Pengertian Kepribadian

Posted on

Pengertian Kepribadian – Adanya perbedaan pola sifat itulah yang dapat seorang pribadi pelajari untuk menyetarakannya sampai-sampai memungkinkan dua orang memiliki keserupaan sifat. Di dunia ini memang tidak ada sebuah hal sempurna, tergolong dalam macam jati diri yang pun memiliki keunggulan serta kekurangan.

Kepribadian dipakai untuk bereaksi, serta menyesuaikan diri terhadap seagala rangsangan baik dari luar, maupun dari dalam. Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kelaziman yang terhimpun dalam diri individu.

Pengertian Kepribadian

Kepribadian merupakan cerminan secara umum dari perilaku pribadi yang bisa terlihat dari perilaku sehari-hari. Wujud nyata dari jati diri dapat berupa tidak sedikit hal antara beda perangai, sikap atau perilaku, tutur kata, persepsi, kegemaran, keimanan, dan sebagainya.

Kepribadian adalah perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dengan pengaruh lingkungan melewati proses interaksi dan proses sosialisasi semenjak lahir sampai dewasa (Budiati, 2009:81). Laning (2009:88) menyampaikan setiap pribadi satu dengan pribadi lainnya memiliki jati diri yang khas.

Walaupun ada sejumlah kepribadian yang terlihat sama, tetapi secara borongan mereka bertolak belakang pula. Perbedaan ini juga berlaku pada anak kembar. Walaupun secara jasmani mereka terlihat sama, tetapi sifat-sifat khas dalam dirinya berbeda.Sikap seseorang andai sedang menghadapi masalah bakal berbeda-beda. Mereka terdapat yang marah, sedih, jengkel, kecewa, berteriak-teriak atau mengerjakan hal yang lain. Semua mereka kerjakan tanpa perencanaan. Hal ini diakibatkan setiap pribadi memiliki jati diri yang berbeda.

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Berikut ini pengertian jati diri atau kepribadian yang diajukan oleh seorang ahli yang definisinya dapat digunakan sebagai acuan dalam mempelajari jati diri yaitu:

1. Yinger

Kepribadian merupakan keseluruhan perilaku dari seorang pribadi dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.

2. M.A.W Bouwer

Kepribadian yaitu corak tingkah laku social yang mencakup corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.

3. Cuber

Kepribadian yakni gabungan borongan dari sifat-sifat yang terlihat dan dapat disaksikan oleh seseorang.

4. Theodore R. Newcombe

Kepribadian ialah organisasi sikap-sikap yang dipunyai seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.

Baca juga: Pengertian HIV

Faktor Penentu Kepribadian

Berikut Ini Merupakan Faktor Penentu Kepribadian.

1. Faktor Keturunan

Pada hal ini, keturunan mengarah pada hal genetika seseorang. Tingggi fisik, gender, format wajah, kompisi otot, tempramen serta refleks, irama biologis dan tingkat energi merupakan karakteristik yang secara umum dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dapat dipengaruhi oleh siapa orang tua dari pribadi itu, yaitu komposisi biologis dan psikologis.

2. Faktor Lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh lumayan besar terhadap pembentukan karakter ialah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kumpulan sosial; dan pengaruh-pengaruh beda yang seorang insan dapat alami. Faktor lingkungan ini mempunyai peran dalam membentuk jati diri seseorang.

Sebagai contoh, kebiasaan membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sampai-sampai ideologi yang secara intens berakar di sebuah kultur barangkali melulu mempunyai sedikit pengaruh pada kultur yang lain.

3. Sifat Kepribadian

  • Berbagai penelitian mula mengenai struktur jati diri berkisar di seputar upaya guna mengidentifikasikan dan menamai ciri khas permanen yang menyatakan perilaku pribadi seseorang.
  • Karakteristik yang lazimnya melekat dalam diri seorang individu ialah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut.
  • Karakteristik-karakteristik itu jika diperlihatkan dalam sekian banyak situasi, dinamakan sifat-sifat kepribadian. Sifat jati diri menjadi sebuah hal yang mendapat perhatian lumayan besar sebab para peneliti sudah lama mempercayai bahwa sifat-sifat jati diri dapat menolong proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidang kegiatan dengan individu, dan beri panduan keputusan pengembangan karier.

Baca juga: Pengertian Generasi Milenial

Fungsi Teori Kepribadian

Sama laksana teori ilmiah pada lazimnya yang memiliki faedah deskriptif dan prediktif, begitu pun teori kepribdian. Berikut penjelaskan faedah deskriptif dan prediktif dari teori kepribadian.

1. Fungsi Deskriptif

Fungsi deskriptif (menjelaskan atau menggambarkan) merupakan faedah teori jati diri dalam menyatakan atau mencerminkan perilaku atau jati diri manusia secara rinci, lengkap, dan sistematis. Pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana seputar perilaku manusia dibalas melalui faedah deskriptif.

2. Fungsi Prediktif

Teori jati diri di samping harus dapat menjelaskan mengenai apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku insan sekarang, pun harus dapat memperkirakan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku insan di lantas hari. Dengan demikian teori jati diri harus memiliki faedah prediktif.

Perkembangan Kepribadian

Berikut Ini Merupakan Perkembangan Kepribadian.

1. Faktor-faktor yang Memprovokasi Perkembangan Kepribadian

Perkembangan kepribadian pribadi menurut keterangan dari Freud, dipengauhi oleh kematangan dan cara-cara pribadi mengatasi ketegangan. Berdasarkan keterangan dari Freud, kematangan ialah pengaruh pribumi dari dalam diri manusia. Ketegangan bisa timbul sebab adanya frustrasi, konflik, dan ancaman. Upaya menanggulangi ketegangan ini dilaksanakan individu dengan : identifikasi, sublimasi, dan mekanisme pertahanan ego.

2. Tahap-tahap Pertumbuhan Kepribadian

Berdasarkan keterangan dari Freud, kepribadian pribadi telah terbentuk pada akhir tahun ke lima, dan pertumbuhan selanjutnya beberapa besar melulu adalahpenghalusan struktur dasar itu. Selanjutnya Freud mengaku bahwa pertumbuhan kepribadian dilangsungkan melalui6 fase,

yang bersangkutan dengan kepekaan pada daerah-daerah erogen atau unsur tubuh tertentu yang sensitif terhadap rangsangan. Ke enam fase pertumbuhan kepribadian ialah sebagai inilah (Sumadi Suryabrata, 2005 : 172-173).

  • Fase oral (oral stage): 0 hingga kira-kira 18 bulan. Bagian tubuh yang sensitif terhadap rangsangan ialah mulut.
  • Fase anal (anal stage) : kira-kira umur 18 bulan hingga 3 tahun. Pada fase ini unsur tubuh yang sensitif ialah anus.
  • Fase falis (phallic stage) : kira-kira umur 3 hingga 6 tahun. Bagian tubuh yang sensitif pada fase falis ialah alat kelamin.
  • Fase laten (latency stage) : kira-kira umur 6 hingga pubertas. Pada fase ini desakan seks cenderung mempunyai sifat laten atau tertekan.
  • Fase genital (genital stage) : terjadi semenjak individu, menginjak pubertas dan selanjutnya. Pada masa ini pribadi telah merasakan kematangan pada organ reproduksi.

Konsep-konsep Yang Berhubungan Dengan Kepribadian

Ada sejumlah konsep yang bersangkutan erat dengan jati diri bahkan kadang-kadang diserupakan dengan kepribadian. Konsep-konsep yang bersangkutan dengan kepribadian ialah (Alwisol, 2005 : 8-9) :

  • Character (karakter), merupakan penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (banar-salah, baik-buruk) baik secara gamblang maupun implisit.
  • Temperament (temperamen), yaitu jati diri yang sehubungan erat dengan determinan biologis atau fisiologis.
  • Traits (sifat-sifat), yakni respon yang senada atau sama terhadap sekolopok stimuli yang serupa, dilangsungkan dalam kurun masa-masa (relatif) lama.
  • Type attribute (ciri), serupa dengan sifat, tetapi dalam kumpulan stimuli yang lebih terbatas.
  • Habit (kebiasaan), adalah respon yang sama dan ingin berulang guna stimulus yang sama pula.

Baca juga: Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Ciri-ciri Kepribadian

Berikut merupakan ciri-ciri dari kepribadian.

  • Para ahli sepertinya masih pelbagai dalam menyerahkan rumusan terhadap kepribadian. Dalam riset kepustakaan yang sudah dilaksanakan oelh Gordon w. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner
  • Lindzey, 2005) mengejar sekitar 50 pengertian terhadap jati diri yang berbeda-beda. Dari studi dari yang sudah dilakukan, kesudahannya dia mengejar satu rumusan terhadap keribadian yang lebih lengkap.
  • Berdasarkan keterangan dari pendapat dia bahwa kepribadian merupakan organisasi yang dinamis pada diri masing-masing orang sebagai sistem psiko-fisik yang menilai teknik unik dalam menyesuikan diri pada lingkungan. Kata kunci pada definisi kepribadian merupakan penyesuaian diri.

Jenis-jenis Kepribadian

Ada dua jenis kepribadian, yaitu:

1. Kepribadian Sehat

  • Memiliki kemampunan dalam diri sendiri secara realisitik; dapat menilai diri apa adanya terhadap keunggulan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, kemampuan dan sebagainya.
  • Bisa menilai kondisi secara realistik; dan pun dapat menghadapi segala suasana dalam kehidupan yang dialaminya secara realistik dan dapat menerima secara wajar, tidak mengharapkan situasi kehidupan tersebut sebagai sesuatu yang begitu sempurna.
  • Memiliki keterampilan dalam menilai prestasi yang didapatkan secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang didapatnta dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, sombong atau merasakan superiority complex, andai menpadat prestasi yang tinggi atau kesuksesan dalam hidup.
  • Dapat menerima tanggung jawab; dia memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya untuk menanggulangi masalah dalam kehidupan yang dihadapinya.
  • Kemandirian; memiliki sifat berdikari terhadap teknik berfikir, bertindak, memiliki keterampilan mengambil keputusan, menunjukkan dan mengembangkan diri dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi dan Pengertian Jaringan Terlengkap

2. Kepribadian Tidak Sehat

  • Mudah marah (tersinggung)
  • Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
  • Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
  • Bersikap kejam atau senang mengganggu orang beda yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
  • Ketidakmampuan untuk mengelak dari perilaku membias meskipun telah diperingati atau dihukum
  • Kebiasaan berbohong
  • Hiperaktif
  • Bersikap memusuhi semua format otoritas
  • Senang mengkritik/mencemooh orang lain.

Demikianlah penjelasan tentang Kepribadian dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa…