Pengertian Hukum Islam

Posted on

Pengertian Hukum Islam – Sebagai penganut agama muslim terbesar, Indonesia lumayan sadar mengenai hukum islam. Memang ada tidak sedikit hal akan anda pelajari. Misalnya sumber hukum islam, pembagian hukum islam, destinasi hukum islam dan contoh hukum islam.

Kesadaran bakal pentingnya mempelajari hukum islam selain menyerahkan pemahaman, melembutkan benak dan hati supaya muncul rasa toleransi. Ternyata hukum islam pun dapat dijadikan media belajar untuk bersikap dan perilaku lebih baik lagi. sebab tidak sebatas mengajarkan bagaimana teknik berinteraksi sosial, bagaimana membina hubungan dengan masyarakat.

Tetapi juga menuntun pada kemaslahatan dunia dan akhirat. Seperti yang anda tahu, kemajemukan masyarakat yang berbagai agama, suku dan kelompok yang terdapat di Indonesia sebenarnya sangat rawan dibagi belah. Namun, berkat hadirnya hukum islam, nyatanya toleransi masyarakat lumayan baik. meskipun masih ada kelompok yang tidak sepaham.

Nah, pada ulasan ini, kita akan menjabarkan tentang definisi hukum islam, tujuan dan hukumnya. Penasaran? Langsung saja, simak ulasannya dibawah ini. . enjoy.

Pengertian Hukum Islam

Pengertian hukum islam merupakan jalan yang ditempuh insan untuk mengarah ke jalan Allah, Tuhan semesta alam. Hukum islam atau syariat islam ialah segala macam hukum atau ketentuan yang tujuannya menata segala hal umat islam dalam menangani perkara dunia dan akhirat.

Berdasarkan keterangan dari Muhammad ‘Ali At-Tahanawi dalam Kisyaaf Ishthilaahaat al-Funun definisi hukum islam atau syariat islam ialah mencakup seluruh doktrin Islam, mencakup bidang aqidah, ibadah, akhlaq dan bidang kemasyarakatan (muamallah).

Syariat islam atau yang lebih tidak jarang disebut sebagai syariah merupakan sekian banyak macam aturan yang diputuskan oleh Allah dalam menata hubungan mahluk dengan Tuhannya dan saudara sesama muslim, sesama manusia, mahluk hidup, dan alam. Peraturan dalam hukum islam dipungut dari sekian banyak sumber yang bila dicari lebih lanjut akan selesai pada Allah.

Pengertian Hukum Islam Menurut Para Ulama dan Ahli

Pengertian hukum islam menurut sejumlah tokoh, dapat ditafsirkan sebagai berikut.

1. Abdul Ghani Abdullah

Menurut keterangan dari Abdul Ghani Abdullah dalam bukunya yang diterbitkan di Gema Insani Press mengungkapkan bahwa hukum islam sebagai hukum yang bersumber dan menjadi unsur dari agama islam. Ia pun pun menuliskan bahwa konsepsi hukum islam sebagai dasar dan kerangka hukum yang diputuskan oleh Allah.

Hukum islam menurut keterangan dari Abdul Ghani Abdullah, tidak melulu mengatur antara insan dengan Tuhannya saja. tetapi pun mengatur hubungan antara insan dengan manusia. Juga menata antara hubungan insan dengan alam semesta.

2. Amir Syarifuddin

Beda lagi dengan pendapat Amir Syarifuddin, hukum islam menurutnya sebagai perlengkapan peraturan wahyu Allah dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku insan mukalaf yang dinyatakan dan diyakini.

3. Eva Iryani

Hukum islam menurut keterangan dari Eva Iryani ialah syariat islam yang mengandung sistem kaidah-kaidah yang didasarkan pada wahyu Allah SWT dan Sunnah Rosul tentang tingkah laku orang yang telah dapat diberi beban kewajiban, yang dinyatakan dan diyakini, yang mengikat seluruh pemeluknya.

Eva Iryani menyatakan bahwa tingkah laku yang dimaksud ialah mengacu pada segala perilaku dan sikap Rasulullah. Disebutkan pula syariat dipungut menurut pada istilah yang merunut pada hukum-hukum yang diperintahkan Allah Swt guna umat-Nya dengan amaliyah.

Dari ulasan di atas, maka dapat diputuskan bahwa definisi hukum islam dapat ditafsirkan sebagai kerangka dasar aturan islam yang merujuk pada Al-Quran dan Hadis.

Sesuai dengan namanya, hukum islam menata hubungan antara insan dengan tuhannya. Ataupun hubungan antara insan dengan insan bahkan dengan alam semesta.

Baca juga: Pengertian Activity Diagram

Sumber Hukum Islam

Kehadiran hukum islam ternyata mempunyai maksud dan tujuan. Salah satunya untuk membulatkan perbedaan. Mengingat tidak sedikit interpretasi tentang doktrin islam. Interpretasi yang timbul berikut yang merangsang terjadi perbedaan pendapat, konflik, pemahaman radikal dan sifat keegoisan setiap golongan.

Maka dari itu, hukum islam muncul sebagai penengah. Kenapa penengah? Karena hukum islam dibentuk menurut pada sumber hukum islam, dilansir dari lama NU Online. Adapun sumber hukum islam yang digunakan, mengacu sebagai berikut.

1. Al-Qur’an

Sumber hukum islam yang sangat dasar ialah Al Qur’an. Sebagai buku suci umat muslim, pasti saja Al Qur’an sebagai tiang dan penegak. DImana Al Qur’an pesan langsung Dari Allah SWT yang diturunkan lewat Malaikat Jibril. Kemudian Jibril mengucapkan langsung untuk Nabi Muhammad.

Muatan Al Qur’an berisi mengenai anjuran, ketentuan, larangan, perintah, hikmah dan masih tidak sedikit lagi. Bahkan, di dalam Al Quran juga dikatakan bagaimana masyarakat yang berakhlak, dan bagaimana seharusnya insan yang berakhlak.

2. Hadits

Hadits sabagai sumber islam yang tidak kalah penting. Kenapa hadis dipakai untuk hukum islam? Karena Hadis adalahpesan, nasihat, perilaku atau perkatan Rasulullah SAW. segala sabda, perbuatan, persetujuan dan ketetapan dari Rasulullah SAW, bakal dijadikan sebagai ketetapan hukum islam.

Hadits berisi aturan-aturan yang terperinci dan segala aturan secara umum. Muatan hadits masih keterangan dari Al-Qur’an. Perluasan atau arti di dalam masyarakat umum, hadits yang merasakan perluasan arti lebih akrab dinamakan dengan sunnah.

3. Ijma’

Mungkin terdapat yang asing dengan sumber hukum islam yang ketiga, iaitu ijma’. Ijma’ disusun menurut pada kesepakatan semua ulama mujtahid. Ulama yang di maksud di sini ialah ulama sesudah sepeninggalan Rasulullah SAW.

Kesepakatan dari semua ulama, Ijma’ tetap bisa dipertanggungjawabkan di masa sahabat, tabiin dan tabi’ut tabiin. Kesepakatan semua ulama ini diciptakan karena penyebaran Islam telah semakin meluas tersebar kesegala penjuru.

Tersebarnya doktrin islam inilah tentu ada perbedaan antara penyebar satu dengan yang lainnya. nah, kehadiran ijma’ diinginkan menjadi pemersatu perbedaan yang ada.

4. Qiyas

Qiyas kelihatannya tidak tidak sedikit orang yang tahu. Sekalipun terdapat yang tahu, masih terdapat perbedaan keyakinan, bahwa qiyas ini tidak tergolong dalam sumber hukum islam. Meskipun demikian, semua ulama telah sepakat Qiyas sebagai sumber hukum islam.

Qiyas ialah sumber hukum yang menjadi penengah bilamana ada sebuah permasalahan. Apabila ditemukan persoalan yang tidak ditemukan penyelesaian di Al-Quran, Hadits, Ijma’ maka bisa ditemukan dalam qiyas.

Qiyas ialah menjelaskan sesuatu yang tidak dilafalkan dalam tiga urusan tadi (Al-quran, hadits dan Ijma’) dengan teknik membandingkan atau menganalogikan memakai nalar dan logika.

Keempat sumber hukum islam di atas mengindikasikan bahwa hukum islam tidak sebatas hukum biasa. Karena dasarnya mengacu pada 4 urusan yang paling fundamental.

Bahkan, ada sejumlah pendapat lain, di samping mengacu pada empat sumber hukum di atas, masih terdapat lagi sumber hukum islam, yaitu:

  • Istihsan
  • Istishab
  • Saddudz-dzari’ah atau perbuatan preventif
  • urf atau ada
  • Qaul sahabat Nabi SAW.

Baca juga: Pengertian Power Point

Pembagian Hukum Islam

Jika disaksikan dari pembagian hukum islam, memiliki sejumlah bagian. Ada yang hukumnya wajib, terdapat yang hukumnya sunnah, haram, makruh dan mubah. Berikut ulasannya.

1. Wajib

Saya yakin, tidak sedikit yang menyadari betul kata mesti satu ini. Dikatakan wajib bilamana mengerjakan tindakan akan menemukan pahala. Apabila meninggalkan kewajiban, bakal mendapatkan siksa atau dosa. Kecuali untuk orang yang tidak memahami ilmu/aturan.

2. Sunnah

Dikatakan sunnah bilamana seseorang yang menggarap perintah bakal mendapatkan pahala. Jika tidak mengerjakannya juga tidak dosa atau tidak disiksa. Hanya saja, tidak sedikit orang yang menganjurkan untuk menggarap sunnah, sebab sayang andai ada peluang mengumpulkan amal, tidak dimanfaatkan.

3. Haram

Dalam kehidupan sehari-hari, umat muslim memiliki tidak sedikit aturan yang mencantol tentang ke-halal-lan dan mana yang haram. Dikatakan haram bilamana hal-hal yang dilarang tetap dilanggar, akan disalin sebagai dosa. Jika meninggalkan hal-hal yang haram, maka akan disalin mendapatkan pahala.

4. Makruh

Dikatakan makruh bilamana aturan yang dimakruhkan di tinggalkan, maka jauh lebih baik. sedangkan andai yang dimakruhkan tetap dilakukan, maka tidak cukup elok atau tidak cukup baik. Baik tersebut kurang baik guna diri sendiri atau orang lain. Misalnya, merokok, untuk diri sendiri tidak baik guna kesehatan. Untuk orang pun pun kurang baik.

5. Mubah

Dikatakan mubah hal-hal yang dibolehkan dalam agama dibolehkan di lakukan atau yang seharusnya di tinggalkan tidak di kerjakan. Dari kelima pembagian hukum islam di atas, urusan mana yang sangat sering di langgar? Apapun itu, semoga semakin hari semakin lebih baik.

Tujuan Hukum Islam

Tujuan hukum islam dalam kehidupan keseharian sangat tidak sedikit membantu. Setidaknya menolong tatanan masyarakat dan mengontrol perilaku sikap manusia yang sadar bakal hukum islam.

Lantas, apa saja sih tujuan hukum islam? Berikut pembahasannya.

1. Maqashid AlSyari’ah

Maqashid Al-Syariah disebut pun dengan ketetapan hukum islam. Nah, di sini terdapat tiga tingkatan, yakni tingkatan keperluan primer yang mesti dipenuhi, andai tidak diisi akan berantakan. Ada pun kebutuhan sekunder sebagai keperluan pendukung dan keperluan tersier yang sifatnya melulu melengkapi saja.

2. Kemaslahatan Umat Manusia

Sepertinya sudah disebut-sebut di ulasan sebelumnya. Bahwa hukum islam muncul sebagai penengah atau penyelesaian atas segala persoalan yang terjadi. Baik masalah yang mempunyai sifat keyakinan ataupun masalah hubungan interaksi sosial.

3. Mewujudkan Kemaslahatan di Dunia dan Akhirat

Ternyata tidak sekedar berfungsi untuk hal dunia dan masalah perbedaan saja. Hukum islam juga bertujuan dalam mewujudkan kemaslahatan di dunia dan di akhirat. Ada lima bagian pokok terciptanya kemaslahatan di dunia dan akhirat, yakni : agama, jiwa, akal, keturuan dan harta.

Kelima bagian tersebut jika di kupas secara terfokus dan mendalam akan tidak sedikit sekali uraiannya. Umumnya ini akan anda pelajari andai mengambil jurusan agama atau belajar secara mandiri. Itulah tiga tujuan hukum islam. Sebenarnya masih ada banyak lagi tujuan yang tidak tertulis.

Baca juga: Pengertian Variabel Penelitian

Contoh Hukum Islam

Sebenarnya banyak hal yang tidak jarang kita temukan tentang misal hukum islam. Bahkan, kita pun mengalaminya. Contoh hukum islam yang nyaris anda tidak pernah memikirkan hingga kesana ialah masalah pendaftaran pernikahan.

Jika disaksikan di Al-Quran ataupun di hadits, perintah yang mengharuskan atau mengajak pencatatan pernikahan tidak ada. Ternyata di masa Rasulullah SAW juga katanya pun tidak pendaftaran nikah. Namun, sesudah sepeninggalan beliau pun tidak mengharuskan untuk menulis pernikahan.

Menariknya, dari seluruh itu, tidak terdapat yang melarang mengerjakan pencatatan. Kemudian di era ketika ini, pendaftaran nikah dilakukan. Hal ini sebab pencatatan nikah dirasakan memberi tidak sedikit manfaat besar untuk masyarakat. Misalnya, mengurangi terjadinya kemudharatan, perselingkuhan dsb. Karena melihat guna inilah, maka pendaftaran nikah sekarang menjadi hukum islam canggih yang didasarkan pada maslahah mursalah.

Pembahasan yang lumayan singkat mengenai hukum islam ini semoga bermanfaat. Tambah wawasan tentang ke islaman tidak jarang kali lewat buku-buku islami. ternyata dalam menjalan urusan apapun itu, terdapat hukum yang patut anda pahami. Kehadiran hukum tidak beda menjadi pengiring langkah, supaya tidak tersasar jalan ke perosok.

Kesimpulan

Hukum islam atau syariat islam merupakan langkah manusia untuk mengarah ke jalan Allah yang lurus. Hukum islam akan menciptakan umat muslim selamat di dunia dan akhirat. Sumber hukum islam terdapat 3 yakni Al Quran, hadits, dan Ijtihad ulama. Hukum pertam diambil dari Al Quran kemudian diperjelas di hadits. Sementara itu, untuk sekian banyak macam urusan baru yang belum pernah ditemukan di jaman Nabi Muhammad ditentukan melewati Ijtihad. Yang boleh menilai hukum islam mestilah ulama yang mempunyai ilmu fiqih tinggi dan diandalkan oleh umat.

Demikianlah penjelasan tentang Hukum Islam dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa.