Pengertian Sabar

Posted on

Pengertian Sabar – Sabar perlu dimengerti setiap orang. Sikap ini tentu saja harus diaplikasikan di kehidupan setiap hari. Sabar sebagai sikap yang penting dalam hadapi emosi, dan dapat ditumbuhkan seiring waktu berjalan.

Sabar ialah kunci dalam menuntaskan beragam permasalahan kehidupan. Makin tinggi tingkat kesabaran seorang, karena itu makin siap juga dia hadapi sesuatu permasalahan. Orang yang sabar ialah orang yang mempunyai nilai tinggi dalam kehidupan dan lingkungannya.

Pemahaman sabar dalam Islam tentu saja perlu dimengerti oleh tiap muslim. Contoh sikap sabar ini salah satunya ialah menanti dengan tenang, sampai tidak gampang geram. Sikap ini tentu saja memberi beragam jenis imbas positif buat kamu yang mengaplikasikannya.

Pemahaman Sabar dalam Islam

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemahaman sabar ada dua. Pertama, pemahaman sabar ialah tahan hadapi masalah (tidak segera geram, tidak segera patah semangat, tidak segera patah hati); tegar. Ke-2 , pemahaman sabar ialah tenang; tidak terburu-buru; tidak keburu gairah.

Simpelnya, pemahaman sabar ialah sikap meredam emosi dan kemauan. Sikap sabar ialah adalah kekuatan untuk tetap bertahan pada kondisi susah. Kesabaran kemungkinan mengikutsertakan kesabaran dalam hadapi penangguhan.

Pemahaman sabar dilukiskan sebagai toleran pada hasutan tanpa menyikapi dengan tidak hormat atau kesabaran saat ada di bawah penekanan, khususnya saat hadapi kesusahan periode panjang. Sikap sabar dipakai untuk mengarah pada karakter watak yang tegar.

Dalam psikologi dan pengetahuan saraf kognitif, kesabaran didalami sebagai permasalahan proses pengambilan keputusan. Bersimpangan dengan keyakinan terkenal, kesabaran bukan kebijakan yang dipunyai sebagian orang semenjak lahir. Sabar ialah sikap yang dapat dilatih dan dikontrol.

Dalam Islam, sabar asal dari bahasa Arab, yakni Ash-shabru yang bermakna tahan. Dari arti kata itu bisa dimengerti jika sabar ialah sikap bertahan lama, tahan membanting, dan tidak gampang remuk.

Dalam kata lain sabar bisa disimpulkan sebagai sikap yang tidak kurang kuat dan tidak gampang berserah dalam hadapi tiap ujian yang diberi Allah SWT.

Sabar adalah kelebihan hidup terbaik dalam Islam. Lewat sabar, muslim yakin jika seorang pribadi bisa tumbuh lebih dekat sama Tuhan dan dengan begitu capai kenyamanan sejati.

Dipertegas juga dalam Islam, jika Allah dan beberapa orang yang sabar, semakin khusus kembali pada bencana dan kesengsaraan.

Beberapa Macam Sabar

Antara kasus yang disarankan dalam Islam ialah sabar. Sabar secara bahasa maknanya ketahan, seperti pengucapan Jabir :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ : نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُقْتَلَ شَيْءٌ مِنَ الدَّوَابِّ صَبْرًا

Dari Jabir dia berbicara: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam larang membunuh binatang dengan ditahan.” (HR. Muslim).

Dalam hadits di atas ada kata صَبْرً sebagai akar kata dari sabar. Adapun secara istilah, sabar ialah mengendalikan diri dalam melaksanankan suatu hal dan menjauhi dari suatu hal.sebuah hal. Hingga pengertian sabar akan tercakup dalam 3 jenis kesabaran yang hendak kita ulas pada point di bawah ini.

1. Sabar dalam melakukan patuh ke Allah

Seperti yang Allah Ta’ala firmankan,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah keluargamu membangun shalat dan bersabarlah dalam memerintahnya.” (QS. Thaha: 132).

Dalam ayat di atas disebut perintah sabar dalam melakukan patuh, yakni seorang suami harus bersabar dalam memerintah istrinya untuk kerjakan shalat. Memang seperti tersebut pekerjaan seorang suami, dia harus dapat pimpin bahtera rumah tangganya dan memerintah keluarganya untuk lakukan kebaikan.

Alasan yang lain ialah,

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَه

“Dan bersabarlah kamu pada beberapa orang yang selalu berdoa ke Rabbnya di saat sore dan pagi hari dengan berharap muka-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 28).

Ayat di atas ialah perintah sabar pada beberapa orang baik, yang selalu berdoa dan menyeru di jalan Allah. Karena yang bernama persahabatan, pasti ditemui sesuatu hal yang tidak menggembirakan, maka dari itu Allah perintahkan bersabar bila menemui sesuatu hal yang tidak menggembirakan dari saudaranya.

2. Sabar dalam menjauhi dari kemaksiatan

Perihal ini pula yang terjadi pada Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Beliau dibawa berzina oleh istri seorang al-‘aziz di lokasi yang telah aman kembali tertutup rapat, hingga mustahil ada orang yang mengetahui.

Disamping itu, istri al-‘aziz mempunyai kekuasaan dan kemampuan pada Yusuf, tetapi Yusuf sanggup menghidari ajakan berzina dari wanita yang elok, walau sebenarnya ia sendiri ialah seorang pemuda yang belia, hingga benar-benar gampang untuk tertarik lakukan zina.

Namun, Yusuf lebih memilik bersabar dalam menjahi kemaksiatan hingga dia juga ikhlas dipenjara. Sebagiamana yang Allah katakan dalam firman Nya :

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

“Yusuf berbicara: ‘Wahai Rabbku, penjara lebih saya gemari dibanding penuhi ajakan mereka kepadaku. Apabila Kamu tidak hindari saya dari muslihat mereka, pasti saya akan condong untuk (penuhi kemauan mereka) dan pastilah saya terhitung beberapa orang yang bodoh’.” (QS. Yusuf: 33).

3. Sabar dalam menerima takdir Allah

Sabar tipe yang ke-3 ialah dalam terima takdir yang Allah beri. Allah Ta’ala berfirman :

فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

“Karena itu bersabarlah kamu untuk (melakukan) ketentuan Rabbmu.” (QS. Al-Insan: 24) :

Takdir ialah sebuah ketentuan Allah, dari takdir yang bagus sampai takdir yang jelek, seorang muslim wajib menerimanya. Ia tidak bisa protes dengan takdir yang sudah Allah tentukan buatnya. Karena tiap takdir yang Allah tentukan, tentu ada maknanya.

Tetapi seorang tidak bisa lakukan dosa dan maksiat dengan argumen takdir. Takdir yang sudah Allah tentukan, wajib seorang muslim untuk ridha padanya. Namun, perlakuan jelek yang sudah dilakukan seumpama dosa dan maksiat, kita dilarang ridha. Pantas diperbedakan di dalam 2 ini.

Saat seorang muslim terkena takdir yang jelek seumpama bencana sakit atau kematian, ingat-ingatlah jika beberapa Rasul mempunyai masalah yang lebih berat dibandingkan kita semua. Maka dari itu Allah perintahkan kita untuk mengikuti beberapa Rasul dalam soal bersabar.

Allah Ta’ala berfirman:

فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ

“Karena itu bersabarlah kamu (Muhammad) seperti kesabaran beberapa rasul yang mempunyai ketegasan hati, dan jangan sampai kamu minta supaya (adzab) disegera buat mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 35)

Demikian 3 jenis kesabaran yang disebut dalam Al-Quran. Semua mempunyai jenjang kelebihan yang lain bergantung masing-masing orang.

Ada yang paling utama bersabar dalam menjauhi dari maksiat, karena lebih susah untuknya dibandingan untuk lakukan patuh. Ada juga yang paling utama bersabar dalam takdir Allah, karena lebih susah untuknya dibanding untuk menjauhi dari maksiat.

Dalil Naqli Perintah Sabar

1. Firman Allah dalam Al Qur’an surah Luqman ayat 17

Maknanya: “Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) kerjakan yang bagus dan cegahlah (mereka) dari perlakuan yang mungkar dan Bersabarlah pada apakah yang menerpa kamu. Sebenarnya yang begitu terhitung beberapa hal yang diharuskan (oleh Allah).” (QS. Luqman [31]:17)

2. Firman Allah dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 200

Maknanya: “Hai beberapa orang yang memiliki iman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan teruslah siap-siap waspada (di tepian negerimu) dan bertakwalah ke Allah, agar kamu untung.” (QS. Ali Imran [3]:200)

3. Firman Allah dalam Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 155-156

Maknanya: “Dan benar-benar akan kami beri masalah padamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.

Dan berikan kabar bahagia ke beberapa orang yang sabar. (yakni) beberapa orang yang jika diterpa bencana, mereka ucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah [2]:155-156)

4. Firman Allah dalam Al Qur’an surah An-Nahl ayat 126-127

Maknanya: “Apabila kamu memberi balasan, Karena itu balaslah dengan balasan yang serupa dengan siksaan yang diterpakan padamu. namun bila kamu bersabar, Sebenarnya Tersebut yang lebih bagus untuk beberapa orang yang sabar.

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu tetapi dengan bantuan Allah dan jangan sampai kamu berduka hati pada (kekafiran) mereka dan jangan sampai kamu bersempit dada pada apakah yang mereka tipu dayakan.” (QS. An-Nahl [16]:126-127)

Kelebihan Sabar

Sama seperti yang sudah disentil awalnya untuk kaum muslim, sabar menjadi salah satunya karakter yang disarankan. Perintah untuk sabar dalam hadapi permasalahan atau bencana turun langsung dari Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, salah satunya langkah pahami makna sabar menurut Islam dapat disaksikan dari kelebihan-keutamaannya. Berikut sejumlah perintah dan kelebihan sabar dalam ayat Al Quran.

  1. “Wahai beberapa orang yang memiliki iman! Mintalah bantuan (ke Allah) dengan sabar dan sholat. Benar-benar, Allah dan beberapa orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah, ayat 153)
  2. “Diharuskan atas kamu berperang, walau sebenarnya itu tidak menggembirakan buatmu. Tapi bisa sehingga kamu tidak menyukai suatu hal, walau sebenarnya itu baik buatmu, dan bisa sehingga kamu menyenangi suatu hal, walau sebenarnya itu tidak bagus buatmu. Allah ketahui, sedang kamu tidak ketahui.” (Q.S. Al Baqarah, ayat 216)
  3. “Wahai anakku! Kerjakanlah sholat dan suruhlah (manusia) melakukan perbuatan yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah pada apakah yang menerpamu, sebenarnya yang begitu terhitung kasus yang perlu.” (QS. Luqman, ayat 17)
  4. “Karena itu bersabarlah kamu (Muhammad), benar-benar, janji Allah itu betul dan sesekali janganlah sampai beberapa orang yang tidak yakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu merisaukan kamu.” (Q.S. Ar-Rum, ayat 60)

Beberapa Tahap Bersabar dalam Islam

Walau sudah mengetahui makna sabar, masih tetap tidak dapat disangkal jika bersabar ialah hal yang susah dilaksanakan. Dalam agama Islam, rupanya ada banyak tahapan yang perlu ditempuh untuk pada akhirnya dapat sabar. Berikut sejumlah tahapan sabar dalam agama Islam.

1. Diniatkan Sabar Karena Allah SWT

Pada tahapan pertama orang bersabar harus diniatkan hanya karena Allah SWT. Dengan demikian, seorang semakin lebih memperoleh keringanan dalam bersabar. Berlainan sama orang yang bersabar cuma untuk memperoleh penglihatan baik dari pihak lain.

2. Diniatkan untuk Dekatkan Diri Ke Allah SWT

Dengan bersamar dan terima semua yang Allah SWT takdirkan rupanya bus memudahkan jalan kita kita untuk bersabar. Karena dengan terima takdir, kita semakin lebih tenang dalam hadapi permasalahan dan bencana yang terjadi.

3. Diniatkan untuk Mengambil Hikmah-Nya

Tiap permasalahan atau bencana tentu simpan banyak makna terselinap yang dapat diambil. Dengan usaha sabar dan berpikiran positif, permasalahan dan bencana yang dirasakan akan berasa lebih enteng. Apa lagi, bila kita yakini jika makna dari permasalahan dan bencana akan bermanfaat di periode mendatang.

Mengenali Sikap Sabar

Saat sebelum ketahui kelebihan sikap sabar dalam Islam, perlu dimengerti lebih dulu apakah yang diartikan sikap sabar. Sabar asal dari bahasa Arab, yakni Ash-shabru yang bermakna tahan. Dari arti kata itu bisa dimengerti jika sabar ialah sikap bertahan lama, tahan membanting, dan tidak gampang remuk.

Dalam kata lain sabar bisa disimpulkan sebagai sikap yang tidak kurang kuat, semangat, dan tidak gampang berserah dalam hadapi tiap ujian yang diberi Allah. Dengan demikian sikap sabar ini menjadi sumber kemampuan untuk seorang untuk maju terus, hadapi tiap masalah dengan semangat.

Dalam Alquran, diterangkan jika Allah akan menyukai beberapa orang yang sabar dan tidak gampang berserah dalam hadapi tiap permasalahan kehidupan.

Batas Sikap Sabar

Sesudah ketahui kelebihan sikap sabar dalam Islam, paling akhir penting untuk ketahui seperti apakah batas sikap sabar. Dalam masalah ini Imam Al-Ghazali menerangkan jika kesabaran memiliki beberapa jenis hukum. Tidak seluruhnya sikap sabar dipandang baik dan mulia.

Maknanya sikap sabar harus juga memerhatikan tempat dan saat yang pas supaya tidak terjerat pada sikap sabar yang diharamkan.

Ada kelompok sabar menurut hukumnya, yakni sabar wajib, sunah, makruh, dan haram. Sabar wajib ialah sabar dalam mengendalikan diri dari segalanya yang dilarang dalam syariat. Sabar sunah sebagai sabar dalam mengendalikan diri dari suatu hal yang makruh.

Dan sabar haram ialah sabar dalam mengendalikan diri dari suatu hal yang mencelakakan, seperti mengendalikan diri dan tidak lakukan hal apapun itu saat menyaksikan seorang disakiti atau terserang.

Dengan demikian, bisa dimengerti jika sabar mempunyai tempatnya sendiri. Banyak hal ini penting diingat supaya diri kita tidak terjerat pada keadaan sabar yang haram. Orang yang bisa mengaplikasikan sikap sabar sama sesuai tempatnya, karena itu bisa mendapat keselamatan dari Allah.

Wujud dan Beberapa Ciri Sikap Sabar

Seorang mustahil memiliki kesabaran terkecuali bila dia ditolong oleh sinar iman.

Kesabaran mempunyai lima ciri-ciri seperti berikut:

  1. Saat diagung-agungkan, selanjutnya dihina
  2. Saat berlaku jujur, dia didakwa sebagai pendusta
  3. Saat menyeru beberapa orang ke arah kebenaran, dia dicerca
  4. Saat dilukai, dia tidak lakukan kejahatan apa pun
  5. Saat dia menuntut haknya, mereka melawannya.

Ali bin Abu Thalib berbicara, “Jalinan sabar dengan iman ialah seperti jalinan kepala dengan tubuh. Bila kepala terpenggal, tubuh akan musnah.

Demikian artikel kali ini. Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk mempelajari Sabar lebih baik lagi. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Baca juga artikel lainnya :