 1870.

8. Tanah sebagai Sumber Daya Alam

Perubahan pemakaian dan intensitas pendayagunaan tanah adalah bagian dari perkembangan. Perubahan-perubahan ini akan menolong memperjelas desakan masa sekarang dan mendatang yang kiranya bakal meningkat sehubung dengan pemakaian tanah dalam masyarakat.

9. Tanah sebagai Peralihan Tempat anda Hidup

Pendayagunaan tanah ialah konsep tanah sebagai wilayah peralihan antara atmosfer dan litosfer. Di sampin sebagai sumber daya dasar untuk buatan makanan, tanah menampung dan memurnikan air serta membuang limbah.

Demikianlah artikel tentang Tanah ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.