Pengertian Pengukuran

Posted on

Pengertian Pengukuran – Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sudah tidak asing lagi dengan pengukuran. Karena pekerjaan pengukuran ini tidak jarang dijumpai dalam sekian banyak profesi, seperti tukang jahit, tukang kayu bangunan, maupun ketika kita mengukur tinggi badan masing-masing. Lalu, apa sebetulnya yang dimaksud dengan pengukuran? Dan apa saja jenisnya?

Pengukuran yang dilaksanakan bertujuan untuk menilai. Pengukuran ini dilaksanakan dengan jalan menguji urusan yang hendak dinilai seperti peradaban belajar dan sebagainya.

Pengertian Pengukuran

Pengukuran merupakan penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, seringkali terhadap sebuah standar atau satuan ukur. Pengukuran pun dapat ditafsirkan sebagai pemberian angka terhadap sebuah atribut atau ciri khas tertentu yang dipunyai oleh seseorang, hal, atau objek tertentu menurut keterangan dari aturan atau formulasi yang jelas dan disepakati.

Pengukuran dapat dilaksanakan pada apapun yang dibayangkan, namun dengan tingkat kompleksitas yang berbeda. Misalnya guna mengukur tinggi, maka seseorang bisa mengukur dengan mudah sebab objek yang diukur adalahobjek kasatmata dengan satuan yang telah disepakati secara internasional.

Namun urusan ini akan bertolak belakang jika objek yang diukur lebih abstrak laksana kecerdasan, kematangan, kejujuran, kepribadian, dan beda sebagainya sampai-sampai untuk mengerjakan pengukuran dibutuhkan keterampilan dan kemahiran tertentu.

Pengertian Pengukuran Menurut Para Ahli

Berikut merupakan definisi pengukuran menurut beberapa para ahli.

1. Alwasilah et al (1996)

Measurement (pengukuran) merupakan proses yang mendeskripsikan performa murid dengan memakai suatu skala kuantitatif (sistem angka) sedemikian rupa sampai-sampai sifat kualitatif dari performa murid tersebut ditetapkan dengan angka-angka.

2. Arikunto dan Jabar (2004)

Menyatakan definisi pengukuran (measurement) sebagai pekerjaan membandingkan sebuah hal dengan satuan ukuran tertentu sampai-sampai sifatnya menjadi kuantitatif.

3. Cangelosi, James S. (1995)

Pengukuran yaitu proses pendataan data secara pengalaman yang dipakai untuk mengoleksi informasi yang relevan dengan destinasi yang sudah ditentukan.

4. Sridadi (2007)

Pengukuran yakni suatu prose yang dilaksanakan secara sistematis untuk mendapat besaran kuantitatif dari sebuah obyek tertentu dengan memakai alat ukur yang baku.

Baca juga: Pengertian Aqidah

Fungsi Pengukuran

Secara simpel sebenarnya pekerjaan pengukuran yang kita lakukan itu bermanfaat sebagai perangkat komunikasi. Komunikasi disini dapat juga ditafsirkan secara luas, misalnya komunikasi antara penjaja dengan pembeli.

Di dalam sebuah perusahaan manufakture,pengukuran sangatlah penting, sebab segala sesuatu yang menjadi parameter dari sebuah produk yang anda hasilkan tidak lepas dari angka angka yang hanya dapat di dapatkan melewati proses pengukuran.

Pengukuran yang dilaksanakan dengan benar bakal memberikan fungsi antara lain sebagai berikut:

  • Membuat cerminan melalui ciri khas dari sebuah object yang anda teliti.
  • Dalam industri dapat dipakai sebagai perangkat komunikasi dari mulai riset, operator, pengujian hingga dengan garansi mutu terhadap produk yang dihasilkan.
  • Dapat dipakai sebagai dasar mengerjakan prediksi terhadap sesuatu yang bakal terjadi.
  • Sebagai pengendalian serta garansi mutu.

Baca juga: Pengertian Kerajinan

Klasifikasi Pengukuran

Geometris obyek ukur mempunyai format yang beracam-macam. Oleh sebab itu cara mengukur pun dapat bermacam-macam. Agar hasil pengukurannya menemukan hasil yang sangat baik menurut keterangan dari standart yang berlaku maka diperlukan teknik pengukuran yang tepat dan benar.

Untuk itu perlu diketahui klasifikasi dari pengukuran. Ada sejumlah pengukuran menurut teknik pengukuran yang dapat dilakukan untuk mengukur geometris obyek ukur, yaitu:

1. Pengukuran Langsung

Proses pengukuran yang hasil pengukurannya bisa dibaca langsung dari perangkat ukur yang dipakai disebut dengan pengukuran langsung. Misalnya mengukur diameter poros dengan jangka sorong atau mikrometer.

2. Pengukuran Tak Langsung

Bila dalam proses pengukuran tidak dapat digunakan satu perangkat ukur saja dan tidak dapat dibaca langsung dari hasil pengukurannya, maka pengukuran yang deikian ini dinamakan pengukuran tak langsung. Kadang-kadang guna mengukur satu benda ukur dibutuhkan dua atau tiga buah perangkat ukur standar, perangkat ukur pembanding dan perangkat ukur pembantu.

Misalnya: Pengukuran ketirusan poros dengan memakai senter sinus (sine center) yang mesti ditolong dengan jam ukur(dial indikator) dan blok ukur.

3. Pengukuran dengan Kaliber Batas

Kadang-kadang dalam proses pengukuran anda tidak perlu menyaksikan bebeapa besar ukuran benda yang diciptakan melainkan melulu untuk menyaksikan apakah benda yang diciptakan masih dalam batas-batas toleransi tertentu.

Misalnya saja mengukur diameter lubang. Dengan memakai alat ukur jenis kaliber batas bisa ditentukan apakah benda yang diciptakan masuk kedalam kelompok diterima (GO) atau masuk dalam kategori dilemparkan atau ditampik (No.Go).

Dengan demikian telah tentu perangkat yang dipakai untuk pengecekannya ialah kaliber batas Go dan No Go. Pengukuran laksana ini dinamakan pengukuran dengan kaliber batas. Keputusan yang diambil ialah dimensi yang masih dalam batas toleransi dirasakan baik dan dipakai, sedang dimensi yang terletak diluar batas toleransi dirasakan jelek. Pengukuran teknik ini tepat sekali guna pengukuran dalam jumlah tidak sedikit dan memerlukan waktu yang cepat.

4. Pengukuran dengan Perbandingan Bentuk Standart

Pengukuran di sini sifatnya melulu membandingkan format benda yang diciptakan dengan format standar yang memang dipakai untuk perangkat pembanding. Misalnya anda akan memeriksa sudut ulir atau roda gigi , memeriksa sudut tirus dari poros konis, memeriksa radius dan sebagainya.

Pengukuran dulakukan dengan perangkat proyeksi. Jadi disini sifatnya tidak menyimak besarnya ukuran tatapi membandingkan bentuksaja . Misalnya sudut ulir diperiksa dengan mal ulir atau pengecek ulir lainnya.

Baca juga: Pengertian Gizi

Macam-macam Alat Ukur

Berikut adalah macam-macam dari alat ukur.

1. Mistar atau Penggaris

Mistar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan penggaris ialah alat yang dipakai untuk mengukur barang yang berukuran sedang dan berukuran besar. Mistar ini bisa mengukur dengan ketelitian sampai 1 mm.

2. Jangka Sorong

Jangka sorong merupakan alat yang dipakai untuk mengukur diameter, dimensi luar sebuah benda, dan dimensi dalam sebuah benda. Jangka sorong mempunyai 2 bagian, yakni rahang tetap yang kegunaannya sebagai lokasi skala tetap yang tidak bisa digerakkan letaknya, dan rahang sorong yang kegunaannya sebagai lokasi skala nonius dan bisa digeser-geser letaknya guna menyesuaikan dan mengukur benda. Jangka sorong ini bisa mengukur dengan ketelitian sampai 0,1 mm.

3. Mikrometer Skrup

Mikrometer skrup yaitu alat yang dipakai untuk mengukur ketebalan benda yang tipis, panjang benda yang kecil, dan dimensi luar benda yang kecil. Mikrometer skrup mempunyai 3 bagian, yakni selubung utama yang kegunaannya sebagai lokasi skala utama yang akan mengindikasikan berapa hasil pengukuran dan unsur ini sifatnya tetap dan tidak bisa digeser-geser

Kemudian selubung luar yang kegunaannya sebagai skala nonius yang bisa diputar-putar guna menggerakkan selubung ulir agar dapat menyesuaikan dengan benda yang diukur, dan selubung ulir yang kegunaannya sebagai unsur yang bisa digerakkan dengan teknik memutar-mutar selubung luar sampai-sampai dapat menyesuaikan dengan format benda yang diukur. Mikrometer skrup ini bisa mengukur dengan ketelitian sampai 0,01 mm.

Pengukuran dengan Satuan Baku

Pengukuran dengan satuan baku yaitu satuan yang bisa diterima secara internasional. Kegunaan dari satuan baku ini untuk menyeragamkan hasil pengukuran yang disepakati oleh semua ilmuwan yang dikoleksi menjadi satuan besaran pokok laksana panjang, massa, masa-masa dan suhu. Kumpulan itu menjadi sistem satuan Standar Internasional (SI).

Alat ukur dengan satuan baku contohnya ialah meter guna mengukur panjang, Kilogram guna mengukur massa, liter guna mengukur volume, hektar atau meter persegi untuk mengukur luas, dan detik guna mengukur waktu.

Demikianlah penjelasan tentang Pengukuran dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.