Pengertian Daftar Pustaka

Posted on

Pengertian Daftar Pustaka – Daftar Pustaka yang dikenal juga dengan istilah bibliografi ialah daftar karyayang dicatat pada subyek tertentu atau oleh penulis tertentu.

Di mana proses penulisan dalam kepustakaan bisa ada di akhir buku, laporan riset, presentasi online, atau makalah riset.

Bahkan juga tidak cuma daftar buku dan artikel karya tulis ilmiah, kepustakaan bisa juga mengambil sumber dari pidato, catatan individu, buku harian, interviu, undang-undang, surat, website, dan beberapa sumber yang lain bisa kita pakai saat mempelajari topik dan menulis makalah.

Disamping lainnya proses penulisan bibliografi harus dicatat dalam pola yang paling detil, tapi pola itu akan bergantung pada style penulisan tertentu yang kita turuti.

Untuk mayoritas makalah akademik umumnya memakai pola MLA, American Psychological Association (APA), Chicago (cuplikan pengarang atau pola catatan kaki / catatan akhir), atau Turabian.

Daftar Pustaka

Kepustakaan dalam Bahasa Inggris bibliography pada hakekatnya datang dari kata Yunani “biblio” yang maknanya “buku” dan “graphos” yang maknanya “suatu hal yang dicatat atau dilukis” . Maka, bibliografi dibikin saat seorang menulis daftar buku atau tipe kreasi ilmiah yang lain.

Berdasar sejarahnya, kata bibliographia dipakai oleh beberapa penulis Yunani pada tiga era pertama Masehi yang bermakna mengopi beberapa buku dengan tangan.

Pada era keduabelas, kata itu mulai dipakai untuk “kegiatan cendekiawan menulis buku”. Pada era ke-17 mulai ada arti kekinian, yakni deskripsi buku.

Sekarang ini, sektor kepustakaan sudah semakin makin tambah meluas sampai meliputi study yang memandang buku sebagai object material.

Pemahaman Daftar Pustaka

Kepustakaan ialah sumber yang ditunjuk untuk menulis makalah akademik, artikel jurnal internasional, buku, kritikan, esai atau tipe tulisan akademik yang lain.

Kepustakaan atau bibliografi tidak cuma “kreasi yang diambil (works cited)” tingkatan ialah semua materi yang berkaitan yang kita pakai untuk menulis bermacam makna makalah atau tulisan akademik yang lain sama seperti yang sudah disebut awalnya.

Pemahaman Daftar Pustaka Menurut Beberapa Pakar

Adapun pengertian kepustakaan menurut beberapa pakar, diantaranya:

1. Patricia Jean Wagner (The Bloomsbury Ulasan Booklover’s Guide. Owaissa Communications, 1996)

Daftar Pustaka ialah penulisan sumber yang berisi judul, penulis atau editor, penerbit, dan tahun edisi diedarkan atau diproteksi hak cipta.

Pustakawan rumahan kerap ingin mencari dimana dan kapan mereka mendapat buku, harga, dan anotasi individu, terhitung opini mereka mengenai buku atau orang yang memberinya ke mereka.

2. Gorys Keraf (1997)

Kepustakaan/bibliografi diartikan sebuah daftar yang berisi judul beberapa buku, beberapa artikel, dan beberapa bahan penerbitan yang lain yang memiliki pertalian dengan sebuah cerita atau beberapa dan cerita yang sedang dikerjakan.

3. Ninik M. kuntaro (2007)

Kepustakaan sebagai salah satunya tehnik notasi ilmiah yang disebut kelompok sumber bacaan atau sumber rekomendasi saat menulis kreasi ilmiah.

4. Sewa dan Barker (2010)

Kepustakaan adalah sebagai disiplin ilmiah 2x lipat(a twofold scholarly discipline), yang mencakup daftar buku yang terorganisir (bibliografi enumeratif) dan deskripsi struktural buku sebagai object (bibliografi preskriptif).

Peranan Daftar Pustaka

Kepustakaan mempunyai fungsi-fungsi salah satunya yakni seperti berikut:

  1. Memberitahukan ke pembaca jika apa yang sudah dicatat tidak cuma diperoleh dari pertimbangan sendiri tetapi ambil dari pertimbangan orang yang lain sudah dicatat dalam buku yang tertera dalam kepustakaan.
  2. Untuk pembaca yang ingin mengelangkah lebih jauh mengenai pertanyaan yang sudah dicatat dalam karya tulis yang dibikin karena itu dapat langsung menelusurinya dari daftar buku yang sudah dipertambah.
  3. Memberi penghargaan ke penulis buku yang tulisannya kita kutip.
  4. Penulis akan dilihat semakin kompeten saat mencatumkan kepustakaan.

Arah Daftar Pustaka

Arah khusus dari penulisan kepustakaan untuk memberi penghargaan ke penulis yang kreasinya sudah kita sertakan dalam riset kita.

Ini mempermudah pembaca untuk ketahui semakin banyak mengenai topik riset kita dengan pelajari pusataka atau rekomendasi yang kita pakai untuk menulis makalah hasil dari riset.

UNESCO dan The Library of Congress, dalam laporan survey mereka di tahun 1950 sudah mengatakan arah dan peranan bibliografi yakni seperti berikut:

  1. Untuk memungkinkannya beberapa karyawan cendekiawan, untuk pelajari publisitas yang menulis perubahan di sektor yang mereka meminati, bukan hanya di negara mereka sendiri tapi juga dunia.
  2. Untuk mempromokan efektifitas project tertentu dalam riset.
  3. Untuk berperan pada perubahan budaya yang dari catatan evaluasi dan budaya.
  4. Untuk menolong dalam mempromokan program yang bermanfaat dari pengetahuan yang ada dan saat membuat program yang sudah diperkembangkan di satu negara, yang terkenal oleh semua negara.

Faedah Daftar Pustaka

Arah dan faedah yang bisa didapat dengan memberikan kepustakaan pada suatu karya tulis salah satunya yakni:

1. Untuk sumber penulisan

Kepustakaan berguna sebagai bukti referensi dari karya tulis yang kita bikin, hingga dalam membuat karya tulis itu kita tidak sembarangan dalam penulisannya karena memakai sumber yang benar.

Tiap karya tulis membutuhkan pustaka yang perlu tercantum secara jelas, baik dari jumlahnya judul buku sebagai referensi, sumber koran, jurnal, dan bermacam sumber yang lain dipakai.

Hal tersebut jadi bukti referensi yang benar dan jadi karya tulis yang bisa diakui. Makin benar sumber pustaka yang dipakai, karya tulis itu mempunyai kualitas yang lebih bagus.

2. Sebagai referensi yang dapat dipakai untuk karya tulis yang lain

Kepustakaan bisa dipakai kembali untuk karya tulis yang lain, hingga bila seorang akan membuat karya tulis dengan topik yang serupa dengan tipe kreasi ilmiah yang telah ada, dia bisa membuat karya tulis itu dengan mengarah dari pustaka karya tulis awalnya.

3. Bahan yang bisa dijelajahi kembali

Kepustakaan menjadi bahan yang dapat dijelajahi kembali. Misalkan Dosen dapat ketahui skripsi yang dicatat oleh mahasiswanya asli atau tidak disaksikan berbahan yang dipakai, hingga pustaka itu menjadi bahan yang dijelajahi kembali dan jadi dasar dalam menunjukkan orisinalitas dari satu karya tulis.

4. Ketahui sumber secara jelas

Kepustakaan bukan hanya dari buku tetapi bisa juga dari sumber koran, majalah, interviu, dan beberapa sumber yang lain, hingga bila dicatat dalam pustaka akan membuat seseorang gampang untuk mencarinya.

Penulisan kepustakaan yang jelas dan lengkap bisa membuat seseorang dapat cepat dan mudah untuk mendapati sumber itu.

Langkah Penulisan Daftar Pustaka

Penulisan kepustakaan bisa diformat sesuai salah satunya dari 3 style: American Psychological Association (APA) untuk makalah ilmiah, Kekinian Language Association (MLA) untuk makalah humaniora, dan Chicago Manual of Model (CMS) untuk pengetahuan sosial.

Berikut ini akan diterangkan salah satunya tata langkah penulisan kepustakaan dengan style APA:

1. Buat Daftar Pustaka

Persiapkan beberapa halaman diakhir karya tulis Anda untuk kepustakaan. Berikan judul “Daftar Pustaka.” Di bawah judul ini, Anda akan memberikan semua sumber yang Anda pakai dalam karya tulis.

2. Urutkan semua kepustakaan Anda berdasar abjad berdasar nama belakang

Anda harus memakai nama belakang komplet penulis dan inisial nama depan dan tengah (bila ada). Bila ada lebih satu penulis, buat lis penulis sama sesuai posisi yang ada pada sumber, abjadkan sumber dalam kepustakaan Anda bernama belakang penulis pertama.

Misalkan, bila nama pengarang untuk suatu sumber ialah “John Adams Smith,” Anda akan memberikannya sebagai “Smith, J.A.,” saat sebelum mendaftar judul kreasinya.

Contoh penulisan berdasar Abjad

  • Corvallis, P. (8 April 2004). Development Threatens Farmland. Mesilla Valley Bulletin, A3.
  • Cummings, J. N., Butler, B., dan Kraut, R. (2002). Foods and Relationships. Communications and Relations, 45(7), 103-108.
  • Fellon, B. (6 Mei 2004). Pizza and Us. Food, 16, 36-41.
  • Ruechel, J (2006). Chinese-Fed Humans. New York: Storey Publishing.

3. Pakai elips bila ada lebih dari tujuh penulis

Tulis tujuh penulis pertama dari sumber, dan pakai elips (rangkaian tiga masa). Sesudah elips, catat nama penulis paling akhir yang tertera pada sumber.

Misalkan, bila sebuah sumber mempunyai dua belas penulis, dan penulis ke-7 ialah “Smith, J.A.” dan yang ke-2 belas ialah “Timotius, S.J.,” Anda akan memberikan enam penulis pertama, selanjutnya menulis “Smith, J.A … Timothy, S.J.”

Contoh penulisan

  • Miller, F. H., Choi, M. J., Angeli, L. L., Harland, A. A., Stamos, J. A., Thomas, S. T.,…Rubin, L. H. (2009) Website usability for the blind and low-vision pemakai. Technical Communication, 57, 323-335.

4. Sumber daftar dari penulis yang serupa dibikin posisi urutan

Tergantung pada tipe karya tulis yang Anda bikin, Anda kemungkinan banyak memiliki sumber dari penulis yang serupa karena itu mulai dengan menulis sumber yang diedarkan lebih dulu dan sumber selanjutnya secara urutan.

Contoh penulisan

  • Carstensen, L. L. (1992). Social and emotional patterns in adulthood. Psychology and Aging, 7, 331-338. pacar:10.1037/0882-7974.7.3.331
  • Carstensen, L. L., Fung, H., dan Charles, S. (2003). Socioemotional selectivity theory and the regulation of emotion in the second half of life. Motivation and Emotion, 27, 103-123.

5. Pakai info yang dipunyai bila Anda tidak mempunyai penulis

Kadang sumber kemungkinan diedarkan oleh organisasi, seperti American Medical Association, atau tidak mempunyai penulis sama sekalipun.

Bila satu organisasi ialah penulis, tulis nama organisasi itu. Bila tidak ada penulis, mulai dengan judul sumber.

Misalkan, bila Anda mempunyai WHO tanpa penulis sebagai salah satunya sumber Anda, Anda akan menulis: World Health Organization, “Report on Development Taktikes in Developing Nations”, Juli 1996.

Contoh penulisan

  • Merriam-Webster’s collegiate dictionary (10th ed.). (1993). Springfield, MA: Merriam- Webster.

6. Indentasi tiap baris sesudah baris pertama dari tiap sumber

Bila sumber Anda memerlukan lebih satu baris, Anda harus membuat inden tiap baris selanjutnya 0,5 inch (1,25 cm). Saat Anda berpindah ke sumber selanjutnya, mulai dari margin asli kertas.

7. Menulis cuplikan dari artikel

Artikel diambil bernama penulis, dituruti tahun, lalu judul artikel, nama publisitas dalam huruf miring, volume dan nomor penerbitan (bila tersedia), dan halaman yang direkomendasikan.

Formatnya ialah seperti berikut: Penulis, A. A., dan Penulis, B. B. (Tahun). “Judul artikel”. Judul Jurnal, nomor volume (nomor terbitan), halaman.

Misalkan, cuplikan artikel kemungkinan kelihatan semacam ini: Jensen, O. E. (2012). “Gajah Afrika”. Savannah Quarterly, 2 (1), 88.

Contoh penulisan

  • Cummings, J. N., Butler, B., dan Kraut, R. (2002). Foods and Relationships. Communications and Relations, 45(7), 103-108.

Bila datang dari artikel periodik yang selalu diawali bernomor halaman 1 (tipe majalah ini disebutkan periodik “paginated by issue”, Anda harus mengikutkan bentang halaman penuh dari artikel itu.

Bila artikel diambil dengan online, mengakhiri cuplikan dengan kalimat “Didapat dari” dituruti dengan alamat situs.

8. Menulis cuplikan dari buku

Mulai bernama penulis, dituruti oleh tahun penerbitan, judul buku dalam huruf miring, lokasi penerbit, dan nama penerbit. Formatnya ialah seperti berikut: Penulis, A. A. (Tahun). Judul buku. Lokasi: Penerbit.

Contoh penulisan

  • Worden, B. L. (1999). Enchoing Eden. New York, New York: One Two Press.

Bila judul lebih satu kata dan tidak memiliki kandungan kata benda yang pas, cuma kata pertama kali yang dicatat dengan huruf kapital. Cuma huruf pertama dari subtitle apa saja yang perlu memakai huruf besar juga.

9. Menulis cuplikan website

Masukkan nama penulis, tanggal komplet, judul halaman situs, dan kalimat “Didapat dari” dituruti oleh alamat situs.

Formatnya ialah seperti berikut: Penulis, A. A. (hari bulan, tahun). Judul halaman situs / document. Didapat dari http: // URL ke halaman tertentu.

Contoh penulisan

  • Quarry, R. R. (23 Mei, 2010). Wild Skies. Didapat dari http://wildskies.com.

Bila tidak ada penulis yang ada, mulai dengan judul. Bila tidak ada tanggal yang ada, catat “n.d”.

10. Check sumber yang bisa dihandalkan untuk ketentuan cuplikan yang lain

APA banyak memiliki ketentuan untuk mencuplik sumber dalam perincian rekomendasi Anda. Bila Anda bekerja dengan beberapa hal seperti film, disertasi, majalah online, atau sumber lain, pakai sumber yang bisa dihandalkan. Website OWL (Lab Menulis Online) Kampus Purdue ialah sumber yang baik.

Ringkasan

Dari keterangan yang disampaikan, dapatkah disebutkan jika dalam penulisan daftar pusataka dicatat dengan usaha strukturalnya untuk pahami masa lampau dan saat ini lewat document tercatat dan bikin, hingga nanti sanggup memvisualisasikan langkah dan fasilitas penggalian info dari materi ini.

Penulisan kepustakaan ini ertarik untuk memperbandingkan versus text dibanding menerjemahkan arti atau memandang signifikansinya.

Adapula disamping yang lain istilah kepustakaan beranotasi dengan bibliografi, tetapi dengan 1 ketidaksamaan penting yakni dalam bibliografi beranotasi, info bibliografi dituruti oleh deskripsi singkat mengenai content, kualitas, dan manfaat sumber.

Demikian artikel kali ini. Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk mempelajari Daftar Pustaka lebih baik lagi. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Baca juga artikel lainnya :