Pengertian Kompensasi

Posted on

Pengertian Kompensasi – Jika Anda seorang karyawan di suatu perusahaan, maka Anda tentu pernah mendengar istilah kompensasi sebelumnya. Kompensasi adalah hal lazim yang seringkali disediakan oleh perusahaan. Meski begitu, perusahaan tidak menyerahkan kompensasi untuk karyawannya tanpa alasan.

Pada umumnya, karyawan perlu mengisi goals yang sudah ditentukan oleh perusahaan. Jika Anda hendak mengetahui lebih lanjut tentang kompensasi, artikel kali ini akan membicarakan secara tuntas segala sesuatu yang ingin kita ketahui mengenai kompensasi. Tanpa basa-basi lagi, ayo kita bahas.

Pengertian Kompensasi

kompensasi merupakan seluruh imbalan yang di terima oleh pekerja atas jasa ataupu hasil kerjanya untuk sebuah organisasi ataupun perusahaan. Imbalan itu dapat berupa duit ataupun barang yang diserahkan secara langsung ataupun tidak langsung oleh perusahaan.

Kompensasi dalam format uang tersebut berarti seorang pekerja ditunaikan dengan sebanyak uang kartal atas kegiatan dan jasanya untuk perusahaan. Biasanya kompensasi diserahkan kepada seorang pekerja dalam format finansal (uang).

Kompensasi, tidak jarang kali dipakai dalam kehidupan sehari-hari, tak terkecuali di dunia bisnis. Pengertian kompensasi yang dimaksud di sini ialah semua imbalan yang diterima oleh seorang pekerja atas jasa atau hasil kerjanya pada suatu organisasi/ perusahaan dimana imbalan itu dapat berupa duit ataupun barang, baik langsung ataupun tidak langsung.

Penjelasan itu sejalan dengan pendapat Hasibuan (2002), menyampaikan bahwa definisi kompensasi ialah semua penghasilan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diserahkan kepada perusahaan.

Merujuk dari definisi kompensasi di atas, dapat disebutkan bahwa di antara istilah ekonomi yang mempunyai peranan penting, karena sehubungan langsung dengan penghasilan karyawan. Bagi itulah, pada tulisan ini akan dibicarakan juga tujuan, jenis, kriteria pemberian, dan kebijakannya dalam bisnis selain definisi kompensasi yang sudah diterangkan sebelumnya.

Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli

Berikut merupakan definis kompensasi menurut beberapa para ahli.

1. Anwar Prabu Mangkunegara (2001: 83)

Anwar Parabu Mangkunegara melafalkan bahwa kompensasi merupakan sesuatu yang dipertimbangkan sebagai sebuah yang sebanding. Di dalam kepegawaian, hadiah yang mempunyai sifat uang adalahkompensasi yang diserahkan kepada pegawai sebagai penghargaan atas jasa mereka untuk perusahaan.

2. Agus Sunyoto (2008: 69)

Agus Sunyoto menuliskan bahwa kompensasi mempunyai konsep yang lebih luas, yakni semua format kembalian atau imbalan finansial, jasa jasa berwujud dan pun tujuan destinasi yang didapatkan sebagai dari suatu hubungan kepegawaian atau dalam perusahaan/organisasi.

3. Mutiara S. Panggabean (2005: 75)

Berdasarkan keterangan dari Mutiara S. Panggabean kompensasi yaitu setiap format penghargaan yang diserahkan karyawan sebagai suatu balasan jasa atas kontribusi yang diserahkan kepada suatu organisasi.

4. Wibowo (2007: 461)

Berdasarkan keterangan dari Wibowo kompensasi yakni kontrak prestasi terhadap pemakaian tenaga atau jasa atau kemahiran yang telah diserahkan oleh seorang tenaga kerja.

5. Gary Dessler (1997: 85)

Gary Dessler menyampaikan kompensasi ialah setiap format pembayaran ataupun imbalan yang diserahkan kepada karyawan dan tersebut merupakan dampak dari jasa dari karyawan tersebut.

6. Husein Umar (2007: 16)

Husein Umar menuliskan bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pegawai berupa gaji, upah, insentif, bonus, premi, pengobatan, asuransi dan beda lain yang sejenis yang ditunaikan langsung oleh perusahaan untuk pegawai nya atas jasa yang diberikan.

7. Sedarmayanti (2011: 239)

Pengertian kompensasi menurut keterangan dari Sedaryamanti merupakan segala urusan yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa mereka untuk perusahaan.

8. Veithal Rivai (2008: 357)

Berdasarkan keterangan dari Veithal Rivai, kompensasi yaitu sesuatu yang diterima seorang karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa untuk perusahaan.

9. Melayu S.P. Hasibuan (2002: 54)

Kompensasi menurut keterangan dari Melayu S.P. Hasibuan merupakan semua penghasilan yang berbentuk uang, barang langsung ataupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan sebab mereka sudah memberika jasanya untuk perusahaan.

10. Sastrohadiwiryo (2011: 125)

Kompensasi menurut keterangan dari Sastrohadiwiryo yaitu sebuah imbalan saja atau balas jasa yang diserahkan perusahaan untuk tenaga kerjanya, sebab telah menyerahkan sumbangan tenaga dan benak mereka demi peradaban perusahaan untuk menjangkau tujuan yang sudah ditetapkan.

Baca juga: Pengertian Stakeholder

Tujuan Kompensasi

Berikut adalah tujuan dari kompensasi.

1. Menarik Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas

Contoh nya ialah dengan menyelenggarakan seleksi dan rekruitmen tenaga kerja yang mempunyai kriteria seperti mengisi standard pendidikan, empiris kerja, analisis SWOT dan beda sebagainya. Kompensasi dalam urusan ini dapat ditetapkan lumayan tinggi agar minat SDM berbobot | berbobot | berkualitas condong ke perusahaan Anda.

2. Menjaga Karyawan dan Meminimalisir Turnover

Membayar upah yang kompetitif merupakan misal kompensasi yang diserahkan supaya karyawan tetap motivasi untuk bekerja di perusahaan tersebut. Selain tersebut disediakannya fleksibilitas dalam bekerja dan menghargai karyawan pun merupakan hal penting dalam menjaga karyawan.

3. Mengendalikan Ongkos Tenaga Kerja

Contoh nya yaitu dengan menyerahkan gaji atau upah untuk tenaga kerja cocok denan porsi kegiatan yang dilakukannya. Tidak ditunaikan terlalu tinggi ataupun rendah, seluruh sesuai dengan unsur pekerjaannya.

Jenis-jenis Kompensasi

Komponen-komponen dari borongan program gaji secara umum dikelompokan ke dalam kompensasi keuangan langsung, tak langsung, dan non finansial. Berikut ini akan diterangkan jenis-jenis kompensasi yang diserahkan perusahaan untuk para karyawannya.

1. Kompensasi Finansial secara Langsung

Kompensasi Finansial ini merupakan berupa benefit laksana bayaran pokok (gaji dan upah), bayaran prestasi, bayaran insentif (bonus, komisi, pembagian laba/keuntungan, dan pilihan saham), dan bayaran tertangguh (program simpanan dan anuitas pembelian saham).

2. Kompensasi Finansial Tidak Langsung

Kompensasi Finansial Tidak Langsung dapat berupa program-program proteksi (asuransi kesehatan, asuransi jiwa, pensiun, asuransi tenaga kerja). Atau dapat juga berupa bayaran di luar jam kerja (liburan, hari besar, libur tahunan dan libur hamil) dan fasilitas-fasilitas laksana kendaran,ruang kantor dan lokasi parkir.

3. Kompensasi Non Finansial

Kompensasi Non Finansial yaitu berupa kegiatan (tugas-tugas yang menarik, tantangan, tanggung jawab, pengakuan, dan rasa pencapaian). Lingkungan kerja (kebijakan-kebijakan yang sehat, supervisi yang kompoten, kerabat yang menyenangkan, dunia kerja yang nyaman).

Baca juga: Pengertian Etika Bisnis

Bentuk-bentuk Kompensasi

Sebuah kompensasi yang diserahkan oleh perusahaan untuk karyawan atau pihak-pihak yang berhubungan dalam proses usaha, dapat berbentuk tunjangan yang sifatnya materi. Bentuk-bentuk ini terbagi ke dalam 4 hal seperti berikut:

1. Gaji Karyawan

Upah atau gaji biasanya bersangkutan dengan tarif gaji per jam, di mana semakin lama masa-masa bekerja, maka semakin besar pula upah yang didapat. Upah adalahbasis pembayaran yang sering digunakan untuk pekerja-pekerja buatan dan pemeliharaan. Sedangkan gaji atau salary lazimnya berlaku guna tarif mingguan, bulanan atau tahunan.

2. Insentif Khusus untuk Karyawan

Insentif adalah tambahan-tambahan gaji di atas atau di luar gaji atau upah yang diserahkan oleh organisasi. Program-program insentif dicocokkan dengan menyerahkan bayaran ekstra menurut produktivitas, penjualan, keuntungan-keuntungan, atau upaya-upaya pemangkasan ongkos tergantung dengan kepandaian perusahaan.

3. Tunjangan Pekerjaan untuk Karyawan

Salah satu format tunjangan dalam perusahaan seringkali meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, liburan-liburan yang ditanggung perusahaan, program pensiun, dan tunjangan-tunjangan lainnya yang bersangkutan dengan kepegawaian.

4. Fasilitas untuk Karyawan

Fasilitas yang diserahkan perusahaan juga dapat meliputi mobil perusahaan, keanggotaan klub, lokasi parkir khusus, dan beda sebagainya. Hal ini tergantung kesanggupan perusahaan dalam menyerahkan fasilitas untuk para karyawannya.

Faktor yang Mempengaruhi Kompensasi

Berdasarkan keterangan dari Prof. DR. H. Edy Sutrisno, M.Si dalam bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2016:199) menyampaikan bahwa besar kecilnya kompensasi diprovokasi oleh sejumlah faktor.

Faktor-faktor yang memprovokasi besarnya kompensasi itu di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Tingkat biaya hidup
  • Tingkat Kompensasi yang berlaku di perusahaan lain
  • Tingkat Kemampuan perusahaan
  • Jenis kegiatan dan besar kecilnya tanggung jawab
  • Peraturan perundang-undangan yang berlaku
  • Peranan Serikat Buruh.

Untuk dapat menyerahkan sebuah tingkat kompensasi yang baik untuk karyawan, unsur manajemen finansial harus mempunyai pengelolaan finansial dan akuntansi yang baik.

Baca juga: Pengertian Motivasi Belajar

Kriteria Sistem Pemberian Kompensasi

Meskipun terkesan dapat langsung diserahkan kepada karyawan, ternyata pemberian kompensasi ini tidak dapat asal-asalan lho! Dalam proses pemberiannya mesti disertai pertimbangan yang mempunyai dasar. Kebijakan pemberian kompensasi dalam sebuah perusahaan didasarkan atas hal-hal berikut ini:

Mengetahui Harga atau Nilai Pekerjaan

Penilaian harga kegiatan harus menjadi prioritas utama dalam menilai perbuatan kompen sasi laksana apa yang mesti direncanakan perusahaan. Jadi, tidak bakal terjadi pemborosan dan dapat meningkatkan efisiensi yang dilaksanakan perusahaan.

Penilaian harga kegiatan ini bisa didasarkan atau dua hal. Pertama, menurut jenis kemahiran suatu pekerjaan, tingkat resikonya dan kerumitannya. Perusahaan mesti memahami hal-hal seperti kemahiran apa yang perlu dipakai dalam pekerjaan, serta tingkat risiko sampai kerumitannya baru dapat memberikan “harga”nya.

Kedua, dengan mengerjakan survei harga kompen sasi dari organisasi beda yang dapat dijadikan patokan guna menilai harga. Survei harga tersebut urgen untuk menjaga karyawan yang mempunyai kualitas tinggi atau “qualified” dari bisa jadi pengunduran diri.

Sistem Kompensasi

Perusahaan juga harus menciptakan sistem kompensasinya sendiri sebelum memberikan untuk para karyawannya. Sistem kompen sasi dapat dilaksanakan melalui dua hal, yakni sebab prestasi dan sebab waktu.

Kamu sebagai pimpinan perusahaan dapat menyerahkan kompen sasi atas dasar prestasi yang mampu dijangkau karyawan laksana pencapaian target. Kompen sasi prestasi menciptakan karyawanmu bakal berlomba-lomba guna menghasilkan yang terbaik supaya mendapatkan bonus.

Namun, pada perusahaan tertentu susah untuk menilai kompen sasi melewati prestasi, dapat diakali dengan melewati sistem waktu. Jadi karyawan melulu akan menemukan bonus saat bekerja melebihi waktu, contohnya uang lembur.

Metode Pemberian Kompensasi

Berikut adalah metode dari pemberian sebuah kompensasi.

1. Metode tarif dasar

Pemberian kompensasi pada karyawan salah satunya dilaksanakan dengan memakai metode tarif dasar. Tarif dasar sendiri lazimnya disebut pula dengan istilah gaji pokok. Tarif dasar ini telah seharusnya diputuskan dengan melalui sekian banyak proses.

Mulai dari proses analisis dan uraian serta penilaian atas segala kegiatan yang sudah terjadi di suatu perusahaan. Tarif dasar lazimnya memang sehubungan dengan upah pekerja sampai-sampai nilainya mesti benar-benar dianggarkan dan dipertimbangkan dengan tepat. Sebab nantinya urusan ini bersangkutan dengan kualitas SDM atau karyawan di perusahaan.

2. Metode tunjangan

Kompensisi lazimnya juga diserahkan dengan teknik pemberian tunjangan pada semua pekerja. Unsur tunjangan ini sebenarnya pun sangat penting. Biasanya tunjangan diserahkan di masa-masa yang bersamaan dengan pemberian tarif dasar atau gaji pokok.

Ada sekian banyak macam jenis tunajngan yang dapat diberikan pada semua karyawan. Mulai dari tunjangan kesehatan atau tunjangan transportasi dan bahkan tunjangan libur seta tunjangan hari raya. Ada pula tunjangan yang diserahkan dalam format lainnya. Seperti contohnya dana pensiun dan upah lembur serta lainnya.

3. Metode upah insentif

Upah intensif pada dasarnya diserahkan oleh perusahaan pada karyawan dengan destinasi yang sama dengan pemberian tunjangan dan lainnya. Melalui adanya upah insentif ini maka diharapkan supaya para pekerja nantinya bisa bekerja dengan lebih baik lagi sampai-sampai hasil output perusahaan menjadi semakin besar.

Dengan adanya output yang besar maka nantinya diharapkan supaya biaya per unit pada perusahaan dapat diatasi dengan baik. Kondisi ini pada akhirnya bakal menghindarkan perusahaan dari kebangkrutan. Oleh karena tersebut pemberian kompensasi dapat saja dilaksanakan dengan cara upah intensif yang akan menciptakan pekerja menjadi lebih termotivasi guna semakin produktif.

4. Metode bonus individu

Metode lainnya yang juga dapat diterapkan dalam urusan pemberian kompensasi oleh perusahaan untuk para pekerja ialah melalui bonus individu. Bonus pribadi atau bonus perorangan adalahjenis cara pemberian kompensasi dalam format yang sangat sederhana.

Bonus ini menjadi sebuah pemberian diluar gaji pokok dan tunjangan. Biasanya bonus guna per pribadi atau perorangan ini seringkali diberikan sebab adanya proses buatan di atas angka standar sampai-sampai tambahan ini diulas dalam format uang.

5. Metode bonus kelompok

Di samping dalam format perorangan rupanya terdapat pula bonus yang diserahkan pada kelompok. Yang dimaksud dengan kumpulan dalam urusan inibisa saja berupa divisi atau unsur tertentu dalam suatu perusahaan. Umumnya bonus untuk kumpulan ini menjadi hak kumpulan dan akan diberikan pada setiap anggota dalam kumpulan tersebut. Tentunya pembagian bonus untuk masing-masing anggota ini dilaksanakan dengan dicocokkan pada julah upah pokok setiap orang.

Langkah-langkah Penerapan Kompensasi

Berikut langkah-langkahnya.

1. Analisis Pekerjaan

Sebuah kompensasi pasti saja diserahkan pada karyawan dengan melalui sekian banyak tahapan. Sebab pada umumnya suatu kompensasi tidaklah diserahkan secara instan tetapi harus terdapat prestasi atau hasil kerja dari karyawan terlebih dahulu. Pada langkah kesatu urusan yang mesti dilaksanakan oleh jajaran atasan di suatu perusahaan ialah melakukan analisis terhadap kinerja semua karyawan atau pegawai.

Pada langkah inilah nantinya dibentuk sebauh pemaparan jabatan beserta uraian pekerjaan. Selain tersebut pada etape ini juga dibentuk standar kegiatan yang lazimnya ada di sebuah perusahaan atau di sebuah organisasi bisnis. Melalui proses analisis ini nantinya bisa timbul hasil yang seandainya akan menghantarkan perusahaan guna berlanjut ke langkah berikutnya.

2. Penilaian Pekerjaan

Setelah mengerjakan analisis kegiatan maka langkah berikutnya yang dapat dilaksanakan oleh pihak perusahaan ialah melakukan evaluasi pekerjaan. Proses penilaian kegiatan ini telah seharusnya dilaksanakan dengan teknik menyusun urutan peringat kegiatan dan penentuan nilai atas setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh semua karyawan.

Disamping tersebut perlu pula dilakuan susunan komparasi dengan kegiatan lainnya yang terdapat dalam organisasi bisnis atau dalam perusahaan. Maka nantinya penilaian kegiatan yang diciptakan atau disusun dapat membantu perusahaaan guna menilai poin atau nilai atas setiap kegiatan bersangkutan. Penilaian pekerjaan seringkali dilakuan oleh pihak HRD dengan koordinasi pada jajaran atasan perusahaan seperti contohnya manajer dan lainnya.

3. Survey Tentang Imbalan

Jika memang analisis kegiatan dan penilaian kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan standar perusahaan maka selanjutnya dapat dilakukan survey. suatu survey perlu dilaksanakan untuk memahami secara lebih lanjut tentang imbalan yang skeiranya memang pantas untuk diserahkan padapara karyawna dengan kinerja terbaik.

Survey ini dapat dilakukan pada organisasi atau perusahaan lainnya supaya nantinya kompensasi yang diserahkan tidaklah membias jauh dari apa yang seharusnya. Sebab pemberian kompensasi pada dasarnya bersangkutan pula dengan situasi eksternal perusahaan seperti contohnya instansi pemerintah sertapengaruh dari serikat kerja dan sebagainya. Oleh karena tersebut survey perlu dilaksanakan secara meluas.

4. Menentukan Nilai

Tahapan terakhir yang akan dilewati oleh perusahaan sebelum menyerahkan kompensasi pada karyawan ialah tahap penentuan nilai atau harga. Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang dilaukan dengan teknik melakukan komparasi antara sejumlah nilai dari sekian banyak macam jenis kegiatan yang terdapat di sebuah perusahaan.

Pastinya penentuan nilai atau harga ini usahakan dilaksanakan dengan didasarkan pada nilai yang berlaku di lingkungan kerja pada umumnya. Dengan kata lain nilai dicocokkan apda pasaran yang berlaku.

Demikianlah penjelasan tentang Kompensasi dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.