Pengertian Arkeologi

Posted on

RuangPengetahuan.Co.Id – Arkeologi adalah bidang ilmu penelitian yang sistematis mengenai benda-benda kuno sebagai instrumen untuk rekonstruksi masa lalu. Orang yang belajar atau bekerja di bidang arkeologi disebut sebagai arkeolog. Arkeologi terkait erat dengan sejarah budaya material. Dikatakan bahwa arkeologi di masa lalu adalah ilmu budaya manusia melalui studi data yang sistematis. Tinjauan sistematis mencakup penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi artefak.

Arkeologi berasal dari bahasa Yunani, archeo yang berarti “tua” dan logo yang artinya “ilmu”. Nama alternatif untuk arkeologi adalah studi sejarah budaya material. Arkeologi adalah studi tentang budaya manusia di masa lalu melalui tinjauan sistematis terhadap data material yang ditinggalkan.

Tinjauan sistematis yang mencakup menemukan, mendokumentasikan, menganalisis, dan menafsirkan data dalam bentuk artefak budaya material seperti kapak batu, bangunan candi dan objek lingkungan ekofaktik seperti batu, tanah halus dan fitur fosil dan artefak yang tidak dapat dihapus dari situs arkeologi.

Pengertian Arkeologi Menurut Artefak

Mari kita bahas pengertian arkeologi berdasarkan artefak berikut ini.

1. Grahame Clarck (1960: 17-21)

Arkeologi adalah studi sistematis terhadap benda-benda kuno sebagai instrumen untuk rekonstruksi masa lalu. Meskipun bidang studi arkeologi tergantung pada artefak, arkeologi juga membutuhkan deskripsi yang lebih luas dari tekstur, bentuk, dan artefak artistik untuk mengklasifikasikan dan menafsirkan perkembangan gaya.

Arkeologi mampu membedakan produk budaya individu, menentukan fase perkembangan sejarah dan mengenali interaksi yang berbeda dari tradisi. Para arkeolog juga harus menghubungkan sistem ekonomi manusia dan lingkungan alam.

2. Stuart Piggot (1965)

Arkeologi adalah disiplin yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa tak sadar dan menggunakan warisan berbagai benda untuk membuktikan apakah benda kuno adalah produk masyarakat dengan menggunakan catatan tertulis atau tidak tertulis.

Perkembangan Arkeologi Saat Ini

Konstruksi atau Bangunan saat ini telah mengembangkan persyaratan khusus, seperti etnoarkeologi, arkeologi dan arkeometri bawah laut. Ada juga subdisiplin yang berkembang karena koneksi ke disiplin ilmu lain, seperti arkeologi ekonomi, arkeologi lingkungan, ekologi arkeologi, arkeologi demografis, arkeologi seni, arsitektur dan arkeologi.

Tujuan Arkeologi

Telah terjadi perdebatan panjang tentang tujuan arkeologi, misalnya apa paradigma arkeologi, sejarah budaya, pemahaman tentang proses perubahan budaya dan pengertian perilaku manusia. Arkeologi digolongkan sebagai humaniora karena bertujuan untuk memahami budaya manusia.

Namun, banyak instrumen ilmiah yang digunakan seperti antropologi, sejarah, geografi, geologi, bioantropologi, paleoantropologi, arsitektur, metalurgi, fisika dan filologi. Arkeologi secara khusus membahas budaya masa lalu, zaman prasejarah dan sejarah. Selain itu, arkeologi berurusan dengan Budaya selama periode ini, misalnya dengan studi budaya material modern.

Arkeologi sangat bergantung pada peninggalan masa lalu, sehingga objek prasejarah seperti sumber data harus dilestarikan. Kemudian dikembangkan disiplin ilmu lain yaitu pengelolaan sumber daya arkeologis atau pengelolaan sumber daya budaya.

Disiplin Arkeologi Indonesia

Disiplin arkeologi Indonesia masih ditandai dengan pembagian kronologis, yaitu prasejarah, klasik (Hindu-Budha), Islam dan zaman kolonial. Indonesia terkenal dengan spesialisasi arkeologis dari zaman ke zaman. Arkeologi Prasejarah, Arkeologi Islam, Arkeologi Klasik dan Arkeologi Kolonial. Salah satu fitur adalah arkeologi prasasti Indonesia yang mengejar pembaca prasasti kuno.

Lembaga arkeologi di Indonesia yang awalnya berurusan dengan budaya, misalnya Royal Bataviaasch Genootschap Van Kunsten dan Wetenschappen di Jakarta yang membangun museum tertua (Museum Indonesia saat ini). Pemerintah berpartisipasi dalam arkeologi kolonial Oudheikundige Dienst, yang melakukan banyak penyelidikan dan perbaikan bangunan kuno seperti kuil.

Selama kemerdekaan, departemen barang antik berkembang menjadi banyak lembaga, seperti pelestarian Prubakala dan pusat arkeologi di tingkat regional dan Direktorat Barang Antik serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Nasional Arecology yang terdapat di Jakarta.

Perkembangan Arkeolgi di Indonesia

Arkeologi Indonesia adalah bagian dari Asosiasi Arkeologi Indonesia (IAAI). R. Soekmono adalah tokoh arkeologi Indonesia yang dikenal memimpin pemugaran Candi Borobudur, dan R.P Soejono sebagai pendiri dan ketua pertama IAAI dan mantan kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Jurusan Arkeologi di Perguruan Tinggi

Ada beberapa universitas di Indonesia yang membuka jurusan arkeologi untuk memunculkan pakar arkeologi, yaitu Universitas Indonesia dengan Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya. Kemudian Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Departemen Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin dan Departemen Arkeologi, Fakultas Seni dan Budaya, dan Universitas Udayana.

Contoh Arkeologi

Contoh budaya material arkeologi adalah Kapak dan kuil batu. Kemudian contoh-contoh fakta lingkungan seperti bumi, batu, dan fosil. Contoh fitur arkeologis adalah artefak yang tidak dapat dipindahkan dari situs atau lokasi arkeologi. Setelah itu, teknik studi seperti penggalian arkeologi dan survei umum dilakukan.

Saat ini, arkeologi mencakup banyak bidang terkait misalnya, penemuan mayat menarik para ahli dari berbagai daerah untuk mempelajari jenis bahan pakaian yang digunakan, bentuk keramik dan penyebarannya. Kepercayaan bahwa ahli kimia mayat dikuburkan dapat menentukan usia penggalian dalam beberapa cara. Metode pengukuran oleh ahli genetika karbon yang ingin belajar tentang pergerakan penelitian migrasi manusia purba melalui DNA.

Demikianlah artikel tentang Pengertian Arkeologi, Tujuan, Perkembangan dan Contohnya ini semoga bisa memberi manfaat bagi kita semua, Terimakasih.

Baca Juga artikel Lainnya >>>