Pengertian Puasa

Posted on

Pengertian Puasa – Puasa menjadi kewajiban untuk umat Muslim di semua penjuru dunia. Ternyata, pekerjaan menahan lapar dan dahaga yang diharuskan selama satu bulan ini memiliki banyak manfaat loh!, laksana menyehatkan jantung, ginjal, hati dan sejumlah organ lainnya, juga melancarkan peredaran darah. Tak melulu itu, puasa pun mejauhkan diri dari segala pola makan dan gaya hidup yang tidak baik.

Sejatinya, puasa ialah tindakan sukarela untuk menyangga nafsu makan, minum, tindakan buruk, dan dari segala urusan yang dapat membuat puasa batal guna periode masa-masa tertentu. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan sebagai unsur dari ibadah keagamaan atau dalil kesehatan tertentu.

Pengertian Puasa

Puasa menurut keterangan dari syariat Islam merupakan suatu amalan ibadah yang dilaksanakan dengan menyangga diri dari segala sesuatu laksana makan, minum, tindakan buruk maupun dari yang mengurungkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari yang disertai dengan niat sebab Allah SWT, dengan kriteria dan rukun tertentu.

Puasa dalam Islam pun sering dinamakan shaum yang adalahsalah satu ibadah yang telah diberikan contoh oleh Rosululloh SAW.

Pengertian puasa Ramadhan selain mengawal hawa nafsu, pun wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Hal ini sudah diterangkan dalam firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diharuskan atas anda berpuasa sebagaimana diharuskan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa.

Jadi firman Allah SWT di atas menyatakan bahwa mengemban puasa Ramadhan ialah wajib hukumnya, di mana urusan tersebut ialah bentuk pertanggungjawaban manusia untuk penciptanya secara langsung serta pekerjaan yang mencantol hablum minallah.

Selain definisi puasa Ramadhan di atas, ada sejumlah hal urgen lainnya mencantol puasa Ramadhan laksana rukun puasa Ramadhan, kriteria puasa Ramadhan, dan beda sebagainya. Berikut ini Liputan6.com sudah mencakup hal-hal tentang pengertian puasa Ramadhan dan seluk-beluk lainnya dihimpun dari sekian banyak sumber.

Berikut bacaan niat puasa di bulan Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari guna menunaikan keharusan di bulan Ramadhan tahun ini, sebab Allah Ta’ala.”

Dasar keharusan menjalankan puasa

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diharuskan atas anda berpuasa sebagaimana diharuskan atas orang-orang sebelum kalian supaya kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Baca juga: Pengertian Matematika

Manfaat Puasa Untuk Kesehatan

Manfaat puasa sudah terbukti secara ilmiah. Namun, untuk puasa terhadap kesehatan dapat hilang, jika puasanya dilaksanakan sembarangan, lho. Berpuasa memiliki banyak manfaat terhadap mental dan pun fisik. Hal tersebut pasti saja sudah diperlihatkan oleh tidak sedikit studi dan riset. Lantas, apa saja sih manfaat berpuasa untuk kesehatan?

1. Memperbaiki Fungsi Otak

Sebuah studi telah memperlihatkan bahwa puasa dapat merangsang pertumbuhan sel saraf baru di otak. Itu sebabnya, puasa dapat membantu memperbaiki faedah otak, termasuk mengayomi otak dari risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Di samping itu, puasa sebulan sarat juga dapat membentuk rute jaringan baru di otak, sehingga menolong terbentuknya pribadi insan secara biologis, psikologis, dan fungsional.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sebuah studi mengadukan bahwa berpuasa sekitar tiga hari atau lebih dapat memicu proses regenerasi sistem kekebalan tubuh secara lengkap pada orang di segala usia. Studi beda dari Universitas South Carolina pun melaporkan bahwa berpuasa merangsang sel-sel induk guna memproduksi sel-sel darah putih baru, sehingga dominan pada bertambahnya daya tahan tubuh guna melawan infeksi penyakit.

3. Meningkatkan Rasa Bahagia

Secara psikis, puasa dapat menanggulangi stres dan depresi. Ini sebab puasa adalahajang guna mengendalikan diri, tergolong dari pikiran, perasaan, dan perilaku negatif. Oleh sebab itu, setelah sejumlah hari berpuasa, tubuh bakal memproduksi lebih tidak sedikit endorfin, yakni hormon yang berperan dalam meminimalisir rasa sakit dan merangsang perasaan senang, tenang, serta bahagia. Berdasarkan studi yang dilaksanakan di Moskow, Rusia, mengadukan bahwa situasi mental seseorang dapat membaik, tergolong pada pengidap skizofrenia dengan berpuasa.

4. Meningkatkan Hormon Pertumbuhan Manusia

Sementara, menurut laporan dan studi dari American College of Cardiology di New Orleans, Amerika Serikat mengadukan bahwa puasa dapat merangsang penambahan hormon pertumbuhan insan (HGH). Mengapa ini penting? Ini sebab HGH paling efektif dalam menata metabolisme, membina massa otot, menghanguskan lemak, menambah kekuatan otot, dan menurunkan berat badan tanpa kehilangan otot.

5. Mengatasi Resistensi Insulin

Terlalu tidak sedikit konsumsi karbohidrat dan gula dapat membuat tubuh resisten terhadap insulin. Akibatnya, anda lebih berisiko terpapar penyakit kronis, tergolong penyakit jantung dan diabetes tipe-2. Dengan berpuasa, anda melakukan salah satu teknik untuk menanggulangi resistensi insulin tersebut. Hal tersebut pasti saja diperlihatkan oleh studi yang dipublikasikan dalam World Journal of Diabetes. Studi tersebut mengadukan bahwa puasa efektif dalam mengawal kadar gula darah (glukosa) dan berat badan pada orang yang mengidap diabetes tipe-2.

6. Menyehatkan Jantung

Studi yang dilaksanakan di Utah, Amerika Serikat pada 2008, mengindikasikan bahwa orang yang berpuasa secara tertata mempunyai risiko penyakit jantung lebih rendah dikomparasikan mereka yang tidak menjalankan puasa. Ini karena, saat seseorang puasa secara teratur, maka tubuhnya bakal beradaptasi sampai-sampai lemak bakal menjadi sumber energi utama untuk tubuh. Dampaknya, kolesterol di dalam tubuh bakal berkurang, sehingga meminimalisir risiko terpapar penyakit jantung.

Baca juga: Pengertian Blog

Syarat Wajib Puasa

Berikut ini kriteria wajib untuk menjalankan puasa Ramadan yang baik dan benar:

  • Mempunyai kepercayaan Islam atau beragama Islam
  • Telah melewati masa baligh atau telah menjangkau umur dewasa
  • Mempunyai akal
  • Sehat fisik dan rohani
  • Bukan seorang musafir atau sedang mengerjakan perjalanan jauh
  • Suci dari haid dan nifas
  • Mampu atau kuat mengemban ibadah puasa Ramadan.

Rukun Puasa

1. Niat

Niat dan doa di bulan Ramadan adalah tahapan urgen dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Niat dilaksanakan sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Niat doa puasa Ramadan dibacakan sebelum fajar tiba. Beberapa hadis menyatakan bahwa niat dapat diucapkan malam harinya sebelum sahur atau sesudah salat tarawih.

2. Menahan diri

Menahan diri dari pekerjaan makan, minum, bersetubuh, maupun hal-hal beda yang mengurungkan puasa.

Hal yang Disunahkan saat Berpuasa

  • Sahur
  • Segera berbuka ketika waktu buka puasa
  • Membaca doa buka puasa
  • Berbuka dengan yang manis-manis
  • Memberi makan kepada orang yang berbuka
  • Memperbanyak ibadah, berderma, dan masih tidak sedikit lagi.

Hal yang Makruh ketika Berpuasa

  • Berbekam
  • Mengulum sesuatu di dalam mulut
  • Merasakan makanan dengan lidah, contohnya ketika memasak dan mencicipnya
  • Memakai wangi-wangian
  • Bersiwak atau menggosok gigi ketika terkena terik matahari
  • Berkumur di luar kumur wudu.

Hal yang Memperbolehkan Tidak Berpuasa

  • Dalam perjalanan jauh
  • Orang tua berusia lanjut
  • Dalam suasana sakit
  • Wanita menyusui dan hamil.

Hikmah Puasa

  • Melatih kesabaran
  • Membentuk akhlaqul karimah
  • Memengaruhi kondisi jasmani menjadi sehat
  • Menimbulkan rasa syukur
  • Meningkatkan ketakwaan dalam diri seseorang
  • Membersihkan diri dari dosa-dosa
  • Membiasakan diri hidup hemat.

Baca juga: Pengertian Asmaul Husna

Macam-macam Puasa Sunnah

1. Puasa Syawal

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal, pasca hari raya Idul Fitri. Puasa sunnah ini dilaksanakan di tanggal yang tidak ditentukan, boleh urut maupun acak, asal masih dalam bulan Syawal.

2. Puasa Dzulhijjah dan Puasa Arafah

Puasa bulan Dzulhijjah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan di sepuluh hari menjelang hari raya Idul Adha. Lebih lengkapnya, simak penjelasannya di atas.

3. Puasa Muharram

Puasa Muharram yaitu puasa sunnah yang dilaksanakan di bulan Muharram, atau tahun barunya umat Islam. Puasa Muharram seringkali dilakukan di tanggal 10 yang dikenal dengan puasa sunnah Asyura.

4. Puasa Sya’ban

Berikutnya, puasa Sya’ban yakni puasa sunnah yang dilaksanakan di Bulan Sya’ban.

5. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Sunnah Ayyamul Bidh merupakan puasa tiga hari pada masing-masing bulan Qamariyyah yaitu tanggal 13, 14, 15 Hijriyyah. Puasa sunnah ini dikenal sebagai puasa hari putih.

6. Puasa Nabi Dawud

Puasa sunnah Nabi Dawud ialah puasa yang dilaksanakan selang-seling, yaitu sehari puasa dan sehari berikutnya tidak. Begitupun seterusnya.

7. Puasa Senin Kamis

Puasa sunnah senin dan kamis adalah puasa sunnah yang lumayan populer dilaksanakan umat Muslim. Sederhana, ini ialah puasa sunnah yang dilaksanakan di hari Senin dan Kamis.

Demikianlah penjelasan tentang Puasa dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..