Pengertian Mutasi

Posted on

Pengertian Mutasi – Kalian barangkali pernah meneliti tentang kelainan jasmani yang terjadi pada sekian banyak organisme. Adanya kelainan tersebut di antara penyebabnya ialah mutasi.

Mutasi seringkali terjadi secara tiba-tiba, random dan dasar untuk sumber variasi organisme hidup yang mempunyai sifat terwariskan. Lalu, apa sebetulnya mutasi tersebut dan dipecah menjadi berapa jenis?

Pengertian Mutasi

Mutasi merupakan perubahan yang terjadi pada bahan genetik baik pada taraf tingkatan gen maupun pada tingkat kromosom.

Tujuan mutasi ialah untuk menghadapi evolusi alam yang bakal timbul sewaktu-waktu, sehingga saat perubahan muncul, terdapat dua bisa jadi yang bisa timbul yakni sifat yang bermutasi lebih gampang beradaptasi dikomparasikan dengan sifat yang asli, sampai-sampai karakter asli bisa jadi hilang dari peredaran.

Kemungkinan lainnya yaitu sifat yang bermutasi tidak sesuai terhadap lingkungan yang baru, sehingga pribadi atau populasi sebuah spesies yang memilikinya bakal susut atau punah.

Berdasarkan urusan ini dapat disebutkan bahwa sesuai atau tidaknya untuk individu yang bermutasi tergantung pada wilayah dimana pribadi atau populasi itu tinggal.

Mutasi sendiri terbagi menjadi Mutasi Besar dan Mutasi kecil, Mutasi Kecil selalu menimbulkan evolusi kecil yang kadang tidak jelas pada fenotip atau dengan kata lain ada variasi dimana pribadi yang bermutasi melulu sedikit bertolak belakang dari tetuanya.

Sebaliknya, mutasi besar memunculkan perubahan yang jelas pada fenotip dan mengakibatkan fenotip keturunannya menuju abnormal. Mutasi besar adalah dasar untuk sumber variasi organisme hidup yang mempunyai sifat terwariskan (heritable).

Penyebab Mutasi

Mutasi yaitu peristiwa berubahnya informasi yang terdapat dalam DNA. Perubahan informasi ini bisa terjadi dalam skala kecil pada sejumlah basa nukleotida, atau pada skala kromosom yang melibatkan jutaan basa nukleotida.

Mutasi bisa menyebabkan sekian banyak perubahan baik maupun buruk dan menghasilkan sekian banyak variasi genetik. Mutasi dapat diakibatkan oleh hal internal dan eksternal.

Terjadinya mutasi pada DNA dapat mengakibatkan adanya evolusi protein yang dihasilkan. Perubahan pada protein yang didapatkan dapat mengakibatkan perbedaan pada manusia.

Beberapa penyakit pada insan yang diakibatkan oleh terjadinya mutasi ialah penyakit buta warna dan thalasemia. Terdapat sejumlah macam mutasi diantaranya substitusi, delesi, insersi, duplikasi, inversi, translokasi dan lain-lain.

Faktor yang menjadi penyebab terjadinya mutasi berasal dari tidak sedikit aspek variabel hal lingkungan. Faktor- hal tersebut dikenal sebagai mutagen. Pada lazimnya faktor lingkungan penyebab mutasi (mutasi) dipecah menjadi:

1. Faktor Fisika (Radiasi)

Agen mutagenik dari hal fisika berupa radiasi. Radiasi yang mempunyai sifat mutagenik antara beda berasal dari sinar kosmis, sinar ultraviolet, sinar gamma, sinar –X, partikel beta, bersitan netron ion- ion berat, dan sina- sinar beda yang memiliki daya ionisasi.

Radiasi dipancarkan oleh bahan yang mempunyai sifat radioaktif. Suatu zat radioaktif bisa berubah secara spontan menjadi zat beda yang menerbitkan radiasi. Ada radiasi yang memunculkan ionisasi terdapat yang tidak.

Radiasi yang memunculkan ionisasi dapat menjebol bahan, tergolong jaringan hidup, lewat sel-sel dan menciptakan ionisasi molekul zat dalam sel, sampai-sampai zat-zat tersebut tidak bermanfaat normal atau bahkan menjadi rusak. Sinar terlihat gelombang radio dan panas dari matahari atau api, pun membentuk radiasi, namun tidak merusak.

2. Faktor Kimia

Mutagen Bahan Kimia, misalnya kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin ialah zat yang dapat merintangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan bisa menghambat pembelahan sel pada anafase. Zat-zat lainnya misalnya:

  • Pestisida: DDT (insektisida dipertanian dan lokasi tinggal tangga), DDVP (insektisida, fumigam, helminteik ternak), Aziridine (digunakan pada industri tekstil, kayu dan kertas untuk memberantas lalat rumah, mutagen pada tawon, mencit, neurospora, E, coli, dan bakteriofage T4), TEM (digunakan dalam teskstil dan medis, Membasmi lalat rumah.mutagen pada mencit dan serangga, jamur, aberasi pada memcit, allium e coli dan lekosit).
  • Makanan dan minuman: Caffein (Banyak diperoleh pada minuman, kopi, teh, cokelat, dan limun yang berisi cola, Pada bidang medis guna antihistamin dan obat pusing, developer pembuluh darah, koroner), Siklamat dan sikloheksilamin (Banyak dipakai untuk penyedap makanan dan minuman, Natrium nitrit dan asam nitrit (zat ini dipakai mengawetkan daging, ikan dan keju).

3. Faktor Biologi

Lebih dari 20 macam virus penyebab kehancuran kromosom, contohnya virus hepatitis memunculkan aberasi pada darah dan sumsum tulang. Virus campak, demam kuning, dan cacar pun dapat memunculkan aberasi.

Baca juga: Pengertian Ekonomi Kreatif

Jenis-jenis Mutasi

Mutasi pada tingkat gen dinamakan mutasi titik, sementara mutasi pada kromosomal seringkali disebut aberasi. Mutasi pada gen bisa mengarah pada timbulnya alel baru dan menjadi dasar timbulnya variasi-variasi baru pada spesies.

Mutasi terjadi pada frekuensi rendah di alam, seringkali lebih rendah daripada 1:10.000 individu. Jenis-jenis mutasi lainnya, diantaranya:

1. Mutasi Titik

Mutasi titik merupakan perubahan pada basa N dari DNA atau RNA. Mutasi titik tidak jarang terjadi tetapi efeknya bisa dikurangi oleh mekanisme pemulihan gen.

Mutasi titik dapat menyebabkan berubahnya urutan asam amino pada protein serta berubah atau hilangnya faedah enzim.

Saat ini teknologi tidak sedikit menggunakan mutasi titik sebagai markernya (disebut pun SNP) guna mengkaji evolusi yang terjadi pada gen dan dikaitkan dengan evolusi fenotipe.

Contoh mutasi gen yaitu reaksi asam nitrit dengan adenin menjadi zat hipoxanthine. Zat ini lantas akan menduduki tempat adenin pribumi dan berpasangan dengan sitosin, tidak lagi dengan timin. Mutasi gen dipisahkan menjadi tiga jenis, yakni mutasi diam, mutasi non-sense, mutasi miss-sense.

Mutasi silent atau mutasi diam ialah perubahan kodon yang tidak mengakibatkan berubahnya asam amino. Hal ini berarti evolusi basa-basa nukleotida DNA tidak dominan pada struktur protein.

Mutasi non-sense ialah mutasi tanpa makna dimna mutasinya mengolah kodon asam amino menjadi kodon stop. Kodon stop menghentikan buatan asam amino dalam ribosom, sampai-sampai protein tidak bisa diproduksi.

Mutasi miss-sense ialah mutasi yang mengolah kodon basa nukleotida dan mengakibatkan asam aminonya berubah. Namun, banyak sekali protein hasil mutasi missense masih dapat dipakai secara fungsional.

Mutasi bingkai atau frameshift mutation ialah penyisipan atau penghapusan basa-basa nukleotida. Dari gambar tampak bahwa basa T dan A dihapus dari rantai DNA sehingga mengolah asam amino dan menciptakan protein hasil mutasi tidak bisa digunakan.

2. Mutasi Besar

Mutasi kromosom, sering disebut dengan mutasi besar atau aberasi kromosom adalahperubahan jumlah kromosom dan rangkaian atau urutan gen dalam kromosom. Mutasi kromosom tidak jarang terjadi sebab kesalahan meiosis dan tidak banyak dalam mitosis.

3. Aneuploidi

Aneuploidi merupakan perubahan jumlah n yang menandakan jumlah set kromosom. Sebagai contoh, sel tubuh insan mempunyai 2 paket kromosom sampai-sampai disebut 2n, dimana satu paket n insan berjumlah 23 kromosom.

Aneuploidi dipecah menjadi dua yakni autopoliploidi dan allopoliploidi. Pada autopoliploidi, n-nya mengganda sebab kesalahan meiosis, sementara allopoliploidi, yakni perkawinan atau hibrid antara spesies yang bertolak belakang jumlah set kromosomnya.

4. Aneusomi

Aneusomi yakni perubahan jumlah kromosom. Penyebabnya ialah anafase lag (peristiwa tidak melekatnya beneng-benang spindel ke sentromer) dan non disjunction (gagal berpisah). Aneusomi pada manusia dapat menyebabkan:

  • Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), Kondisi trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, tetapi testisnya tidak berkembang (testicular disgenesis) sampai-sampai aspermia dan tidak bisa mempunyai keturunan (gynaecomastis).
  • Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), Kondisi trisomik pada kromosom gonosom. Penderita sindrom ini lazimnya mempunyai gangguang psikis Psikopat. Penelitian sendiri menunjukan mayoritas orang-orang yang masuk penjara ialah orang-orang yang menderita Sindrom Jacobs.
  • Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0, Kondisi dimana Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner ini berjenis kelamin wanita, tetapi ovumnya tidak berkembang (ovaricular disgenesis).
  • Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), Kondisi trisomik pada kromosom autosom. Komosom autosomnya ini merasakan kelainan pada kromosom nomor 13, 14, atau 15.
  • Sindrom Edward, kariotipe (45A+XX/XY), Kondisi trisomik pada autosom. Autosom merasakan kelainan pada kromosom nomor 16,17, atau 18. Penderita sindrom ini memiliki tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga agak ke bawah dan abnormal.

5. Mutasi Kromosom

Mutasi kromosm ialah mutasi yang mengakibatkan perubahan pelajaran genetik dalam skala besar. Dilansir dari bbc.co.uk, terdapat empat jenis mutasi kromosom yakni penghapusan, translokasi, inversi, dan duplikasi.

Penghapusan atau deletion yaitu hilangnya unsur dari kromosom ketika proses meiosis. Jika kromosom patah atau telomernya rusak, kromosom bakal kehilangan tidak sedikit gen yang penting untuk ekspresi individu.

Penghapusan dapat mengakibatkan kematian pribadi dalam format zigot ataupun kematian pada umur dini. Di samping penghapusan, ada pun penyisipan atau insertion dimana kromosom merasakan penambahan potongan kromosom.

  • Penghapusan atau deletion ialah hilangnya unsur dari kromosom ketika proses meiosis. Jika kromosom patah atau telomernya rusak, kromosom bakal kehilangan tidak sedikit gen yang penting untuk ekspresi individu. Penghapusan dapat mengakibatkan kematian pribadi dalam format zigot ataupun kematian pada umur dini. Di samping penghapusan, ada pun penyisipan atau insertion dimana kromosom merasakan penambahan potongan kromosom.
  • Translokasi Dilansir dari ThougtCo, translokasi merupakan mutasi yang diakibatkan oleh menempelnya potongan kromosom ke kromosom non-homolognya. Translokasi dapat mengakibatkan tidak terekspresinya gen sampai-sampai menjadi masalah serius.
  • Inversi yaitu peristiwa menempelnya pulang kromosom yang patah ke kromosom asalnya, namun dengan posisi terbalik. Inversi dinamakan mutasi diam sebab tidak mengakibatkan masalah yang serius pada individu.
  • Duplikasi yakni mutasi kromosom dimana beberapa kromosom bereplikasi mengakibatkan bertambahnya gen yang sama dalam satu bagian.

Baca juga: Pengertian Kalor

Manfaat Mutasi

Pada umumnya, mutasi merugikan, mutannya mempunyai sifat letal dan homozigot resesif. Namun demikian mutasi juga dapat menguntungkan, diantaranya, melewati mutasi, dapat diciptakan tumbuhan poliploid yang sifatnya unggul.

Contohnya, semangka tanpa biji, jeruk tanpa biji, buah stroberi yang besar, dan lain-lain. Mutasi pun menjadi di antara kunci terjadinya perubahan di dunia.

Terbentuknya tanaman poliploid menguntungkan untuk manusia, namun merugikan untuk tumbuhan yang merasakan mutasi, sebab tumbuhan itu menjadi tidak dapat berkembang biak secara generatif.

Meskipun secara biologi mayoritas mutasi mengakibatkan gangguan pada situasi individu, mutasi sebenarnya ialah salah satu kunci beradaptasi sebuah jenis (spesies) terhadap lingkungan baru atau lingkungan yang terus berubah. Sisi positif ini dimanfaatkan oleh sebanyak bidang biologi terapan, diantaranya:

1. Terapi Tumor

Aplikasi radiasi radioterapi (seperti pencahayaan dengan sinar X) serta kemoterapi bermanfaat dalam menghambat pertumbuhan sel-sel tumor dan kanker.

Terapi ini bermanfaat menginduksi mutasi pada sel-sel kanker. Agen mutasi itu akan mengakibatkan sel-sel target berhenti tumbuh sebab tidak dapat memperbanyak diri.

2. Pemuliaan

Pemaparan tumbuhan terhadap radiasi sinar mengion, laksana sinar gamma dari Co-60, atau terhadap sejumlah kemikalia, laksana EMS dan DS.

Dalam penerapan ini, mutasi tidak ditujukan guna mematikan sel, namun untuk mengolah susunan basa nitrogen pada DNA atau untuk mengakibatkan mutasi segmental. Harapannya ialah beberapa sel akan merasakan mutasi yang menguntungkan.

Mutasi ini kebanyakan dilaksanakan terhadap tumbuhan hortikultura, laksana sayur mayur dan tumbuhan hias (ornamental).

3. Peningkatan Hasil Tanaman

Dihasilkan buah-buahan tanpa biji, laksana semangka. Jika anda akan membudidayakan semangka maka perlu diacuhkan produksinya. Buah semangka bakal mempunyai nilai jual yang lebih baik andai berukuran besar dan tanpa biji.

Untuk itu perlu dilaksanakan pemberian kolkisin. Kolkisin bisa dibeli di toko obat-obatan tanaman. Cara pemakaian kolkisin bisa dibaca pada label petunjuk pemakaian pada tanaman.

Melalui penerapan mutasi ini dapat menyerahkan peluang usaha yang baik dalam menambah hasil tumbuhan yang anda tanam, sampai-sampai dapat menambah pendapatan.

Melalui peristiwa mutasi dapat diperoleh tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, contohnya yang populer di masyarakat ketika ini ialah tanaman hias Aglonema.

Harga tumbuhan ini menjangkau puluhan juta rupiah. Hal ini dapat dijadikan sebagai kesempatan bisnis yang menjanjikan. Varietas baru ini dapat didapatkan dengan pemberian kolkisin pada tanaman.

Mutasi dapat menambah hasil buatan pertanian, di antaranya gandum, tomat, kelapa poliploidi, kol poliploidi, dan sebagainya.

Hasil antibiotik, seperti mutan Penicillium bakal lebih bertambah lagi. Mutasi adalahproses yang sangat bermanfaat untuk perubahan dan variasi genetik.

Baca juga: Pengertian Infrastruktur

Dampak Negatif Mutasi

Di samping memiliki sejumlah manfaat, mutasi pun memiliki akibat negatif, lho. Dampak negatif mutasi antara lain berdampak untuk manusia, yaitu munculnya penyakit laksana Sindrom Turner, Klinefelter, Sindrom Jacob, Sindrom Patau, Sindrom Edward, Metafemale, dan Anemia Sel Sabit. Berikut ini keterangan lebih lengkapnya:

  • Sindrom Turner merupakan kelainan genetik pada perempuan sebab kekurangan satu kromosom X. Biasanya, wanita mempunyai kromosom seks XX yang berjumlah 46 buah, namun pada penderita Sindrom Turner, kromosomnya menjadi XO dan melulu berjumlah 45 buah. Penderita Sindrom Turner pun mengalami infertil.
  • Sindrom Jacob diderita oleh pria. Sindrom Jacob terjadi sebab ada 1 ekstra kromosom Y pada pria, sampai-sampai kromosomnya menjadi XYY. Meskipun mengakibatkan kelainan genetik, sindrom ini tidak diwariskan secara turun temurun.
  • Sindrom Klinefelter yaitu kelainan yang diakibatkan oleh keunggulan kromosom X pada laki-laki. Oleh sebab itu, pada penderita Klinefelter, kromosomnya menjadi XXY. Salah satu ciri jasmani yang tampak dari penderita sindrom ini ialah payudara yang membesar. Di samping Sindrom Klinefelter, kelainan beda yang diakibatkan oleh mutasi gen yang tidak sempurna ialah sindrom patau
  • Sindrom Patau atau Trisomy 13. Pada penderita Sindrom Patau, ada 3 duplikat kromosom dan merasakan kelainan pada kromosom ke-13. Di samping itu, Sindrom Patau merupakan situasi genetik, sampai-sampai penyakit ini hanya dapat diwariskan menurut garis keturunan saja.
  • Sindrom Edward yakni kelainan pada kromosom. Kromosom yang merasakan kelainan pada Sindrom Edward ialah kromosom nomor 18. Salah satu ciri bayi yang merasakan Sindrom Edward ialah jari yang tumpang tindih dengan situasi telapak tangan yang menggenggam. Sindrom selanjutnya yang diakibatkan oleh kelainan kromosom ialah sindrom metafemale
  • Sindrom Metafemale Sindrom ini sering disebut dengan sindrom perempuan super, yang mengakibatkan penderitanya menjadi berperawakan lebih banyak dari perempuan pada umumnya. Hal ini diakibatkan kelebihan kromosom X pada penderitanya, sampai-sampai penderita Sindrom Metafemale seringkali mempunyai kromosom XXX.

Demikianlah penjelasan tentang Mutasi dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.