Pengertian Persepsi

Posted on

Pengertian Persepsi – Setiap orang pasti mempunyai pandangan atau pendapatnya setiap di dalam menyaksikan sebuah urusan yang sama. Perbedaan pendapat serta pandangan ini pasti saja bakal ditindaklanjuti dengan respon dan perbuatan yang berbeda.

Pandangan ini lah yang lantas disebut dengan suatu persepsi. Persepsi dari seseorang bakal menilai bagaimana metodenya memandang suatu dunia. Banyak faktor-faktor yang dapat memprovokasi persepsi. Simak artikel lengkapnya dibawah ini.

Pengertian Persepsi

Apa yang dimaksud dengan persepsi (perception)? Secara umum, definisi persepsi merupakan proses penginderaan yang dilaksanakan oleh insan dengan mengerjakan tindakan menyusun, mengenali, dan mengartikan informasi sensoris untuk memberikan cerminan dan pemahaman mengenai lingkungan sekitarnya.

Pendapat beda mengatakan makna persepsi ialah suatu proses interpretasi yang dibuka melalui penginderaan, yaitu sebuah stimulus yang diterima pribadi melalui perangkat reseptor (indera) yang lantas diorganisir sedemikian rupa sehingga pribadi menyadari dan mengetahui tentang hal-hal yang diindera.

Dari keterangan tersebut, terdapat dua hal penting yang ada dalam sebuah persepsi, yaitu:

  • Interpretasi, yakni pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoritis terhadap sebuah hal.
  • Pengorganisasian, yaitu sebuah proses, tindakan, atau teknik untuk menata sesuatu.

Dari definisinya dapat diputuskan bahwa persepsi seseorang bisa terbentuk dari sekian banyak hal di sekitarnya, baik disadari maupun tidak disadari. Namun, terkadang pribadi mengalami kendala untuk menyusun persepsi sendiri karena diprovokasi oleh empiris pribadi, masyarakat, dan media.

Pengertian Persepsi Menurut Para Ahli

Agar lebih mengetahui apa itu persepsi, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa para ahli berikut ini:

1. Robbins, S.P

Berdasarkan keterangan dari Robbins, S.P (2003:88), definisi persepsi merupakan suatu proses dimana setiap pribadi mengorganisasikan dan mengartikan kesan indera mereka sampai-sampai memberi arti pada lingkungan mereka.

2. Philip Kotler

Berdasarkan keterangan dari Philip Kotler (2004:193), makna persepsi yaitu suatu proses dimana pribadi melakukan seleksi, mengatur, dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi guna menciptakan cerminan keseluruhan yang berarti.

3. Robert Kreitner dan Angelo Kinicki

Berdasarkan keterangan dari Robert Kreitner dan Angelo Kinicki, definisi persepsi yakni suatu proses kognitif yang memungkinkan pribadi dapat mengartikan dan mengetahui lingkungan sekitarnya.

4. Makmun Khairani

Berdasarkan keterangan dari Makmun Khairani, makna persepsi ialah suatu proses interpretasi yang didahului oleh stimulus yang diterima oleh pribadi melalui perangkat reseptor, yakni indera.

5. Triato Dan Titik Triwulan, T

Berdasarkan keterangan dari Triato Dan Titik Triwulan, T (2006:53), definisi persepsi adalah suatu proses identifikasi atau pengenalan sesuatu dengan memakai panca indera manusia. Dalam urusan ini, kesan pribadi terhadap objek yang diindera paling tergantung pada keseluruhan empiris yang diperoleh dari proses belajar dan berpikir, serta sekian banyak faktor yang berasal dari diri pribadi tersebut.

6. James H. Donelly Jr. dan James Gibson

Berdasarkan keterangan dari Gibson dan Donelly, definisi persepsi merupakan suatu proses pemberian makna terhadap lingkungan yang dilaksanakan oleh seorang individu.

Baca juga: Pengertian Manajemen SDM

Proses Terjadinya Persepsi

Seperti yang telah dilafalkan pada paragraf awal, pembentukan persepsi terjadi dari ahli, diri sendiri, dan lingkungan seseorang. Berdasarkan keterangan dari Bimo Walgito, proses terbentuknya persepsi melalui sejumlah tahapan, yaitu:

  • Adanya objek yang menyerahkan rangsangan atau stimulus.
  • Stimulus tersebut lantas memicu reseptor (alat indera manusia).
  • Selanjutnya terjadi proses fisiologis, yakni stimulus yang diterima oleh indera bakal diteruskan oleh syaraf sensorik mengarah ke otak.
  • Di dalam benak terjadi proses psikologis, yakni otak mengerjakan proses terhadap stimulus sehingga pribadi kemudian menyadari, menafsirkan, menilai, dan mengetahui objek yang diterima oleh perangkat inderanya.
  • Setelah pribadi menyadari dan mengetahui objek yang diterima reseptor, selanjutnya benak mendapatkan benang merah atas informasi yang diterima sampai-sampai menghasilkan persepsi.

Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Secara umum, persepsi manusia dapat diprovokasi oleh dua faktor, yaitu hal internal dan hal eksternal. Adapun keterangan mengenai hal yang memprovokasi persepsi ialah sebagai berikut:

1. Faktor Internal

Faktor internal dalam urusan ini merupakan sekian banyak faktor dari dalam diri sendiri yang dapat mempengaruhi persepsi individu, diantaranya:

  • Fisiologis, yakni proses masuknya informasi melewati alat indera insan yang dapat memprovokasi dan melengkapi upaya guna memberikan makna terhadap sebuah objek atau lingkungan sekitarnya.
  • Minat, yakni kecenderungan pribadi untuk tertarik dan menyimak tipe tertentu dari stimulus.
  • Perhatian, yakni pemusatan tenaga psikis yang tertuju pada sebuah objek yang datang dari dalam dan dari luar individu.
  • Kebutuhan, yakni segala sesuatu yang dibutuhkan oleh pribadi untuk menjaga hidup serta untuk mendapat kenyamanan dan kesejahteraan.
  • Suasana Hati, yaitu suasana emosi pribadi yang dapat memprovokasi perasaannya pada ketika tertentu sampai-sampai dapat mempengaruhi pribadi tersebut dalam menerima, mengingat, dan bereaksi terhadap sebuah objek atau lingkungannya.
  • Pengalaman dan Ingatan, empiris seseorang tergantung pada ingatannya terhadap sekian banyak peristiwa dan kejadian di masa kemudian untuk memahami suatu rangsangan dalam definisi luas.

Baca juga: Pengertian Konsumen

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal dalam urusan ini merupakan sekian banyak faktor dari luar diri seorang pribadi yang dapat memprovokasi persepsi pribadi tersebut, diantaranya:

  • Stimulus, yaitu seluruh hal (objek atau keadaan) yang diterima oleh perangkat indera seorang pribadi dan dapat memicu pikiran dan perasaan pribadi tersebut. Umumnya, untuk menyusun suatu persepsi maka stimulus mesti lumayan kuat. Ketepatan persepsi juga diprovokasi oleh pribadi yang melakuku persepsi, khususnya bila objek yang menjadi stimulus adalahsuatu benda bukan manusia.
  • Lingkungan atau Situasi, dalam urusan ini obyek dan lingkungan atau kondisi yang melatar belakanginya adalahsatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga lingkungan atau kondisi yang melatarbelakangi sebuah objek akan memprovokasi persepsi seseorang, khususnya bila objek ialah manusia.

Ciri dan Karakteristik Persepsi

Irwanto (Umi Amalia, 2003) menyampaikan ciri-ciri umum persepsi ialah sebagai berikut:

  • Rangsangan-rangsangan yang diterima mesti cocok dengan moralitas tiap-tiap indera, yakni sensoris dasar dan setiap indera (cahaya guna penglihatan, bau guna penciuman, suhu untuk perasa, bunyi untuk pendengaran, sifat permukaan untuk peraba dan sebagainya).
  • Dunia persepsi memiliki dimensi ruang (sifat ruang), saya dan anda bisa menyatakan atas-bawah, tinggi-rendah, luas-sempit, depan-belakang, dan beda sebagainya.
  • Dimensi persepsi memiliki dimensi waktu laksana cepat-lambat, tua-muda, dan beda sebagainnya.
  • Objek-objek atau gejala-gejala dalam dunia pengamatan memiliki struktur yang menyatu dengan konteksnya. Struktur dan kontek ini adalahkeseluruhan yang menyatu, misalnya kita menyaksikan meja tidak berdiri sendiri namun diruang tertentu, posisi atau letak tertentu.
  • Dunia persepsi merupakan dunia sarat arti, kita ingin melakukan pemantauan atau persepsi pada gejala-gejala yang memiliki makna untuk kita, yang terdapat hubungannya (dengan destinasi yang terdapat pada diri kita).

Baca juga: Pengertian Implikasi

Jenis-jenis Persepsi

Secara umum, persepsi bisa dikelompokkan menjadi sejumlah jenis. Mengacu pada definisinya, adapun jenis-jenis persepsi ialah sebagai berikut:

  • Persepsi Visual, merupakan persepsi pribadi yang didapatkan dari indera penglihatannya (mata). Dengan indera penglihatan, seseorang bisa mengenali sebuah objek melewati cahaya yang masuk ke mata dan lantas menafsirkankannya.
  • Persepsi Auditori, yaitu persepsi pribadi yang didapatkan dari indera pendengarannya (telinga). Dengan indera pendengaran, seseorang bisa mengenali sebuah objek dari suaranya.
  • Persepsi Perabaan, yakni persepsi pribadi yang diperoleh melalui indera peraba (kulit). Dalam urusan ini, seseorang bisa mengenali sebuah objek dengan meraba atau menyentuhnya.
  • Persepsi Penciuman, ialah persepsi pribadi yang didapatkan dari indera penciuman (hidung). Dengan indera penciuman, seseorang bisa mengenali sebuah objek atau suasana dengan menikmati bau.
  • Persepsi Pengecapan, adalah persepsi yang diperoleh individu dari indera pengecap (lidah). Dengan indera pengecap, seseorang bisa mengenali sebuah objek dengan merasakannya di lidah, contohnya makanan atau minuman.

Contoh Persepsi

Agar lebih mengetahui apa itu persepsi, inilah beberapa contoh persepsi yang sering dipunyai oleh manusia:

  • Rendah Diri, Seorang pribadi dapat merasa rendah diri saat melihat atau mendengar sebuah pesan atau objek tertentu yang membuatnya tidak berdaya. Hal itu akan menjadi suatu persepsi dalam pikirannya sampai-sampai membuatnya merasa tidak nyaman.
  • Perasaan Bangga, Dalam ilmu psikologi komunikasi dilafalkan bahwa rasa bangga yang dirasakan seseorang merupakan misal persepsi. Seseorang dapat mendapatkan persepsi dalam format rasa bangga saat mendengar pengakuan orang beda yang mengakui karya atau prestasinya.

Demikianlah penjelasan tentang Persepsi dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.