Pengertian Karya Ilmiah

Posted on

Pengertian Karya Ilmiah – Banyak orang yang barangkali sudah akrab dengan karya ilmiah atau karya tulis ilmiah, lagipula para mahasiswa yang dituntut untuk dapat menyusun karya tulis ilmiah untuk menjangkau gelar sarjananya dengan mencatat hasil riset yang dikenal dengan nama skripsi.

Untuk merangkai skripsi, tesis, atau disertasi juga seorang mahasiswa memerlukan teknik dan aturan. Hal ini paling penting sebab karya tulis ilmiah yang didapatkan harus bisa dipertanggungjawabkan keasliannya dan kelogisannya.

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah ialah serangkaian laporan tertulis yang dipublikasikan melewati pengkajian mendalam. Untuk yang menempuh edukasi di perguruan tinggi, urgen untuk memahami lebih dalam mengenai karya ilmiah.

Berdasarkan keterangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah adalah karya tulis yang diciptakan dengan prinsip ilmiah, menurut keterangan dari data dan kenyataan (observasi, eksperimen, kajian pustaka)

Karya ilmiah dapat dikatakan erat dengan dunia edukasi dan penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang diterbitkan adalah hasil dari penelitian yang dilaksanakan lembaga riset dan pendidikan.

Satu salah satu tujuan dari karya ilmiah merupakan untuk kepentingan memecahkan masalah dari suatu permasalahan yang terdapat dan dipilih oleh penulisnya. Dalam karya ilmiah mesti mengandung data, fakta, dan solusi tentang masalah yang diangkat.

Jadi, saat menciptakan karya ilmiah, seorang pengarang harus menaati bagian-bagian urgen dalam kaidah kepenulisan karya ilmiah, seperti memakai bahasa yang formal, baku, cocok teori, dan kenyataan yang terdapat di lapangan.

Beberapa jenis karya tulis ilmiah yang populer, antara beda makalah, paper, skripsi, tesis, dan disertasi.

Pengertian Karya Ilmiah Menurut Para Ahli

Berikut merupakan definisi karya ilmiah menurut beberapa para ahli:

1. Munawar Syamsudin

Tulisan ilmiah ialah naskah yang membicarakan suatu masalah tertentu, atas dasar konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih cara penyajian tertentu secara utuh, teratur, dan konsisten.

2. Yamilah dan Samsoerizal

Ragam karya ilmiah terdiri dari sejumlah jenis menurut fungsinya. Berdasarkan keterangan dari pengelompokan itu, dikenal aneka karya ilmiah, laksana makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.

3. Brotowidjoyo

Karangan ilmiah ialah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan kenyataan dan ditulis menurut keterangan dari metodologi penulisan yang baik dan benar.

4. Wahyu

Suatu karangan dapat disebutkan ilmiah jika ia mengungkapkan suatu persoalan dengan cara ilmiah.

5. Maryadi

Karya ilmiah yaitu sebuah karya yang memuat dan mengkaji suatu persoalan tertentu dengan memakai kaidah-kaidah keilmuan.

6. Eko Susilo M

Berdasarkan keterangan dari Eko Susilo M, karya ilmiah adalah suatu artikel ataupun karangan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari dari sekian banyak hasil pengamatan, penelitian, dan peninjauan

Terhadap bidang ilmu tertentu, yang dibentuk dengan memakai metode tertentu dengan menyimak sistematika penulisan yang baik dan santun, serta bisa dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

7. Jones

Berdasarkan keterangan dari Jones, karya ilmiah adalah karangan ilmiah yang ditujukan guna masyarakat tertentu ataupun profesional yang biasanya mempunyai sifat karya ilmiah tinggi.

Baca juga: Pengertian Toleransi

Ciri-ciri Karya Ilmiah

Berikut merupakan ciri-ciri dari karya ilmiah:

1. Reproduktif

Karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau pengarang harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya cocok makna yang hendak disampaikan. Pembaca mesti dapat langsung mengetahui konten dari karya ilmiah.

2. Tidak Ambigu

Sebuah karya ilmiah mesti menyerahkan pemahaman secara rinci dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu dapat langsung diterima oleh pembacanya.

3. Harus Objektif dan Hindari Kesan Emotif

Ciri-ciri karya ilmiah selanjutnya merupakan harus objektif dan jangan emotif atau diciptakan dengan dasar perasaan penulis. Hal ini penting supaya karya ilmiah yang diciptakan dapat menjadi sebuah karya objektif, bukan berpihak pada emosi penulis.

4. Menggunakan Bahasa yang Baku

Ciri-ciri karya ilmiah yang keempat mewajibkan sebuah karya ilmiah guna ditulis memakai bahasa yang baku dan memperhatikan teknik penulisan yang tepat. Bahasa yang baku maksudnya di sini ialah bahasa yang formal dan resmi cocok Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

5. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Ciri-ciri karya ilmiah yang kelima, yakni suatu karya ilmiah mesti ditulis dan dibentuk dengan kaidah keilmuan. Kaidah keilmuan di sini maksudnya ialah metodologi riset yang mesti diacuhkan oleh penulis sebab dengan metodologi, karya ilmiah mempunyai kerangka pemikiran yang logis.

6. Berkohesi dan Menggunakan Kalimat yang Efektif

Ciri-ciri karya ilmiah yang terakhir merupakan berkohesi dan memakai kalimat yang efektif. Berkohesi di sini maksudnya ialah antara satu bab dengan bab yang beda harus saling berkesinambungan, khususnya isinya. Hindari pemakaikan kalimat yang tidak efektif alias bertele-tele dalam mencatat sebuah karya ilmiah.

Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

Berikut merupakan tujuan dari penulisan karya ilmiah:

  • Sebagai wahana guna melatih gagasan tersurat atau hasil riset dalam format karya ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Makalah ilmiah yang sudah ditulis diinginkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dan masyarakat.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa sampai-sampai tidak melulu menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi pun mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, khususnya setelah solusi studinya.
  • Membuktikan pengetahuan dan potensi ilmiah yang dipunyai oleh murid dalam menghadapi dan memecahkan masalah dalam format karya ilmiah yang bersangkutan sesudah mendapat pengetahuan.
  • Melatih kemampuan dasar untuk mengerjakan penelitian.

Baca juga: Pengertian Mikrotik

Manfaat Penulisan Karya Ilmiah

Manfaar dari penulisan karya ilmiah adalah:

  • Melatih guna mengembangkan kemampuan membaca yang efektif.
  • Melatih guna menggabungkan hasil bacaan dari sekian banyak sumber.
  • Mengenalkan dengan pekerjaan kepustakaan.
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/ data secara jelas dan sistematis.
  • Memperoleh kepuasan intelektual.
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pengantar untuk riset selanjutnya.

Jenis-jenis Karya Ilmiah

Beberapa jenis karya ilmiah yang paling tidak sedikit diterbitkan oleh manusia ialah sebagai berikut:

1. Makalah

Makalah adalah karya ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang penyelesaianya mengandalkan sekian banyak macam data yang terdapat di lapangan. Karya ilmiah ini mempunyai sifat empiris dan pun objektif. Dalam penyajiannya, makalah seringkali dipresentasikan dalam sebuah pekerjaan seminar.

2. Artikel

Dalam konteks jurnalistik, definisi karya ilmiah tulisan adalah karya ilmiah yang memuat pendapat subjektif pembuatnya tentang sebuah peristiwa ataupun masalah tertentu, sementara jika di anggap dari sudut pandang ilmiah

Tulisan dapat ditafsirkan sebagai karya tulis yang sengaja dirancang guna dimuat dalam jurnal ataupun kumpulan tulisan yang diciptakan dengan menyimak kaidah penulisan ilmiah dan mengekor pedoman ilmiah yang berlaku.

3. Skripsi

Skripsi adalah karya ilmiah yang diciptakan oleh mahasiswa untuk dapat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi memuat artikel mengandung pendapat pengarang dengan mengacu ataupun menurut teori yang sudah diterbitkan sebelumnya.

4. Kertas Kerja

Kertas Kerja atau Work paper pada dasarnya sama dengan makalah, namun diciptakan dengan analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang seringkali dihadiri oleh ilmuwan.

5. Paper

Paper ialah sebutan khusus guna makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menuntaskan jenjang studi Diploma, S1, S2 dan atau S3.

Sistematika penulisannya juga sama dengan tulisan dan makalah, tergantung petunjuk yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.

6. Tesis

Tesis ialah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menuntaskan program studi S2 atau Pascasarjana yang mempunyai sifat lebih mendalam dikomparasikan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang didapat dari riset yang dilaksanakan individu yang bersangkutan.

7. Disertasi

Disertasi atau Ph.D thesis diperuntukkan untuk mahasiswa program S3 atau meraih gelar Doktor/Dr yang menyampaikan analisis yang dapat diperlihatkan oleh pengarang menurut dengan data dan kenyataan yang sahih atau valid dengan analisis yang terinci. Disertasi berisi sebuah temuan pengarang sendiri yang berupa temuan orisinal.

Baca juga: Pengertian BUMN

Struktur Karya Ilmiah

Berikut merupakan struktur dari karya ilmiah:

1. Bagian Pendahuluan

Bagian pendahuluan atau pengantar ini mengandung dasar dalam riset ilmiah yang dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme dari solusi masalah tersebut.

2. Bagian Isi dan Pembahasan

Bagian dari isi dan pembahasan seringkali terdiri dari satu atau dua bab, dengan jumlah bab yang tergantung pada seberapa pelik pembedahan dan pembahasannya dari bahan penelitian tersebut sendiri.

3. Bagian Penutup dan Kesimpulan

Bagian dari kesimpulan ialah hasil analisis riset dari unsur isi dan pembahasan. Dengan benang merah yang dikatakan di unsur yang berupa keterangan singkat dan padat, mengenai hasil analisis. Biasanya unsur ini terdiri dari satu bab saja dan diperbanyak dengan penyampaian saran.

Demikianlah penjelasan tentang Karya Ilmiah dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..