Pengertian Kebudayaan

Posted on

Pengertian Kebudayaan – Perbedaan fundamental antara insan dengan mahluk lain (hewan) merupakan bahwa insan ialah mahluk yang berbudaya, hal diakibatkan manusia diberi anugerah yang paling berharga oleh tuhan yakni budi atau akal pikiran.

Dengan akal benak itulah insan dapat membuat kebudayaan yang mengakibatkan kehidupannya paling jauh bertolak belakang dengan kehidupan hewan.

Oleh karena itu, insan sering dinamakan mahluk sosial budaya, dengan kata lain mahluk yang mesti hidup bareng dengan insan lain dalam sebuah kesatuan yang di sebut dengan masyarakat.

Di samping itu, manusia ialah mahluk yang membuat kebudayaan dan dengan berbudaya itulah manusia berjuang mencukupi keperluan hidupnya.

Apa Itu Kebudayaan?

Kebudayaan adalah salah satu konsep yang sangat luas dan kompleks dalam ilmu sosial dan antropologi. Ia mencakup berbagai aspek dari cara hidup manusia, termasuk nilai-nilai, norma-norma, keyakinan, praktik, simbol, bahasa, seni, teknologi, dan institusi yang digunakan oleh suatu kelompok masyarakat.

Dalam pengertian yang lebih sederhana, kebudayaan merujuk pada cara kelompok manusia tertentu menjalani kehidupan mereka dan bagaimana mereka memahami dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis; ia terus berubah dan berkembang seiring waktu. Ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan sosial, teknologi, ekonomi, politik, lingkungan, dan interaksi antarbudaya.

Kebudayaan juga dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pendidikan formal dan informal serta proses sosialisasi.

Penting untuk diingat bahwa kebudayaan bukan hanya milik individu atau kelompok tertentu, tetapi juga merupakan bagian dari warisan bersama umat manusia.

Setiap kelompok budaya memiliki keunikan dan nilai-nilainya sendiri, dan keberagaman budaya merupakan salah satu hal yang membuat dunia menjadi tempat yang kaya dan menarik untuk dijelajahi.

Kebudayaan memainkan peran penting dalam membentuk identitas individu dan kelompok, mengatur perilaku sosial, menyediakan kerangka kerja bagi interaksi manusia, dan memberikan pemahaman tentang cara kerja dunia di sekitar kita. Ia juga merupakan sumber kebanggaan, warisan, dan ekspresi kreativitas manusia.

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi kebudayaan menurut beberapa para ahli:

1. Herskovits

memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang lantas disebut sebagai superorganic.

Berdasarkan keterangan dari Andreas Eppink, kebudayaan berisi keseluruhan definisi nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta borongan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, ekstra lagi segala pengakuan intelektual dan artistik yang menjadi karakteristik suatu masyarakat.

2. Edward Burnett Tylor

kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan beda yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

3. A.l. Kroeber dan C.Kluekhohn

Mengenai definisi kebudayaan, tidak sedikit defenisi atau batasan definisi kebudayan yang dikatakan oleh semua ahli atau sarjana.

Seperti dua orang sarjana antropologi amerika telah sukses mengumpulkan serta meneliti 160 buah defenisi mengenai kebudayaan yang berasal dari sekian banyak sarjana dan penulis.

4. E. B. Taylor

Dalam buku nya primitive culture menyampaikan bahwa, kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terdapat pengetahauan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan yang beda yang diperoleh dari seorang sebagai anggota masyarakat.

5. Ralph Linton

Dalam bukunya the cultural background of petsonality, menyampaikan defenisi kebudayaan bahwa , sebuah kebudayaan ialah konfigurasi dari tingkah tingkah laku yang di pelajari dan hasil dari tingkah laku yang unsur-unsur penentunya dimiliki bareng dan dilanjutkan oleh anggota masyarakat tertentu.

6. M.Jacobs dan B.J.Stern

Dalam bukunya general antropologi mencatat bahwa kebudayaan merangkum keseluruhan yang meliputi format teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda (kebudayan) yang semua tersebut adalah warisan sosial.

7. Prof, Takdir Alisyahbana

Prof, Takdir Alisyahbana mengemukakan kebudayaan merupakan manifestasi dari teknik berfikir. Untuk takdir definisi kebudayaan amatlah luas, sebab seluruh laku dan tindakan dapat di pulangkan pada hasil teknik berfikir.

8. Koentjaraningrat

kebudayaan ialah keseluruhan sistem gagasan, perbuatan dan hasil karya insan dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan kepunyaan diri manusian dengan belajar.

9. Parsudi Suparlan

Parsudi Suparlan mendefenisi kan kebudayaan sebagai mahluk sosisal yang di pakai nya untuk mengetahui dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamannya serta menjadi landasan untuk terwujud nya perilaku (tingkah laku) manusia.

kebudayaan dalam hal ini sebagai merkanisme control untuk kelakuan dan tindak kan sebagai pola prilaku manusia.

Baca juga: Kedudukan Wawasasan Nusantara Bagi Indonesia

Wujud Kebudayaan

Apabila kita mendalami pengertian kebudayaan seperti yang dijelaskan sebelumnya jelas kebudayaan tidak mempunyai wujud nyata atau konkret laksana sesuatu yang dapat disaksikan dan diraba.

Berdasarkan keterangan dari analisis itu kebudayaan melulu ada dalam alam pikiran insan para penyokong kebudayaan yang bersangkutan, wujudnya hanyalah adalah ide, pandangan hidup, peraturan atau norma yang dianut oleh semua anggota masyarakatnya, yang bilamana dilaksanakan secara konsekuen dan tertata akan mencetuskan prilaku yang di anggap layak dan bisa diterima.

Dari seluruh defenisi semua ahli atau sarjana antropologi diatas dapat anda ketahui bahwa kebiasaan (kebudayaan) tersebut berasal dari alam benak manusia, perilaku atau tindakan, benda-benda yang dibuat manusia.

Dan kebudayaan di untuk kan sebagai pedoman atau latar belakang tindakan insan untuk memperjuangkan kelangsungan hidupnya.

Tetapi tidak seluruh kebudayaan tersebut di kelompok kan sebagai tingkah laku dan benda-benda sepeti misal gerak reflek saat kita merasa gatal dan anda akan langsung mengaruknya sebab perilaku laksana ini melulu lah gerak sepontan saja yang tanpa proses berpikir.

Kebudayaan selalu bersangkutan dengan proses beranggapan manusia sebelum beraksi dan membuat suatu yang di ingginkannya.

Kebudayaan pun tidak bergantung pada warisan biologis dan pewarisan melalaui unsure genetic, karena kebudayaan tersebut di dapatkan seseorang melewati proses belajar dalam kehidupan masyarakat anggota wrga yang terkait.

Jika ditinjau dari asal katanya kebiasaan berasal dari bahasa sangsekerta yakni buddhayah yang berati budi dan akal, jadi kebiasaan dapat ditafsirkan sebagai sebuah sistem pengetahuan teknik dan pola pikir insan dalam bersikap dan sebagai usulan yang menjadi pedoman hidupnya atau hal-hal yang terkaitdengan budi atau akal.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Berikut adalah unsur-unsur dari kebudayaan:

1. Kesenian

Setelah mengisi kebutuhan jasmani manusia pun memerlukan sesuatu yang bisa memenuhi keperluan psikis mereka sampai-sampai lahirlah kesenian yang bisa memuaskan.

2. Sistem Teknologi dan Peralatan

Sistem yang timbul sebab manusia dapat menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru supaya dapat memenuhi keperluan hidup dan membedakan insan dengam makhluk hidup yang lain.

3. Sistem Organisasi Masyarakat

Sistem yang muncul sebab kesadaran insan bahwa meskipun dibuat sebagai makhluk yang sangat sempurna tetapi tetap memiliki kekurangan dan keunggulan masing-masing antar pribadi sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

4. Bahasa

Sesuatu yang bermula dari melulu sebuah kode, tulisan sampai berubah sebagai lisan guna mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan telah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal laksana bahasa Inggris.

5. Sistem Mata Pencaharian Hidup

Sistem yang timbul sebab manusia dapat menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru supaya dapat memenuhi keperluan hidup dan membedakan insan dengam makhluk hidup yang lain.

6. Sistem Pengetahuan

Sistem yang terlahir sebab setiap insan mempunyai akal dan benak yang bertolak belakang sehingga menimbulkan dan menemukan sesuatu yang bertolak belakang pula, sampai-sampai perlu disampaikan supaya yang lain pun mengerti.

7. Sistem Religi

Kepercayaan insan terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul sebab kesadaran bahwa terdapat zat yang lebih dan Maha Kuasa.

Baca juga: Cara Melestarikan Dan Menjaga Lingkungan Hidup

Sifat-Sifat Esensi Kebudayaan

Kebudayaan adalah kumpulan norma, nilai, keyakinan, praktik, simbol, bahasa, dan unsur-unsur lain yang membentuk identitas dan cara hidup suatu kelompok masyarakat.

Sifat-sifat esensi kebudayaan mencerminkan karakteristik dasar dari kebudayaan manusia. Berikut adalah beberapa sifat-sifat esensi kebudayaan:

1. Sifat Bersifat Pembentuk

Kebudayaan adalah sesuatu yang dibentuk dan dikembangkan oleh manusia. Ini mencakup nilai-nilai yang dipilih, norma-norma yang diadopsi, dan praktik-praktik yang diterapkan dalam masyarakat.

2. Sifat Belajar

Kebudayaan adalah hasil dari proses pembelajaran yang berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya. Individu belajar norma, nilai, bahasa, dan praktik kebudayaan dari lingkungan sosial dan budaya mereka.

3. Sifat Simbolik

Kebudayaan sering kali mengandung simbol-simbol yang digunakan untuk menyampaikan makna dan komunikasi. Ini termasuk simbol-simbol seperti bahasa, lambang, seni, dan ritual.

4. Sifat Abstrak

Banyak aspek kebudayaan bersifat abstrak, termasuk nilai-nilai, keyakinan, norma, dan konsep-konsep budaya. Mereka tidak selalu terlihat secara fisik tetapi mempengaruhi perilaku dan pandangan dunia individu.

5. Sifat Beragam

Kebudayaan bisa sangat beragam antara kelompok-kelompok manusia yang berbeda. Ini mencakup perbedaan dalam bahasa, agama, makanan, pakaian, dan praktik budaya lainnya.

6. Sifat Dinamis

Kebudayaan dapat berubah dan berkembang seiring waktu. Faktor-faktor seperti globalisasi, inovasi teknologi, dan perubahan sosial dapat memengaruhi dan mengubah kebudayaan.

7. Sifat Terintegrasi

Kebudayaan adalah sistem yang terintegrasi. Berbagai aspek kebudayaan saling terkait dan memengaruhi satu sama lain.

Misalnya, nilai-nilai budaya dapat memengaruhi norma-norma sosial, dan norma-norma ini dapat memengaruhi praktik-praktik masyarakat.

8. Sifat Berfungsi

Kebudayaan memiliki fungsi dalam masyarakat. Ini dapat mencakup fungsi-fungsi seperti memberikan identitas kelompok, mengatur perilaku sosial, menyediakan sarana komunikasi, dan menyediakan panduan untuk berinteraksi dalam masyarakat.

9. Sifat Relatif

Kebudayaan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap normal atau benar dalam satu budaya mungkin tidak sama dengan budaya lain. Pandangan dan nilai-nilai budaya dapat berbeda secara signifikan.

10. Sifat Terwariskan

Kebudayaan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pendidikan formal dan informal. Ini mencakup pengajaran nilai-nilai, bahasa, dan tradisi budaya kepada generasi muda.

11. Sifat Menjadi Identitas

Kebudayaan sering kali menjadi bagian integral dari identitas individu dan kelompok. Kebudayaan membantu membentuk pandangan dunia dan memberikan pemahaman tentang tempat individu dalam masyarakat.

12. Sifat Bersifat Komprehensif

Kebudayaan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk aspek-aspek seperti agama, ekonomi, politik, seni, pendidikan, dan sebagainya.

Sifat-sifat esensi kebudayaan ini mencerminkan kompleksitas dan keragaman kebudayaan manusia di seluruh dunia.

Kebudayaan tidak hanya mencakup apa yang kita lakukan, tetapi juga mencakup bagaimana kita memahami dunia di sekitar kita dan berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat.

Fungsi Kebudayaan dalam Masyarakat

Kebudayaan adalah hal tak terpisahkan dan masyarakat. Di mana terdapat masyarakat, di situ terdapat kebudayaan. Kebudayaan adalah penopang kelangsungan hidup masyarakat.

Kebudayaan mempunyai faedah tertentu dalam masyarakat. Fungsi tersebut dapat kita pahami menurut sudut pandang teori sosiologi.

Berdasarkan keterangan dari teori fungsional-struktural, kebudayaan berfungsi untuk merawat seluruh proses dalam masyarakat. Pertama-tama, kebudayaan bermanfaat mempersatukan masyarakat dan membuat stabilitas.

Hal tersebut terwujud melalui keikhlasan masyarakat untuk menerima nilai-nilai inti sebagai pedoman kehidupan bersama.

Lebih lanjut, kebudayaan memungkinkan masyarakat memenuhi sekian banyak kebutuhan hidupnya, baik tersebut kebutuhan jasmani maupun non-fisik.

Sementara itu, menurut keterangan dari sudut pandang teori konflik sosial, kebudayaan terutama bermanfaat untuk meemelihara ketidaksamaan sosial.

Dengan kata lain, kebudayaan sesungguhnya bermanfaat untuk memelihara kekuasaan kelompok tertentu dalam masyarakat terhadap kumpulan lainnya.

Adanya kekuasaan kelompok itu akan memunculkan ketidakpuasan kumpulan lain. Hal tersebut pada gilirannya bakal mendorong timhulnya evolusi sosial Apabila dicermati, kedua sudut pandang itu memiliki kebenaran masing-masing.

Oleh karena itu dua-duanya mempunyai pandangan yang saling melengkapi dalam memahami faedah kebudayaan. Atas dasar kedua pandangan tersebut dapat diputuskan bahwa kebudayaan minimal memiliki faedah sebagai berikut.

Dari ketiga faedah tersebut, faedah kebudaayan guna dapat mempersatukan masyarakat umumnya kian problematis. Hal tersebut karena masyarakat sekarang ingin adalah masyarakat beragam budaya.

Tak Jarang yang terjadi kebudayaan bukannya mempersatukan masyarakat, tetapi justru memecah belah masyarakat.

Oleh karena itu, kendala masyarakat sekarang ialah bagaimana membuat supaya kehudayaan dapat berfungsi mempersatukan masyarakat di tengah situasi keragaman kebudayaan.

Dalam bahasa inggris, kebudayaan dinamakan culture, yang berasal dari kata latin colere, yakni mengubah atau mengerjakan.

Bisa ditafsirkan juga sebagai mengubah tanah atau bertani. Kataculture pun kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan sebagai penciptaan, penerbitan dan pengolahan nilai-nilai insani. Tercakup di dalamnya usaha membiasakan bahan alam mentah serta hasilnya.

Di dalam bahan alam, alam diri dan alam lingkungannya baik jasmani maupun sosial, nilai-nilai diidentifkasikan dan dikembangkan sampai-sampai sempurna. Membudayakan alam, memanusiakan manusia, menyempurnakan hubungan keinsanian adalah kesatuan tak terpisahkan.

Baca juga: Ada Banyak Manfaat Limbah Yang Perlu Anda Ketahui

Ciri-Ciri Kebudayaan

Kebudayaan adalah suatu konsep yang mencakup berbagai aspek dalam kehidupan manusia, termasuk norma, nilai, praktik, dan elemen-elemen lain yang membentuk cara hidup suatu kelompok masyarakat.

Ciri-ciri kebudayaan mencerminkan karakteristiknya yang beragam dan kompleks. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum kebudayaan:

1. Norma dan Nilai

Kebudayaan mencakup norma-norma sosial yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Norma-norma ini didasarkan pada nilai-nilai, yaitu prinsip-prinsip abstrak yang dianggap penting oleh masyarakat.

2. Bahasa

Bahasa adalah alat komunikasi utama dalam kebudayaan. Setiap kelompok masyarakat memiliki bahasa mereka sendiri yang digunakan untuk berkomunikasi, menyampaikan ide, dan menyimpan pengetahuan.

3. Religius dan Kepercayaan

Kebudayaan sering mencakup aspek-aspek keagamaan dan kepercayaan. Ini termasuk agama, sistem kepercayaan, ritus, dan praktik keagamaan.

4. Identitas Kelompok

Kebudayaan membantu membentuk identitas kelompok. Orang-orang yang berbagi budaya yang sama merasa terikat satu sama lain dan merasa memiliki identitas kelompok yang kuat.

5. Pakaian dan Gaya Hidup

Kebudayaan juga tercermin dalam pakaian dan gaya hidup. Cara orang berpakaian, makan, dan tinggal adalah bagian dari ekspresi budaya mereka.

6. Seni dan Ekspresi Budaya

Seni, musik, tarian, dan bentuk-bentuk seni lainnya adalah bagian integral dari kebudayaan. Mereka mencerminkan ekspresi seni dan kreativitas masyarakat.

7. Tradisi dan Ritual

Kebudayaan sering diwarnai oleh tradisi dan ritual yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ini bisa meliputi perayaan, upacara adat, atau ritual keagamaan.

8. Sistem Pendidikan

Cara masyarakat mengajarkan pengetahuan kepada generasi muda juga mencerminkan kebudayaan. Sistem pendidikan, nilai-nilai yang diajarkan, dan tujuan pendidikan adalah bagian dari kebudayaan.

9. Sistem Ekonomi

Cara masyarakat mengatur produksi, distribusi, dan pertukaran barang dan jasa juga merupakan aspek kebudayaan. Sistem ekonomi mencerminkan nilai-nilai ekonomi yang dipegang oleh masyarakat.

10. Sistem Politik

Sistem politik dan pemerintahan suatu masyarakat adalah bagian dari kebudayaan mereka. Ini mencakup struktur pemerintahan, sistem hukum, dan proses pengambilan keputusan politik.

11. Teknologi

Teknologi yang digunakan oleh masyarakat adalah ciri kebudayaan mereka. Ini mencakup alat-alat, teknik, dan pengetahuan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

12. Perilaku Sosial

Cara individu berinteraksi dalam masyarakat, termasuk tata krama sosial, norma-norma komunikasi, dan peran sosial, adalah bagian dari kebudayaan.

13. Makanan dan Kuliner

Makanan dan masakan khas suatu daerah adalah ciri khas kebudayaan. Cara masyarakat memasak, menghidangkan, dan menyantap makanan mencerminkan kebudayaan mereka.

14. Hubungan dengan Alam

Cara masyarakat berinteraksi dengan alam dan sumber daya alam juga mencerminkan kebudayaan mereka. Ini termasuk cara mengelola lingkungan dan hubungan dengan alam.

15. Perubahan dan Adaptasi

Kebudayaan juga mencakup kemampuan masyarakat untuk berubah dan beradaptasi dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Ciri-ciri kebudayaan ini bervariasi di berbagai kelompok masyarakat di seluruh dunia dan terus berkembang seiring waktu. Mereka membantu membentuk identitas dan cara hidup yang unik bagi setiap kelompok budaya.

Perubahan Budaya

Perubahan budaya adalah proses evolusi dan transformasi nilai-nilai, norma-norma, praktik-praktik, dan elemen-elemen budaya lainnya dalam suatu masyarakat seiring waktu.

Perubahan budaya dapat terjadi secara perlahan atau tiba-tiba, dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan sosial, teknologi, ekonomi, politik, dan lingkungan.

Berikut adalah beberapa contoh perubahan budaya dan faktor-faktor yang memengaruhinya:

1. Perubahan Teknologi

Salah satu faktor utama yang memengaruhi perubahan budaya adalah kemajuan teknologi. Pengembangan teknologi baru seringkali mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, dan berinteraksi.

Contohnya adalah pengenalan internet dan media sosial yang telah mengubah cara orang berkomunikasi dan memperoleh informasi.

2. Perubahan Sosial

Perubahan dalam struktur sosial, seperti perubahan dalam peran gender, keluarga, atau migrasi penduduk, dapat memengaruhi budaya.

Misalnya, pergeseran peran perempuan dalam masyarakat modern telah mengubah norma-norma sosial dan nilai-nilai terkait gender.

3. Globalisasi

Globalisasi, yang melibatkan integrasi ekonomi, budaya, dan komunikasi antarnegara, telah memengaruhi budaya di seluruh dunia.

Ini mencakup penyebaran makanan, mode, dan hiburan internasional, yang dapat mengubah kebiasaan dan preferensi lokal.

4. Perubahan Ekonomi

Perubahan dalam kondisi ekonomi, termasuk resesi ekonomi atau pertumbuhan ekonomi, dapat memengaruhi perilaku konsumen dan nilai-nilai budaya terkait uang, konsumsi, dan kekayaan.

5. Perubahan Politik

Perubahan dalam pemerintahan dan politik juga dapat memengaruhi budaya. Pergantian rezim politik atau perubahan dalam hukum dan kebijakan dapat membawa perubahan dalam norma-norma dan nilai-nilai yang diterapkan dalam masyarakat.

6. Media dan Hiburan

Media massa, termasuk televisi, film, musik, dan media sosial, memiliki pengaruh besar terhadap budaya. Mereka dapat memengaruhi persepsi masyarakat tentang nilai-nilai, norma, dan tren budaya.

7. Perubahan Lingkungan

Perubahan lingkungan, seperti perubahan iklim atau bencana alam, dapat memengaruhi budaya dan gaya hidup masyarakat. Ini dapat mengubah pola pertanian, pakaian tradisional, dan praktik keagamaan.

8. Pendidikan

Sistem pendidikan dapat memainkan peran penting dalam perubahan budaya dengan mengajarkan nilai-nilai baru, pengetahuan, dan pandangan dunia kepada generasi muda.

9. Perubahan Demografi

Pertumbuhan penduduk, perubahan komposisi demografis, dan urbanisasi dapat memengaruhi struktur sosial dan nilai-nilai budaya.

10. Inovasi Sosial

Inovasi sosial, seperti gerakan hak sipil, hak perempuan, atau hak LGBTQ+, dapat membawa perubahan signifikan dalam norma-norma budaya dan perubahan sosial yang lebih luas.

11. Krisis dan Perubahan Darurat

Krisis seperti pandemi atau konflik dapat memicu perubahan budaya yang cepat karena masyarakat terpaksa beradaptasi dengan situasi darurat.

Perubahan budaya adalah refleksi dari adaptasi dan evolusi masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan dan sosial.

Ini adalah proses alami dalam perkembangan masyarakat yang memungkinkan mereka untuk tetap relevan dan berkelanjutan seiring waktu.

Contoh Kebudayaan Di Indonesia

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan yang hidup bersebelahan dengan tentram selam bertahun – tahun.

Tak heran bila tidak sedikit masyarakat luar sana yang tertarik dan hendak mempelajari kebudayaan Indonesia. Contoh kebudayaan Indonesia yang masih bertahan sampai saat ini ialah:

1. Ngaben

Ngaben adalah tradisi masyarakat Bali dalam memperlakukan orang yang telah wafat. Mereka percaya bahwa api bakal mensucikan, sampai-sampai orang yang sudah meninggal dibuatkan upacara tertentu yang kemudian dihanguskan sampai menjadi abu. Selanjutnya, abu akan dikoleksi dalam suatu wadah yang nantinya bakal dilarung ke laut.

2. Yamko Rambe Yamko

Mungkin sebagain dari Anda melulu tahu bahwa Yamko Rambe Yamko ialah sebuah nyanyian dari masyarakat Papua saja.

Pada kenyataannya, tak melulu sebatas lagu namun ini ialah syair mengenai kesedihan sebab peperangan.

Syair ini bermunculan pada zaman dahulu semenjak masa penjajahan. Sampai kini masih sering digunakan masyarakat Papua dalam upacara peringatan.

3. Tradisi Bakar Batu

Ini pun adalah bagian dari kebudayaan masyarakat Timur Indonesia. Mereka akan menghanguskan batu sebagai tanda syukur untuk Tuhan atas berkah dan hasil bumi yang melimpah.

Bakar Batu pun menjadi simbol perdamaian atau gencatan senjata, sebab sejak dahulu antar suku di wilayah Timur Indonesia tidak jarang kali terjadi peperangan.

4. Tanam Sasi

Ini adalah bagian dari upacara kematian yang dilaksanakan oleh di antara suku di Kabupaten Merauke. Sasi ialah kayu yang ditanam untuk mengenang 40 hari kematian seseorang. Sasi akan ditarik keluar setelah hari ke 1000.

5. Wiwitan

Tradisi ini tidak sedikit dilakukan oleh masyarakat Jawa yang bermata pencaharian sebagai petani guna mensyukuri hasil panen mereka.

Wiwitan dilaksanakan dengan menyembelih ayam kampung, menyajikannya dengan nasi uduk. Di samping itu, petani yang bersangkutan pun membuat sesaji tertentu yang akan ditaruh di ladang dan dekat hasil panen mereka.

Demikianlah artikel tentang Kebudayaan ini semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi kalian, terimakasih.