Pengertian HIV

Posted on

Pengertian HIV – HIV kependekan dari human immunodeficiency virus menginfeksi sel T di dalam tubuh. Sel yang bertugas merawat imun tubuh sekaligus melawan penyakit. Sedangkan AIDS kependekan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome sebagai situasi lanjutan sesudah terinfeksi virus HIV. Upaya penanganan dengan vaksin HIV/AIDS terus dikembangkan.

Infeksi HIV yang tidak segera ditangani bakal berkembang menjadi situasi serius yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS yaitu stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada saat ini, keterampilan tubuh guna melawan infeksi telah hilang sepenuhnya.

Sampai saat ini belum terdapat obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, terdapat obat guna memperlambat pertumbuhan penyakit tersebut, dan dapat menambah harapan hidup penderita HIV (ODHA).

Pengertian HIV

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan keterampilan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Obat atau cara penanganan HIV belum ditemukan. Dengan menjalani penyembuhan tertentu, pengidap HIV dapat memperlambat pertumbuhan penyakit ini, sampai-sampai pengidap HIV dapat menjalani hidup dengan normal.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu kondisi di mana HIV telah pada saat infeksi akhir. Ketika seseorang sudah merasakan AIDS, maka tubuh bukan lagi memiliki keterampilan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.

Penyebab HIV

Di negara Indonesia, penyebaran dan penularan HIV paling tidak sedikit disebabkan melewati hubungan intim yang tidak aman dan bergantian memakai jarum suntik yang tidak steril saat menggunakan narkoba. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa menularkannya untuk orang lain, bahkan sejak sejumlah minggu semenjak tertular. Semua orang berisiko terinfeksi HIV.

Baca juga: Pengertian RAM

Gejala HIV

Gejala HIV terkadang tidak hadir selama sejumlah tahun atau bahkan satu dasawarsa setelah terinfeksi. Namun dalam satu atau dua bulan sesudah HIV menginjak tubuh, 40 hingga 90 persen ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) bakal mengalami fenomena seperti flu, yang dikenal sebagai sindrom retroviral akut.

Walaupun penyakit ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, tetapi sayangnya gejala mula dari penyakit ini tidak cukup diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui saat sudah masuk stadium yang parah. Gejala yang mesti anda ketahui seperti:

1. Demam

Gejala mula dari penyakit HIV ialah berupa demam ringan, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Hal ini menjadi tanda bahwa virus itu telah menginjak aliran darahmu dan merusak kekebalan tubuh.

2. Kelelahan

Ketika virus itu telah menginjak tubuhmu, maka mereka bakal menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Sehingga bisa menyebabkan keletihan dan kekurangan di dalam tubuhmu.

Respon inflamasi yang didapatkan oleh sistem kekebalan tubuh bisa menyebabkan anda merasa lemah dan lesu. Kelelahan bisa menjadi tanda mula dari HIV.

3. Nyeri Otot

Nyeri otot ini terjadi karena terjadi peradangan di kelenjar getah beningmu. Kelenjar getah jernih adalahbagian dari sistem kekebalan tubuh dan bisa meradang saat terjadi infeksi.

Kelenjar ini seringkali berada di pangkal paha, leher, dan ketiak. Nyeri ini pun bisa menyerang di sendi dan pangkal paha atau lutut.

4. Ruam Kulit

Sebuah ruam kulit laksana bisul dan jerawat yang tiba-tiba menyerang tubuh pun dapat menjadi tanda mula dari penyakit ini. Penyakit kulit ini terjadi sejumlah saat setelah anda terinfeksi HIV.

Ruam kulit dapat muncul pada mula atau akhir infeksi HIV/AIDS. Gejala mula tampak laksana bisul atau ruam di sejumlah bagian tubuh.

5. Perubahan Kuku

Tanda beda dari infeksi HIV ialah perubahan kuku, seperti evolusi warna atau penebalan. Hal ini seringkali disebabkan oleh infeksi jamur. Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun bakal lebih rentan terhadap infeksi jamur.

6. Berat Badan Berkurang dan Mual

Batuk kering dan turunnya berat badan secara menyeluruh juga adalahtanda mula penyakit AIDS. Hal ini terjadi sebab lagi-lagi diakibatkan virus HIV yang mengganggu kesehatan sel tubuh lain. 30% hingga 60% orang yang terinfeksi merasakan mual, muntah, atau diare pada gejala mula HIV.

7. Penurunan Berat Badan dan Berkeringat di Malam Hari

Penurunan berat badan dapat menjadi tanda infeksi sudah meningkat atau dampak diare. ODHA tetap bakal kehilangan berat badannya secara menyeluruh meskipun tidak sedikit makan. Sebagian orang tidak jarang kali berkeringat di malam hari sekitar tahap mula infeksi HIV.

Baca juga: Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Penyebaran HIV

HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang dimaksud yakni cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Namun, HIV tidak bisa tersebar melewati keringat atau urine. HIV tergolong virus yang rapuh, tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia.

Umumnya, penyebaran virus HIV terjadi melewati hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian memakai jarum suntik saat menggunakan narkoba. Cara penyebaran lainnya termasuk:

  • Penularan dari ibu untuk bayi pada masa kehamilan, pada ketika proses mencetuskan atau menyusui
  • Melalui seks oral
  • Melalui pemakaian alat tolong seks yang digunakan bergantian
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi
  • Memakai jarum, suntikan, dan perangkat menyuntik beda yang telah terkontaminasi.

Faktor Risiko HIV

Kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi, antara lain:

  • Orang yang mengerjakan hubungan intim tanpa kondom, baik hubungan sesama jenis maupun heteroseksual
  • Orang yang sering menciptakan tato atau mengerjakan tindik
  • Orang yang terpapar infeksi penyakit seksual lain
  • Pengguna narkotika suntik
  • Orang yang bersangkutan intim dengan pemakai narkotika suntik.

HIV Belum Ada Obatnya

HIV merupakan salah satu penyakit mematikan yang menjadi momok umat manusia. Para ilmuwan telah mencari sekian banyak cara guna menyembuhkan semua penderita HIV, tetapi sampai ketika ini masih belum ditemukan obatnya. Sebuah studi teranyar pun mengungkapkan satu dalil kenapa tubuh insan tidak dapat melawan virus HIV.

Protein pada virus HIV ialah pelakunya. Ketika HIV masuk ke dalam tubuh, virus itu menghasilkan protein mempunyai nama VPU yang langsung menyerang dan menghancurkan protein pertahanan pada sistem imun manusia. Secara normal, protein sistem imun mesti bekerja menangkal virus mengerjakan replikasi dan menyebar dalam tubuh.

Tetapi VPU itu mematikan tugas protein sistem imun, sampai-sampai HIV dengan bebas menyerang manusia. Para peneliti memakai virus tanpa VPU guna ditemukan dengan sel sistem imun manusia. Ternyata, sel imun dapat melawan virus seperti suasana normal pada umumnya.

Pengidap HIV stadium rendah memang merasakan respon yang buruk pada sistem imun mereka. Sehingga adanya penelitian tentang protein pada virus ini diinginkan bisa berfungsi untuk penemuan obat HIV yang baru.

Baca juga: Pengertian Generasi Milenial

Pencegahan HIV

Terdapat sekian banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menangkal penularan HIV dan AIDS, antara lain:

  • Gunakan kondom yang baru setiap bersangkutan intim, baik hubungan intim vaginal maupun anal
  • Hindari bersangkutan intim dengan lebih dari satu pasangan
  • Bersikap jujur untuk pasangan andai mengidap positif HIV, supaya pasangan pun menjalani tes HIV
  • Diskusikan dengan dokter andai didiagnosis positif HIV ketika hamil, tentang penanganan selanjutnya, dan perencanaan persalinan, untuk menangkal penularan dari ibu ke janin
  • Bersunat untuk meminimalisir risiko infeksi HIV
  • Jika mengasumsikan baru saja terinfeksi atau tertular virus HIV, laksana setelah mengerjakan hubungan intim dengan pengidap HIV, maka mesti segera ke dokter. Agar dapat mendapatkan obat post-exposure prophylaxis (PEP) yang dikonsumsi sekitar 28 hari dan terdiri dari 3 obat antiretroviral.

Demikianlah penjelasan tentang HIV (Human Immunodeficiency Virus) dari RuangPengetahuan.Co.Id semoga bermanfaat dan menambah wawasan kalian, sampai jumpa…