Pengertian Prestasi Belajar

Posted on

Pengertian Prestasi Belajar – Prestasi biasanya menjadi urusan yang fokus diburu oleh siswa dan mahasiswa. Pencapaian hasil belajar yang maksimal juga dapat disebut dengan prestasi. Banyak siswa yang mengusahakan banyak hal mulai dari mengerjakan pembelajaran tambahan seperti les, belajar tambahan keras hingga mendaftar software belajar online demi menambah prestasi belajar.

Karena mendapat prestasi belajar pasti ada prestise dan kehormatan hati tersendiri. Selain itu anak-anak yang sukses meraih prestasi belajar mendapat kesempatan lebih untuk melanjutkan studinya. Untuk lebih jelasnya mari simak artikelnya dibawah ini.

Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, yaitu prestasi dan belajar. Untuk mengetahui lebih jauh tentang definisi prestasi belajar, peneliti mengulas makna dari kedua kata tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Kamus Umum Bahasa Indonesia, definisi prestasi yaitu hasil yang sudah dicapai(dari yang sudah diakukan, dikerjakan, dan sebagainya) (1991: 787). Sedangkan menurut keterangan dari Saiful Bahri Djamarah (1994: 20-21) dalam bukunya Prestasi Belajar dan

Kompetensi Guru, bahwa prestasi yakni apa yang sudah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang mengasyikkan hati yang didapatkan dengan jalan keuletan kerja. Dalam kitab yang sama Nasrun harahap, berasumsi bahwa prestasi ialah penilaian edukasi tentang pertumbuhan dan peradaban siswa berkaitan dengan penguasaan bahan latihan yang disajikan untuk siswa.

Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi ialah hasil dari suatu pekerjaan seseorang atau kumpulan yang sudah dikerjakan, dibuat dan mengasyikkan hati yang didapatkan dengan jalan bekerja.

Selanjutnya untuk mengetahui pengertian mengenai belajar inilah dikemukakan sejumlah pengertian belajar diantaranya menurut keterangan dari Slameto (2003: 2) dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bahwa belajar merupakan suatu usaha yang dilaksanakan seseorang untuk mendapat suatu evolusi tingkah laku yang baru

secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Muhibbin Syah (2000: 136) bahwa belajar ialah tahapan evolusi seluruh tingkah laku pribadi yang relative menetap sebagai hasil empiris dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Begitu pun menurut

James Whitaker yang dilansir oleh Wasty Soemanto (1990: 98-99), belajar ialah proses dimana tingkah laku dimunculkan atau diubhah melalui pelajaran dan pengalaman.

Berdasarkan sejumlah pendapat di atas bahwa belajar merupakan pekerjaan yang dilaksanakan secara sadar dan teratur pada seseorang sampai-sampai akan merasakan perubahan secara pribadi baik pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku yang didapatkan dari proses pelajaran dan pengalaman pribadi itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Berdasarkan keterangan dari Winkel menuliskan bahwa “prestasi belajar ialah suatu bukti keberhasilan belajar atau keterampilan seorang murid dalam melakukan pekerjaan belajarnya cocok dengan mutu yang dicapainya”. Berdasarkan keterangan dari Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1990: 130) prestasi belajar adalahhasil interaksi antara sekian banyak faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar (faktor eksternal) individu.

Berdasarkan sejumlah batasan diatas, prestasi belajar dapat ditafsirkan sebagai kemampuan nyata yang bisa diukur yang berupa pengetahuan, sikap dan kemampuan sebagai interaksi aktif antara subyek belajar dengan obyek belajar sekitar berlangsungnya proses belajar melatih untuk menjangkau hasil belajar.

Baca juga: Pengertian Kalimat

Faktor yang Mempengaruhi Pencapaian Prestasi Belajar

Dalam proses menjangkau prestasi belajar tentu tidak sedikit faktor yang mempengaruhinya. Faktor ini dapat mempengaruhi secara baik dan secara buruk. Adapun sejumlah faktor yang memengaruhi pencapaian prestasi belajar yaitu sebagai berikut.

1. Faktor Internal

Faktor internal merupakan hal-hal yang berasal dari dalam diri murid yang memprovokasi proses dan prestasi belajarnya. Faktor internal ini biasanya bersangkutan dengan keinginan dan kemampuan. Berikut jenisnya:

  • Intelegensi

Faktor intelegensi ini ditafsirkan sebagai keterampilan untuk menjangkau prestasi.

  • Minat

Minat adalah kecendrungan dalam diri seseorang guna merasa tertarik atau menyenangi suatu hal.

  • Keadaan Jasmani dan Psikis

Keadaan jasmani dan psikis memprovokasi proses belajar. Misalnya andai A sakit keras maka konsentrasinya belajar dan meraih prestasi bakal terganggu.

2. Faktor Eksternal

Berbeda dengan internal, hal eksternal merupakan hal dari luar diri murid yang mempengaruhi prestasi belajarnya. Berikut contohnya:

  • Fasilitas

Anak yang bersekolah di kota mempunyai akses lebih gampang dalam menambah prestasi belajarnya. Ini karena kemudahan yang menyeluruh dan memadai. Berbeda dengan anak desa yang kemudahan belajarnya serba terbatas.

  • Guru

Guru pun mempengaruhi prestasi belajar siswa. Guru ialah orang dengan keterampilan khusus yang betugas membimbing, melatih, mengolah, meneliti, mengembangkan dan menyelenggarakan pekerjaan belajar-mengajar. Jadi guru mesti mumpuni dalam melatih murid.

  • Keluarga

Dukungan family sangat memprovokasi prestasi belajar siswa. Sebab mayoritas waktu siswa dikuras di rumah. Sehingga peran orangtua sangat dibutuhkan dalam menambah prestasi belajar siswa.

Baca juga: Pengertian Pendidikan Karakter

Klasifikasi Prestasi Belajar

Berdasarkan keterangan dari Bloom dalam Dimyati dan Mudjiono (2006 : 26-27) prestasi belajar terbagi dalam tiga ranah, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik.

1. Kognitif

Pengetahuan, yaitu kemampuan memori tentang apa yang dipelajari baik dari buku, guru, dan sumber lain. Hal ini dideteksi melewati keberhasilan membalas tes dalam aspek pemahaman. Pengetahuan itu berkaitan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.

  • Pemahaman. Berbeda dengan pengetahuan, pemahaman ini lebih mendalam yakni keterampilan menangkap makna dan makna mengenai hal yang sudah dipelajari
  • Analisis. Tingkat selanjutnya ialah analisis yakni keterampilan merinci sebuah kesatuan ke dalam bagian-bagian sampai-sampai struktur borongan dapat dicerna dengan baik, misalnya meminimalisir masalah menjadi unsur yang lebih kecil.
  • Sintesis, mencakup keterampilan membentuk sebuah pola baru. Contohnya keterampilan menyusun sebuah program kerja
  • Evaluasi, keterampilan membentuk pendapat tentang sejumlah hal menurut kriteria tertentu, misalnya keterampilan menilai hasil karangan.

2. Afektif

  • Penerimaan, adalah kepekaan mengenai hal tertentu dan keikhlasan memperhatikan urusan tersebut. Contohnya menerima kekeliruan dan mengakuinya.
  • Partisipasi, merupakan sikap kerelaan, keikhlasan memperhatikan, dan berpartisipasi dalam sebuah kegiatan. Contoh: Berkomitmen mematuhi aturan, dan mau menerima hukuman andai melanggar.
  • Penilaian dan penentuan sikap, menerima sebuah nilai, menghargai, mengakui, dan menilai sikap. Misalnya menerima sebuah pendapat orang lain
  • Organisasi, yang mencakup keterampilan membentuk sebuah sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup. Misalnya menanam nilai dalam sebuah skala nilai dan dijadikan pedoman beraksi secara bertanggung jawab.

3. Psikomotorik

  • Persepsi, ialah kemampuan mendeskriminasikan hal-hal secara khas, dan menyadari adanya perbedaan yang khas tersebut. Contohnya pemilahan warna, jenis bawang-bawangan dan biji-bijian.
  • Kesiapan, merupakan keterampilan penempatan diri dalam suasana di mana bakal terjadi sebuah gerakan atau susunan gerakan. Contohnya posisi start lomba lari.
  • Gerakan terbimbing, yaitu kemampuam menggerakan badan cocok contoh, contohnya meniru tarian, mengekor gesture berirama di software TikTok.
  • Gerakan yang terbiasa, yakni keterampilan melakukan gerakangerakan tanpa contoh, misalnya mengerjakan lompat tinggi dengan tepat.

Baca juga: Pengertian Latar Belakang

Teori-teori Tentang Belajar

Ada sekian banyak teori belajar yang sudah tercipta sebagai hasil banting tulang dari riset para ahli psikologi pendidikan. Namun butuh disadari bahwa masing-masing teori belajar tidak jarang kali tersimpan kekurangan di balik kelebihannya. Untuk pemakai teori-teori belajar diinginkan memahami kekurangan dan kelebihannya. Untuk memahami teori-teori belajar yang diajukan para ahli psikologi, akan diajukan dalam ulasan berikut :

1. Teori Belajar Berdasarkan keterangan dari Ilmu Jiwa Daya

Teori ini menyampaikan bahwa jiwa insan mempunyai daya. Daya-daya ini ialah kekuatan yang terdapat dan manusia melulu memanfaatkan seluruh daya tersebut dengan teknik melatihnya. Daya-daya tersebut misalnya daya mengenal, daya mengingat, daya berfikir dan sebagainya.

Pengaruh teori ini dalam belajar ialah ilmu pengetahuan yang mempunyai sifat hafalan-hafalan belaka dan penguasaannya seringkali jauh dari pengertian. Oleh sebab itu, para berpengalaman ilmu jiwa daya mengaku bahwa bila ingin sukses dalam belajar, latihlah seluruh daya yang terdapat di dalam diri.

2. Teori Tanggapan

Teori tanggapan merupakan teori yang membangkang teori ilmu jiwa daya. Teori ini memasukkan tanggapan sebanyak-banyaknya, berulang-ulang dan sejelas-jelasnya. Jika sebanyak tanggapan ditafsirkan sebagai sebanyak kesan, maka belajar ialah memasukkan kesan-kesan ke dalam benak dan menjadikan orang pandai.

3. Teori Belajar Berdasarkan keterangan dari Ilmu Jiwa Gestalt

Teori ini berpandangan bahwa borongan lebih urgen dari bagian-bagian, sebab eksistensi bagian-bagian tersebut didahului oleh keseluruhan. Hal yang terpenting menurut keterangan dari teori ini ialah penyesuaian kesatu, yakni mendapatkan respons atau tanggapan yang tepat. Adapun prinsip-prinsip teori gestalt merupakan:

  • Belajar menurut keseluruhan
  • Belajar ialah suatu proses pertumbuhan
  • Anak didik sebagai organisme keseluruhan
  • Terjadi transfer
  • Belajar ialah reorganisme keseluruhan
  • Belajar mesti dengan instight
  • Belajar lebih sukses bila bersangkutan dengan minat, kemauan dan tujuan.

4. Teori Belajar Berdasarkan keterangan dari Ilmu Jiwa Asosiasi

Teori ini disebut juga sarbond. Sarbond Singkatan dari Stimulus (rangsangan), Respons (tanggapan) dan Bond (dihubungkan). Rangsangan dibuat untuk menimbulkan tanggapan kemudian dua-duanya dihubungkan. Teori asosiasi ini berprinsip bahwa keseluruhan tersebut sebenarnya terdiri dari enumerasi bagian-bagian atau unsur-unsurnya.

Prestasi Belajar Sebagai Hasil Penilaian

Prestasi belajar merupakan hasil edukasi tentang peradaban siswa sesudah melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian prestasi belajar tidak dapat diketahui sebelum dilaksanakan penilaian atas hasil kegiatan belajar. Penilaian merupakan kegiatan dalam menilai tinggi rendahnya ketercapaian destinasi belajar.

Bila membicarakan masalah evaluasi maka tidak lepas dari masalah evaluasi, sebab penilaian adalahtindakan guna menilai nilai segala sesuatu dalam edukasi evaluasi dilakukan untuk mengetahui peradaban yang telah dijangkau siswa sesudah mempelajari sebuah pelajaran.

Dalam urusan ini guru mesti tepat dalam penyusunan evaluasi supaya mendapatkan hasil evaluasi yang jelas dan akurat dan dari evaluasi tersebut dapat disaksikan prestasi belajar yang dijangkau siswa. Dengan kata lain prestasi belajar murid didapat dari nilai-nilai yang didapatkan siswa setelah mengemban evaluasi.

Demikianlah penjelasan tentang Prestasi Belajar dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan nenambah wawasan kalian, sampai jumpa.