Pengertian Modal

Posted on

Pengertian Modal – Memiliki usaha dan bisnis sendiri dapat dibilang ialah impian banyak orang. Mungkin Anda ialah salah satu orang yang juga memiliki mimpi ingin mempunyai bisnis sendiri. Sebelum dapat memulai bisnis, pasti saja Anda butuh mempunyai modal terlebih dahulu. Tapi, apakah kita tahu bagaimana pengertian modal sebenarnya?

Istilah modal memang bukanlah istilah yang aneh, bahkan lumayan familiar. Untuk Anda yang hendak atau sudah menjalankan bisnis, pasti paling akrab mengenai apa itu modal. Namun, apakah Anda telah benar-benar mengetahui apa yang dimaksud dengan modal? Maka dari itu simak artikelnya berikut ini.

Pengertian Modal

Apa yang dimaksud dengan modal? Secara umum, definisi modal merupakan sekumpulan duit atau barang yang dipakai sebagai dasar untuk mengemban suatu pekerjaan.

Dalam bahasa Inggris modal dinamakan dengan capital, yakni barang yang didapatkan oleh alam atau insan untuk menolong memproduksi barang lainnya yang diperlukan manusia dengan destinasi untuk mendapat keuntungan.

Modal yaitu hal yang paling vital dalam suatu bisnis atau perusahaan. Tanpa modal bisnis tidak bisa berjalan sebagaimana harusnya. Mulai dari bisnis yang besar maupun bisnis yang kecil pun memerlukan modal guna menjalankan bisnisnya.

Pada intinya, modal yakni aset utama perusahaan guna menjalankan bisnis dimana lazimnya berbentuk dana atau uang. Dengan duit maka bisnis dapat berjalan dengan fasih untuk menyokong proses produksi sampai pemasarannya.

Pengertian Modal Menurut Para Ahli

Beberapa para ahli dibidang ilmu ekonomi pernah menyatakan mengenai pengertian modal, di antaranya yaitu:

1. Bambang Riyanto

Menurut keterangan dari Bambang Riyanto, definisi modal merupakan hasil buatan yang dipakai kembali guna memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya, lantas modal ditekankan pada nilai, daya beli, atau pun dominasi menggunakan yang terdapat dalam dagangan modal.

2. Drs. Moekijat

Berdasarkan keterangan dari Moekijat, pengertian modal yaitu semua urusan yang dipunyai oleh perusahaan, mencakup uang tunai, kredit, hak membuat, serta memasarkan sesuatu (berupa paten), mesin-mesin, dan property.

Namun, sering pun istilah modal dipakai untuk mencerminkan hak kepunyaan total yang terdiri dari jumlah yang ditanam, surplus, dan seluruh keuntungan yang tidak dibagi.

3. S. Munawir

Menurut keterangan dari Munawir modal yakni kekayaan perusahaan yang dapat berasal dari internal maupun eksternal termasuk pun kekayaan yang didapatkan dari proses buatan sebuah perusahaan.

4. Lawrence J. Gitman

Berdasarkan keterangan dari Lawrence J. Gitman, definisi modal ialah format pinjaman dalam jangka masa-masa tertentu yang dipunyai oleh perusahaan, atau seluruh hal yang terdapat di unsur kanan neraca perusahaan selain keharusan saat ini.

5. Andrew Mayo

Menurut keterangan dari Mayo, definisi modal adalah berbagai instrumen utang guna memanfaatkan dana investor yang melakukan pembelian sekuritas hutang. Ada dua jenis saham; saham preferen dan saham biasa.

6. Arnold B. Bakker

Berdasarkan keterangan dari Bakker, pengertian modal merupakan barang-barang konkret yang masih terdapat dalam lokasi tinggal tangga perusahaan yang terdapat dalam neraca unsur debit, maupun berupa daya beli atau juga nilai tukar dagangan yang terdaftar di neraca unsur kredit.

7. Nico Jacob Polak

Menurut keterangan dari Polak, definisi modal yaitu kekuasaan yang dipunyai individu/ organisasi untuk memakai barang-barang modal (berada di neraca kredit). Sedangkan yang dimaksud dengan barang modal ialah barang-barang dalam perusahaan yang belum digunakan.

8. Jacob Louis Meij

Definisi modal menurut keterangan dari Meij yakni kolektivitas dari dagangan modal, yaitu seluruh barang yang terdapat dalam lokasi tinggal tangga perusahaan dalam faedah produktif-nya untuk menyusun pendapatan yang ada dalam neraca sebelah debit, dan kekayaan, yakni daya beli yang ada dalam dagangan modal yang terdapat di neraca sebelah kredit.

9. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian modal menurut keterangan dari KBBI ialah uang yang dipakai sebagai pokok (induk) guna berdagang; harta benda (uang, barang) yang dapat digunakan dalam menghasilkan sesuatu yang dapat menambah kekayaan dan sebagainya.

Baca juga: Pengertian Use Case Diagram

Manfaat Modal Untuk Perusahaan

Seperti yang sudah diterangkan di atas, modal ialah hal vital yang wajib dipunyai perusahaan lagipula untuk perusahaan yang sedang berkembang, Tanpa modal, bisnis akan kendala untuk menjalankan kegiatan-kegiatannya. Ketersediaan modal ialah untuk menolong memproduksi barang baru yang diperlukan manusia dengan tujuan dipasarkan untuk mendapat keuntungan.

Berikut ini ialah beberapa manfaat modal untuk sebuah perusahaan:

1. Membayar Sewa Tempat

Tidak mempunyai lahan guna berbisnis berarti Anda membutuhkan persewaan tempat. Ketersediaan modal urgen untuk hal sewa lokasi dibanding mesti melakukan pembelian lahan yang harganya jauh lebih mahal.

2. Penyediaan Bahan Produksi

Modal dibutuhkan untuk meluangkan bahan-bahan buatan termasuk bahan baku, perlengkapan penunjang dan mesin produksi. Pada bisnis yang menjalankan usaha dibidang penyedia produk tentu memerlukan modal untuk melakukan pembelian peralatan produksi.

3. Gaji Pekerja

Untuk menjalankan perusahaan tak terlepas dari anggota-anggota perusahaan dalam urusan ini pegawai atau tenaga kerja. Sehingga ketersediaan modal dibutuhkan untuk memberi hak-hak karyawan laksana gaji, tunjangan, bahkan asuransi keselamatan kerja.

4. Simpanan

Modal tidak mesti sepenuhnya dianggarkan untuk kepentingan produksi, tetapi modal pun harus dalam format simpanan. Hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan seperti defisit, kekurangan ongkos operasional atau terjadi penambahan permintaan pasar.

Baca juga: Pengertian Bootstrap

Sumber Modal

Pada dasarnya sumber modal bisa ditinjau dari asalnya, Sumber modal dapat dipisahkan menjadi sumber dana internal (internal sources) dan sumber eksternal (external sources). yang pengertianya ialah :

1. Sumber Internal

Modal yang berasal dari sumber intern merupakan modal yang disusun atau didapatkan sendiri didalam perusahaan. Berdasarkan keterangan dari Ching F Lee dan Joseph E. Finnerty dalam bukunya “Corporate, Theory, Method, and Aplications” keperluan dana didapat dari : dana internal melibatkan tingkat arus kas dari pendapatan dan penyempitan beban ditahan didapatkan oleh perusahaan (1990: 395).

Cara pembelanjaan dana pun sering dinamakan pembelanjaan dari dalam perusahaan atau internal financing. Sumber modal intern ini berupa deviden yang disangga (retained net profit) dan diakumulasi dari penyempitan barang-barang yang berhubungan dengan jalannya usaha (accumulated depreciations).

Besarnya laba ditahan, di samping tergantung pada besarnya laba yang didapatkan selama periode tertentu dalam menjalankan usaha, pun tergantung untuk “deviden policy” dan “plowing-back policy” yang dijalankan oleh perusahaan yang bersangkutan. Akumulasi penyusutan diperoleh dari sejumlah duit yang di tahan atau di simpan guna mengubah aktivas tetap yang bakal diperbaharui atau penyempitan yang mesti di perbaharui.

Besarnya jumlah akumulasi dana penyempitan yang disusun dari depresiasi masing-masing tahunnya, tergantung dari cara yang dipakai oleh setiap perusahaan tersebut sendiri, semakin besar jumlah akumulasi penyusutan tersebut berarti pun semakin besar pula sumber intern dari duit yang dihasilkan dalam perusahaan tersebut.

Jadi intinya ialah setiap perusahaan mesti menahan sejumlah keuntungan dari usahanya guna mengubah dana penyempitan barang-barang yang mereka pakai dalam buatan atau dalam menjalankan usaha, nagh dana ini yang dapat kita sebut sumber modal intern.

2. Sumber Eksternal

Sumber ekstern yaitu sumber duit yang berasal dari luar perusahaan. Masih menurut keterangan dari Chang F. Lee dan Joseph E. Finnerty di samping dari internal financing pun didapat dari external financing yang pengertiannya ialah :

Penawaran pembiayaan eksternal dengan jumlah yang baru jangka panjang dan jangka pendek detekuitas baru yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai sumber dana (1990: 395) Cara pembelanjaan dalam upaya pemenuhan keperluan dalam usaha ini, sering pun di sebut pembelanjaan dari luar perusahaan atau eksternal financing. Dana yang berasal dari sumber eksternal ialah dana semua kreditur ataupun pemilik, peserta maupun pengambil unsur dalam perusahaan.

Modal yang diperoleh dari semua kreditur ialah adalahhutang untuk perusahaan yang bersangkutan. Dan modal ini di sebut pun sebagai modal asing atau pinjaman. Bentuk pembelanjaan atau dana pemakaian usaha yang memakai dana dari pinjaman itu disebut pun pembelanjaan dengan hutang (debt financing).

Dana yang diperoleh dari empunya langsung, peserta didalam perusahaan ialah dana yang bakal tetap ditanamkan di dalam perusahaan itu dan bakal menjadi modal sendiri. Bentuk pembelanjaan dengan menggunakan duit yang berasal dari empunya atau calon empunya ini dinamakan pembelanjaan sendiri ( equity financing). Sumber dana ekstern dapat didapatkan dari Supplier, bank-bank dan pasar modal.

Jenis-jenis Modal

Diantaranya terdapat dua jenis modal, yakni terdiri dari modal pinjaman atau utang dan modal sendiri. Berikut penjelasannya.

1. Pinjaman / Utang

Berdasarkan keterangan dari Bambang Riyanto ( 1998 : 227 ) dalam “Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan” definisi pinjaman yakni :“Pinjaman ialah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya sedangkan bekerja didalam perusahaan, dan untuk perusahaan yang terkaitmodal itu adalahutang yang pada saatnya mesti ditunaikan kembali “

Pinjaman ini terbagi menjadi tiga kelompok yaitu : Pinjaman / utang jangka pendek ( short-term debt ), yakni pinjaman yang jangka masa-masa pembayarannya lumayan pendek, seringkali kurang dari satu tahun.

Pinjaman jangka menengah ( intermediate term debt ), yakni pinjaman yang jangka masa-masa pembayarannya lumayan lama seringkali antara 1 hingga 10 tahun. Pinjaman / utang jangka panjang ( long term debt ), yakni pinjaman yang jangka masa-masa pembayarannya lama seringkali lebih dari 10 tahun.

2. Pinjaman Jangka Pendek

Merupakan modal asing yang jangka waktunya sangat lama satu tahun. Sebagian besar utang jangka pendek ini terdiri dari kredit perdagangan, yakni kredit yang dibutuhkan untuk dapat mengadakan usahanya. Adapun jenis dari pinjaman jangka pendek ialah :

  • Rekening Koran

Yaitu kredit yang diserahkan oleh bank untuk perusahaan dengan batas plafond tertentu dimana perusahaan mengambilnya tidak sekaligus tetapi sebagian demi sebagian cocok dengan kebutuhannya.

  • Kredit dari Penjual

Merupakan kredit perdagangan dan kredit ini terjadi bilamana penjualan dilaksanakan dengan kredit. Apabila penjualan dilaksanakan dengan kredit berarti bahwa penjaja baru menerima pembelian harga dari barang yang dijualnya sejumlah waktu lantas setelah barang diserahkan. Selama masa-masa ini pembeli disebutkan menerima “kredit penjual” dari penjaja dan sekitar waktu tersebut pula penjual menyerahkan kredit penjual untuk pembeli.

  • Kredit dari Pembeli

Merupakan kredit yang diserahkan oleh perusahaan sebagai pembeli untuk pemasok dari mentahnya atau barang lainnya. Disini pembeli menunaikan harga barang yang dibelinya lebih dahulu dan setelah sejumlah waktu tersebut dapat disebutkan bahwa pembelinya menyerahkan kredit pembeli untuk penjual / pemasok bahan mentah atau barang dagangan.

  • Kredit Wesel

Kredit wesel ini terjadi bilamana suatu perusahaan menerbitkan surat pernyataan utang yang berisikan kesanggupan untuk menunaikan sejumlah utang tertentu untuk pihak tertentu dan pada ketika tertentu dan sesudah surat tersebut ditandatangani dapat dipasarkan atau diuangkan untuk bank.

3. Pinjaman Jangka Menengah

Merupakan pinjaman atau modal asing yang jangka waktunnya lebih dari setahun dan tidak cukup dari 10 tahun.

Adapun jenisnya ialah :

  • Term Loan

Adalah kredit usaha dengan usia lebih dari 1 tahun dan tidak cukup 10 tahun. Pada lazimnya term loan di tunaikan kembali dengan cicilan tetap sekitar periode tertentu. Term loan ini seringkali diberikan diserahkan oleh bank dagang, perusahaan asuransi dan pemasok.

  • Leasing

Merupakan format lain dari pinjaman dimana hanya didapatkan hak pemakaian atas sebuah aktiva tanpa mesti disertai hak milik. Ada tiga format dari leasing yakni sales and lease back, services leases atau operating leases dan financial leases.

4. Pinjaman Jangka Panjang

Adalah pinjaman yang jangka waktumya lebih dari 10 tahun. Jenis dan format utama dari pinjaman jangka panjang antara lain:

  • Pinjaman Obligasi (bonds-payables)

Adalah pinjaman uang guna jangka masa-masa yang panjang, dimana debitur menerbitkan surat pernyataan hutang yang memiliki nominal tertentu. Jenis obligasi : obligasi biasa ( bonds), obligasi penghasilan (income bonds ) dan obligasi yang bisa ditukar(comvertible-bonds).

  • Pinjaman Hipotek

Merupakan pinjaman jangka panjang dimana pemberi duit (kreditur) diberi hak hipotik terhadap sebuah barang tidak bergerak. Apabila pihak debitur tidak mengisi kewajibannya, barang itu dapat dipasarkan dan hasil penjualannya tersebut dipakai untuk memblokir tagihannya.

5. Modal Sendiri

Modal sendiri pada dasarnya ialah modal yang diperoleh atau berasal dari empunya perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan itu untuk masa-masa yang tidak tertentu lamanya. Antara beda dari pengambil bagian, peserta atau empunya perusahaan langsung..”

Modal sendiri yang berasal dari sumber intern merupakan dalam format keuntungan yang didapatkan perusahaan, sementara modal sendiri yang berasal dari luar perusahaan ialah modal yang berasal dari empunya perusahaan. Modal sendiri diantaranya :

  • Modal Saham

Saham ialah tanda bukti pemungutan bagian atau peserta dalam sebuah perusahaan terbatas. Jenisa-jenis saham diantaranya saham biasa(commond stook), saham preferen (preferred stook), dan saham kumulatif preferen (cumulative preferred stook).

  • Cadangan

Cadangan disusun dari deviden yang didapatkan oleh perusahaan selama sejumlah waktu yang lampau atau dari tahun yang berjalan. Cadangan yang tergolong modal sendiri ialah cadangan ekspansi, cadangan modal kerja, cadangan selisih kurs, dan cadangan umum.

Adapun cadangan yang tidak tergolong kedalam modal sendiri ialah cadangan ddepresiasi, cadangan piutang ragu-ragu dan cadangan yang mempunyai sifat utang (cadangan guna pensiun pegawai dan cadangan untuk menunaikan pajak).

  • Laba Ditahan

Keuntungan yang didapatkan oleh sebuah perusahaan dapat beberapa dibayarkan sebagai deviden | laba dan beberapa ditahan oleh perusahaan. Adanya laba yang memperbesar laba disangga yang berarti bakal memperbesar modal sendiri. Dengan kata beda dapatlah disebutkan bahwa adanya sisa laba bakal memperbesar modal sendiri dan adanya sisa kerugian bakal memperkecil modal sendiri.

Baca juga: Pengertian Modem

Pentingnya Modal Untuk Perusahaan

Modal atau dana paling penting untuk perusahaan sebab modal adalah unsur utama dalam sistem finansial perusahaan guna melakukan pekerjaan operasional, dimana perusahaan mesti memiliki sejumlah dana laksana yang diajukan oleh Bambang Riyanto (2001:5) yang antara lain dipakai untuk:

  • Meningkatkan jumlah aktiva perusahaan
  • Penurunan jumlah perusahaan
  • Kompensasi kerugian
  • Pembayaran dividen tunai
  • Pembelian pulang saham-saham perusahaan.

Cara Mendapatkan Modal Untuk Usaha

Untuk menjalankan sebuah usaha, kita pasti memerlukan modal. Modal ialah hal terpenting dan diibaratkan sebagai nyawa dalam menjalankan usaha. Berikut ialah beberapa teknik untuk menemukan modal usaha.

1. Menggunakan Tabungan Pribadi

Saat menyimpulkan untuk menjalankan usaha, tidak sedikit orang yang memakai tabungan individu sebagai modal. Tetapi sayangnya, urusan ini bakal memakan masa-masa yang lumayan lama sampai terkumpul modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha. Meskipun demikian, kita tidak perlu cemas dan terbebani untuk menunaikan utang pada pihak lain.

2. Menjual Harta Pribadi

Jika tidak mempunyai tabungan pribadi, tetapi hendak mendapatkan modal usaha dengan cepat dan tidak berutang pada pihak lain, kita dapat memasarkan harta pribadi, laksana barang elektronik, perhiasan, atau kendaraan. Karena mengorbankan harta pribadi, Anda mesti memakai modal itu sebaik dan semaksimal mungkin.

3. Meminjam Uang

Meminjam duit untuk dipakai sebagai modal usaha pun sering dilaksanakan oleh tidak sedikit orang. Anda bisa meminjam duit pada bank, koperasi, keluarga, atau teman. Sebelum menyimpulkan untuk meminjam uang, Anda mesti mempertimbangkan tidak sedikit hal yang salah satunya ialah mengembalikan dana yang dipinjam tepat waktu.

Dalam dunia usaha, modal ialah nyawa dan menjadi hal penting yang mesti dimiliki. Demi kelangsungan usaha dan mendapatkan deviden yang diinginkan, Anda mesti memakai modal seoptimal dan semaksimal mungkin.

Demikianlah penjelasan tentang Modal dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.