Pengertian Ibadah

Posted on

Pengertian Ibadah – Memahami tauhid tanpa mengetahui konsep ibadah ialah mustahil. Oleh karena itu mengetahuinya ialah sebuah keniscayaan. Penulis syarah Al-Wajibat menjelaskan, “Ibadah secara bahasa berarti perendahan diri, ketundukan dan kepatuhan.” (Tanbihaat Mukhtasharah, hal. 28).

Adapun secara istilah syari’at, semua ulama memberikan sejumlah definisi yang berbagai ragam. Di antara pengertian terbaik dan terlengkap ialah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ibadah merupakan suatu istilah yang merangkum segala sesuatu yang disukai Allah dan diridhai-Nya.

Pengertian Ibadah

Ibadah yaitu inti dari destinasi diciptakannya makhluk. Baik jin maupun manusia. Pada dasarnya, masing-masing bagian kehidupan masing-masing makhluk, terutama manusia ialah untuk beribadah untuk Allah. Namun apakah urusan itu berarti seorang insan harus menguras seluruh waktunya guna shalat, berdzikir, puasa, dan segala format ritual ibadah pada umumnya?

Hebatnya, Allah tidak menjadikan ibadah untuk Allah melulu sebatas ibadah ritual laksana shalat dan puasa saja. Lebih dari itu, masing-masing aspek dalam kehidupan manusia ialah ibadah. Karena itu, dalam islam dikenal dua jenis ibadah. Yaitu ibadah mahdhah dan ibadah muamalah atau ibadah ghairu mahdhah.

Ibadah secara bahasa ialah tunduk atau merendahkan diri. Sedangkan secara istilah atau syara’, ibadah adalahsuatu ketaatan yang dilaksanakan dan dilakukan sesuai perintah-Nya, merendahkan diri untuk Allah SWT dengan kerinduan yang paling tinggi dan merangkum atas segala apa yang Allah ridhai baik yang berupa perkataan atau ucapan maupun tindakan yang dhahir ataupun bathin. Adapun ibadah terbagi tiga yakni ibadah hati, ibadah lisan dan ibadah anggota badan atau perbuatan.

  • Ibadah hati (qalbiah) antara lain: mempunyai rasa takut, rasa cinta (mahabbah), mengharap (raja’), senang (raghbah), ikhlas, tawakkal.
  • Ibadah lisan & hati (lisaniyah wa qalbiyah) antara lain: dzikir, tasbih, tahlil, tahmid, takbir, syukur, berdoa, menyimak ayat Al-qur’an.
  • Ibadah perbuatan jasmani dan hati (badaniyah wa qalbiyah) antara lain: sholat, zakat, haji, berjihad, berpuasa.

Masih tidak sedikit contoh-contoh beda dari jenis-jenis ibadah. Dalam memahami apakah ibadah yang dilaksanakan diridhai atau disukai Allah dapat anda ketahui melewati perintahnya yang sudah tertuang dalam buku suci Al-Qur’an dan Hadits Nabi, segala perbuatan yang dilaksanakan karena ibadah berisi kebaikan untuk orang lain. Syarat ibadah dengan benar yaitu ikhlas dan ittiba’ cocok dengan doktrin dan bimbingan Rasulullah SAW.

Baca juga: Pengertian Gempa Bumi

Ibadah Mahdhah dan Muamalah

1. Prinsip Ibadah Mahdhah

Ibadah mahdhah merupakan format ibadah yang adalahwujud penghambaan murni seorang hamba untuk Tuhannya. Dalam ibadah mahdhah, seorang hamba seakan terhubung langsung dengan Tuhannya melewati serangkaian ritual ibadah cocok dengan yang disyariatkan.

Bentuk ibadah mahdhah tidak dapat dilakukan sesuka hati, tetapi harus cocok dengan prinsip yang telah ditetapkan. Ada empat prinsip yang perlu diacuhkan dan wajib diisi dalam menjalankan ibadah mahdhah ini, yaitu:

  • Keberadaannya cocok dengan dalil/ perintah dari Allah

Suatu ibadah mahdhah hanya dapat dilaksanakan andai ada perintah guna melakukannya. Baik dalam al-Qur’an ataupun sunnah. Dan andai tidak terdapat dasar perintahnya, maka tidak boleh diputuskan keberadaannya.

Baca juga: Pengertian Makalah

  • Tata teknik pelaksanaannya mesti cocok dengan yang diberikan contoh oleh Rasulullah SAW

Di samping itu, tata teknik dan pelaksanaan sebuah ibadah mahdhah pun harus cocok dengan teknik ibadah tersebut dilaksanakan oleh rasul. Tidak diperbolehkan adanya improvisasi atau mengada-adakan tata teknik tersendiri.

  • Sifatnya supra rasional atau di luar keterampilan akal manusia

Ibadah mahdhah bukanlah ibadah yang berada dalam lingkup akal, tetapi wahyu. Dalam urusan ini, akal hanya bermanfaat untuk mengetahui rahasia di balik syariat dari penerapan ibadah itu dan bukan untuk memutuskan keabsahannya.

  • Dilaksanakan dengan azas ketaatan

Setiap ibadah mahdhah dilakukan dengan azas ketaatan atau kepatuhan untuk Allah. Karena, pengamalan ibadah mahdhah ialah sebagai bukti ketaatan dan penghambaan seorang manusia untuk Tuhannya.

Ibadah-ibadah yang tergolong ibadah mahdhah ialah wudhu, tayammum, mandi hadats, adzan, iqamat, shalat, menyimak Al-Qur’an, itikaf, puasa, haji, umrah, dan tajhiz al-Janazah.

Baca juga: Pengertian SPK

2. Prinsip Ibadah Muamalah

Sesuai dengan namanya, ibadah muamalah ialah ibadah yang dilaksanakan dalam format menjaga hubungan sesama insan yang tidak menyalahi aturan Allah. Secara umum, prinsip dalam ibadah muamalah ialah sebagai berikut:

  • Tidak mengerjakan jual beli barang yang haram
  • Tidak menipu ataupun memanipulasi takaran, timbangan, dan kualitas barang
  • Tidak mengerjakan suap, sogok, atau risywah
  • Tidak melakukan pekerjaan riba, tergolong bunga.

Adapun sholat, dzikir, puasa dan membayar ibadah haji adalah ritual peribadahan yang mengantarkan insan pada pemahaman terhadap kesempurnaan bakal hakikat yang anda lakukan. Dan masing-masing dari amalan tidak bakal terbuang percuma dan tentu akan dihisab. Tidak terdapat satupun amalan yang tidak di hisab dan dijawab dengan kebajikan nanti di hari pembalasan.

Islam membalas pertanyaan hati yang bertanya siapa saya ? kemana destinasi perjalanan hidup ini bakal pergi ? dan mengapa dibuat sebagai insan ?.Dibalik setiap pembuatan seorang makhluk akan hadir dampak-dampak penciptaan, yakni : Melahirkan pengetahuan esensi ilmu, pendidikan, keilmuan-keilmuan, yang dominan langsung dalam kehidupan sosial.

Aspek sosial dapat jadi tergolong dengan aspek ritual yang melibatkan ibadah

حب من الله حب من النااس

Adapun arti sempit daripada ibadah ialah Tazkiyatun nafs atau mensucikan diri, dan beribadah semaunya sendiri, itu ialah termasuk dari kurangnya pengaruh konsep ibadah pada sosial yang tumbuh pada diri seorang hamba sementara manusia dibuat untuk beribadah yang aharus menghasilkan pengaruh kebajikan pada masyarakat social.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Untuk menjangkau tingkatan kekhuyusukan dalam beramal ,haruslah seorang hamba menikmati rasa cinta untuk sang pencipta yang telah mencurahkan nikmatnya,takut terhadap azab yang sudah disiapkannya untuk orang yang melanggar dan melakukan maksiat ataupun dosa serta bercita-cita sepenuhnya untuk Allah SWT, maka anda akan menjangkau tingkatan makrifat.

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu mereka yang yakin bertemu dengan tuhannya dan bahwasannya mereka bakal kembali kepada-Nya (Al-Baqoroh “46).”

Demikianlah penjelasan tentang Ibadah dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa..