Pengertian Metazoa, Siklus, Klasifikasi dan Ciri-cirinya

Posted on

Pengertian Metazoa, Siklus, Klasifikasi dan Ciri-cirinya – Metazoa adalah organisme multiseluler yang dibentuk dengan spesialisasi dalam fungsi sel. Sel-sel tertentu terspesialisasi dalam membentuk jaringan- jaringan membentuk organ serta organ membentuk sistem organ. Akhirnnya sistem organ tersebut seakan terus menyusun satu individu.

Metazoa Adalah oragnisme bersel bayak yang terbentuk melalui spesialisasi fungsi kerja sel-sel. Sel-sel spesifik membentuk jaringan; organ pembentuk jaringan; dan organ membentuk sistem organ. Akhirnnya sitem organ akan menyusun satu individu.

Metazoa adalah sekelompok organisme yang terdiri dari hewan multiseluler tanpa spons. Spons adalah bentuk primitif dari Metazoa. Mereka telah berevolusi dari Choanozoa yang merupakan protista air bersel tunggal dan kadang-kadang membentuk koloni. Selain itu, spons menunjukkan tingkat organisasi sel. Karena itu, tidak ada pembentukan jaringan di tubuhnya.

Namun sel-sel tubuh metzoa membentuk jaringan. Sebagian besar dari mereka memiliki jaringan terorganisir menjadi jaringan nyata. Namun placozoans, invertebrata paling primitif, ia memiliki tubuh ribuan sel dari empat jenis. Ini berarti mereka tidak memiliki jaringan yang terorganisir menjadi jaringan yang sebenarnya.

Siklus Hidup Metazoa

Hewan mempunyai siklus hidup diploid, yangmana organisme ialah diploid, serta satu-satunya sel haploid ialah gamet. Ada organisme jantan dan betina yang memberikan sperma jantan yang membuahi telur betina. Telur yang dibuahi disebut zigot dan berkembang menjadi embrio multisel yang akhirnya menjadi organisme diploid baru.

Meskipun skema umum ini berlaku untuk banyak hewan, masih ada banyak pengecualian. Beberapa hewan serangga, terutama serangga sosial seperti lebah yang dapat menghasilkan keturunan haploid dan hewan seperti Hydra dapat bereproduksi dengan tunas aseksual. Ada juga banyak variasi antara organisme yang mengikuti skema umum.

Sebagai contoh, kedua jenis kelamin mungkin berada dalam organisme yang sama sehingga setiap organisme dapat menghasilkan sperma dan telur (suatu kondisi yang dikenal sebagai hermafroditisme). Zigot dapat berkembang di dalam tubuh perempuan (misalnya pada mamalia), di luar tubuh perempuan (misalnya dalam katak) atau bahkan di dalam tubuh laki-laki (misalnya pada ikan tertentu).

Klasifikasi Tubuh Metazoa

Metazoa tersebut dikelompokan lagi antara lain dengan berdasarkan simetri tubuhnnya serta lapisan punyusun tubuhnnya. Berdasarkan pada simetri tubuh, Metazoa dibagi menjadi Metazoa yang memiliki simetri tubuh bilateral serta simetri tubuh bilateral, Asimetri, dan juga radial.

Ciri-ciri Metazoa (Hewan)

Dibawah ini merupakan Ciri-ciri Metazoa (Hewan) adalah:

  1. Tidak adanya dinding sel. Tanaman memiliki dinding sel serta juga kurang mempunyai fungsi yang sel-sel hewan memiliki.
  2. Metazoan bersifat multiseluler, yang berarti bahwa tubuh mereka terdiri dari lebih dari satu sel.
  3. Mereka dapat bergerak dan menggunakan penggerak pada beberapa hewan.
  4. Kebanyakan berkembang biak secara seksual.
  5. Segala sesuatu yang heterotropik dan tergantung pada organisme lain adalah sumber makanan.
  6. Metazoan juga memiliki jaringan berbeda yang bertanggung jawab untuk berbagai tindakan dalam tubuh, seperti jaringan saraf dan otot.
  7. Satu pengecualian adalah spons sebab mereka tidak mempunyai sel-sel khusus serta mengandalkan arus air untuk dapat melaksanakan proses dalam sel-sel mereka.

Metazoa Heterotrofik

Salah satu fitur umum untuk semua hewan ialah peran ekologis mereka sebagai konsumen, yakni , mereka tidak bisa memproduksi makanan mereka sendiri, sehingga hewan harus makan organisme lain, atau dari organisme yang lain, untuk bisa mendapatkan makanan. terdapat tiga kategori dasar konsumen:

1. Predator

predator tersebut memakan organisme lain, ataupun juga bagian dari organisme lain. Termasuk dalam predator seperti serigala yang memakan hewan lain dan herbivora seperti sapi yang memakan tanaman.

2. Parasit

Parasit hidup pada atau dalam organisme lain dan mendapatkan makanan dari inang tanpa harus membunuh atau menelannya. Organisme ini berkisar dari kutu hingga cacing pita dan dapat relatif tidak berbahaya atau hanya menyebabkan penyakit.

3. Detritivora

Detritivora ini memakan organisme mati atau nutrisi organik di tanah atau air. Organisme ini penting untuk jaring makanan karena mereka mendaur ulang nutrisi yang hampir tidak tersedia. Cacing tanah dan burung nasar adalah contoh karnivora.

Banyak hewan yang berspesialisasi dalam peran mereka adalah konsumen. Hewan-hewan ini mungkin hanya memakan satu makanan atau beberapa jenis makanan. Misalnya, Kelelawar tertentu, ialah pemakan buah, serta hanya makan buah-buahan saja. Spesialis tersebut sering memainkan peran juga penting dalam kehidupan spesies yang mana mereka berinteraksi. Dalam hal ini kelelawar sangat penting untuk menyebarkan biji yang terkandung dalam buah-buahan.

Sekian artikel tentang Pengertian Metazoa, Siklus, Klasifikasi dan Ciri-cirinya ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca artikel lainnya:

Pengertian Filogenetik, Klasifikasi, Jenis dan Contohnya

Pengertian Sintaksis, Fungsi, Ruang Lingkup dan Struktur Sintaksis

Pengertian Android Pie 9.0 dan Fitur-fitur Terbarunya