Pengertian Integritas

Posted on

Pengertian Integritas – Kita tentu sudah tidak jarang mendengar kata integritas, namun apakah kita sudah tahu defenisi yang sebetulnya dari kata integritas? Hingga saat ini, defenisi integritas masih kabur dan jamak (di mana pihak yang satu menuliskan ini dan pihak yang lain menuliskan itu).

Penulis pun sendiri tadinya tidak tidak tahu sama sekali dan melulu meraba-raba tentang apa defenisi dari integritas, akan tetapi setelah sejumlah hari lamanya pengarang bergumul untuk mengejar defenisi dari kata integritas, akhirnya pengarang sampai pada 1 kesimpulan, yakni kata ‘integritas’ mempunyai makna yang serupa dengan kata ‘kepribadian’.

Pengertian Integritas

Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan pengertian lain dari integritas ialah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara perbuatan dengan nilai dan prinsip.

Dalam etika, integritas ditafsirkan sebagai kejujuran dan kebenaran dari perbuatan seseorang. Lawan dari integritas ialah hipocrisy (hipokrit atau munafik). Seorang disebutkan “mempunyai integritas” bilamana tindakannya cocok dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia).

Mudahnya, ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan tindakan bukan seorang yang kata-katanya tidak bisa dipegang. Seorang yang memiliki integritas bukan tipe insan dengan tidak sedikit wajah dan penampilan yang dicocokkan dengan motif dan kepentingan pribadinya.

Integritas menjadi karakter kunci untuk seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang memiliki integritas bakal mendapatkan keyakinan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas diyakini karena apa yang menjadi ucapannya pun menjadi tindakannya.

Pengertian Integritas Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan sejumlah pengertian kata integritas yang telah diutarakan oleh para ahli:

1. Henry Cloud

Berdasarkan keterangan dari Henry Cloud, ketika berkata mengenai integritas, maka tidak bakal terlepas dari upaya guna menjadi orang yang utuh dan terpadu di masing-masing bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan kegunaannya sesuai dengan apa yang sudah dirancang sebelumnya. Integritas paling bersangkutan dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai manusia manusia.

2. Menurut KBBI

Berdasarkan keterangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi integritas ialah mutu, sifat, dan suasana yang mencerminkan kesatuan yang utuh, sampai-sampai mempunyai potensi dan keterampilan memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

3. Ippho Santoso

Berdasarkan keterangan dari Ippho Santoso, integritas sering ditafsirkan sebagai menyatunya pikiran, ucapan dan tindakan untuk mencetuskan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas mempunyai makna berkata secara utuh dan menyeluruh atau sepenuh-penuhnya.

4. Andreas Harefa

Berdasarkan keterangan dari Andreas Harefa, integritas adalahtiga kunci yang dapat diamati, yakni mengindikasikan kejujuran, mengisi komitmen, dan menggarap sesuatu dengan konsisten.

5. Stephen R.Covey

membedakan antara kejujuran dan integritass “honesty is telling the truth, in other word, conforming our words reality-integrity is conforming to our words, in other words, keeping promises and ful-filling expectations.” Kejujuran berarti mengucapkan kebenaran, ucapannya cocok dengan kenyataan.

Sedang integritas memperlihatkan tindakannya cocok dengan ucapannya. Orang yang mempunyai integritas dan kejujuran ialah orang yang merdeka. Mereka menunjukan keauntetikan dirinya sebagai orang yang tanggung jawab dan berdedikasi.

6. Jacobs

Integritas pun sudah didefinisikan dengan menekankan konsistensi moral, keutuhan pribadi, atau kejujuran (di dalam kupasan akademik misalnya).

7. Butler dan Cantrell

Integritas menurut Butler dan Cantrell yaitu sebagai reputasi dapat diandalkan dan jujur dari seseorang untuk menyatakan istilah “kepercayaan” di dalam konteks organisasi.

Baca juga: Interaksi Sosial : Pengertian, Ciri, Faktor, Syarat dan Bentuknya

Ciri-ciri Integritas

  • Orang yang tidak menggunakan kedok
  • Orang yang beraksi sesuai dengan ucapan
  • Sama di depan dan dibelakang
  • Konsisten antara apa yang diimani dan kelakuannya
  • Konsisten antara nilai hidup yang dianut dan hidup yang dijalankan.

Manfaat Integritas

  • Secara jasmani kita bakal merasa sehat dan bugar
  • Secara intelektual benak kita terlatih beranggapan secara ilmiah
  • Secara emosional anda menjadi insan yang termotivasi, dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi apa pun
  • Secara spiritual kita dapat memaknai sekian banyak pengalaman kita, dapat melihat sekian banyak fenomena kehidupan dalam perspektif yang lebih dalam, utuh dan menyeluruh
  • Secara sosial anda semakin dapat membangun hubungan kemanusiaan.

Baca juga: Rokok : Pengertian, Bahan, Penyakit dan Cara Menghentikannya

Fungsi Integritas

Fungsi integritas sendiri terbagi menjadi dua, yaitu fungsi kognitif dan afektif, yang mana pengertiannya ialah sebagai berikut:

1. Fungsi Kognitif

Fungsi kognitif (Cognitive Function) ialah fungsi yang mencakup moral dan diri sendiri. Yang mana integritas berfungsi untuk merawat moral, akhlak atau karakter seseorang dan mendorongnya guna mempunyai pengetahuan yang luas.

2. Fungsi Afektif

Sedangkan fungsi afektif (Affective Function) ialah fungsi yang mencakup hati nurani dan harga diri. Yang mana integritas bisa dijadikan pembeda antara dirinya dengan hewan, sebab secara biologis insan dan fauna sama-sama mempunyai hati nurani.

Perbedaan Integritas dan Kredibilitas

Sebenarnya kedua istilah ini mempunyai sebuah keserupaan yaitu dua-duanya menjadi sumber terbentuknya trust untuk seorang pemimpin di kalangan konstituennya. Meskipun hampir serupa, tetapi dua-duanya tetap mempunyai perbedaan yaitu, integritas mencantol otak atau keterampilan olah pikir antalain mencakup kemampuan dan kompetisi. Sedangkan kredibilitas lebih mencantol pada hati atau keterampilan olah nurani yang merangkum kejujuran, ketulusan dan komitmen.

Baca juga: Karakter : Pengertian, Jenis, Unsur, Hakikat dan Contohnya

Contoh Integritas Bagi Karyawan

Ada seorang karyawan yang dekat dengan ‘penguasa’ kantor dan pengambil keputusan. Orangnya jujur dan “dianggap” bisa dipercaya. Namun, suatu saat ada masalah di kantor dan memunculkan konflik antara karyawan lokal dan expatriate yang notabene ialah pejabat di kantor.

Takut kedudukannya yang telah ’empuk’ terancam, karyawan ini memilih berpihak untuk penguasa kantor yang jelas-jelas salah, melanggar ketentuan dan merugikan karyawan lokal. Bisa anda lihat bahwa karyawan yang ‘terlihat jujur’ ini kelihatannya tidak mempunyai integritas karena beraksi sesuai kepentingannya sendiri.

Contoh nyata kedua :

Seorang karyawan yang ‘dianggap sangat jujur’, tetapi berhadapan dengan karyawan beda yang menjadi pesaing berat-nya. Karyawan ‘jujur’ ini merasa dalam bahaya dan tersaingi. Dia mengerjakan manuver2 yang menjatuhkan karyawan beda dengan teknik membuat kisah yang dikarang-karang sendiri, menyebar isu, dll. Sekali lagi, anda lihat bahwa kejujuran tidak tidak jarang kali sejalan dengan integritas.

Berdasarkan keterangan dari saya, hanyalah masa-masa yang dapat menjawab apakah seseorang memilki integritas atau tidak. Setelah terdapat badai dan masalah dalam kehidupan karir-nya, barulah integritas tersebut teruji.

Demikianlah penjelasan tentang Integritas dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..