Pengertian Manajemen Kinerja, Tujuan, Proses dan Prinsip Dasarnya

Posted on

Pengertian Manajemen Kinerja, Tujuan, Proses dan Prinsip Dasarnya – Manajemen kinerja atau dalam bahasa Inggrisnya Performance Management merupakan kegiatan untuk memastihkan suatu sasaran organisasi sudah tercapai secara konsisten dalam cara-cara yang efektif dan efisien. Manajemen kinerja dapat fokus pada kinerja organisasi, departemen, karyawan, atau bahkan proses pembuatan produk atau layanan, serta bidang lainnya.

manajemen kinerja adalah suatu kegiatan manajemen yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai secara konsisten dalam berbagai cara yang efektif dan efisien.

Ada juga yang mendefinisikan manajemen kerja (MK) sebagai kegiatan yang memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai secara konsisten melalui proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan evaluasi kinerja alat organisasi.

Manajemen Kinerja

Performance management tidak hanya berhubungan dengan kinerja para pegawai secara personal tetapi juga kinerja organisasi secara keseluruhan. Dengan kata lain, Mahkamah Konstitusi terkait erat dengan proses kerja dan hasil yang didasarkan pada tujuan strategis organisasi, yaitu kepuasan pelanggan dan kontribusi terhadap ekonomi.

Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam suatu orgasasi. Dalam mengoperasikan organisasinya, setiap manusia atau SDM yang memiliki perilaku dan pemikiran yang berbeda juga akan mengakibatkan perbedaan dalam kinerjanya. Itu sebabnya kita perlu merencanakan, mengatur, mengelola, dan meninjau kinerja karyawan yang biasa disebut manajemen kinerja. Oleh karena itu, manajemen kinerja dapat dilihat sebagai proses sistematis di mana organisasi melibatkan karyawannya untuk mencapai misi dan tujuan organisasi. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa ada korelasi kuat antara manajemen kinerja yang efektif dan pencapaian tujuan organisasi.

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah definisi dari manajemen kinerja yang dibahas oleh ahlinya.

1. Schwarz (1999)

Pengertian manajemen kinerja menurut Schwarz adalah gaya kepemimpinan yang pada dasarnya adalah komunikasi terbuka antara pemimpin dan karyawan mengenai pencapaian tujuan, untuk memberikan umpan balik dari eksekutif kepada karyawan dan sebaliknya, dari karyawan ke pemimpin, serta ulasan kinerja.

2. Amstrong (2004)

Pengertian manajemen kinerja menurut Amstrong adalah pendekatan strategis dan terpadu untuk membawa kesuksesan yang bertahan lama bagi organisasi dengan meningkatkan kinerja karyawan dan mengembangkan keterampilan tim dan individu.

3. Bacal (1999)

Pengertian manajemen kinerja menurut Bacal adalah komunikasi yang berkelanjutan dan berlangsung dalam kemitraan antara seorang karyawan dan atasan langsungnya. Bagian dari proses ini adalah definisi harapan yang jelas dan pemahaman tentang pekerjaan yang harus dilakukan.

4. Castello (1994)

Pengertian manajemen kinerja menurut Castello adalah dasar dan pendorong semua keputusan organisasi, beban kerja, dan alokasi sumber daya.

Tujuan Manajemen Kinerja

Tujuan utama dari Manajemen Kinerja secara keseluruhan adalah untuk memastikan bahwa semua elemen organisasi atau perusahaan bekerja bersama secara terpadu untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan tujuan Manajemen Kinerja dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah sebagai berikut ini:

  1. Membantu karyawan dalam mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang efisien dan mendorong mereka untuk melakukan pekerjaan dengan cara yang benar.
  2. Meningkatkan kinerja karyawan dengan mendorong pemberdayaan, motivasi, dan penggunaan mekanisme penghargaan yang efektif.
  3. Meningkatkan sistem komunikasi dua arah antara Supervisor/Manajer dan karyawan untuk mengklarifikasi harapan (ekspektasi) perusahaan mengenai peran dan tanggung jawab karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan, untuk mengkomunikasikan tujuan fungsional dan organisasi dan untuk menyediakan secara teratur dan umpan balik yang transparan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan melanjutkan pelatihan.
  4. Mengidentifikasi hambatan untuk kinerja yang efektif dan menyelesaikan kendala melalui pemantauan, pembinaan, dan pengembangan.
  5. Menciptakan dasar untuk beberapa keputusan administratif terkait perencanaan strategis, perencanaan suksesi, promosi, kompensasi, dan kompensasi berbasis kinerja.
  6. Meningkatkan pengembangan diri pribadi karyawan dan kemajuan Anda dengan membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mereka inginkan.

Proses Manajemen Kinerja

Adapun proses dari manajemen kinerja antara lain yaitu:

1. Masukan

Manajemen kinerja membutuhkan berbagai masukan yang harus diolah supaya dapat saling bersinergi dalam meraih tujuan organisasi. Masukan adalah dalam bentuk sumber daya manusia (SDM), modal, bahan, peralatan dan teknologi, serta metode dan mekanisme kerja.

Manajemen kinerja membutuhkan masukan dalam bentuk keterampilan SDM, baik untuk individu maupun untuk tim. Kapasitas staf diberikan dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi.

Sumber daya manusia dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dapat meningkatkan kualitas kinerja proses atau hasil kerja. Sementara keterampilan diperlukan untuk memungkinkan departemen SDM memenuhi persyaratan perusahaan untuk memberikan kinerja terbaik.

2. Proses

Manajemen kinerja berawal dari perencanaan tentang bagaimana merencanakan tujuan yang diinginkan di masa yang akan datang dan bagaimana merancang semua sumber daya dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Jalannya rencana dipantau dan kemajuan dalam mencapai tujuannya diukur. Penilaian dan peninjauan dilakukan untuk memperbaiki dan menentukan langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi keberangkatan dari rencana. Manajemen kinerja menciptakan rasa saling menghormati antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses kinerja.

Praktik manajemen kinerja dilakukan dengan jujur ​​untuk membatasi dampak kerugian pada individu. Proses manajemen kinerja dilakukan secara transparan, terutama bagi orang-orang yang dipengaruhi oleh keputusan dan bagi mereka yang memiliki kesempatan untuk membuat keputusan berdasarkan keputusan.

3. Keluaran

Keluaran merupakan hasil lansung dari kinerja organisasi, baik berupa barang ataupun jasa. Pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi harus dibandingkan dengan tujuan yang diharapkan. Kinerja mungkin lebih tinggi atau lebih rendah dari sasaran yang ditentukan. Jika ada perbedaan, umpan balik diberikan ketika merencanakan tujuan masa depan dan melaksanakan kinerja yang dilakukan.

4. Manfaat

Selain memperhatikan keluaran, manajemen kinerja juga memperhatikan manfaat dari hasil kerja. Dampak pekerjaan dapat menjadi positif bagi organisasi. Misalnya, prestasi seseorang dalam meningkatkan kinerja berdampak pada motivasi, sehingga kinerja organisasi semakin besar. Namun, kesuksesan seseorang dapat merugikan apabila karena keberhasilannya dia menjadi sombong yang akan membuat suasana kerja tidak lagi kondusif.

Prinsip Dasar Manajemen Kinerja

Adapun prinsip dasar manajemen kinerja sebuah organisasi/perusahaan antara lain:

  1. Menghargai kejujuran
  2. Memiliki Layanan
  3. Tanggung jawab
  4. Dirasakan Seperti Bermain
  5. Memiliki Perasaan Kasihan
  6. Memiliki Rumusan Tujuan
  7. Memiliki konsekuensi dan kerja sama
  8. Bersifat Berkelanjutan
  9. Adanya Komunikasi Dua Arah
  10. Memperoleh Umpan Balik.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Manajemen Kinerja, Tujuan, Proses dan Prinsip Dasarnya ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Pengertian Audit Internal, Fungsi, Tujuan dan Ruang Lingkupnya

Pengertian Retail, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Ikhtisar, Tujuan, Ciri dan Fungsinya