Pengertian Dekonsentrasi, Ciri, Tujuan dan Contohnya

Posted on

Pengertian Dekonsentrasi, Ciri, Tujuan dan Contohnya – Dekonsentrasi adalah penyerahan atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen pemerintahan.

Dalam hal ini kewenangan yang dilimpahkan itu hanyalah terbatas pada otoritas pengelola, sedangkan untuk otoritas politik tetap berada di tangan pemerintah pusat. Dengan kata lain, dekonsentrasi ini merupakan kombinasi dari Sentralisasi dengan Desentralisasi.

Pengertian Dekonsentrasi Menurut Para Ahli

1. Mudrajat Kuncoro : 2004 Dekonsentrasi merupakan pendelegasian wewenang atas fungsi-fungsi tertentu kepada pegawai pemerintah pusat yang berada di luar kantor pusat. Yang didelegasikan dalam konteks ini adalah Otoritas Pengelola, bukan otoritas politik, yang masih dipegang oleh pemerintah pusat.

2. Amin Rahmanurrasyid : 2008 Dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang kepada pejabat atau kelompok pegawai negeri sipil yang ditunjuk oleh pemerintah pusat di bidang administrasi

3. UU Nomor 32 Tahun 2004 Dekosentrasi adalah pelimpahan kekuasaan pemerintah oleh gubernur sebagai wakil pemerintah atau otoritas vertikal di daerah tertentu

4. Rondinelli dalam Amin Rahmanurrasyid : 2008 Dekosentrasi adalah pengalihan sejumlah otoritas administratif atau tanggung jawab kepada departemen bawahan atau lembaga pemerintah.

Ciri-Ciri Dekonsentrasi

Sistem dekonsentrasi memiliki beberapa ciri, berikut ini adalah ciri-ciri dekonsentrasi diantaranya yaitu:

  1. Merupakan suatu penyerahan wewenang
  2. Delegasi bersifat vertikal, misalnya dari Presiden ke Gubernur
  3. Pihak yang berwenang adalah wakil dari mereka yang memiliki surat kuasa sehingga tidak memegang tanggungjawab sendiri.

Tujuan Dekonsentrasi

Didalam pelaksanaan sistem dekonsentrasi terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai. Sesuai dengan definisi dekonsentrasi, untuk tujuan dekonsentrasi ini meliputi:

1. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pemerintahan

Administrasi pemerintah tentu memerlukan tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi. Dengan mentransfer kekuatan tertentu dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Maka proses untuk melaksanakan pemerintahan ini akan lebih baik.

2. Pengelolaan Pembangunan dan Pelayanan Umum

Pengembangan dan layanan untuk kepentingan umum sangat penting untuk administrasi pemerintahan di satu negara. Oleh karena itu akan lebih mudah bagi pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas sektor administrasi untuk melaksanakan administrasi dan pelayanan untuk kepentingan umum.

3. Menjaga Komunikasi Sosial dan Budaya

Di Indonesia ada berbagai kelompok etnis, tentu saja dengan karakteristik yang berbeda. Dengan pendelegasian kekuasaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Agar ada proses komunikasi sosial serta budaya sosial dalam sistem administrasi negara, itu dilakukan dengan baik.

4. Menjaga Keharmonisan Pembangunan Nasional

Pembangunan di masing-masing daerah dapat dilakukan dengan baik jika ada kerukunan dengan pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Dengan cara ini, pembangunan yang adil di setiap daerah dilakukan secara berkelanjutan dan adil di setiap daerah.

5. Menjaga Keutuhan NKRI

Pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang adil di setiap daerah adalah bentuk keadilan sosial yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat. Dengan cara ini tidak akan ada perbedaan sosial antara daerah yang pada akhirnya akan menjaga integritas negara kesatuan Indonesia.

Contoh Dekonsentrasi

Ada beberapa contoh penerapan prinsip dekonsentrasi, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat
  2. Pelayanan perpajakan di setiap wilayah
  3. Organisasi layanan perhubungan
  4. Pelimpahan wewenang dalam implementasi ASIAN GAMES kepada gubernur.

Kelebihan dan Kekurangan Dekonsentrasi

Ketika menerapkan dekonsentrasi ini, tentu ada efek yang baik pada kelebihan dan kekurangan prinsip dekonsentrasi. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari dekonsentrasi:

Kelebihan Dekonsentrasi

  1. Secara politis, dekonsentrasi ini dapat meminimalkan pengaduan di wilayah terhadap kebijakan pemerintah pusat.
  2. Dekonsentrasi juga akan memungkinkan pemerintah daerah untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ekonomi.
  3. Memungkinkan untuk memiliki hubungan langsung antara pemerintah dan rakyat.
  4. Dekonsentrasi dapat membantu memastikan implementasi kebijakan ekonomi, administrasi dan politik nasional.
  5. Dekonsentrasi ini adalah instrumen yang efektif untuk menjaga kesatuan dan integritas nasional.

Kekurangan Dekonsentrasi

  1. Struktur tata kelola yang kompleks membuat koordinasi menjadi sulit.
  2. Keharmonisan dan keseimbangan antara semua kepentingan daerah cenderung lebih mudah terganggu.
  3. Promosikan fanatisme di setiap wilayah.
  4. Proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu lebih lama.
  5. Membutuhkan biaya yang lebih banyak.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Dekonsentrasi, Ciri, Tujuan dan Contohnya ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Pengertian Sanering, Dampak, Contoh dan Kelemahannya

Pengertian Degradasi, Karakteristik, Penyebab dan Dampaknya

Pengertian Geopolitik, Tujuan, Fungsi dan Latar Belakangnya