Pengertian SPK

Posted on

Pengertian SPK – Pengembangan sistem informasi terus merasakan transformasi secara kontinu. Sistem informasi yang dikembangkan, bertujuan guna dapat menolong segala kegiatan manusia dan mempermudah dalam sekian banyak pekerjaan. Saat ini, terdapat di antara jenis sistem informasi yang disebut dengan Sistem Pendukung Keputusan atau disingkat dengan SPK.

Nah, pada artikel kali ini kami akan membicarakan sedikit tentang SPK dan komponen, serta ciri khas dari sistem informasi ini. Pada intinya, masing-masing sistem bertujuan untuk menyerahkan informasi atau keputusan yang tepat, cocok dengan sokongan data yang tervalidasi sebelumnya.

Pengertian SPK

Sistem pendukung keputusan merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer tergolong sistem manajemen pengetahuan berbasis pengetahuan yang dipakai untuk menyokong pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Bisa juga dirasakan sebagai sistem komputer yang mengubah data menjadi informasi untuk pemungutan keputusan masalah-spesifik semi-terstruktur. Berdasarkan keterangan dari Moore dan Chang, SPK dapat dicerminkan sebagai sistem yang dapat mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan dipakai pada masa-masa yang tidak biasa.

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat sejumlah pengertian sistem pendukung keputusan menurut keterangan dari para ahli, yaitu:

1. Alter, 2002

Sistem pendukung keputusan yaitu sistem informasi interaktif yang meluangkan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem itu dipakai untuk menolong pengambilan keputusan dalam kondisi yang semi terstruktur dan kondisi tidak terstruktur, di mana tak seorang juga tahu secara tentu bagaimana keputusan seharusnya dibuat.

2. Dadan Umar Daihani (2001:54)

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) kesatu kali diungkapkan pada mula tahun 1970-an oleh Michael S.Scott Morton yang menyatakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan ialah suatu sistem yang berbasis computer yang ditujukan untuk menolong pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu guna memecahkan sekian banyak persoalan yang tidak terstruktur.

3. Efraim Turban

Mengemukakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem yang dimaksudkan untuk menyokong para pengambil keputusan manajerial dalam kondisi keputusan semiterstruktur.

Baca juga: Pengertian Arsip

Tahapan Sistem Pendukung Keputusan

Berikut ini terdapat sejumlah tahapan sistem pendukung keputusan, yang terdiri atas:

1. Fase Inteligensi

Intelegensi dalam pemungutan keputusan mencakup scanning (Pemindaian) lingkungan, entah secara intermiten ataupun terus-menerus. Inteligensi merangkum berbagai kegiatan yang menekankan identifikasi kondisi atau peluang-peluang masalah.Tahapan dalam fase intelegensi antara beda identifikasi masalas (peluang), klasifikasi masalah, dan kepemilikan masalah.

2. Fase Desain

Fase desain mencakup penemuan atau mengembangkan dan meneliti tindakan yang barangkali untuk dilakukan. Hal ini mencakup pemahaman terhadap masalah dan menguji penyelesaian yang layak. Tahapan dalam fase intelegensi antara beda memilih suatu prinsip pilihan, mengembangkan (menghasilkan) alternatif-alternatif, dan mengukur hasil akhir.

3. Fase Pilihan

Pilihan adalah tindakan pemungutan keputusan yang kritis. Fase pilihan ialah fase di mana diciptakan suatu keputusan yang nyata dan dipungut suatu komitmen untuk mengekor suatu perbuatan tertentu. Batas antara fase opsi dan desain tidak jarang tidak jelas karena kegiatan tertentu dapat dilaksanakan selama kedua fase itu dank arena orang dapat tidak jarang kembali dari kegiatan pilihan ke kegiatan desain.

Sebagai contoh, seseorang bisa menghasilkan pilihan baru selagi mengevaluasi pilihan yang ada. Fase pilihan mencakup pencarian, evaluasi, dan rekomendasi terhadap suatu penyelesaian yang tepat guna model. Sebuha penyelesaian untuk suatu model ialah sekumpulan nilai spesifik guna variabel-variabel keputusan dalam suatu pilihan yang sudah dipilih.

4. Fase Implementasi

Pada hakikatnya implementasi suatu penyelesaian yang diusulkan untuk sebuah masalah ialah inisiasi terhadap urusan baru, atau pengenalan terhadap perubahan. Definisi implementasi tidak banyak rumit sebab implementasi adalahsebuah proses yang panjang dan melibatkan batasa-batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti menciptakan suatu penyelesaian yang direkomendasikan dapat bekerja, tidak membutuhkan implementasi sebuah sistem komputer.

Baca juga: Pengertian Puasa

Tujuan Sistem Pendukung Keputusan

Berikut ini terdapat sejumlah tujuan dari sistem pendukung keputusan, yang terdiri atas:

  • Membantu manajer dalam pemungutan keputusan atas masalah semi terstruktur.
  • Memberikan sokongan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan guna menggantikan faedah manajer.
  • Meningkatkan efektivitas keputusan yang dipungut manajer lebih daripada perbaikan efisiensinya.
  • Kecepatan komputasi. Komputer memungkinkan semua pengambil keputusan guna melakukan tidak sedikit komputasi secara cepat dengan ongkos yang rendah.
  • Peningkatan produktivitas. Membangun satu kumpulan pengambil keputusan, terutama semua pakar, dapat sangat mahal. Pendukung terkomputerisasi dapat mengurangi ukuran kumpulan dan memungkinkan semua anggotanya guna berada di sekian banyak lokasi yang berbeda-beda (menghemat ongkos perjalanan).
  • Dukungan kualitas. Komputer dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dibuat. Sebagai contoh, semakin tidak sedikit data yang diakses, semakin tidak sedikit data yang diakses, makin tidak sedikit juga pilihan yang dapat dievaluasi.
  • Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan. Tekanan persaingan mengakibatkan tugas pemungutan keputusan menjadi sulit.
  • Mengatasi keterbatasan kognitif dalam memproses dan penyimpanan.

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

Terdapat sejumlah contoh ciri khas yang diterapkan dalam sistem pendukung keputusan, inilah merupakan sejumlah contohnya.

  • Mendukung proses pemungutan keputusan yang efektif, serta menitikberatkan pada sistem manajemen berbasis persepsi. Contohnya merupakan sistem penyokong keputusan guna pengelolaan data administrasi finansial perbankan.
  • Tampilan antarmuka yang mengendalikan dan mengontrol proses pemungutan keputusan yang sebelumnya digarap oleh manusia.
  • Mempunyai kapasitas dialog cocok dengan kebutuhan, guna dapat mendapat informasi seakurat mungkin.
  • Membutuhkan struktur data yang mempunyai sifat komprehensif, sehingga dapat melayani keperluan informasi serinci mungkin.
  • Memiliki subsistem yang saling terintegrasi dengan baik, sampai-sampai menjadi unsur dari satu kesatuan item atau komponen.

Baca juga: Pengertian Asmaul Husna

Tahapan dalam Decision Support System

Tahapan yang mesti dilewati untuk dapat menjangkau hasil keputusan terbaik dalam dilaksanakan melalui teknik atau fase yaitu:

1. Intelligence Phase

Intelligence Phase adalah proses pencarian untuk memetakan tingkat problematika, serta dapat mengenali persoalan yang terjadi. Input data yang didapatkan nantinya diproses dan diuji cobakan dalam rangka menyokong proses identifikasi masalah.

2. Design Phase

Design Phase dibuka dengan proses pengembangan penelusuran solusi pilihan yang sangat barangkali untuk diambil. Namun, dibutuhkan proses verifikasi dan validasi guna dapat memahami tingkat keakuratan pada model yang diteliti.

3. Choice Phase

Choice Phase bermanfaat untuk memilih sekian banyak solusi pilihan yang bisa dipilih, serta ditimbulkan pada fase perencanaan dengan menyimak kriteria menurut destinasi utamanya (objective).

4. Implementation Phase

Implementation Phase atau penerapan, dilaksanakan dengan menyesuaikan rancangan sistem yang telah diciptakan pada sejumlah fase sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pendukung Keputusan

Adapun keunggulan dari sistem penunjang keputusan ini ialah sebagai berikut:

  • SPK menghemat masa-masa yang diperlukan untuk memecahkan sebuah permasalahan
  • SPK dapat menghasilkan penyelesaian dengan lebih cepat dengan hasil yang bisa dipercaya
  • SPK dapat menyajikan berbagai pilihan atau pilihan-pilihan penyelesaian yang bisa diambil
  • SPK dapat menyajikan bukti atau data tambahan sampai-sampai dapat menyokong posisi pengambil keputusan.

Sementara kekurangan dari sistem pendukung keputusan ialah sebagai berikut:

  • Hal-hal yang mempunyai sifat kemampuan manajemen dan bakat insan tidak bisa dimodelkan dalam suatu sistem
  • Kemampuan SPK terbatas melulu pada pembendaharaan informasi atau pengetahuan yang tersimpan
  • Kecepatan proses atau performance tergantung pada aplikasi dan hardware yang digunakan
  • Tidak memiliki keterampilan intuisi (berpikir) laksana pada manusia.

Tipe Sistem Pendukung Keputusan

Penting untuk disalin bahwa DSS tidak mempunyai suatu model tertentu yang diterima atau digunakan di semua dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sampai-sampai terdapat tidak sedikit cara guna mengklasifikasikan DSS.

  • DSS model pasif ialah model DSS yang melulu mengumpulkan data dan mengorganisirnya dengan efektif, seringkali tidak menyerahkan suatu keputusan yang khusus, dan melulu menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada prakteknya benar-benar memproses data dan secara gamblang menunjukkan pelbagai solusi menurut pada data tersebut.
  • DSS model aktif kebalikannya memproses data dan secara gamblang menunjukkan penyelesaian menurut pada data yang diperoleh, meski harus dikenang bahwa intervensi insan terhadap data tidak bisa dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor atau data sampah, tentu akan menghasilkan keluaran yang kotor pun (garbage in garbage out).
  • Suatu DSS mempunyai sifat kooperatif andai data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diserahkan kepada insan yang membantu system guna merevisi atau memperbaikinya.
  • Model Driven DSS ialah tipe DSS dimana semua pengambil keputusan memakai simulasi statistik atau model-model finansial untuk menghasilkan suatu penyelesaian atau strategi tanpa mesti intensif mengoleksi data.
  • Communication Driven DSS ialah suatu tipe DSS yang tidak sedikit digabungkan dengan cara atua software lain, guna menghasilkan serangkaian keputusan, penyelesaian atau strategi.
  • Data Driven DSS menekankan pada pendataan data yang lantas dimanipulasi supaya sesuai dengan keperluan pengambil keputusan, bisa berupa data internal atua eksternal dan memiliki pelbagai format. Sangat urgen bahwa data dikoleksi serta digolongkan secara sekuensial, misalnya data penjualan harian, perkiraan operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya, dsb.
  • Document Driven DSS menggunakan pelbagai dokumen dalam bermacam format seperti dokumen teks, excel, dan rekaman basis data, guna menghasilkan keputusan serta strategi dari manipulasi data.
  • Knowledge Driven DSS ialah tipe DSS yang memakai aturan-aturan tertentu yang ditabung dalam komputer, yang dipakai manusia guna menilai apakah keputusan mesti diambil. Misalnya, batasan berhenti pada perniagaan bursa ialah suatu model knowledge driven DSS.

Manfaat Sistem Pendukung Keputusan

SPK bisa memberikan sekian banyak manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK ialah :

  • SPK memperluas keterampilan pengambil keputusan dalam memproses data atau informasi untuk pemakainya.
  • SPK menolong pengambil keputusan guna memecahkan masalah, khususnya dalam sekian banyak isu yang paling kompleks dan tidak terstruktur.
  • SPK bisa menghasilkan penyelesaian yang lebih cepat dan hasil yang lebih bisa diandalkan.
  • Walaupun sebuah SPK barangkali tidak bisa memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan untuk para pengambil keputusan dalam mengetahui masalah, sebab mampu menghadirkan sekian banyak solusi alternatif.

Kesimpulan

Sistem pendukung keputusan merupakan salah satu sistem informasi berbasis komputer yang dipergunakan guna membantu insan dalam memungut sebuah keputusan yang baik dan tepat. Komponen utama dari SPK ini terdiri atas database, model base, serta user interface untuk mempermudah proses interaksi antara insan dengan komputer. Tahapan proses dalam memungut keputusan, dibuka dari proses identifikasi, perancangan desain, pemilihan solusi, sampai tahap implementasi program.

Demikianlah penjelasan tentang Sistem Pendukung Keputusan dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..