Pengertian Qada dan Qadar

Posted on

Pengertian Qada dan Qadar – Bagi semua umat Islam, tentu memahami dan mengetahui bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan adalah takdir dari Allah SWT. Baik itu sebuah kehidupan atau kelahiran, rezeki yang didapatkan, sampai kematian yang datang pada seseorang. Bukan melulu itu, seluruh hal yang terjadi dalam hidup insan adalah campur tangan dari takdir yang digariskan oleh Allah.

Dengan begitu, semua umat muslim telah semestinya meyakini hal ini. Bahwa Allah ialah Dzat Yang Maha Kuasa, yang mempunyai segala kekuatan untuk membuat dan menyerahkan keputusan dalam sekian banyak urusan insan dan makhluk hidup lainnya. Bahkan percaya untuk hari akhir atau qada dan qadar adalah salah satu iman Islam yang mesti dipunyai setiap umat muslim.

Untuk menumbuhkan keyakinan ini, pasti perlu dicerna terlebih dahulu definisi qada dan qadar menurut keterangan dari Agama Islam. Kedua istilah ini memang mempunyai format kata dan pelafalan yang serupa. Bahkan qada dan qadar sering dicerna memiliki makna yang sama.

Pengertian Qada

Qada secara bahasa yang berarti hukum, ketetapan, dan kehendak Allah. Semua yang terjadi berasal dari Allah SWT, sang empunya kehidupan. Sebelum adanya proses kehidupan, Allah telah menyebutkan apa saja yang bakal terjadi. Baik tersebut tentang kebaikan, kejelekan dan pun tentang hidup atau mati.

Allah sudah menyuruh hambanya untuk percaya pada Qada. Dalam Al Qur’an Surah Al-Baqarah, Ayat 210, Allah berfirman:

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Arab-Latin: Hal yanẓurụna illā ay yatiyahumullāhu fī ẓulalim minal-gamāmi wal-malāikatu wa quḍiyal-amr, wa ilallāhi turja’ul-umụr

Artinya: Tidak terdapat yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bareng malaikat dalam naungan awan, sementara perkara (mereka) sudah diputuskan. Dan untuk Allah-lah segala perkara dikembalikan.

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa seluruh perkara-perkara, ketetapan yang terjadi sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

Baca juga: Pengertian AMDAL

Pengertian Qadar

Qadar secara bahasa ditafsirkan sebagai sebuah peraturan atau kepastian dari Allah. Sedangkan secara istilah, qadar berarti suatu penentuan yang tentu dan sudah diputuskan oleh Allah SWT. Baik yang telah terjadi, sedang terjadi, maupun yang bakal terjadi.

Hadist Mengenai Qada dan Qadar

Diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seseorang dibuat dari perut ibunya sekitar 40 hari dalam format nuthfah, 40 hari menjadi segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, lantas Allah mengutus malaikat guna meniupkan ruh didalamnya dan menyebutkan empat peraturan yaitu mengenai rezeki, ajal, amal, dan (jalan kehidupan) sengsara atau bahagia.”

Hubungan Qada dan Qadar pun tidak dapat dipisahkan. Qada adalahrencana dan Qadar ialah perwujudan atau fakta yang bakal terjadi laksana yang sudah diputuskan Allah SWT.

Dalam Al Qur’an surah Al-Hijr ayat 21

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Arab-Latin: Wa im min syaiin illā 'indanā khazāinuhụ wa mā nunazziluhū illā biqadarim ma’lụm

Terjemah Arti: “Dan tidak terdapat sesuatupun tetapi pada sisi Kamu-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya tetapi dengan ukuran tertentu”.

Baca juga: Pengertian Domain

Kewajiban Iman Kepada Qada dan Qadar

Setelah memahami pengertian qada dan qadar, kita butuh ditekankan bahwa Allah telah mengharuskan setiap umat insan untuk beriman untuk takdir-Nya. Dalam urusan ini, insan harus percaya dan sepenuhnya meyakini dominasi Allah dalam memutuskan takdir masing-masing hambanya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mengerjakan setiap perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Di samping itu, manusia pun perlu mengerjakan usaha dengan baik guna mendapatkan ridho kebajikan dari Allah. Meskipun Allah sudah menata takdir masing-masing makhluknya, tetapi bukan berarti insan diam tanpa mengerjakan usaha sekalipun.

Dalam urusan ini, Allah akan menyerahkan rezeki dan manfaat kebajikan lainnya andai manusia berjuang dengan sungguh-sungguh. Sekalipun gagal, telah sepantasnya insan bersyukur dengan ketetapan yang telah diserahkan Allah. Dengan begitu, kehidupan bakal dijalani dengan lebih gampang dan lapang dada.

Hikmah Orang yang Beriman Kepada Qada dan Qadar

Terdapat sejumlah poin dalil dan hikmah yang dapat seorang Muslim petik dari mengetahui qada dan qadar, inilah di antaranya:

1. Banyak Bersyukur dan Bersabar

Orang yang beriman untuk Qada dan Qadar, bilamana mendapat keberuntungan, maka ia bakal bersyukur, sebab keberuntungan tersebut adalahnikmat Allah yang mesti disyukuri.

Sebaliknya bilamana terkena musibah maka ia bakal sabar, karena urusan itu adalahujian. Firman Allah:

Artinya: “dan apa saja nikmat yang terdapat pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudaratan, maka melulu kepada-Nyalah anda meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl ayat 53)

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Sombong dan Putus Asa

Orang yang tidak beriman untuk Qada dan Qadar, bilamana memperoleh keberhasilan, ia memandang keberhasilan itu ialah semata-mata sebab hasil usahanya sendiri.

Ia juga merasa dirinya hebat. Apabila ia merasakan kegagalan, ia gampang berkeluh kesah dan berputus asa, sebab ia menyadari bahwa kegagalan tersebut sebenarnya ialah ketentuan Allah. Firman Allah SWT:

Artinya: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita mengenai Yusuf dan saudaranya dan tidak boleh kamu berputus harapan dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus harapan dari rahmat Allah, tetapi kaum yang kafir.” (QS.Yusuf ayat 87).

3. Optimistis dan Giat Bekerja

Manusia tidak memahami takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu mengharapkan bernasib baik dan beruntung.

Keberuntungan tersebut tidak datang begitu saja, namun harus diusahakan. Oleh karena itu, orang yang beriman untuk Qada dan Qadar senantiasa optimis dan giat bekerja guna meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu. Firman Allah :

Artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dikaruniakan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah anda melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) keduniaan dan melakukan baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah melakukan baik, kepadamu, dan janganlah kamu melakukan kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyenangi orang-orang yang melakukan kerusakan.” (QS Al- Qashas ayat 77)

4. Jiwanya Tenang

Orang yang beriman untuk Qada dan Qadar senantiasa merasakan ketenangan jiwa dalam hidupnya, karena ia tidak jarang kali merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya.

Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terpapar musibah atau gagal, ia bersabar dan berjuang lagi. Allah SWT berfirman :

Artinya : “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah untuk Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam sorga-Ku.” ( QS. Al-Fajr ayat 27-30).

Baca juga: Pengertian Sastra

Macam-macam Takdir

Berikut macam-macam dari takdir, diantaranya yaitu:

1. Takdir Muallaq

Takdir muallaq masih dapat berubah andai manusia mau berjuang mengubahnya. Misalnya seseorang yang miskin dapat menjadi kaya, hendak pintar, dan beda sebagainya. Semua tersebut harus melalui proses usaha yang keras untuk menjangkau semuanya.

Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Ar-Ra’d Ayat 11 berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

Arab-Latin: Innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bianfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sūan fa lā maradda lah, wa mā lahum min dụnihī miw wāl

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak bakal mengubah suasana sesuatu kaum sampai-sampai mereka mengubah suasana yang terdapat pada diri mereka sendiri. Dan bilamana Allah menghendaki kejelekan terhadap sesuatu kaum, maka tak terdapat yang bisa menolaknya; dan sekali-kali tak terdapat pelindung untuk mereka di samping Dia.

2. Takdir Mubram

Takdir Mubram ialah takdir yang tidak dapat diubah oleh insan meskipun ikhtiar dan tawakal untuk Allah. Contohnya laksana kematian dan jodoh, semua tersebut sudah diputuskan oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 34

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Arab-Latin: Wa likulli ummatin ajal, fa iżā jāa ajaluhum lā yastakhirụna sā’ataw wa lā yastaqdimụn

Artinya: “Dan tiap-tiap umat memiliki, maka bilamana telah datang waktunya mereka tidak bisa mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak bisa pula melanjutkannya.”

Demikianlah penjelasan tentang Qada dan Qadar dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpaa..