Pengertian Narkotika

Posted on

Pengertian Narkotika – Saat ini bahaya dan akibat narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Bagi dua sisi mata duit narkoba menjadi zat yang dapat memberikan manfaat dan merusak kesehatan. Seperti yang telah diketahui, ada sejumlah jenis obat-obatan yang tergolong ke dalam jenis narkoba yang dipakai untuk proses penyembuhan sebab efeknya yang dapat menenangkan.

Namun bila digunakan dalam takaran yang berlebih, dapat menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya sebab si pemakai menikmati efek yang menyenangkan.

Dari sinilah muncul kemauan untuk terus menggunakan supaya bisa menemukan ketenangan yang mempunyai sifat halusinasi. Meski akibat narkoba telah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak meminimalisir jumlah pemakainya.

Bahaya narkoba sampai menjadi kejangkitan tersebut memang dapat disembuhkan, tetapi akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera barangkali atau tidak menggunakan sama sekali.

Pengertian Narkotika

Narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat mengakibatkan penurunan atau evolusi kesadaran, hilangnya rasa, meminimalisir sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat memunculkan ketergantungan, yang dipisahkan ke dalam golongangolongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang

Ini (Berdasarkan keterangan dari Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika). Pada pertumbuhan saat ini, narkotika tidak hanya dipakai dalam bidang farmasi saja, tetapi telah terjadi penyalahgunaan narkotika. Hal ini tidak jarang kali ditemukan pada kalangan remaja sampai masyarakat umur dewasa.

Remaja yaitu masa di mana seorang pribadi mengalami pergantian dari masa anak-anak mengarah ke ke dewasa. Masa remaja dinamakan masa yang sangat rawan dihadapi pribadi sebagai anak.

Dari yang awalnya anak-anak mereka merasakan perkembangan secara jasmani maupun psikis dengan sejumlah perubahan.

Orang tua yang mempunyai anak pasti akan menghadapi urusan ini di kala memperbanyak anak mereka, anak yang beranjak remaja akan merasakan perubahan cocok dengan perkembangan moral seorang anak.

Jika kontrol dari orang tua dan orang terdekat anak kurang, maka biasanya terjadi pembiasan pada anak tersebut. Penyimpangan ini ingin kearah negatif yang tidak jarang disebut dengan kenakalan remaja.

Ada tidak sedikit jenis kenakalan remaja, laksana perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan/pembakaran, seks bebas bahkan narkoba.

Salah satu format kenakalan remaja yang ketika ini bisa dikategorikan mengkhawatirkan ialah penyalahgunaan narkoba.

Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba adalahsalah satu persoalan nasional yang di anggap serius oleh pemerintah, sebab dapat mengakibatkan rusaknya moral bangsa. Karena itu pemerintah sangat menyerahkan perhatian terhadap penanganan atas penyalahgunaan Narkoba.

Di negara kita, masalah merebaknya penyalahgunaan narkoba semakin lama semakin meningkat. Efek domino dampak dari penyalahgunaan narkoba pun semakin beragam, serta usaha untuk menanggulangi penyalahgunaan Narkoba merupakan tahapan yang tidak gampang untuk dilaksanakan.

Penyalah guna yakni orang yang memakai Narkotika tanpa hak atau melawan hukum. Ketika seseorang mengerjakan penyalagunaan Narkotika secara terus-menerus, maka orang itu akan berada pada suasana ketergantungan pada Narkotika, baik secara jasmani maupun psikis.

Ketergantungan Narkotika merupakan kondisi yang ditandai oleh desakan untuk memakai Narkotika secara terus-menerus dengan dosis yang meningkat supaya menghasilkan efek yang sama dan bilamana pemakaiannya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, memunculkan gejala jasmani dan psikis yang khas.

Pengertian Narkotika Menurut Para Ahli

Berikut merupakan definisi dari narkoba atau narkotika dari beberapa para ahli.

1. Smith Kline dan French Clinical

Pengertian narkoba menurut keterangan dari para ahli yang tergabung di perusahan farmasi Smith Kline dan French Clinical di Amerika Serikat. Narkoba merupakan zat-zat atau obat yang dapat menyebabkan ketidaksadaran atau pembiusan disebabkan zat-zat itu bekerja dengan memprovokasi susunan saraf sentral.

2. Ghoodse

Menurut keterangan dari Ghoodse, definisi narkoba yaitu zat kimia yang diperlukan untuk mengasuh kesehatan, ketika zat itu masuk kedalam organ tubuh maka bakal terjadi satu atau lebih perubahan faedah didalam tubuh. Lalu dilanjutkan lagi dengan ketergantungan secara jasmani dan psikis pada tubuh, sehingga andai zat itu dihentikan pengkonsumsiannya maka bakal terjadi gangguan secara jasmani dan psikis.

3. Kurniawan

Berdasarkan keterangan dari Kurniawan, definisi narkoba yakni zat kimia yang bisa mengubah suasana psikologi laksana perasaan, pikiran, keadaan hati, dan perilaku andai masuk ke dalam tubuh insan baik dengan teknik dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan beda sebagainya.

4. Jackobus

Menurut keterangan dari Jackobus, definisi narkoba ialah zat atau obat yang berasal dari tumbuhan atau bukan tanaman, baik sintetis ataupun semi sintetis yang dapat mengakibatkan penurunan atau evolusi kesadaran, hilangnya rasa, meminimalisir bahkan hingga menghilangkan rasa nyeri, dan dapat memunculkan ketergantungan.

5. Wresniwiro

Berdasarkan keterangan dari Wresniwiro, definisi narkoba adalah zat atau obat yang dapat menyebabkan ketidaksadaran atau pembiusan, sebab zat-zat itu bekerja dengan memprovokasi saraf pusat manusia.

6. Istilah Narkotika Menurut Bahasa

Di samping diketahui bahwa definisi narkoba menurut keterangan dari para ahli, dikenal juga narkoba menurut keterangan dari bahasa yakni narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang dan zat adiktif.

Sehingga Departemen Kesehatan Republik Indonesia melafalkan istilah itu sebagai Napza adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif. Narkoba mempunyai kepanjangan yaitu narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, dan zat adiktif.

Baca juga: Pengertian Pidato

Golongan Narkotika

Kandungan yang ada pada narkoba sendiri memang dapat memberikan akibat yang buruk untuk kesehatan jika disalahgunakan.

Mengutip dari laman BNN, jenis narkoba sendiri dipecah menjadi 3 kelompok menurut pada risiko ketergantungan seperti yang tercantum dalam UU mengenai Narkotika, yakni:

1. Narkotika Golongan I

Golongan narkotika jenis ini selalu dapat dipakai untuk destinasi pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak dipakai dalam terapi sebab mempunyai potensi paling tinggi menyebabkan ketergantungan.

Contohnya: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ekstasi, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya.

2. Narkotika Golongan II

Golongan narkotika II ini berkhasiat untuk pengobatan, tetapi obat ini dipakai sebagai opsi terakhir. Di samping itu, dapat dipakai untuk terapi atau untuk destinasi pengembangan ilmu pengetahuan. Narkotika kelompok II ini pun mempunyai potensi tinggi menyebabkan ketergantungan.

Contohnya: Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon.

3. Narkotika Golongan III

Golongan narkotika ini tidak sedikit digunakan untuk penyembuhan dan tidak sedikit diterapkan dalam terapi. Golongan III ini memiliki potensi ringan menyebabkan ketergantungan.

Contohnya: Kodein, Buprenorfin, Etilmorfina, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan terdapat tiga belas macam termasuk sejumlah campuran lainnya.

4. Narkotika Sintesis

Jenis-jenis narkoba yang sangat sering disalahgunakan di Indonesia berikutnya ialah jenis-jenis narkoba sintetis. Jenis yang satu ini diperoleh dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini tidak jarang dimanfaatkan untuk kebutuhan pengobatan dan penelitian.

Pada jenis-jenis narkoba kelompok ini, tidak sedikit para berpengalaman dan bidang kedokteran yang memanfaatkan untuk kebutuhan pengobatan ataupun penelitian. Jenis-jenis narkoba yang mempunyai sifat sintetis antara lain yaitu Amfetamin dan Deksamfetamin

5. Narkotika Semi Sintesis

Pengolahan narkoba jenis semi sintetis adalahpengolahan narkoba yang memakai bahan utama berupa narkotika alami yang diisolasi dengan teknik diekstraksi atau menggunakan proses lain.

Beberapa jenis-jenis narkoba yang tergolong ke dalam jenis-jenis narkoba semi sintetis yakni Morfin, Heroin, dan Kodein.

6. Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi misal dari Narkotika yang mempunyai sifat alami dan langsung dapat digunakan melewati proses sederhana.

Karena kandungannya yang masih kuat, zat itu tidak diizinkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkotika jenis ini pun sangat tinggi dan dapat menyebabkan akibat buruk untuk kesehatan andai disalahgunakan.

Baca juga: Pengertian Syariah

Macam Narkotika dan Efek Sampingnya

1. Sabu-sabu

Sabu-sabu mempunyai nama lain methamphetamine. Jenis narkoba ini mempunyai sifat adiktif dan bekerja memengaruhi sistem saraf.

Bentuk sabu-sabu seringkali berupa bubuk kristal putih dan tidak berbau. Efek samping dari kejangkitan sabu-sabu untuk tubuh seperti:

  • Nafsu makan turun
  • Napas lebih cepat
  • Detak jantung lebih cepat atau tidak teratur
  • Peningkatan desakan darah dan suhu tubuh
  • Kulit kusam
  • Mulut kering
  • Gigi patah atau bernoda.

2. Ganja

Ganja merupakan jenis narkotika yang umum didengar. Ganja tercipta dari ekstrak daun, bunga, batang, dan biji tumbuhan Cannabis sativa. Sama seperti narkoba pada umumnya, ganja tentu dapat menyebabkan kecanduan.

Ganja berisi psikoaktif yang andai disalah gunakan dapat memengaruhi kerja otak. Untuk keperluan medis, ganja di sejumlah negara biasa dipakai untuk terapi pengobatan sejumlah penyakit. Sementara di Indonesia sendiri ganja masih tergolong ilegal karena akibat buruknya lebih banyak daripada manfaat.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa dominan pada pemakaian ganja merupakan:

  • Gangguan kognitif (daya berpikir)
  • Gangguan pernapasan
  • Peningkatan detak jantung
  • Risiko serangan jantung
  • Pemikiran untuk bunuh diri.

3. Morphin

Morphin termasuk dalam jenis narkoba yang memiliki efek riskan pada tubuh andai dikonsumsi secara berlebihan. Morphin adalah alkaloid analgesik paling kuat yang ditemukan pada opium.

Jenis narkoba ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat yang bermanfaat sebagai penghilang rasa sakit. Berbagai masalah kesehatan yang bisa dominan pada pemakaian morphin merupakan:

  • Menurunkan kesadaran
  • Menimbulkan euphoria
  • Merasa bingung
  • Sering berkeringat
  • Detak jantung menjadi berdebar-bedar
  • Bisa mengakibatkan pingsan
  • Merusak keadaan hati dan memunculkan gelisah
  • Mengalami kejang lambung
  • Air seni menjadi berkurang
  • Mengakibatkan gangguan menstruasi dan impotensi.

4. Bath Salt

Jenis narkoba satu ini barangkali masih lumayan asing didengar oleh masyarakat awam. Bath salt adalah salah satu macam narkoba yang mesti diwaspadai.

Narkoba jenis ini paling adiktif. Bentuknya laksana bubuk kristal yang bisa ditelan, dihirup, atau disuntikkan oleh pemakai.

Jenis narkoba ini memiliki sejumlah sebutan, laksana Plant Food, Bloom, Cloud Nine, Ivory Wave, Lunar Wave, Scarface, Vanilla Sky, or White Lightning.

Bath salt berisi stimulan produksi yang dinamakan cathinones, yang serupa dengan amfetamin. Stimulan ini menambah kadar dopamin, yakni zat kimia pada benak yang dapat membuat perasaan euforia.

Beberapa orang menuliskan efeknya serupa dengan kokain atau metamfetamin. Tetapi bath salt dinilai dapat menyerahkan efek kesehatan yang lebih serius, seperti:

  • Perilaku kekerasan
  • Paranoia
  • Agitasi
  • Halusinasi
  • Psikosis
  • Jantung berdebar kencang
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri dada
  • Serangan panik
  • Dehidrasi
  • Gagal ginjal
  • Kematian.

5. Heroin

Heroin atau yang sering dikenal dengan putaw tergolong jenis narkoba adiktif yang umum digunakan. Narkoba jenis ini berasal dari bunga opium poppy yang cepat diserap benak dan memunculkan efek ketagihan pada pemakainya.

Sama seperti narkoba pada umumnya, heroin memunculkan perasaan senang dan tenang saat digunakan. Efek samping dari pemakaian heroin merupakan:

  • Kesulitan bernapas
  • Kemerahan pada kulit
  • Mulut kering
  • Pupil menyempit
  • Mual
  • Hipotensi
  • Bibir dan kuku membiru
  • Kaku otot
  • Kejang
  • Henti napas
  • Kematian.

Baca juga: Pengertian Hari Kiamat

6. Opium

Opium yakni salah satu dari macam-macam narkoba yang umum digunakan. Narkoba jenis ini memiliki kandungan morfin yang umumnya dipakai untuk menghilangkan rasa sakit. Narkoba ini memberikan sejumlah efek buruk untuk tubuh, di antaranya:

  • Terlalu bersemangat
  • Sering merasa waktu berlangsung begitu lambat
  • Merasa pusing
  • Birahi meningkat
  • Timbul masalah kulit di unsur mulut dan leher
  • Sering merasa sibuk sendiri.

7. Spice

Spice merupakan gabungan dari sekian banyak ramuan dan bahan kimia yang terlihat serupa dengan bunga rampai. Pengguna narkoba jenis ini bakal membuatnya menjadi cerutu seperti ganja atau membuatnya menjadi minuman seperti teh herbal.

Senyawa dalam Spice bekerja di bagian benak yang sama dengan THC, bahan psikoaktif dalam ganja. Efek yang dimunculkan pun paling serupa, laksana merasa lebih bahagia dan lebih rileks.

Nama lain dari jenis narkoba ini ialah Black Mamba, Bliss, Bombay Blue, Fake weed, Fire, Genie, K2, Moon Rocks, Skunk, Smacked, Yucatan, atau Zohai. Sama seperti narkotika jenis lainnya, spice mempunyai efek samping yang lumayan kuat untuk tubuh, seperti:

  • Denyut jantung cepat
  • Cemas
  • Paranoia
  • Halusinasi
  • Muntah
  • Kebingungan
  • Kejang
  • Meningkatnya desakan darah
  • Serangan jantung (jarang).

8. Kokain

Kokain ialah salah satu dari macam-macam narkoba yang umum digunakan. Jika merundingkan bahayanya, kokain paling adiktif. Penggunaannya dapat sangat memengaruhi sistem saraf pusat.

Terbuat dari ekstrak tumbuhan koka, kokain seringkali berbentuk kristal putih. Saat dipakai kokain dapat memengaruhi pelepasan dopamin. Dopamin sendiri dapat merangsang rasa gembira berlebihan sesaat.

Efek sampingnya jika disalahgunakan dapat menyebabkan serangan jantung, kejang, dan henti napas. Sementara jika dikonsumsi bareng alkohol dapat sebabkan kematian, dengan efek samping:

  • Kehilangan penciuman (anosmia), khususnya bila pemakaian kokain melewati hidung
  • HIV dan hepatitis C
  • Depresi atau kecemasan
  • Aritmia
  • Denyut jantung, desakan darah, dan suhu tubuh meningkat
  • Kerusakan usus
  • Kehilangan nafsu santap dan kelemahan gizi.

9. LSD

Lyseric Acid atau biasa disingkat dengan LSD termasuk dalam kelompok narkoba yang berbahaya untuk tubuh. Narkoba yang satu ini termasuk dalam obat halusinogen, atau obat yang dapat memunculkan efek halusinasi.

Narkoba jenis ini banyak ditemui dalam format lembaran kertas kecil, kapsul sampai pil. Adapun efek samping dari pemakaian LSD merupakan:

  • Sering berhalusinasi mengenai sekian banyak kejadian, tempat, warna, dan waktu
  • Terobsesi dengan apa yang terdapat dalam halusinasinya
  • Mengalami paranoid dampak hal-hal yang dihalusinasikannya
  • Denyut jantung dan desakan darahnya meningkat
  • Diafragma mata melebar
  • Demam
  • Sering depresi dan merasa pusing
  • Memiliki rasa panik dan fobia yang berlebihan
  • Mengalami gangguan persepsi.

10. Ekstasi

Ekstasi ialah macam-macam narkoba yang umum dipakai dan menyerahkan efek halusinasi dan motivasi berlebihan. Jenis narkoba yang satu ini tergolong turunan dari obat amfetamin. Sama seperti narkoba pada umumnya, ekstasi memicu ketergantungan.

Macam-macam narkoba ini seringkali digunakan untuk menambah suasana hati, energi, nafsu makan, dan gairah seksual.

Sementara ketika sudah habis, akibat buruknya buat bingung, depresi, cemas, dan gangguan tidur. Hal berikut yang menjadikan pemakai ekstasi tidak jarang kali membutuhan takaran tambahan.

Di samping ekstasi, Metamfetamin adalah jenis obat perangsang yang efeknya dapat memberikan perasaan mengasyikkan dalam masa-masa singkat.

Karena efeknya yang cepat menghilang, pemakai tidak jarang menggunakannya berulang kali sehingga memunculkan rasa ketergantungan.

11. Nipam

Narkoba jenis ini sering dinamakan dengan pil koplo. Biasanya jenis narkoba ini disalahgunakan oleh orang-orang untuk meminimalisir kecemasan.

Penyalahgunaan macam-macam narkoba ini tidak jarang kali dilaksanakan bersamaan dengan minuman alkohol yang semakin menyerahkan efek buruk untuk pemakainya.

Berbagai masalah kesehatan yang bisa dominan pada pemakaian nipam merupakan:

  • Mengalami cedal ketika berbicara
  • Jalan sempoyongan
  • Wajah menjadi kemerahan
  • Menjadi banyak bicara
  • Kurang fokus
  • Turunnya kesadaran.

12. Flakka

Jenis narkoba Flakka serupa dengan bath salt. Narkoba ini berbentuk kristal berwarna pucat yang dimakan, dihirup, disuntikkan, atau diuapkan oleh pemakai memakai perangkat cerutu elektrik.

Seperti bath salt, flakka pun berisi katinon sintetis. Efeknya seperti stimulan, namun dapat mengakibatkan paranoia, halusinasi, dan dapat mengakibatkan kekerasan atau melukai diri sendiri.

13. Krokodil

Macam-macam narkoba yang terakhir yaitu krokodil. Narkoba ini bentuk morfin produksi manusia yang 10 kali lebih kuat. Krokodil merupakan kombinasi dari sejumlah bahan kimia riskan termasuk kodein, yodium, bensin, pengencer cat, cairan korek api, dan lainnya.

Penggunanya seringkali akan menyuntikkannya ke dalam aliran darah, dan efek dari obat ini akan dilangsungkan cepat dan singkat.

Seiring berjalannya waktu, narkoba jenis ini bakal merusak pembuluh darah dan mengakibatkan kulit menjadi hijau dan bersisik. Kerusakan jaringan dapat mengakibatkan gangren dan menyebabkan amputasi bahkan kematian.

Demikianlah penjelasan tentang Narkotika dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.