Pengertian Sensor

Posted on

Pengertian Sensor – Kita sering mendengar teknologi yang modern dilengkapi dengan sensor. Mulai dari yang jarang anda lihat di industri, sampai yang kita pakai setiap hari seperti pada smartphone.

Pertanyaannya, apa itu sensor dan bagaimana cara kerja sensor pada umumnya? Kita bakal lihat mulai dari pengertian, jenis dan cara kerja, hingga software dan penerapan dari sensor di bawah ini.

Pengertian Sensor

Sensor merupakan sebuah perlengkapan yang bermanfaat untuk mendeteksi evolusi besaran fisika seperti gaya, tekanan, arus listrik, cahaya, suhu dan sebagainya. Sekarang ini, tidak sedikit sekali perlengkapan elektronik yang bisa bermanfaat secara otomatis dengan adanya sensor.

Sensor ini bakal mendeteksi evolusi dan menganalisanya, setelah tersebut akan dikonversikan pada output sampai-sampai dapat dimengerti oleh manusia.

Biasanya output tersebut diperlihatkan pada perlengkapan sensor atau dapat juga ditransmisikan secara elektronik melewati jaringan.

Dengan demikian, output itu akan diubah menjadi informasi yang berfungsi untuk pemakainya. Pada dasarnya, sensor digolongkan sebagai transduser input sebab dapat mengolah energi jasmani seperti gaya, cahaya dan lainnya menjadi sinyal listrik.

Pengertian Sensor Menurut Para Ahli

Pada dasarnya, sensor adalah perangkat yang dapat bermanfaat untuk mendeteksi besaran fisika dan merubahnya. Namun, berikut ialah definisi sensor menurut sejumlah para ahli:

1. D Sharon

Sensor merupakan sebuah perlengkapan yang dapat dipakai sebagai pendeteksi fenomena dan sinyal-sinyal pada evolusi sebuah energi.

Seperti halnya energi listrik, kimia, fisika, biologi dan sebagainya. Seperti halnya mata sebagai sensor penglihatan serta telinga guna pendengaran dan sebagainya.

2. William D. C

Sensor yaitu sebuah perangkat yang bisa bekerja oleh energi dalam suatu transmisi dan selanjutnya bakal disalurkan. Biasanya energi yang disalurkan berupa format lainnya yang masih adalah bagian transmisinya.

Baca juga: Pengertian Pendapatan

Jenis-jenis Sensor

Sebelumnya telah diterangkan bahwa sensor bisa mendeteksi evolusi dari besaran fisika. Besaran fisika yang dimaksud bisa berupa gerakan, cahaya, tekanan, suara, suhu dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut ialah pembahasan singkat tentang sensor menurut jenis-jenisnya:

1. Akselerometer (Accelerometer)

Akselerometer merupakan sensor yang bisa mendeteksi evolusi kecepatan, posisi, goncangan, getaran, orientasi serta kemiringan pada perangkatnya. Jenis akselerometer ini bisa berupa sensor analog maupun digital.

Berdasarkan pada sinyal output, akselerometer ini menghasilkan tegangan variable konstan dengan jumlah yang diterapkan pada sensor tersebut. Di samping itu, sensor ini dapat dipecah menurut kelompok variasi konfigurasi dan sensitivitasnya.

2. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)

Jenis ini yaitu sebuah sensor yang dapat dipakai untuk mengukur jumlah desakan yang terdapat pada suatu perangkat. Sensor ini bakal menghasilkan sinyal output berupa analog yang seimbang dengan jumlah desakan yang diberikan.

Contohnya ialah sensor piezoelektrik, dimana pada perlengkapan tersebut bisa mengukur evolusi tekanan ke muatan listrik.

Di samping itu, Piezoelektrik juga mempunyai sifat reversible sampai-sampai dapat dimanfaatkan untuk sekian banyak macam pengaplikasian.

3. Sensor Giroskop (Gyroscope sensor)

Jenis ini yakni sebuah sensor yang dapat dipakai untuk menikmati dan menilai orientasi dengan pertolongan dari gravitasi bumi. Sebenarnya tidak sedikit yang masih bingung mengenai perbedaan sensor giroskop dengan akselerometer.

Perbedaanya pada sensor giroskop dapat menikmati rotasi sementara akselerometer tidak. Pengaplikasian sensor ini dapat disaksikan pada suatu smartphone, dimana dapat mendeteksi gerakan kita cocok gravitasi.

4. Sensor Suara (Sound Sensor)

Jenis ini ialah sebuah sensor analog yang dapat dipakai untuk mengukur tingkat suara yang diterimanya. Cara kerjanya, sensor suara bakal menerjemahkan amplitude volume menjadi tegangan listrik guna selanjutnya ditingkatkan.

Proses pada sensor ini memerlukan sejumlah sirkuit didalamnya. Di samping itu, sensor ini pun harus memakai mikrokontroler bareng dengan mikrofon guna menghasilkan sinyal output berupa analog.

5. Sensor Cahaya (Light Sensor)

Jenis ini adalah sebuah sensor analog yang dapat dipakai untuk mendeteksi besaran cahaya yang tentang perangkat tersebut. Sensor ini bisa diklasifikasikan menjadi sejumlah jenis, seperti potret resistor, fotosel dan Cadmium Sulfide (CdS).

Light Dependent Resistor merupakan sensor berupa analog yang dapat mengobarkan atau mematikan perangkatnya dengan mendeteksi besaran cahaya. Nilai resistansi pada LDR bakal naik andai intensitas cahaya yang diterimanya menurun.

6. Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensor)

Jenis ini merupakan sebuah sensor yang dapat dipakai untuk mendeteksi jarak serta kecepatan sebuah benda. Sensor ini bisa bekerja menurut gelombang suara dengan frekuensi lebih banyak dari pada volume yang didapatkan manusia.

Dengan memakai gelombang suara, sensor ini bisa mengukur jauhnya jarak sebuah objek. Sensor ultrasonik biasa dipergunakan sebagai radar atau navigasi guna mengetahui eksistensi objek yang hendak dicarinya.

7. Sensor Suhu (Temperature Sensor)

Jenis ini yaitu sebuah sensor yang dapat dipakai untuk mendeteksi suhu atau temperatur disekitarnya. Cara kerjanya temperatur disekitar sensor itu akan masuk atau ter-input kedalam perlengkapan tersebut.

Setelah mendeteksi suhu yang masuk, perlengkapan tersebut bakal menghasilkan suatu output secara otomatis. Contohnya kita dapat lihat pada Air Conditioner, perangkat elektronik tersebut dapat menghasilkan suhu yang cocok dengan lingkungannya.

8. Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor)

Jenis ini yakni sebuah sensor yang dapat dipakai untuk mengolah input magnetik menjadi sinyal listrik. Selanjutnya, sinyal listrik tersebut diubah sehingga menghasilkan output cocok dengan teknik kerja perangkatnya.

Sensor ini sering digunakan untuk mendeteksi kedekatan (proximity), posisi (positioning), kecepatan (speed), arus listrik (current sensing) dan pergerakan arah (directional).

9. Sensor Kelembaban (Humidity Sensor)

Jenis ini ialah sebuah sensor yang dapat dipakai untuk mendeteksi tingkat kelembapan disekitarnya. Tingkat kelembapan itu akan tentang sensor yang berada pada perlengkapan elektronik dan diolahnya sampai-sampai menghasilkan output.

Pengukuran tingkat kelembapan ini sangat urgen untuk menganalisa lingkungan disuatu wilayah, penyimpanan produk yang sensitif dan sebagainya. Biasanya sensor ini tidak jarang terlihat pada mesin pengering kertas di bidang industri.

Baca juga: Pengertian Siswa

Klasifikasi Sensor Berdasarkan Jenisnya

Sensor yang ada pada perlengkapan elektronik, seringkali mempunyai jenis yang berbeda-beda. Umumnya, perlengkapan ini terdiri dari dua klasifikasi menurut jenisnya, pertama sensor analog dan digital, kedua sensor aktif dan pasif. Untuk lebih jelasnya, Berikut ialah pembahasan singkat tentang perbedaan jenis sensor tersebut:

1. Perbedaan Sensor Analog dan Sensor Digital

Klasifikasi ini terbagi menjadi dua jenis menurut format yang berbeda, yakni sensor analog dan digital. Berikut ini ialah penjelasan tentang sensor analog dan digital:

A. Sensor Analog

Jenis ini merupakan sensor yang menghasilkan sinyal output mempunyai sifat kontinu atau berkelanjutan. Sinyal output yang didapatkan jenis sensor ini seimbang dengan pengukurannya. Sensor analog dapat ditafsirkan sejalan cocok besarannya.

Misalkan evolusi suhu yang diukur pada air raksa. Maka tinggi air raksa dalam pipa kapiler pada thermometer tersebut juga bakal berubah mengekor suhu tersebut. Karakteristik yang didapat dari sensor ini ialah rentang nilai yang mempunyai sifat kontinu.

Ciri lainnya pada sensor ini merupakan tegangan atau arus analog bisa mempunyai nilai pada range tertentu. Range ini bisa dipresentasikan dengan mengukur besaran itu pada voltmeter maupun amperemeter.

B. Sensor Digital

Sensor digital yaitu sebuah perlengkapan yang menghasilkan sinyal output berupa disktrit. Sinyal diskrit mempunyai makna tidak berkelanjutan dan dapat direpresentasikan dalam satuan bit. Biasanya, sensor digital terdiri dari kabel dan pemancar.

Sensor digital dapat merubah inputnya menjadi suatu output tanpa adanya komponen eksternal. Output itu akan diperlihatkan dalam bentuk seperti bilangan biner yakni 1 dan 0 (ON atau OFF).

Untuk misal pada sensor digital dapat disaksikan pada pendeteksi cahaya, suhu, kecepatan dan sebagainya secara digital. Tampilan keluarannya seringkali akan di-display pada perlengkapan tersebut maupun komputer.

2. Beda Sensor Aktif dan Sensor Pasif

Klasifikasi ini terbagi menjadi dua jenis menurut sifat yang berbeda, yakni sensor aktif dan pasif. Berikut ini ialah penjelasan tentang sensor aktif dan pasif:

A. Sensor Aktif

Jenis ini yakni sensor yang memerlukan sumber daya eksternal (sinyal pemicu) supaya fungsinya bisa dijalankan. Sumber daya tersebut dipakai sensor aktif guna dapat menghasilkan output.

Kita dapat mengambil misal pada strain gauge, pada sensor terrsebut seringkali dipakai guna mendeteksi evolusi tekanan. Pada dasarnya, sensor ini tidak dapat menghasilkan listrik sendiri.

Namun, dengan adanya sumber daya eksternal sebagai sinyal pemicu maka hambatan listriknya dapat diukur dengan mendeteksi evolusi gaya desakan tersebut.

B. Sensor Pasif

Jenis ini merupakan sensor yang tidak memerlukan sumber daya eksternal atau sinyal pemicu. Sensor pasif bisa menghasilkan sinyal listrik sendiri ketika mendeteksi evolusi besarannya.

Contohnya pada termokopel atau potret diode. Sensor ini berarti dapat untuk langsung mengolah sifat fisiknya laksana hambatan, induktansi atau kapasitansi dan sebagainya.

Baca juga: Pengertian Big Data

Faktor Penting Pada Sensor

Seperti halnya perlengkapan elektronik atau komponen elektronik, sensor memiliki sekian banyak nilai dan atribut yang menilai kualitas dan implementasi dari sensor untuk dipakai dalam sekian banyak sistem. Kita bakal lihat atribut apa saja yang penting untuk disaksikan dari sebuah sensor.

1. Jenis

Sudah jelas bahwa jenis sensor bakal menilai penerapan dan pemakaiannya. Tapi perlu dikenang bahwa jenis ini mesti diacuhkan secara spesifik, sebab seperti disaksikan sebelumnya terdapat sensor yang mempunyai keserupaan faedah tapi bakal sangat bertolak belakang tergantung dengan penerapannya.

2. Aplikasi

Aplikasi dari sensor tersebut sendiri telah harus jelas sebelum digunakan. Jika dipakai dalam lingkungan yang berat maka sensor yang dipilih pun harus memiliki keawetan dan tidak mudah menyerahkan false reading.

3. Waktu Respon

Sensor mempunyai waktu respon yang beragam, urusan ini penting untuk diacuhkan karena bila diperlukan waktu respon yang cepat maka sensor yang dipakai juga mesti sesuai. Perbedaan masa-masa respon dapat memprovokasi sistem secara keseluruhan.

Contoh Penerapan Sensor

Sebelum membicarakan mengenai apa tersebut sensor ? Mari anda simak misal yang anda bicarakan di sini ialah Sistem Autopilot di pesawat terbang.

Hampir seluruh pesawat sipil dan militer mempunyai fitur sistem Kontrol Penerbangan Otomatis atau kadang-kadang dinamakan Autopilot.

Sistem Kontrol Pada Penerbangan Otomatis terdiri dari sejumlah sensor untuk sekian banyak tugas laksana kontrol kecepatan, tinggi, posisi, pintu, obstacle, bahan bakar, manuver, dan tidak sedikit lagi.

Komputer memungut data dari seluruh sensor ini dan memprosesnya dengan membandingkannya dengan nilai yang sudah dirancang sebelumnya.

Komputer lantas memberikan sinyal kontrol ke sekian banyak bagian laksana mesin, flap, kemudi dan lain-lain. Yang menolong dalam penerbangan yang lancar. Kombinasi Sensor, Komputer dan Mekanika memungkinkan guna menjalankan pesawat dalam Mode Autopilot.

Semua parameter yakni Sensor (yang menyerahkan input ke Komputer), Komputer (sebagai benak pada sistem) dan mekanika (sebagai output pada sistem laksana mesin dan motor) di perlukan ketiga komponen itu supaya terciptanya sistem otomasi pada sistem kontrol penerbangan.

Tetapi dalam pelajaran ini, anda akan berkonsentrasi pada unsur Sensor dari sebuah sistem dan menyaksikan konsep bertolak belakang yang berhubungan dengan Sensor (seperti jenis, karakteristik, klasifikasi, dan lain-lain).

Demikianlah penjelasan tentang Sensor dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.