Pengertian Motivasi Belajar

Posted on

Pengertian Motivasi Belajar – Siswa mempunyai tugas untuk belajar di sekolah supaya menjadi pintar. Di samping itu, murid belajar untuk mendapat nilai yang bagus di sekolah. Namun untuk banyak siswa, belajar ialah kegiatan yang membosankan. Dibutuhkan semangat belajar supaya siswa menjadi motivasi untuk belajar.

Lantas apa sebetulnya pengertian semangat belajar itu sendiri? Berdasarkan keterangan dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), motivasi ialah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau terbius untuk mengerjakan suatu perbuatan dengan destinasi tertentu. Bisa disebutkan motivasi ialah suatu energi penggerak, pengarah dan memperkuat tingkah laku.

Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi belajar merupakan suatu borongan daya penggerak yang berasal dari diri seseorang lantas dihubungkan dengan kegiatan belajar yang akan memastikan kelangsungan dari pekerjaan belajar dan akan mengindikasikan kemana arah kegiatan belajarnya untuk menjangkau suatu destinasi yang diinginkannya.

Motivasi sendiri terbagi dua, yaitu semangat intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik ialah motivasi yang timbul dari dalam pribadi untuk melakukan sesuatu. Sedangkan semangat ekstrinsik ialah motivasi yang munculnya dari luar individu.

Dalam proses belajar, motivasi memiliki peranan yang sangat urgen untuk membangunkan semangat belajar siswa. Dan supaya kegiatan belajar mengajar tersebut memberikan hasil yang efektif, maka butuh adanya usaha untuk membangunkan motivasi belajar semua siswa.

Dengan begitu, bakal terjadinya percepatan dalam menjangkau tujuan edukasi dan pembelajaran secara khusus. Maka dari itulah, dalam urusan ini seorang guru dituntut dapat menciptakan kondisi belajar yang dapat memicu dan mendorong murid untuk aktif dan kreatif dalam belajar.

Bisa disebutkan bahwa makna motivasi belajar merupakan desakan dan motivasi yang hadir dari diri murid atas dasar keinginannya sendiri, yaitu sebuah daya penggerak dalam diri murid untuk melakukan pekerjaan yang memunculkan dan menyerahkan arah pekerjaan belajar.

Motivasi belajar dapat disaksikan dari karakter tingkah laku murid yang mencantol minat, ketajaman perhatian, fokus dan tekun menjangkau tujuan. Contoh dan format bentuk semangat belajar di antaranya ialah pujian, memberi angka, hadiah, gerakan tubuh, memberi tugas, memberi ulangan, memahami hasil, memberi hukuman, dan beda sebagainya.

Pengertian Motivasi Belajar Menurut Para Ahli

Berikut akan dibicarakan mengenai pengertian motivasi belajar menurut keterangan dari beberapa para ahli.

1. Sardiman (1986)

Pengertian motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri murid yang menimbulkan pekerjaan belajar, yang memastikan kelangsungan dari pekerjaan belajar dan menyerahkan arah pada pekerjaan belajar, sampai-sampai tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar tersebut dapat tercapai.

2. Djamarah (2008)

Berdasarkan keterangan dari Djamarah, motivasi yang berasal dari dalam diri individu seseorang disebut semangat intrinsik, yakni motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dipicu dari luar.

3. Uno (2006)

Motivasi dan belajar yaitu dua urusan yang saling mempengaruhi. Motivasi belajar bisa timbul karena hal intrinsik, berupa hasrat dan keinginan sukses dan desakan kebutuhan belajar, asa akan cita-cita. Sedangkan hal ekstrinsiknya ialah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan pekerjaan belajar yang menarik.

4. Bophy (1987)

Definisi motivasi belajar yakni sebagai a general state (kondisi umum) dan sebagai a situation-specific state (kondisi dan kondisi yang spesifik). Sebagai a general state, semangat belajar ialah suatu watak yang permanen yang mendorong seseorang guna menguasai pengetahuan dan kemampuan dalam suatu pekerjaan belajar.

Sedangkan sebagai a situation-specific state, semangat belajar muncul sebab keterlibatan pribadi dalam suatu pekerjaan tertentu ditunjukkan oleh tujuan mendapat pengetahuan atau menguasai kemampuan yang diajarkan.

5. McCombs (1991)

Pengertian motivasi belajar merupakan kemampuan internal yang terbentuk secara alami yang dapat dinaikkan atau dipelihara melalui pekerjaan yang menyerahkan dukungan, memberikan peluang untuk memilih kegiatan, menyerahkan tanggung jawab guna mengontrol proses belajar, dan menyerahkan tugas-tugas belajar yang berfungsi dan cocok dengan keperluan pribadi.

6. Afifudin (2008)

Pengertian motivasi belajar yaitu keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang dapat menimbulkan kesemangatan atau kegairahan belajar

7. Winkel (2003)

Definisi motivasi belajar yakni segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan pekerjaan belajar, dan memastikan kelangsungan dari pekerjaan belajar serta memberi arah pada pekerjaan kegiatan belajar sampai-sampai tujuan yang dikehendaki tercapai.

Motivasi belajar merupakan hal psikis yang mempunyai sifat non intelektual dan berperan dalam urusan menumbuhkan motivasi belajar guna individu.

8. Clayton Alderfer (2011)

Arti motivasi belajar ialah kecenderungan murid dalam mengerjakan segala pekerjaan belajar yang didorong oleh hasrat untuk menjangkau prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin.

9. H. Mulyadi (1991)

Pengertian motivasi belajar adalah membangkitkan dan menyerahkan arah desakan yang menyebabkan pribadi melakukan tindakan belajar

10. Tadjab (1990)

Pengertian motivasi belajar menurut keterangan dari Tadjab ialah keseluruhan daya penggerak di dalam diri murid yang menimbulkan pekerjaan belajar, memastikan kelangsungan pekerjaan belajar tersebut demi menjangkau suatu tujuan.

Baca juga: Pengertian Slogan

Fungsi Motivasi Belajar

Fungsi motivasi belajar, di antaranya ialah:

  • Motivasi merupakan alat pendorong terjadinya perilaku belajar peserta didik
  • Motivasi yaitu alat untuk memprovokasi prestasi belajar peserta didik
  • Motivasi yakni alat untuk menyerahkan direksi terhadap pencapaian destinasi pembelajaran
  • Motivasi adalah alat untuk membina sistem pembelajaran lebih bermakna.

Jenis-jenis Motivasi Belajar

Secara umum motivasi belajar dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yakni:

1. Motivasi Instrinsik

Berdasarkan keterangan dari Priyitno (1989: 11) semangat intrinsik ialah keinginan beraksi yang diakibatkan oleh hal pendorong dari dalam diri (internal) individu. Tingkah laku pribadi itu terjadi tanpa diprovokasi oleh faktor-faktor dari lingkungan. Tetapi pribadi bertingkah laku sebab mendapatkan energi dan pengaruh tingkah laku dari dalam dirinya sendiri yang tidak dapat dilihat dari luar.

Thornburgh dalam Priyitno (1989: 10) berasumsi bahwa semangat intrinsik ialah keinginan beraksi yang diakibatkan faktor pendorong dari dalam diri sendiri. Dari pengertian di atas dapat diputuskan bahwa semangat intrinsik ialah dorongan dari dalam individu, dimana desakan tersebut menggerakkan pribadi atau subyek untuk mengisi kebutuhan,tanpa perlu desakan dari luar.

2. Motivasi Ekstrinsik

Sardiman (1990: 90) memberikan pengertian motivasi ekstrisik sebagai motif-motif yang menjadi aktif dan bermanfaat karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik dapat disebutkan lebih tidak sedikit dikarenakan pengaruh dari luar yang relatif berubah-ubah.

Motivasi ekstrinsik bisa juga disampaikan sebagai format motivasi yang di dalamnya kegiatan belajar di mulai dan diteruskan menurut desakan dari luar yang tidak secara mutlak sehubungan dengan kegiatan belajar (Sardiman, 1990: 90).

Baca juga: Pengertian Stakeholder

Indikator Motivasi Belajar

Berdasarkan keterangan dari Dimyati dan Mudjiono (2010: 97), indikator motivasi belajar antara lain:

1. Cita-Cita atau Aspirasi Siswa

Cita-cita bakal memperkuat semangat belajar instrinsik maupun ekstrinsik. Sebab tercapainya sebuah cita-cita bakal mewujudkan aktualisasi diri. (Monks, 1989: 241-260, Schein, 1991: 87-110, Singgih Gunarsa, 1990: 183-100).

2. Kemampuan Siswa

Setiap murid mempunyai keterampilan belajar yang berbeda. Hal ini diukur melewati taraf pertumbuhan beranggapan siswa, dimana murid yang taraf pertumbuhan berpikirnya konkrit tidak sama dengan murid yang telah sampai pada taraf perkembangan beranggapan rasional.

Siswa yang merasa dirinya mempunyai keterampilan untuk mengerjakan sesuatu, maka bakal mendorong dirinya melakukan sesuatu guna bisa mewujudkan destinasi yang hendak diperolehnya dan kebalikannya yang merasa tidak dapat bakal merasa malas untuk melakukan sesuatu.

3. Kondisi Siswa

Dapat diketahui dari kondisi jasmani dan situasi psikologis, sebab siswa ialah makluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik. Kondisi jasmani murid lebih cepat diketahui daripada situasi psikologis. Hal ini disebabkan kondisi jasmani lebih jelas mengindikasikan gejalanya daripada situasi psikologis.

4. Kondisi Lingkungan Siswa

Kondisi lingkungan adalah bagian yang datang dari luar diri murid yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan jasmani sekolah, sarana dan prasarana perlu diatur dan dikelola supaya dapat mengasyikkan dan menciptakan murid merasa nyaman guna belajar.

Kebutuhan emosional psikologis pun butuh memperoleh perhatian, contohnya keperluan rasa aman, berprestasi, dihargai, dinyatakan yang mesti dipenuhi supaya motivasi belajar timbul dan bisa dipertahankan.

5. Unsur Dinamis Dalam Belajar

Unsur dinamis ialah unsur-unsur yang keberadaannya di dalam proses belajar tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah dan bahkan hilang sama sekali contohnya gairah belajar, emosi murid dan lain-lain. Siswa mempunyai perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan benak yang merasakan perubahan sekitar proses belajar, kadang-kadang powerful atau lemah.

6. Upaya Guru Membelajarkan Siswa

Upaya guru membelajarkan siswa yaitu usaha guru dalam mempersiapkan diri guna membelajarkan murid mulai dari penguasaan materi, teknik menyampaikannya, unik perhatian murid dan mengevaluasi hasil belajar mahasiswa. Bila upaya guru melulu sebatas mengajar, dengan kata lain keberhasilan guru yang menjadi titik tolak, besar bisa jadi murid tidak tertarik guna belajar sehingga semangat belajar murid menjadi melemah atau hilang (Dimyati dan Mudjiono, 2010: 97-100).

Faktor Motivasi Belajar

Berdasarkan keterangan dari Slameto, motivasi belajar diprovokasi oleh tiga komponen, yaitu:

  • Dorongan kognitif, yaitu keperluan untuk mengetahuhi, mengerti, dan memecahkan masalah. Dorongan ini timbul di dalam proses interaksi antara murid dengan tugas/ masalah.
  • Harga diri, yakni ada murid tertentu yang tekun belajar dan mengemban tugas-tugas bukan khususnya untuk mendapat pengetahuan atau kecakapan, namun untuk mendapat status danharga diri.
  • Kebutuhan berafiliasi, yaitu keperluan untuk menguasai bahan pelajaran/ belajar dengan niat untuk mendapatkan pembenaran dari orang lain atau teman-teman. Kebutuhan ini sukar diceraikan dengan harga diri.

Berdasarkan keterangan dari Arden N. Frandsen, motivasi belajar diprovokasi oleh enam faktor, yaitu:

  • Adanya sifat hendak tahu guna belajar dan menginvestigasi dunia yang lebih luas
  • Adanya sifat yang kreatif pada insan dan bercita-cita guna terus maju
  • Adanya kemauan untuk menemukan simpati dari orang tua, guru, dan teman-teman
  • Adanya kemauan untuk membetulkan kegagalan yang kemudian dengan usaha yang baik melewati kooperasi maupun dengan kompetisi
  • Adanya kemauan untuk menemukan kenyamanan bila menguasai pelajaran
  • Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir pekerjaan pembelajaran.

Baca juga: Pengertian Etika Bisnis

Teknik Semangat Dalam Pembelajaran

Berikut cara-caranya agar siswa semangat dalam belajar.

  • Memberikan penghargaan dengan menggunakan kata-kata, laksana ucapan bagus sekali, hebat, dan menakjubkan. Penghargaan yang dilaksanakan dengan ucapan-ucapan (verbal) ini berisi arti yang positif sebab akan memunculkan interaksi dan empiris pribadi untuk diri siswa tersebut sendiri.
  • Memberikan tes (tes singkat atau kuis dan tes evaluasi) dan menyerahkan nilai dari tes itu sebagai pemacu murid untuk belajar lebih giat. Dengan memahami hasil yang didapatkan dalam belajar maka murid akan termotivasi guna belajar lebih giat lagi.
  • Menumbuhkan dan memunculkan rasa hendak tahu dalam diri siswa. Rasa hendak tahu dapat dimunculkan oleh keadaan yang mengejutkan atau tiba-tiba.
  • Mengadakan permainan dan memakai simulasi. Mengemas pembelajaran dengan membuat suasana yang unik sehingga proses pembelajaran menjadi mengasyikkan dan bisa melibatkan afektif dan psikomotorik siswa. Proses pembelajaran yang unik akan mempermudah siswa mengetahui dan menilik apa yang disampaikan.
  • Menumbuhkan kompetisi dalam diri siswa. Maksudnya ialah guru menyerahkan tugas dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, dimana murid dalam mengerjakan tugasnya tidak berkolaborasi dengan murid yang lainnya. Dengan demikian murid akan dapat mencocokkan hasil kegiatan yang dilakukannya dengan hasil murid lainnya.
  • Memberikan misal yang positif, dengan kata lain dalam menyerahkan pekerjaan untuk siswa guru tidak dibetulkan meninggalkan ruangan untuk mengemban pekerjaannya lainnya.
  • Penampilan guru; penampilan guru yang menarik, bersih, rapi, sopan dan tidak berlebih-lebihan bakal memotivasi murid dalam mengekor pembelajaran. Termasuk pun kepribadian guru, guru yang masuk ruang belajar dengan wajah tersenyum dan menyapa murid dengan ramah bakal mebuat murid merasa nyaman dan senang mengekor pelajaran yang sedang berlangsung.

Demikianlah penjelasan tentang Motivasi Belajar dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.