Pengertian Sistem Pakar

Posted on

RuangPengetahuan.Co.Id – Sistem pakar adalah sistem komputer yang dapat meniru atau mengimbangi keterampilan seorang ahli. Para ahli di sini adalah orang-orang yang memiliki keahlian khusus dalam memecahkan masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh orang biasa. Seperti dokter, mekanik, psikolog dan sebagainya.

Jelas dalam proses penyusunannya, ada banyak tenaga ahli atau pakar terlibat dalam proses persiapan untuk mengatur sistem pakar yang diinginkan. kemudian Sistem menyimpan data yang dimasukkan dan menggunakannya untuk menganalisis masalah dan menyelesaikannya di masa mendatang.

Modul Sistem Pakar

Sistem pakar terdiri dari beberapa modul untuk menjalankannya, berikut adalah rinciannya.

1. Modul Penerimaan Pengetahuan

Sistem pakar menggunakan modul ini ketika menerima input pengetahuan dari para pakar atau tenaga ahli. Pengumpulan pengetahuan didukung oleh insinyur pengetahuan yang bertanggung jawab untuk menerjemahkan bahasa ahli ke dalam sistem pakar nanti.

2. Modul Konsultasi

Sistem pakar beralih ke modul konsultasi ketika sistem menerima pertanyaan dari pengguna. Pertanyaan terkadang juga dapat diajukan dalam bentuk masalah yang memang merupakan keahlian sistem pakar.

3. Modul Penjelasan

Dalam modul ini, sistem pakar mengambil perannya sebagai responden atau pemecah untuk masalah yang ditangani.

Tujuan Sistem Pakar

Sistem pakar atau yang dapat disebut dengan Expert System adalah paket perangkat lunak atau program komputer, dengan bantuan saran dan bantuan dalam memecahkan masalah di bidang spesialis tertentu seperti ilmu alam, teknik, matematika, kedokteran, pendidikan, dll. diberikan kepada saya. Menurut Arhami (2005), sistem pakar adalah bagian dari kecerdasan buatan.

Sistem pakar Basiknya diimplementasikan untuk mendukung kegiatan pemecahan masalah. Beberapa kegiatan pemecahan masalah yang dimaksud dalam Lestari (2012) meliputi:

1. Interpretasi

Membuat kesimpulan atau deskripsi dari kesatuan data mentah. Buat keputusan berdasarkan pengamatan yang mencakup pengenalan ucapan, analisis gambar, interpretasi sinyal, dll.

2. Prediksi

Proyeksikan kemungkinan konsekuensi dari kondisi tertentu, misalnya perkiraan demografis, prediksi ekonomi, dll.

3. Diagnosis

Tentukan penyebab kegagalan fungsi dalam kondisi kompleks berdasarkan gejala yang muncul dengan diagnosa medis, elektronik, dan mekanis, dll.

4. Perancanaan (Design)

Menetapkan konfigurasi komponen sistem yang memenuhi sasaran kinerja spesifik yang memenuhi batasan tertentu. Seperti merancang skema dan bangunan.

5. Perencanaan

Merencanakan serangkaian kegiatan yang dapat mencapai banyak tujuan dalam kondisi awal tertentu. Seperti perencanaan keuangan, militer dan sebagainya.

6. Monitoring

Perbandingan pengamatan dengan kondisi yang diharapkan. Seperti sistem pengawasan bersumber komputer.

7. Debugging

Identifikasi dan interpretasikan opsi untuk menghilangkan kesalahan. Ini seperti meresepkan obat anti-gagal.

8. Instruksi

Kenali dan koreksi kekurangan di lapangan. Misalnya instruksi untuk diagnosis dan debugging.

9. Kontrol

Kelola kegiatan lingkungan yang kompleks. Misalnya kontrol atas interpretasi, prediksi, peningkatan dan pemantauan kegiatan sistem.

Struktur Sistem Pakar

Menurut Kusumadewi (2003: 113-115), sistem pakar terdiri dari dua bagian penting yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consulting environment).

Lingkungan pengembangan digunakan sebagai pengembangan sistem pakar dalam hal pengembangan komponen atau basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan sebagai saran untuk para ahli terbuka.

Komponen-komponen yang ada pada arsitektur/struktur sistem pakar antara lain:

1. Antarmuka Pengguna (User Interface)

Antarmuka adalah mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk melakukan komunikasi. Antarmuka menerima informasi dari pengguna dan mengubahnya ke bentuk yang dapat diterima oleh sistem. Antarmuka juga menerima dari sistem dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dimengerti pengguna.

2. Basis Pengetahuan

Basis pengetahuan berisi pengetahuan untuk memahami, merumuskan dan memecahkan masalah.

3. Akuisis Pengetahuan (Knowledge Acquisition)

Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer, dan konversi pengetahuan khusus untuk mengatasi masalah dari sumber pengetahuan dalam program komputer. Dalam proses ini, insinyur pengetahuan mencoba untuk menyerap pengetahuan dan kemudian mentransfernya ke basis pengetahuan. Pengetahuan ahli dilengkapi dengan buku, database laporan penelitian dan pengalaman pengguna.

4. Mesin/Motor Inferensi (Inference Engine)

Komponen ini berisi mekanisme pola pikir dan nalar yang digunakan oleh para ahli dalam mengatasi masalah. Mesin inferensi adalah program komputer yang menyajikan metode untuk membenarkan informasi di basis pengetahuan dan di area kerja dan untuk merumuskan kesimpulan.

5. Workplace/Blackboard

Workplace/Blackboard adalah area unit memori yang digunakan sebagai catatan peristiwa yang terjadi di dalamnya, termasuk keputusan sementara.

6. Fasilitas Penjelasan

Fasilitas Penjelasan adalah komponen tambahan yang meningkatkan tingkat kompetensi sistem pakar untuk melacak jawaban dan menjelaskan perilaku sistem pakar secara interaktif menggunakan pertanyaan.

7. Perbaikan Pengetahuan

Para ahli dapat menganalisis dan meningkatkan kinerja dan belajar darinya. Kemampuan ini penting untuk pembelajaran berbantuan komputer sehingga program dapat menganalisis keberhasilan dan kegagalan yang dialami dan juga menilai apakah pengetahuan yang ada masih cocok untuk digunakan di masa depan.

Contoh Sistem Pakar

1. Sistem Pakar dalam Industri

Ada beberapa contoh sistem pakar yang saat ini digunakan di industri. Sistem pakar ini mencakup sistem desain Pakar Desain Interaktif PRIDE atau Pinch Roll, yang digunakan untuk mengelola kertas di mesin fotokopi. Ada juga aplikasi untuk memeriksa kerataan foil aluminium yang kadar karatnya dalam minyak aluminium diukur secara otomatis. Dan masih banyak lagi

2. Sistem Pakar dalam Manajerial

Selain industri, sistem pakar juga telah memasuki dunia manajemen saat ini. Beberapa fungsi sistem pakar di bidang manajemen berfungsi sebagai alat analisis. Sistem pakar dapat secara otomatis menganalisis barang-barang tertentu di pasar. Selain itu, ada fungsi diagnostik yang memungkinkan sistem pakar untuk mengenali penurunan kinerja perusahaan dan pada saat yang sama memberikan solusi bagi perusahaan.

3. Sistem Pakar dalam Kedokteran

Deteksi penyakit saat ini menjadi lebih mudah, karena sistem pakar mendeteksi penyakit pada tahap awal dan mereka yang terkena dampak dapat diobati secara langsung. Penyakit yang dapat dengan mudah diidentifikasi biasanya semua penyakit yang berhubungan dengan mata, karena sistem pakar dapat berinteraksi langsung dengan mereka yang terpengaruh.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Sistem Pakar, Modul, Tujuan, Struktur &Contohnya ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: