Pengertian Karakter

Posted on

Pengertian Karakter – Setiap insan mempunyai karakter yang berbeda-beda dan menarik antara satu dengan yang lainnya. Di dalam buku Pendidikan Karakter Perspektif Islam disebutkan bahwa karakter ialah berasal dari bahasa Latin “kharakter”, “kharessein”, “kharax” sementara dalam bahasa Inggris “character” dan bahasa Indonesia “karakter” yang berarti menciptakan tajam.

Sementara menurut keterangan dari psikologi karakter ialah sebuah sistem kepercayaan dan kelaziman yang menunjukkan pada sebuah tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan tentang karakter seseorang tersebut dapat diketahui, maka bisa diketahui pula bagaimana pribadi tersebut bakal bersikap guna kondisi-kondisi tertentu.

Pengertian Karakter

Karakter adalah serangkaian format pembawaan hati, jiwa, budi pekerti, sifat, tindakan serta watak. Dalam urusan ini, berkarakter bermakna mempunyai sejumlah kepribadian, sifat bawaan, watak, serta mengerjakan pola perilaku dalam format tindakan sosial yang dijalankan.

Di samping itu, secara mendasar pribadi dengan pembawaan karakter yang baik, adalah seseorang dengan usaha sarat dalam mengerjakan hal dan urusan yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan kehidupan yang utama, dirinya sendiri, insan sesamanya, lingkungan sosial sekitarnya.

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Berikut adalah definisi karakter menurut keterangan dari beberapa para ahli:

1. Maxwell

Maxwell, menyatakan karakter sebagai sarana menetukan tingkat keberhasilan dengan opsi yang diputuskan sebagai landasan. Dalam pelaksanaannya, karakter adalah pengimplementasian secara nyata dan lebih mendalam dikomparasikan dengan sekedar ucapan atau perkataan secara lisan.

2. Kamisa

Kamisa, menyatakan karakter sebagai serangkaian sifat-sifat bawaan yang mencakup akhlak , budi pekerti, serta sifat yang berhubungan dengan kejiwaan, yang bisa menjadi simbol pembeda antara pribadi yang satu dengan pribadi lainnya. Kemudian lebih lanjut, Berkarakter bisa didefinisikan sebagai kepemilikan watak dan jati diri pada diri masing-masing individu.

3. Doni Kusuma

Doni Kusuma, menyatakan karakter sebagai sebuah sifat, ciri- ciri, gaya, yang melekat pada diri seseorang, yang terkonstruksikan melewati pembentukan maupun tempaan dari lingkungan selama yang terjadi secara berkelanjutan.

4. Gulo W

Pengertian karakter merupakan kepribadian yang dapat ditonton dari titik moral maupun tolak etis, misalnya saja kejujuran seseorang. Biasanya karakter memiliki hubungan pada sifat-sifat yang umumnya tetap.

5. W.B Saunders

Pengertian karakter merupakan sifat yang nyata serta berbeda yang mana ditunjukkan oleh seseorang. Karakter tersebut dapat ditonton dari beragam macam atribut di dalam tingkah laku seseorang.

6. Alwisol

Pengertian karakter merupakan penggambaran dari tingkah laku yang dilakukan dengan mengindikasikan serta menonjolkan nilai, baik itu benar atau salah secara implisit maupun eksplisit. Karakter tentu berbeda dengan sebuah kepribadian yang memang di dalamnya tidak menyangkut nilai sama sekali.

7. Soemarno Soedarsono

Pengertian karakter merupakan sebuah nilai yang sudah terpatri di dalam diri seseorang melalui pengalaman, pendidikan, pengorbanan, percobaan, serta pengaruh lingkungan yang kemudian dipadupadankan dengan nilai nilai yang ada di dalam diri seseorang dan menjadi nilai intrinsik yang terwujud di dalam sistem daya juang yang kemudian melandasari sikap, perilaku, dan pemikiran seseorang.

8. Ryan & Bohlin

Pengertian karakter merupakan sebuah pola perilaku seseorang. Orang dengan karakter yang baik tentu saja akan paham mengenai kebaikan, menyenangi kebaikan, serta mengerjakan sesuatu yang baik pula. Orang dengan perilaku yang memang sesuai kaidah moral disebut sebagai orang yang berkarakter mulia.

9. Imam Al-Ghajali

Pengertian karakter merupakansifat yang mana tertanam di dalam sifat dan jiwa seseorang tersbeut. Sehingga akan secara spontan dan mudah sikap, tindakan, dan perbuatan tersebut akan terpencarkan.

10. Drs. Hanna Djumhana Bastaman M.Psi

Pengertian karakter merupakan bentuk dari aktualisasi diri serta internalisasi nilai serta moral yang berasal dari luar menjadi satu ke dalam bagian kepribadiannya.

11. Prof. Dr. H.M Quraish Shihab

Pengertian karakter merupakan himpunan empiris tentang edukasi dan sejarah yang kemudian mendorong kemampuan yang ada di dalam diri seseorang guna dapat menjadi perlengkapan ukur ataupun sisi manusia untuk mewujudkannya. Baik itu dalam bentuk pemikiran, perilaku, sikap, serta karakter dan budi pekerti.

Baca juga: Bullying : Pengertian, Unsur, Jenis, Ciri, Peran dan Alasannya

Jenis-jenis Karakter

Karakter secara umum bisa diklasifikasikan ke dalam jenis- jenis berikut:

1. Sanguinis

Jenis karakter ini secara fundamental menjelaskan karakter yang bercirikan pribadi tertentu suka bergaul dengan orang beda yang sedang di lingkungan sekitarnya. Jenis karakter ini biasanya diistilahkan dengan ekstrovet.

Individu dengan pembawaan karakter sanguinis ingin memiliki jati diri yang menarik, gemar berkata secara aktif, mempunyai selera humor yang tinggi sampai-sampai menjadikan mereka gampang bergaul (easy going).

Di samping itu, karakter sanguinis pun adalahtipe seorang yang ekspresif, periang, antusias, serta mempunyai rasa keingin tahuan yang relative tinggi. Di samping sekian banyak kelebihan, jenis karakter sanguinis mempunyai sejumlah kekurangan, antara beda egois, pelupa serta tak mau mendapatkan kritikan.

2. Melankolis

Jenis karakter melankolis secara fundamental menjelaskan karakter yang bercirikan pribadi yang tidak suka bergaul dengan pribadi lain di lingkungan sekitar, atau ingin menutup diri dari luar lingkungannya, pemikir keras serta cenderung mempunyai sifat pesimis. Jenis karakter melankolis eringkali diistilahkan sebagai introvert.

Secara umum, dalam kehidupan sehari-hari, pribadi dengan pembawaan karakter melankolis ialah individu yang gemar beranggapan secara mendalam, sungguh-sungguh, tekun, ulet, ingin berpemikiran idealis serta mempunyai sikap ikhlas dan rela berkorban.

Meskipun karakter melankolis tergolong introvert, tetapi secara naluriah mereka pada dasarnya mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan baik, serta secara sukarela membantu sekian banyak permasalahan yang dihadapi oleh pribadi lain.

3. Koleris

Jenis karakter koleris secara fundamental menjelaskan karakter yang bercirikan memiliki jati diri yang tegas dalam memungut keputusan, gemar mengatur, senang berpetualang, senang dengan urusan yang menantang, serta optimis atau tidak gampang menyerah.

Di samping itu, pribadi dengan pembawaan karakter koleris memiliki sejumlah kekurangan antara beda sering membuat sejumlah pertentangan, sering menyimpulkan suatu urusan secara tergesa- gesa, senang memerintah, dan cenderung mempunyai sifat kaku. Dengan kata lain, karakter koleris identic dengan sikap ditaktor. Sehingga karakter ini pastinya tidak sesuai dijadikan seorang pimpinan.

4. Plegmatis

Jenis karakter plegmatis secara fundamental menjelaskan karakter yang identic dengan sifat pembawaan yang ingin santai dan acuh tak acuh. Jenis karakter ini bisa lebih mudah berbaikan dengan kehidupan dalam sekian banyak macam keadaan.

Karakter plegmatis adalah kebalikan dari karakter melankolis, disebabkan pada lazimnya karakter plegmatis ingin sulit menyembunyikan rasa kecewa, kebencian maupun dendam dalam jangka masa-masa yang lama.

Di samping itu, karakter plegmatis mempunyai sifat pembawaan lainnya yakni sikap gampang bersahaba serta cinta damai, tetapi pada pelaksanannya, malah seringkali dimanfaatkan orang lain. Di sisi lain, karakter plegmatis tidak mempunyai orienatasi destinasi hidup yang jelas dan terarah.

Baca juga: Microsoft Word : Pengertian, Sejarah, Manfaat, Fitur dan Ekstensinya

Unsur-unsur Karakter

Unsur-unsur yang membentuk karakter antara lain adalah:

1. Sikap

Sikap adalah salah satu unsur urgen dari karakter, sebab menunjukkan gambaran karakter yang dipunyai seseorang. Penggambaran karakter baik dan buruk yang dipunyai seseorang dapat terlukis dari sebanyak sikap yang ditunjukkan.

2. Emosi

Emosi adalah komponen yang mencerminkan tanda-tanda dalam kondisi tertentu dengan disertai akibat terhadap periiaku sebagai proses fisiologis. Emosi berperan dalam penggambaran perasaan yang bergerak kuat.

3. Kepercayaan

Kepercayaan adalah komponen karakter yang mencantol aspek kognitif dengan menurut hal sosiologis dan psikologis. Secara mendasar, keyakinan menggambarkan benar dan salahnya sebuah hal menurut peranan sebanyak bukti, sugesti, maupun intuisi dalam pembuatan karakter manusia. Di sisi lain, keyakinan memperkuat keberadaan diri serta relasi dengan insan lainnya.

4. Kebiasaan

Kebiasaan adalah komponen karakter yang mempunyai sifat tetap, dilangsungkan pada masa-masa yang relatif lama , tidak terencanakan serta merasakan pengulangan secara berkelanjutan. Kebiasaan adalah pola yang terkonstruksikan secara ajeg dan terus menerus.

5. Kemauan

Kemauan adalah komponen karakter yang menggambarkan suasana karakter dalam diri seseorang, serta sehubungan erat dengan sebanyak sikap dan perbuatan yang ditunjukkan mampu menjadi gambaran pola perilaku seseorang tersebut.

Contoh Karakter

Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai contoh karakter yang tidak jarang dijumpai antara lain:

1. Suka Bekerja Keras

Merupakan gambaran karakter yang mengindikasikan sikap gigih, tangguh, sungguh-sungguh serta tidak gampang menyerah dalam menjangkau tujuan yang diinginkan maupun dalam menuntaskan permasalahan, dan beda sebagainya.

2. Mandiri

Merupakan gambaran karakter yang mengindikasikan sikap bertumpuan pada dirinya sendiri, mempunyai pendirian yang teguh, serta tidak terbiasa bergantung pada orang beda dalam menghadapi sekian banyak keadaan dalam kehidupan.

Hakikat Pendidikan Karakter

Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, Pasal 3 ditetapkan bahwa edukasi nasional bermanfaat mengembangkan keterampilan dan menyusun watak serta kemajuan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan guna berkembangnya potensi peserta didik supaya menjadi insan yang

  • Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
  • Berakhlak mulia
  • Sehat
  • Berilmu
  • Cakap
  • Kreatif
  • Mandiri dan
  • Menjadi penduduk negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan karakter ialah suatu sistem penaman nilai karakter untuk peserta didikn yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran pada peserta didik yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan perbuatan untuk mengemban nilai-nilai tersebut.

Dalam edukasi karakter di LKP, seluruh komponen (pemangku pendidikan) mesti dilibatkan, tergolong komponen-komponen pendidikan tersebut sendiri, yakni isi kurikulum, proses pembelajarandan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan LKP, pelaksaan kegiatan pembelajran, pemberdayaan sarna prasaran, pembiayaan dan ethos kerja semua warga LKP.

Berdasarkan keterangan dari David Elkind & Freddy Sweet, Ph.D. (2004), edukasi karakter dimaknai inilah ini “character education is the deliberate efort to help people understand, teknik about, and act upon core ethical values. When we think atau the kind of character we want is right, care deeply about what is right, even in the face of pressure from without and temptation from within”

Dengan demikian, edukasi karakter ialah segala sesuatu yang dilaksanakan pendidikan, yang dapat mempengaruhi karaker peserta didik. Pendidik menolong membentuk watak peserta didik. Hal ini merangkum keteladanan bagaimana perilaku pendidik, teknik pendidik berbiacara atau mengucapkan materi, bagaimana pendidik bertoleransi, dan berbangsa hal berhubungan lainnya.

Baca juga: Sosiologi : Pengertian, Sejarah, Teori, Ciri, Objek dan Fungsinya

Pentingnya Pendidikan Karakter

Karakter yang baik adalah persyaratan supaya kompetensi yang dimiki seseorang digunakan secara bijaksana. Kompetensi melulu akan menjadi kekayaan dan membawa maslahat untuk orang banyak bilamana kompetensi itu disertai dengan karakter baik.

Sebaliknya orang yang berkompetansi tinggi namum karakternya tidak baik ingin akan menggunakan kompetensinya guna hal-hal yang merugikan masyarakat. Dengan demikian, bilamana dalam satu masyarakat kerusakana karakter meluas, maka bangsa itu akan digerogoti sendiri oleh warganya, atau dengan kata beda masyarakatnya bakal melalukan perbuatan merusaka diri sendiri.

Sebuah kemajuan akan menurun bilamana terjadi demoralisasi pada masyarakatnya. Banyak pakar, filsuf, dan orang-orang arif yang menuliskan bahwa hal moral (akhlak) ialah hal utama yang mesti di bina terlebih dahulu supaya bisa menolong sebuah masyarakat yang tertib aman dan sejahtera.

Hubungan antara kualitas karakater dan peradaban bangsa amat erat. Bangsa yang maju ditandai dengna kualitas karakter masyarakatnya yang baik. Thomas Lickona, profesor edukasi dari Cortland University, mengungkapkan bahwa terdapat sepuluh tandan-tanda zaman yang mesti diwaspadai sebab jiak tanda-tanda tersebut sudah terdapat berarti bahwa sebuat bangsasedang mengarah ke jurang kehancuran.

Dengan kata lain, andai sepuluh tanda tersebut ada di Indonesia, bersiap-bersiap bahwa Indonesia aka mengarah ke jurang kehancaruan. Ke sepuluh tanda itu adalah:

  • Mengingkatnya kekerasan di kalangan remaja
  • Penggunaan bahasa dan ucapan-ucapan yang memburuk
  • Pengaruh peer group yang kuta dalam tindak kekerasan
  • Meningkatkanya perilaku merusak diri seperti pemakaian narkoba alkohol, dan seks bebas
  • Semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk
  • Menurunnya etos kerja
  • Semakin rendahnya rasa hormat untuk orang tua dan pendidik
  • Rendahnya rasa tangguang jwaba pribadi dan penduduk negara
  • Membudayanya rasa tanggung jawab individu dan penduduk negara
  • Adanya rasa saling curigai dan kebencian salah satu sesama.

Kesimpulan

Dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum, karakter ialah serangkaian sifat bawaan yang melekat dari dalam diri pribadi sebagai tanda kebaikan, kebaikan budi maupun kelebihan moral.

Pada dasarnya, pribadi dengan pembawaan karakter yang baik, adalahs eseorang dengan usaha sarat dalam mengerjakan hal dan urusan yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan kehidupan yang utama, dirinya sendiri, insan sesamanya, lingkungan sosial sekitarnya, dan sejumlah kepentingan bangsa dan negara dengan mencoba secara optimal potensi ilmu dan pengetahuan lantas didukung dengan kesadaran alam perasaan, motivasi, serta dukungan.

Demikianlah penjelasan tentang Karakter dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga memberi manfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..