Pengertian Kurikulum

Posted on

Pengertian Kurikulum – Saat berlari, ada jarak yang harus ditempuh dari awal hingga akhir. Jarak antara awal dan akhir disebut curere. Atas dasar inilah kata kurikulum digunakan dalam pendidikan.

Kurikulum merupakan sarana pendidikan yang menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan di masyarakat. Definisi kurikulum adalah program pendidikan yang merancang untuk berbagai jenis pengajaran di sekolah.

Pengertian Kurikulum

Kurikulum adalah serangkaian mata pelajaran yang terdiri dari program studi dari suatu penyedia layanan pendidikan yang mencakup kurikulum yang diterima siswa selama periode waktu tertentu.

Definisi lain kurikulum adalah suatu sistem perencanaan dan pengorganisasian isi dan materi pembelajaran yang dijadikan pedoman dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan kata lain kurikulum merupakan sekumpulan mata pelajaran yang ditawarkan di suatu lembaga pendidikan untuk mengarahkan proses belajar mengajar agar berjalan dengan baik dan lancar.

Pengertian kurikulum secara umum terdiri dari rangkaian mata pelajaran yang terdiri dari program studi yang ditawarkan oleh penyelenggara sistem pendidikan terintegrasi.

Kurikulum mencakup rencana pelajaran yang diperoleh siswa selama periode tingkat pendidikan. Pandangan lain adalah bahwa pengertian kurikulum adalah suatu sistem perencanaan dan pengorganisasian isi dan materi pembelajaran yang dijadikan pedoman dalam kegiatan belajar mengajar.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengertian kurikulum adalah sekumpulan mata pelajaran yang terdapat pada suatu lembaga pendidikan sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar agar dapat berfungsi dengan baik dan teratur.

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian kurikulum menurut beberapa para ahli:

1. John Foxton Kerr

Kurikulum menurut John Foxton Kerr adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu maupun kelompok, baik di dalam maupun di luar sekolah.

2. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller

Kurikulum menurut J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller adalah segala sesuatu yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, antara lain metode pengajaran, metode penilaian siswa, kurikulum, bimbingan dan konseling, supervisi dan manajemen, serta masalah struktural terkait. dengan waktu, jumlah ruangan dan kemampuan untuk memilih mata pelajaran.

3. Harold B. Albertsycs

Kurikulum menurut Harold B. Albertsycs adalah sekumpulan kegiatan yang ditawarkan sekolah kepada siswa. Dalam hal ini, kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran, tetapi mencakup berbagai kegiatan lain di dalam dan di luar kelas yang diselenggarakan oleh sekolah.

4. J. Galen Saylor dan William M. Alexander

Kurikulum menurut J. Galen Saylor dan William M. Alexander adalah segala upaya sekolah untuk mempengaruhi pembelajaran, baik itu di dalam kelas, di taman bermain maupun di luar sekolah.

5. UU No. 20 Tahun 2003

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum memuat sejumlah rencana dan ketentuan tentang tujuan pembelajaran, isi dan materi, serta metode yang digunakan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Baca juga: Pengertian Pemasaran

Manfaat Kurikulum

Pada prinsipnya kurikulum berguna untuk mengarahkan proses belajar mengajar sedemikian rupa agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik. Dalam pengertian kurikulum, beberapa keunggulan kurikulum adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Kurikulum Bagi Guru

  • Kurikulum dapat digunakan sebagai pedoman untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil kegiatan pembelajaran.
  • Kurikulum dapat membantu guru memahami bagaimana menjalankan peran dan tanggung jawab mereka.
  • Kurikulum dapat mendorong staf pengajar untuk lebih kreatif dalam proses belajar mengajar.
  • Kurikulum dapat membantu mendukung pengajaran yang lebih baik.

2. Manfaat Kurikulum Bagi Sekolah

  • Kurikulum akan mendorong sekolah untuk berhasil melaksanakan pelatihan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
  • Kurikulum memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhannya.
  • Kurikulum dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan program pendidikan.

3, Manfaat Kurikulum Bagi Masyarakat

  • Kurikulum dapat digunakan sebagai pedoman atau standar bagi orang tua untuk memandu proses belajar anak.
  • Kurikulum memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan penyempurnaan program pendidikan, terutama melalui kritik dan saran yang membangun.

Fungsi Kurikulum

Dalam dunia pendidikan, kurikulum memiliki beberapa fungsi yang sangat penting. Fungsi kurikulum adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Diagnostik

Dalam hal ini, fungsi diagnostik dalam kurikulum dipahami sebagai alat peraga yang dapat digunakan untuk memahami dan menyikapi potensi peserta didik serta memahami dan memperbaiki kelemahannya.

2. Fungsi Pemilihan

Dalam hal ini fungsi pemilihan dalam kurikulum adalah memungkinkan mahasiswa untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

3. Fungsi Persiapan

Dalam hal ini, fungsi persiapan (the propaeduetic function) dalam kurikulum diartikan sebagai sarana pendidikan yang dapat mempersiapkan peserta didik untuk jenjang pendidikan selanjutnya dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan bermasyarakat.

4. Fungsi Diferensiasi

Dalam hal ini, fungsi diferensiasi (the diferentiating function) dalam kurikulum diartikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk menjelaskan perbedaan pada setiap siswa untuk disajikan dan dihargai.

5. Fungsi Integrasi

Dalam hal ini, fungsi integrasi kurikulum diartikan sebagai sarana pendidikan yang dapat menciptakan masyarakat yang utuh, andal, dan terintegrasi.

6. Fungsi Penyesuaian

Dalam hal ini, gagasan bahwa kurikulum berperan sebagai sarana adaptasi (the adjustive or adaptive function) adalah kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang dinamis.

Baca juga: Pengertian Bisnis

Komponen Kurikulum

Berikut adalah komponen-komponen dari kurukulum:

1. Tujuan

Komponen tujuan berkaitan dengan hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran. Sebagai contoh; Kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia dan kemampuan.

2. Isi atau Materi

Komponen isi dan materi berkaitan dengan semua aspek, termasuk mata pelajaran atau kegiatan peserta didik, berpedoman pada tujuan pendidikan.

3. Strategi Pelaksanaan

Komponen strategi mengacu pada metode, pendekatan dan alat yang digunakan dalam mengimplementasikan kurikulum agar tujuan pembelajaran dapat berhasil dicapai.

4. Evaluasi

Komponen penilaian mengacu pada proses penilaian tingkat pencapaian sasaran dan keefektifan kurikulum dalam proses pembelajaran. Memiliki ulasan di tempat dapat digunakan untuk menentukan apakah resume dapat dipertahankan atau ditingkatkan untuk membuatnya lebih baik.

Konsep Kurikulum

Konsep kurikulum berkembang dan bervariasi dengan waktu dan perkembangan teori dan praktek. Namun dari semua perbedaan tersebut akhirnya dapat disimpulkan bahwa ketiga konsep kurikulum tersebut adalah sebagai berikut.

1. Kurikulum Sebagai Substansi

Kurikulum dianggap sebagai rencana kegiatan belajar siswa di sekolah. Kurikulum juga dipandang sebagai seperangkat tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum juga dapat diartikan sebagai dokumen yang merumuskan tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar mengajar, jadwal dan penilaian.

2. Kurikulum Sebagai Sistem

Kurikulum merupakan bagian dari sistem pendidikan. Sistem kurikulum terdiri dari struktur staf dan prosedur kerja untuk membuat, melaksanakan, mengevaluasi dan meningkatkan CV.

Hasil dari sistem ini adalah terbentuknya kurikulum yang sesuai. Fungsi sistem ini adalah untuk memelihara kurikulum saat ini atau yang akan datang agar tetap dinamis.

3. Kurikulum Sebagai Bidang Studi

Kurikulum sebagai mata pelajaran bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan tentang kurikulum dan sistemnya.

Baca juga: Pengertian Asuransi

Perkembangan Kurikulum di Indonesia

Karena kurikulum bersifat dinamis dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, maka tidak mengherankan jika kurikulum di mana-mana, termasuk di Indonesia berubah dari waktu ke waktu.

Kurikulum pertama di Indonesia disebut Rencana Pelajaran pada tahun 1947. Kurikulum ini menekankan pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia sebagai pribadi yang merdeka dan berdaulat.

Kemudian kurikulum disempurnakan lagi dengan jadwal tahun 1952 yang merekrut seorang guru untuk mengajar mata pelajaran. Pada tahun 1964 kurikulum di Indonesia disempurnakan kembali dengan menitikberatkan pada program Pancawardhana yaitu pengembangan akhlak, kecerdasan, emosi, ketrampilan dan fisik.

Pada tahun 1968 kurikulum di Indonesia diubah kembali dengan menekankan pada pendidikan Pancasila yang sesungguhnya. Pada tahun 1975 kurikulum baru dibuat untuk menggantikan kurikulum 1968. Kurikulum baru ini disebut sebagai unit pembelajaran. Intinya adalah rencana pelajaran untuk setiap unit diskusi.

Kemudian diperbaharui lagi pada tahun 1984, 1994, 1999, 2004, 2006 dan terakhir pada tahun 2013. Kurikulum 2013 atau yang lebih dikenal dengan K13 menekankan pada tiga aspek perkembangan manusia yaitu pengetahuan, keterampilan dan perilaku. Perubahan kurikulum tidak hanya dapat ditemukan dalam cara nilai-nilai ini dinilai dan disajikan, tetapi juga dalam materi pembelajaran.

Demikianlah artikel tentang Kurikulum ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.