Pengertian Perubahan Sosial

Posted on

Pengertian Perubahan Sosial – Anak muda jaman sekarang tentu kerap mendengar tentang perubahan sosial budaya. Kalimat tersebut barangkali saja sering dikatakan oleh orang tua mereka, menyaksikan kondisi kebiasaan atau lingkungan sekitar.

Seperti anda tahu bahwa manusia merupakan makhluk sosial, dan setiap kelompok sosial tentu memiliki kebiasaan masing-masing. Hanya saja zaman menuntut supaya manusia mesti berubah ke arah yang lebih baik.

Sehingga kebudayaan masyarakat dan kehidupan sosial tersebut pun ikut berubah. Tidak ada kebiasaan yang sifatnya kekal, sebab manusia sendiri lah yang membuatnya berubah.

Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan dari kehidupan bermasyarakat. Karena manusia adalah makhluk sosial, berbudi, dan tidak jarang kali merasa tidak puas, perubahan dalam bermasyarakat bakal terus terjadi. Meski demikian, kadang ditemukan pula masyarakat statis yang evolusi di lingkungannya berlangsung lebih lambat.

Dalam kajian sosiologi, perubahan sosial dicerna sebagai perubahan kehidupan masyarakat yang dilangsungkan tanpa henti. Ini bakal terjadi sepanjang masa. Hakikat perubahan ini merupakan keinginan masing-masing orang untuk tidak jarang kali berubah supaya keadaan menjadi lebih baik cocok dengan kebutuhan.

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Berikut merupakan perubahan sosial menurut beberapa para ahli.

1. Macinos

Perubahan sosial merupakan transformasi dalam organisasi masyarakat, dalam pola beranggapan dan dalam perilaku pada masa-masa tertentu.

2. Parsell

Pengertian perubahan sosial yaitu modifikasi atau transformasi dalam pengorganisasian masyarakat.

3. Ritzer

Definisi perubahan sosial mengacu pada variasi hubungan antar individu, kelompok, organisasi, kultur, dan masyarakat pada masa-masa tertentu.

4. Farley

Perubahan sosial yakni perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga, dan struktur sosial pada masa-masa tertentu.

5. Kingsley Davis

Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan faedah masyarakat. Misalnya, munculnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat dalam kapitalis telah mengakibatkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan dan seterusnya mengakibatkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.

6. Gillin

Menyatakan perubahan-perubahan sosial sebagai suatu teknik sebagai sebuah variasi dari cara-cara hidup yang sudah diterima, baik sebab perubahan-perubahan situasi geografis, kebudayaan material, kompensasi penduduk, ideologi, maupun sebab adanya percampuran ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

7. Koenig, S

Mengatakan bahwa perubahan sosial mengacu pada modifikasi yang terjadi dalam pola hidup sebuah bangsa.

Baca juga: Pengertian Corel Draw

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari perubahan sosial.

1. Perubahan Sosial secara Lambat

Perubahan perubahan terjadi dalam masa-masa yang lama secara perlahan dan bertahap dan melewati proses evolusi. Perubahan seperti tersebut tidak terlalu menyeluruh atau luar biasa. Mereka berlangsung secara bertahap laksana proses pengkondisian dan orang-orang belajar menyesuaikan diri dengan evolusi tersebut secara bertahap.

Perubahan itu terjadi tanpa terdapat kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Penyebab evolusi sosial evolusioner ini yaitu sebab masyarakat menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhannya. Contohnya yaitu evolusi alat komunikasi maupun sistem transportasi.

2. Perubahan Sosial secara Cepat

Bentuk-bentuk perubahan sosial yang kedua yaitu perubahan sosial secara cepat. Perubahan sosial ini adalah kebalikan dari evolusi evolusioner. Ketika evolusi di sekian banyak sektor sistem sosial anda terjadi secara tiba-tiba, drastis, dan lumayan untuk membedakannya dari evolusi bertahap dan lambat, tersebut disebut evolusi sosial revolusioner.

Perubahan ini terjadi dapat karena telah direncanakan sebelumnya atau tidak sama sekali. Revolusi seringkali diawali oleh ketegangan ketegangan atau konflik dalam masyarakat.

Contohnya yakni peristiwa terjadinya revolusi industri di Inggris, di mana terjadi pada tahap buatan yang tadinya tanpa mesin, kemudian pulang menjadi tahap produksi memakai mesin.

3. Perubahan Sosial Kecil

Perubahan sosial kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti untuk masyarakat sebab tidak dominan terhadap sekian banyak aspek kehidupan dan lembaga kemasyarakatan.

4. Perubahan Sosial Besar

Perubahan sosial besar merupakan perubahan yang dapat membawa pengaruh besar dalam sekian banyak aspek kehidupan serta memunculkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan laksana yang terjadi pada masyarakat yang merasakan proses modernisasi – industrialisasi.

5. Perubahan Sosial yang Direncanakan (Dikehendaki)

Bentuk-bentuk perubahan sosial berikutnya yaitu perubahan sosial yang direncanakan. Perubahan sosial yang direncanakan ialah perubahan yang diduga atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang akan menyelenggarakan perubahan di dalam masyarakat.

Pihak-pihak yang menghendaki perubahan disebut Agent of change ( agen perubahan), yakni seseorang atau sekelompok orang yang sudah mendapat keyakinan masyarakat sebagai pemimpin dari satu atau lebih lembaga – lembaga kemasyarakatan, serta memimpin masyarakat dalam mengolah sistem sosial.

Suatu perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan tidak jarang kali berada di bawah pengendalian serta pemantauan Agent of change tersebut.

Cara-cara memprovokasi masyarakat dengan sistem yang tertata dan direncanakan terlebih dahulu disebut rekayasa sosial ( social engineering) atau yang biasa dinamakan sebagai perencanaan sosial.

6. Perubahan Sosial yang Tidak Direncanakan (Tidak Dikehendaki)

Bentuk-bentuk perubahan sosial yang terakhir yaitu perubahan sosial yang tidak direncanakan. Perubahan sosial yang tidak direncanakan (tidak dikehendaki) adalahperubahan yang dilangsungkan tanpa direncanakan atau dikehendaki oleh masyarakat dan di luar cakupan pengawasan masyarakat.

Konsep perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki tidak merangkum pengertian apakah perubahan-perubahan tadi diinginkan atau tidak diinginkan oleh masyarakat.

Karena dapat terjadi, evolusi yang tidak direncanakan atau tidak dikehendaki ternyata diinginkan dan diterima oleh masyarakat, contohnya saja reformasi yang terjadi di Indonesia.

Baca juga: Pengertian Resensi

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Sosial

Perubahan sosial bisa terjadi bila dirangsang oleh faktor-faktor tertentu. Jika dikelompokkan, sejumlah hal itu dapat dibagi dalam dua jenis, yakni hal internal dan eksternal. Faktor internal penyebab perubahan sosial minimal ada empat. Adapun hal eskternal sedikitnya terdapat tiga. Berikut penjelasannya.

Faktor Internal Pemicu Perubahan Sosial

1. Bertambah dan Berkurangnya Warga

Contohnya, saat penduduk Pulau Jawa meningkat begitu cepat, maka terjadi evolusi dalam struktur masyarakat khususnya lembaga kemasyarakatan dalam wujud aturan atau norma.

Sebaliknya, di distrik yang kelemahan penduduk pun terjadi kekosongan pembagian kerja dan stratifikasi sosial yang memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan.

2. Adanya Penemuan-penemuan Baru

Penemuan baru paling memengaruhi perubahan di masyarakat. Misalnya penemuan ponsel pintar, menciptakan masyarakat mempunyai pola baru dalam berkomunikasi salah satu individu dan kelompok.

3. Konflik Sosial

Konflik salah satu kelompok dalam sebuah masyarakat juga dapat jadi penyebab evolusi sosial. Ini contohnya, pertentangan antara generasi tua dan muda. Pertentangan dapat terjadi sebab generasi muda lebih cepat menerima kebudayaan modern, misalnya.

4. Terjadi Penentangan atau Revolusi di Sebuah Negara

Adanya gerakan revolusi maupun penentangan besar juga dapat memicu evolusi besar dalam kehidupan masyarakat di sebuah negara.

Faktor Eksternal Pemicu Perubahan Sosial

1. Perubahan Lingkungan Alam Jasmani

Perubahan lingkungan dapat terjadi dampak bencana banjir, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya perubahan alam sebab dirusak oleh insan sendiri. Kondisi ini membuat insan akan beralih ke lokasi lain guna tetap bertahan hidup. Di lokasi yang baru, hadir perubahan sosial dari sekian banyak sisi.

2. Peperangan Peperangan

Yang dimenangkan oleh pihak lawan dapat menyebabkan masyarakat di suatu area harus menerima kebijakan-kebijakan baru dari pemerintahan pemenang perang. Banyaknya urusan baru yang diberlakukan pemenang perang di wilayah talukannya dapat memicu evolusi sosial.

3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain

Masuknya pengaruh asing lewat proses pertukaran kebiasaan atau media massa tidak jarang memengaruhi masyarakat lokal. Proses ini dapat pula merangsang perubahan sosial di dalam masyarakat terjadi.

Baca juga: Pengertian Linux

Teori Perubahan Sosial

Perubahan sosial muncul sebagai evolusi sistem, serta struktur dan kebudayaan sosial yang mengikat masyarakat dengan peristiwa sosial yang mencantol masa lalu. Perubahan sosial dipisahkan menjadi sejumlah teori, seperti teori perubahan, teori konflik, teori fungsional, dan teori siklus.

1. Teori Perubahan

Teori perubahan merupakan perubahan yang mempunyai arah tetap dan dirasakan setiap masyarakat. Perubahan perubahan ini bakal terjadi secara bertahap mulai dari mula sampai evolusi terakhir. Evolusi ini berlandaskan pada teori Darwin yang diprovokasi oleh Herbert Spencer. Teori perubahan ini memiliki dua figur paling dominan yaitu; Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies.

2. Teori Konflik

Teori Konflik menyatakan perubahan sosial bisa terbentuk dari konflik. Konflik berasal dari pertentangan ruang belajar antara kumpulan penguasa dengan kumpulan masyarakat yang termajinalkan atau tertindas, sehingga mencetuskan sebuah evolusi sosial yang mengolah sistem sosial. Tokoh yang dominan teori konflik: Karl Marx.

3. Teori Fungsionalis

Teori fungsionalis yaitu suatu yang konstan dan tidak membutuhkan penjelasan. Perubahan sosial dalam teori ini dapat saja mengacaukan suatu ekuilibrium di masyarakat. Teori ini melulu menerima evolusi yang bermanfaat untuk masyarakat, yang dimana evolusi sering kali tidak berfungsi akan dilemparkan atau tidak digunakan.

4. Teori Siklus

Teori siklus yakni sebuah etape yang sama laksana teori evolusi. Namun, evolusi tidak bakal berhenti pada etape “terakhir” yang sempurna, tetapi akan berputar pulang seperti mula untuk pergantian ke etape selanjutnya. Perubahan ini tidak jarang kali dicerminkan dengan berputar melingkar. Siklus ini adalahp erubahan yang tidak dapat direncanakan atau ditunjukkan pada sebuah titik, namun ia bakal berputar melingkar menurut keterangan dari pola.

Demikianlah penjelasan tentang Perubahan Sosial dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa…