Pengertian Demokrasi Liberal

Posted on

RuangPengetahuan.Co.Id – Demokrasi liberal atau demokrasi konstitusional adalah sistem politik yang mencakup kebebasan individu. Secara umum, demokrasi liberal adalah suatu bentuk sistem pemerintahan yang berfokus pada demokrasi.

Liberal yang dimaksudkan sebagai wakil atau perwakilan. Dapat disimpulkan bahwa definisi demokrasi liberal adalah bentuk demokrasi yang berjalan melalui representasi.

Demokrasi liberal pada awalnya diekspresikan dalam Pencerahan oleh penggagas teori kontrak sosial seperti Thomas Hobbes, John Locke dan Jean-Jacques Rousseau. Demokrasi liberal di Indonesia terjadi pada 1950-1959.

Dalam demokrasi liberal, banyak keputusan yang merupakan proses representatif atau diterapkan langsung ke sebagian besar bidang kebijakan pemerintah yang dibatasi sehingga keputusan pemerintah tidak melanggar independensi konstitusional dan hak-hak individu.

Negara Yang Menganut Demokrasi Liberal

Ada negara-negara di dunia yang mengadvokasi demokrasi liberal, termasuk Asia (India, Israel, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan), Eropa (Islandia dan Swiss), Amerika Utara (Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat), Amerika Selatan (Argentina, Brazil) dan Chili), Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan.

Prinsip Demokrasi Liberal

Demokrasi liberalisme berpendapat bahwa sistem politik yang ideal harus menggabungkan demokrasi mayoritas (pemerintahan oleh rakyat) dengan perlindungan hak-hak politik, hukum, sosial individu dan kelompok minoritas. Australia adalah contoh negara yang mengadopsi demokrasi liberal.

Demokrasi liberal sendiri memiliki beberapa prinsip, termasuk penerapan kebebasan individu dengan membatasi pemerintah. cara-cara pemerintahan yang baik membatasi kekuatan pemerintah.

Prinsip demokrasi ini memiliki konsep yang berbagi kekuasaan seperti pemisahan kekuasaan, kedaulatan, konstitusionalisme, kewarganegaraan, dan supremasi hukum. Warga memiliki hak untuk memeriksa pemerintah karena pemerintahan yang baik memastikan bahwa kekuasaan mereka sepenuhnya bertanggung jawab kepada penduduk.

Prinsip sistem didasarkan pada suara rakyat. Pemerintahan yang baik adalah suara utama rakyat, membela pemerintahan yang representatif, membela hak pilih yang demokratis dan menciptakan masyarakat yang demokratis.

Demokrasi liberal juga mengarah pada kontrak sosial yang memberikan warga negara hak untuk mendirikan institusi negara dengan sikap adil dan moderat. Sistem semokrasi liberal ini juga milik masyarakat pasar bebas. Pasar bebas adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada penawaran dan permintaan dengan sedikit atau tanpa kendali pemerintah.

Perusahaan pasar bebas adalah deskripsi singkat dari semua bursa saham yang terjadi di lingkungan ekonomi tertentu. Di pasar bebas, hukum dan kekuatan penawaran dan permintaan bebas dari gangguan dan dari pemerintah atau lembaga lain.

Sesuai dengan namanya, demokrasi liberal memiliki karakteristik yang sesuai dengan filosofi politik liberal dan demokrasi.

Ciri-ciri ini sulit untuk digambarkan (tidak ada keraguan bahwa ada negara-bangsa yang menunjukkan diri mereka sebagai demokrasi liberal yang membuat perbedaan besar dalam cara mereka melakukan sesuatu).

Ciri-Ciri Demokrasi Liberal

Terdapat ciri-ciri negara dengan sistem demokrasi liberal, antara lain:

  1. Pemahaman yang diterima adalah demokrasi dalam sistem pemerintahan dan dalam konstitusi
  2. Kepala negara dan perwakilan rakyat di lembaga pemerintahan diganti dan dipilih oleh rakyat
  3. Ada perwakilan rakyat di lembaga pemerintah yang juga bertanggung jawab untuk memantau dan membatasi kekuasaan kepala negara
  4. Daya tidak hanya terpusat di satu tangan (satu pemegang kekuasaan)
  5. Proses pengambilan keputusan biasanya lambat. Ini karena daya, yang tidak fokus pada satu pemegang kekuasaan.
  6. Kekuasaan negara terletak di parlemen
  7. Hukum membatasi kekuasaan eksekutif
  8. Kekuasaan eksekutif juga secara konstitusional terbatas
  9. Pengambilan keputusan dengan suara terbanyak
  10. Pengambilan keputusan dijalankan dengan cara perhitungan suara paling banyak atau voting.
  11. Negara yang mengadopsi sistem demokrasi liberal tidak akan menjadikan agama sebagai fondasi hukum dan sosial
  12. Kebebasan yang sama diberikan dalam setiap etnis dan agama untuk memperjuangkan kepentingan mereka
  13. Alokasi sumber daya alam, sumber daya manusia dan negara dapat dikontrol dengan baik.

Kelebihan dan Kekurangan Demokrasi Liberal

1. Kelebihan Demokrasi Liberal

  • Kebebasan individu yang tinggi
  • Tingkat pendapatan populasi lebih tinggi
  • Penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah berkurang
  • Tingkat kemenangan dalam perang semakin tinggi
  • Fokus pada rencana jangka pendek negara itu
  • Mendorong perkembagan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)

2. Kekurangan Demokrasi Liberal

  • Tingkat individualitas akan tinggi
  • Kebebasan berserikat pada usia muda
  • Tidak fokus pada rencana jangka panjang negara itu
  • Kurangnya demokrasi langsung dalam pengambilan keputusan
  • Borjuasi bisa memonopoli kekuasaan
  • Konflik etnis dan agama yang lebih tinggi dapat muncul
  • Serangan teroris lebih tinggi.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Demokrasi Liberal, Ciri, Kelebihan & Kekurangan ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya >>>

Related posts: